Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
    1509 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas V SDN 007 Sipungguk

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas V SDN 007 Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan model Student Facilitator and Explaining. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPS lingkungan sahabat kita menggunakan model Student Facilitator and Explaining. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan Mei 2023. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 26, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan observasi. Hal ini sebelum dilakukan tindakan minat belajar siswa siswa adalah 42,31%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I meningkat menjadi 61,53%. Sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 84,61%. Dengan demikian dapat disimpulkan dengan menggunakan model Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPS materi lingkungan sahabat kita SDN 007 Sipungguk

    Analisis Problematika Layanan Bimbingan dan Konseling di SDN 01 V Koto Timur

    No full text
    Kegiatan bimbingan dan konseling mencakup semua siswa dan meikutsertakan semua antar staf maupun profesi dalam satuan Pendidikan terhadap pelaksanaannya. Kegiatan bimbingan dan konseling di SDN 01 V Koto Timur, tidak hanyalah berada pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, akan tetapu yang lebih penting yaitu terkait upaya memfasilitasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan Penelitian deskriptif dimana menuturkan dan memaknai data yang terjadi pada saat penelitian ini berlangsung dan berlangsung dan menyajikan apa adanya, penelitian ini dilaksanakan dengan mengadakan survei langsung ke SDN 01 V Koto Timur. Selanjutnya Teknik pengumpulan data dalam penelitan ini yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan layanan konseling di SDN 01 V Koto Timur masih terdapat banyak problematika hingga saat ini. Problematika yang ada terdata baik problem internal maupun eksternal

    Peran Guru Kelas dalam Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dalam Pembentukan Karakter pada Anak Berkebutuhan Khusus

    No full text
    Penelitian ini dilakukan di SLB Sungai Penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru kelas dalam melaksanakan layanan bimbingan konseling untuk pembentukan karakter bagi siswa berkebutuhan khusus di SLB Sungai Penuh. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan metode penelitian kualitatif. Validitas data menggunakan triangulasi dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen. Triangulasi pengujian yang digunakan peneliti adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SLB Sungai Penuh menjalankan perannya dengan baik yaitu guru kelas dalam melaksanakan layanan bimbingan konseling dan menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, dan motivasi berprestasi agar memiliki karakter yang baik. Pelaksanaan layanan konseling menggunakan bimbingan individu dan klasikal. Bentuk penggunaan layanan adalah layanan dukungan dan tanggap, layanan konseling pribadi, dan layanan bimbingan kelompok. Hasilnya adalah guru memberikan layanan bimbingan konseling melalui pemberian reward, pembiasaan, dan hukuman bila perlu untuk menanamkan kebiasaan yang baik agar siswa berkebutuhan khusus dapat bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya

    Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) pada Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    This This research was motivated by the low creative thinking skills of class V students at SDN 005 Bukit Ranah. One solution to overcome this problem is to use the creative problem solving (CPS) model. The research aims to determine whether or not there is an influence of the creative problem solving (CPS) learning model on the creative thinking skills of class V students at SDN 005 Bukit Ranah. This research is a research. The research design used in the research is a quasi-experiment (Quasi Experiment) in the form of a nonequivalent control group design. The population in this study was all class V students at SDN 005 Bukit Ranah, totaling 70 students. In this research, there are classes VA and VB, where class VA is the Experiment class and class V is the Control class. The results of the hypothesis test using the one way anova test with a significance level of 0.05 obtained a sig (2-tailed) (0.034) < α (0.050) value so it can be said that the two classes have a significant difference. Based on the data analysis, it can be concluded that there is an influence between the creative problem solving (CPS) learning model on the creative thinking skills of class VA students in the experimental class and students who use conventional learning in class VB students at SDN 005 Bukit Ranah.   Keywords: Creative Problem Solving (CPS) Model, Creative Thinking Skills and Elementary School Students

