Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Antara ‘Multikulturalisme’ dan Pendidikan Multikultural (Sebuah Autokritik)
Multikulturalisme adalah disiplin yang rumit dan kontroversial yang mencakup berbagai kebijakan dan praktik. tulisan ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi dasar-dasar teoritis multikulturalisme dan pendidikan multikultural dalam masyarakat yang secara budaya beragam, liberal, dan demokratis. Penelitian ini adalah jenis penelitian library research dengan menggunakan pisau analisis deskriptif analisis.
Hasil penelitian ini adalah: Pertama, multikulturalisme dapat dipahami sebagai ‘sebuah nilai dan prinsip politik yang bertujuan untuk mempromosikan koeksistensi yang damai dan bermakna antara kelompok-kelompok yang berbeda secara budaya dengan melindungi warisan budaya dan identitas masyarakat. Kedua, ada empat jenis multikulturalisme, iaitu: oposisi (oppositional), dominan (dominant), liberal (liberal), dan ‘multikulturalisme mainstream’ (mainstream multiculturalism). Penulis akan menunjukkan bahwa ‘multikulturalisme mainstream’ bisa dan semestinya diterapkan. Argumen utamanya bahwa ‘multikulturalisme mainstream’ tidak mendukung identitas budaya yang terpisah, nasionalisme budaya, atau determinisme budaya seperti yang diklaim oleh banyak pengkritik multikulturalisme.
Abstract
Multiculturalism is a complex and controversial discipline that encompasses a wide range of policies and practices. This paper is intended to explore the theoretical foundations of multiculturalism and multicultural education in a culturally diverse, liberal, and democratic society. This research is a type of library research using a descriptive analytical analysis knife.
The results of this research are: First, multiculturalism can be understood as \u27a political value and principle that aims to promote peaceful and meaningful coexistence between culturally different groups by protecting the cultural heritage and identity of society. Second, there are four types of multiculturalism, namely: oppositional, dominant, liberal, and \u27mainstream multiculturalism\u27. The author will show that \u27mainstream multiculturalism\u27 can and should be applied. The main argument is that \u27mainstream multiculturalism\u27 does not support separate cultural identities, cultural nationalism, or cultural determinism as many critics of multiculturalism claim
Penerapan Manajemen dalam Meningkatkan Kualitas dan Mutu Pendidikan Pada Madrasah Ibtidaiyah Al Injaz Kandangan
Pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, dimana peningkatan kecakapan dan kemampuan diyakini sebagai faktor pendukung upaya manusia dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan ketidak pastian, dalam kerangka inilah pendidikan diperlukan dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ingin maju, demikian halnya bagi masyarakat Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas. Pentingnya manajemen dalam penyelenggaraan sebuah organisasi merupakan hal yang mutlak diperlukan, demikian halnya dalam dunia pendidikan, manajemen merupakan hal yang penting. Lembaga pendidikan adalah lembaga yang mengelola manusia dan bertujuan menciptakan manusia-manusia berkualitas, tentunya hal ini lebih memerlukan pemikiran yang lebih ekstra dibandingkan lembaga-lembaga pengelola barang. Manajemen sebagai ilmu yang baru dikenal pada pertengahan abad ke-19, dewasa ini sangat popular, bahkan dianggap sebagai kunci keberhasilan pengelola perusahaan atau lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan umum maupun lembaga pendidikan Islam. Selanjutnya dapat dikemukakan bahwa dalam manajemen sekolah atau madrasah terdapat perangkat proses, salah satunya manajemen kurikulum. Pendidikan yang berkualitas merupakan harapan dan tuntutan seluruh stakeholder pendidikan. Saat ini Madrasah Ibtidaiyah masih dalam tahap merintis, tenaga pendidik dan kependidikan serta sarana prasarana masih belum memadai, untuk lokal atau kelas pun baru sampai kelas dua. Atas dasar inilah maka sekolah atau lembaga pendidikan dalam hal ini Madrasah Ibtidaiyah Al Injaz ingin mengedepankan manajemen kurikulum pendidikan Islam
The Role of Islamic Education in Minimizing Lack of Discipline Behavior for Students
The research entitled "The Role of Islamic Education in Minimizing Undisciplined Behavior for Students" aims to 1) To know and understand the meaning and causes of undisciplined behavior, 2) To know and understand the efforts of schools and teachers in dealing with undisciplined behavior, and 3 ) To know and understand Islamic views on undisciplined behavior. This research uses literature study techniques from various existing studies in which researchers explain the role of Islamic education in minimizing undisciplined behavior for students. Literature study is an activity to search for some theories from several references that are relevant to the topic of discussion or problem that the author has found. The results in this research are; 1) Undisciplined behavior is behavior that violates disciplinary rules. And the causes of undisciplined behavior at school are divided into two groups, namely: a) Internal factors, namely factors that arise from the individual himself. In this case, both teachers and students. And b) External factors, namely factors that arise from community support or the situation and conditions of the school. 2) One way that the school can help students to improve discipline at school is by formulating and implementing a personal guidance program. And 3) Discipline is very important in Islamic teachings. It can even be said that Islam is a disciplined religion. Almost all religious services in Islam contain elements of teaching and disciplinary training
Hubungan Penggunaan E-Learning dengan Motivasi Belajar Siswa TK di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur
Salah satu pemicu agar memotivasi siswa untuk belajar adalah dengan menariknya media dan model pembelajaran guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan penggunaan e-learning dengan motivasi belajar siswa di tk se-kecamatan duren sawit, jakarta timur. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk mengetahui hubungan antara penggunaan e-learning dengan motivasi belajar siswa TK kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada guru-guru sekolah TK yang ada di kecamatan duren sawit. Subjek penelitian adalah 30 siswa TK yang berada di kecamatan duren sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-learning dan motivasi belajar siswa Tk berhubungan secara positif dengan kategori rendah. Hal dibuktikan dengan pearson correlation sebesar 0,364. Hal ini berarti memiliki tingkat hubungan rendah karena berada pada interval kategori 0.200-0,400
Pengaruh Metode Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh metode discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun. Berdasarkan observasi, pembelajaran di sekolah menggunakan metode ceramah yang menunjukkan hasil belajar kemampuan kognitif anak mencapai 21% sehingga diperlukan tindak lanjut agar kemampuan kognitif anak mengalami peningkatan. Salah satunya dengan menerapkan metode discovery learning agar kemampuan bepikir kritis anak dapat terasah sesuai dengan pembelajaran abad 21. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu. Design penelitian ini menggunakan One-Group Pretest-Posttest Group. Populasi yang digunakan adalah 14 siswa yang berusia 5-6 tahun pada kelompok B di TK Islam Al-Faizin. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada kelas uji coba dengan sampel 36 siswa dari RA. Darussalam. Hasilnya menunjukkan Rhitung > Rtabel yang menunjukkan bahwa 86% dinyatakan valid dan reliabilitas nilai alpha cornbach diperoleh nilai 0,407 yang dapat diartikan reliable. Setelah hasil pretest terhimpun, maka dilakukan uji normalitas shapiro wilk dengan hasil 0,945 sehingga disimpulkan data berdistribusi normal. Sedangkan untuk uji homogenitas menggunakan uji fisher yang hasilnya menunjukkan bahwa fhitung 2,05 lebih kecil dari ftabel dengan nilai 2,57 yang disimpulkan bahwa data bersifat homogen. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji T yang menunjukkan bahwa ttabel yakni 0,0362 < 0,05 yang dapat disimpulkan bahwasannya terdapat pengaruh metode discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun. Selain itu, nilai rata-rata (mean) dari kelompok eksperimen dengan nilai 14,429 lebih besar dari kelompok kontrol yang menjukkan nilai 6,429
PENGARUH PEMBELAJARAN SENTRA BAHAN ALAM/SAINS TERHADAP PERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK KELOMPOK B DI RA SALAFIYAH SYAFI’IYAH KLINTEREJO SOOKO MOJOKERTO
Salah satu amanat luhur yang tercantum dalam UUD 1945 adalah, "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa ." Setiap manusia memiliki potensi/bakat kecerdasan, tanggung jawab pendidik untuk memupuk dan mengembangkan secara sistematis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Sentra Bahan Alam/Sains terhadap Perkembangan Kreativitas Anak kelompok B di RA Salafiyah Syafi’iyah Klinterejo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.
Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa data ordinal dan tidak berdistribusi normal, sehingga analisis statistik yang digunakan adalah statistic non-parametris. Uji statistic non-parametris yang digunakan adalah uji Wilcoxon Matched Pairs Test.
Berdasarkan analisis data, diketahui bahwa nilai Zhitung yang diperoleh adalah –4,24 (harga (-) tidak diperhitugkan karena harga muntlak). Langkah berikutnya, memberikan intepretasi terhadap Zhitung dengan terlebih dahulu mencari harga Ztabel dengan cara mengkonsultasikannya dengan taraf sigtifikansi sebesar 0,025 sehingga diperoleh harga Ztabel sebesar 1,96.
Jika Zhitung > Ztabel maka hipotesi nol ditolak, sebaliknya jika Zhitung < Ztabel maka hipotesis nol diterima. Dari hasil penelitian di atas, diketahui bahwa Zhitung > Ztabel (4,24 > 1,96) maka hipotesis nihil (H0) ditolak. Ini berarti bahwa penerapan pembelajaran sentra bahan alam/sains mempunyai pengaruh terhadap kreativitas pada anak
Peran Penting Orang Tua dan Lingkungan Sosial terhadap Kenakalan Remaja di Dusun Xix, Desa Sampali
The problem in this study is the importance of the role of parents and the social environment on juvenile delinquency in Sampali Village, precisely in XIX Hamlet, Sampali Village, Percut Sei Tuan District. This research is presented using descriptive qualitative research, namely observations to explore, interview or photograph how the problem situation of the community there will be studied thoroughly and in depth. This research was conducted in XIX Hamlet, Sampali Village, with resource persons consisting of several communities in XIX Hamlet to help collect information and data for this research. From the results of observations in Hamlet XIX, Sampali Village, Percut Sei Tuan District, it is known that there are several cases committed by local teenagers, namely drugs, brawls, and motorcycle gangs. After a deeper review, the researchers found out the reason why the teenager in Hamlet XIX, Sampali Village, Percut Sei Tuan District, did juvenile delinquency, namely because the teenager had a family that did not provide love and attention, a poor social environment, and weak self-control. Therefore, the role of parents is needed, such as building good relationships, instilling faith in the heart so that it becomes a stronghold in oneself so that it is not easy to fall into actions that are not commendable. If various solutions and coaching are carried out, it is hoped that the possibility of juvenile delinquency will decrease and be resolved. From the discussion on efforts to overcome juvenile delinquency, it should be emphasized that all efforts to control juvenile delinquency must be aimed at achieving a stable, harmonious, and mature adolescent personality. Adolescents are expected to become adults with strong personalities, physically and mentally healthy, firm in belief (faith) as a society, nation, and homeland
Upaya Meningkatkan Minat dan Kemampuan Mengaji bagi Anak Masyarakat Kute Ujung Barat melalui Pelaksanaan Program Tilawah Al Quran di TPA Al-Mukhsin
Recitation is one of the terms used in studying the science of the Qur\u27an. In general, recitations are known as a method of reading verses of the Qur\u27an with a tone or rhythm. This study aims to determine 1) the formulation of the Al-Qur\u27an recitation program in increasing students\u27 interest and ability to read the Qur\u27an at TPA al-mukhsin Kute west end 2) the implementation of the Al-Qur\u27an recitation program in improving students\u27 reading skills of the Qur\u27an at TPA al-Qur\u27an. mukhsin Kute west end. 3) evaluation of the Al-Qur\u27an recitation program in improving students\u27 reading skills of the Qur\u27an at TPA al-Mukhsin Kute west end. This research is a qualitative research. Collecting research data using interviews, observation and documentation. The results of this study are: 1) the formulation of the recitation program was carried out at the Al-Mukhsin TPA Kute west end in mid-June which was supported by various parties, such as: the head of the AL-Mukhsin TPA, the deputy head of the Al-Mukhsin TPA, the Koran teacher, and KKN students. 02 UINSU, aims to help increase children\u27s interest and ability to recite the Koran, the material provided is adjusted to the commemoration of Islamic holidays and other major celebrations. 2) the implementation of learning the Al-Qur\u27an recitation program is carried out on Mondays, Tuesdays and Wednesdays every 19:00 after maghrib prayers. 3) the process of evaluating the implementation of the Al-Qur\u27an recitation program at the al-Mukhsin Kute TPA west end is carried out once a week on Friday afternoon at 16:00 after Asr
Pelaksanaan Hukum Waris Masyarakat Desa Susuk Kecamatan Tiga Nderket Berdasarkan Hukum Adat Karo dan Hukum Positif
One of the conditions for the occurrence of inheritance is because there are heirs and heirs. The closest heir to the right to inherit property is a child. The child is the fruit of love from a marriage. In the Karo tribe, marriage is an important way to continue the descendants of the clan brought by sons. So do not be surprised if men are slightly more privileged than women.