    Pengembangan Media Pembelajaran Ludo Berbantuan Model NHT (Numbered Head Together) pada Muatan PKn Materi Hak dan Kewajiban untuk Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik kelas III Sekolah Dasar dalam memahami materi Hak dan Kewajiban. Peserta didik belum bisa membedakan konsep antara Hak dan Kewajiban. Permasalahan ini ditemukan selama observasi dan wawancara di Sekolah Dasar Ketegan Tanggulangin Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media, kelayakan dan respon peserta didik tentang pengembangan media Ludo berbantuan model Numbered Head Together (NHT) pada muatan PKn materi hak dan kewajiban untuk peserta didik kelas III sekolah dasar. Penggunaan media dalam proses pembelajaran menggunakan metode belajar sambil bermain. Pembuatan media permainan didasarkan anak seusia sekolah dasar  kelas III memiliki karakteristik senang bermain, belajar sambil bermain dan senang bergerak dan menyanyi. Jenis penelitian yang dipakai dalam media ini adalah pengembangan atau Research and Development (R&D). Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu: analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan yaitu pengumpulan data berupa angket dan lembar validasi. Angket akan diberikan kepada peserta didik dan guru kelas untuk memperoleh informasi mengenai media pembelajaran Ludo sedangkan lembar validasi akan diberikan kepada validator ahli materi dan ahli media untuk mendapatkan kevalidan suatu produk yang akan ditujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi mendapat jumlah skor 50 dengan persentase 83,3% yang termasuk kategori “validâ€. Sedangkan hasil validasi ahli media mendapat skor 38 dengan persentase 84,4% yang termasuk kategori “validâ€. Hasil respon guru dan respon peserta didik mendapat tingkat validitas “sangat baik†dengan persentase respon guru 87,5% dan respon peserta didik 95,3%. Dengan demikian media pembelajaran Ludo dinyatakan layak digunakan delam pembelajaran PKn

    Perencanaan Pendidikan dalam Otonomi Daerah

    No full text
    Perencanaan pendidikan adalah suatu “prinsip awal†atau “pandangan†untuk melaksanakan pendidikan, yang mencakup langkah-langkah tindakan yang sistematis (misalnya Pendekatan perencanaan pendidikan adalah suatu kerangka untuk memulai atau mengatur penyelenggaraan pendidikan dengan langkah-langkah tindakan yang sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan. Perencanaan pendidikan bertanggung jawab untuk memberikan kerangka kerja yang jelas bagi proses pelaksanaan pendidikan. Oleh karena itu, perencana pendidikan harus mampu membuat cetak biru dengan menggunakan pendekatan perencanaan pendidikan. Pendekatan perencanaan pendidikan berbeda-beda menurut jenis dan tingkat pendidikan. Hal ini disebabkan karena setiap satuan pendidikan mempunyai cara pandang yang berbeda-beda dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan desentralisasi pendidikan adalah untuk meningkatkan  mutu pendidikan  di Indonesia. Fungsi-fungsi berikut dapat ditugaskan kepada sekolah untuk mencapai tujuan ini, seperti perencanaan dan evaluasi program sekolah, pengelolaan proses pembelajaran, kurikulum, sumber daya manusia, pengelolaan peralatan, penganggaran, dan keuangan

    Looking at the Traces of Islamic Education in Saudia Arabia (Study of the History of Islamic Education)

    No full text
    This research aims to find out the names of Islamic educational institutions, and to find out some of the names of educators and Islamic education figures. In this research the author uses historical methods or historical methods. The historical method consists of data collection, source criticism, interpretation and finally historiography.  The research approaches used in this research are the geographical approach, sociological approach, educational approach and historical education. The results of this research are A) Saudi Arabia has 34 universities, with details of 26 state universities, namely: 1) Universitas Raja Saud, 2) Universitas Islam Madinah, 3) Universitas Raja Fahd untuk Perminyakan dan Mineral, 4) Universitas Raja Abdul Aziz, 5) Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, 6) Universitas Raja Faisal, 7) Universitas Umm Al-Qura, 8) Universitas Raja Khalid, 10) Universitas Qashim, 11) Universitas Taibah, 12) Universitas Ta\u27if, 13) Universitas Raja Saud bin Abdul Aziz untuk Ilmu Kesehatan, 14) Universitas Al-Bahah, 15) Universitas Ha\u27il, 16) Universitas Al-Jauf, 17) Universitas Jazan, 18) Universitas Najran, 19) Universitas Tabuk, 20) Universitas Putri Nurah binti Abdurrahman, 21) Universitas Al-Hudud Asy-Syamaliyyah, 22) Universitas Dammam, 23) Universitas Pangeran Salman bin Abdul Aziz, 24) Universitas Syaqra, 25) Universitas Al-Mujamma\u27ah, dan 26) Universitas Elektronik Saudi. dan 9 Perguruan Tinggi Swasta, yaitu: 1) Universitas Pangeran Sultan, 2) Universitas Terbuka Arab, 3) Universitas Internasional Al-Madinah, 4) Universitas Al-Yamamah, 5) Universitas Raja Abdullah untuk Sains dan Teknologi, 6) Universitas Al-Faisal, 7) Universitas Pangeran Muhammad bin Fahd, 8) Universitas Pangeran Fahd bin Sultan, dan 9) Universitas Darul \u27Ulum. B) several figures and educators in Saudia Arabia are: 1) Ibn Taimiyyah Rahimahullah, 2) Muhammad Ibn Abd Al-Wahab Rahimahullah, 3) Abdul Aziz bin Shalih bin Nashir bin Abdurrahman Alu Shaikh rahimahullah, 4) Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah, dan 5) Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah

    Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Tunangan di Desa Legung Kecamatan Batang Batang Kabupaten Sumenep Madura

    No full text
    Pertunangan merupakan tradisi yang lazim ditemukan di masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Legung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura. Tradisi ini melibatkan tiga jenis pelaksanaan: saat anak masih dalam kandungan, masa balita, dan saat dewasa. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi pertunangan tersebut. Dengan metode kualitatif, data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini mencerminkan nilai-nilai seperti mempererat silaturahmi, larangan berkhalwat, dan praktik taaruf yang Islami. Kesimpulannya, tradisi pertunangan di Desa Legung dapat menjadi sarana pendidikan karakter Islami, asalkan dilaksanakan sesuai norma agama. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam berbasis budaya lokal

    Penerapan Kegiatan Bermain Angklung dalam Mengembangkan Kecerdasan Musikal Anak Usia 5-6 Tahun

    No full text
    Kenyataannya yang terjadi saat ini di lembaga pendidikan anak usia dini, pembelajaran yang dilakukan di setiap sekolah hanya dengan konsep melaksanakan kegiatan bernyanyi, tepuk tangan, dan menari. Dalam pengenalan alat musik, anak hanya dikenalkan alat musik modern saja seperti piano dan drumband, begitupun pengetahuan anak terhadap alat musik tradisional sangatlah kurang. Manfaat penelitian ini diharapkan memberika wawasan baik secara teoritis maupun praktis bagi peneliti sesuai dengan fokus penelitian yang dilakukan. Peneliti ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tempat penelitian di TK Mekar Pertiwi Cadasari Pandeglang Banten dilaksanakan pada 08 September-06 Oktober, adapaun subjek penelitain adalah siswa kelas B. Hasil penelitian ini adalah dengan beberapa langkah yang menyenagkan, diserakan bermain dan nyanyian. Karena anak usia dini belajar melalui hal yang menyenagkan

    Pengaruh Media Loose Parts terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Pola pada Anak Usia 4-5 Tahun

    No full text
    Pemahaman pola merupakan salah satu ranah perkembangan dalam pemikiran logis-matematis, pemahaman pola penting diajarkan pada anak usia dini karena pemahaman pola merupakan dasar dari pengetahuan mengenai matematika pada jenjang berikutknya. Kemampuan mengenal konsep pola dapat dipahami dengan baik jika media yang digunakan oleh guru bervariasi serta pemberian stimulasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media loose parts terhadap kemampuan mengenal konsep pola pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (Quasi Eksperimen) dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini menggunakan dua sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing terdiri dari 15 anak usia 4-5 tahun, serta diberikan perlakuan yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistic parametric dengan uji-t berupa uji paired sample t-test pada kelompok eksperimen diketahui nilai sig. (2 tailed) bernilai 0,000 < 0,05 maka adanya pengaruh yang signifikan,  dengan nilai rata-rata postest pada kelompok eksperimen sebesar 40,26 dari pretest  nya 35,46 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa media loose parts berpengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep pola anak usia 4-5 tahun

    0

    full texts

    1,509

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