The same applies to inheritance. Men are entitled to all inheritance while women are not entitled to become heirs but are still given property in the form of an indefinite gift. The existence of customary law in Indonesia is stated in Article 18B paragraph 2 of the 1945 Constitution that the state recognizes and respects the provisions of customary law.
However, as time passed, the Karo customary law community became more and more open minded to stimuli outside of customary provisions. Starting from transmigration to several areas, cross-breeding between tribes and the entry of outsiders from the Karo tribe into the area made cultural acculturation.
The position of customary law is under the codified positive law of Indonesia. This happens so that the provisions of customary law do not deviate from the goals and principles of the Indonesian nation. One of them with the Supreme Court Decision No. 179K/Sip/1961 as a form of equal rights efforts between male and female heirs in the Karo community.
Therefore, this research was conducted with a juridical, empirical and sociological system in obtaining data. Are the people of Susuk Village, Kec. Three Nderket Kab. Karo still maintains customary law or collaborates with positive Indonesian law regarding the inheritance law
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Ibu Rumah Tangga Terhadap Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD di Desa Sambirejo Timur
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular vektor yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypti betina. Pemberantasan DBD dititik beratkan pada penggerakan peran masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Pencegahan DBD dimulai dari tingkat rumah tangga, salah satu yang mempunyai peran penting dalam pencegahan DBD adalah ibu. Perilaku ibu tentang pencegahan DBD dan penanganannya terkhusus pada upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) penting untuk mencegah komplikasi DBD pada anggota keluarga. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan faktor risiko terkait dengan perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD ibu rumah tangga di Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang tahun 2022. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 111 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling.
Karakteristik mayoritas usia responden ialah usia 40-55 tahun sebesar 51.4%. Rata-rata responden berusia 40 tahun dengan usia minimum 26 tahun dan maksimum 67 tahun. Tingkat pendidikan mayoritas responden adalah tamatan SMA atau yang sederajat dengan persentase 53.2%. Sumber informasi terkait DBD yang paling berkesan bagi mayoritas responden ialah informasi yang bersumber dari petugas kesehatan (bidan, perawat, dokter) sebesar 44.1%. Paparan atau banyaknya jumlah informasi yang diperoleh responden terkait DBD didapati bahwa mayoritas responden hanya mendapat 1 sumber informasi terkait DBD dengan persentase 27.9%. Kondisi lingkungan dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk DBD didapati bahwa mayoritas kondisi lingkungan responden tidak atau kurang mendukung dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk DBD dengan jumlah persentase 66,7%. Tingkat pengetahuan terkait pemberantasan sarang nyamuk DBD mayoritas responden memiliki pengetahuan baik sebesar 87.4%.
Distribusi mayoritas responden terkait upaya pemberantasan sarang nyamuk DBD lebih banyak memiliki perilaku cukup dengan persentase 54.1%, perilaku baik sebesar 39.6%, dan perilaku buruk sebesar 6.37%. Pada tabel faktor risiko terlihat bahwa terdapat hubungan antara faktor risiko pengetahuan (p = 0.047 atau < 0.05) dan paparan informasi (p = 0.027 atau < 0.05) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk DBD. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia (p = 0.927 atau > 0.05), pendidikan (p = 1.000 atau > 0.05) dan kondisi lingkungan (p = 0.631 atau > 0.05) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk DBD