Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA CROSSWORD PUZZLE UNTUK VOCABULARY SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRISDI SDI AL HIKMAH DUSUN SUDODUE DESA SIDOREJO KECAMATAN JETIS KABUPATEN MOJOKERTO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media crossword puzzle dalam vocabulary siswa pada pembelajaran bahasa Inggris di SDI Al Hikmah Dusun Sudodue Desa Sidorejo Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek pada penelitian ini terdiri dari tiga kelas (kelas I, kelas II, dan kelas III). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket/ quisioner, soal test, dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris materi my family dan day di kelas I SDI Al Hikmah sebelum diterapkannya media crossword puzzle nilai siswa yaitu 68% (pre test) mengalami peningkatan nilai setelah diterapkannya media crossword puzzle meningkat menjadi 87% (post test). Hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris materi number dan month di kelas II SDI Al Hikmah sebelum diterapkannya media crossword puzzle nilai siswa yaitu 58,8% (pre test) mengalami peningkatan nilai setelah diterapkannya media crossword puzzle meningkat menjadi 73,4% (post test). Hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris materi animal dan fruit di kelas III SDI Al Hikmah sebelum diterapkannya media crossword puzzle nilai siswa yaitu 66,2% (pre test) mengalami peningkatan nilai setelah diterapkannya media crossword puzzle meningkat menjadi 82,5% (post test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media crossword puzzle pada mata pelajaran bahasa Inggris di SDI Al Hikmah, dapat disimpulkan bahwa media crossword puzzle dapat meningkatkan vocabulary bahasa Inggris pada kelas bawah (kelas I, II, dan III) di SDI Al Hikmah Dusun Sudodue Desa Sidorejo Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto
Kompetensi Pengawas Sekolah dalam Meningkatkan Efektivitas Organisasi di Sekolah Muhammadiyah
Pengawas sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas organisasi, khususnya di SMK Muhammadiyah yang ada di Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kompetensi pengawas sekolah dan efektivitas organisasi di SMK Muhammadiyah Jambi dengan menggunakan pendekatan teori Human Resource Management (HRM) Territory. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Subjek penelitian melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru di SMK Muhammadiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan penguasaan teknologi supervisi, minimnya pelatihan profesional yang relevan, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya koordinasi dengan pemangku kepentingan sekolah. strategi yang direkomendasikan meliputi pelatihan berkelanjutan, penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta dukungan kebijakan yang mendukung pengembangan profesional pengawas. Dengan implementasi strategi ini, pengawas diharapkan mampu menjalankan tugasnya secara lebih efektif, meningkatkan koordinasi, dan memberikan dampak yang signifikan terhadap efektivitas organisasi sekolah
Perencanaan Jaminan Mutu Pendidikan Studi Kasus Pondok Pesantren Darussalam Bogor
Perencanaan jaminan mutu merupakan sebuah perencanaan yang sangat penting karena jaminan mutu dapat memberikan 2 informasi yaitu kepada pihak Lembaga pendidikan sebagai umpan balik dan kepada konsumen yaitu para wali murid. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dan melengkapi keilmuan pembaca dalam perencanaan jaminan mutu di Lembaga pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan deskriptif-kualitatif, data yang dikumpulkan menggunakan wawancara kepada bagian-bagian terkait dengan perencanaan jaminan mutu. Hasil yang diperoleh ialah Pondok Pesantren Darussalam Bogor menggunakan manajemen berbasis PDCA (Plan, Do, Cek, Action) dan memiliki standar jaminan mutu berupa standar Kompetensi Lulusan, pendidikan agama Islam, pembinaan peserta didik, proses, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan sekolah, pembiayaan sekolah Islam dan kerjasama
Pengaruh Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam terhadap Motivasi Mengajar dan Kepuasan Kerja di Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di Kecamatan Talang Kelapa
This research is intended to analyze (1) the effect of Elementary School teachers’ certification program to their teaching performance, (2) the effect of Public and Private Elementary Schools’ motivation to their teaching performance, and (3) The influence of teacher certification and teacher work motivation on teacher performance.
This research used quantitative methods and questionnaires as research instruments. Data was collected from fifty one teachers from fourty-seven different Elementary School in in Talang Kelapa District, Banyuasin Regency. The collected data is then analyzed using simple linear regression analysis methods and multiple linear regression analysis with quantitative approaches.
The result of the research showed that: (1) the teachers’ certification program variable positively and partially affected the teachers’ performance variable. It was proved by scoring 32,6% as teachers’ certification program regression coefficient, (2) the teachers’ teaching motivation variable also positively and partially affected the teachers’ performance variable by scoring 46,2% as the teachers’ motivation regression coefficient and (3) teachers’ certification program variable together with teachers’ motivation variable positively affected the teachers’ performance variable by giving score of 53,7%.
To sum up, the results proved that teachers’ sertification program and teachers’ motivation have given positive effect both individually and together to the teachers’ performance variable. Furthermore, this research also suggested that most of the teachers are hoped that the teachers’ sertification program can continue to run well, can be given regularly and come on time. The settled program can create healthy environment that will strengthen teachers’ motivation in providing their best teaching performance.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa (1) pengaruh sertifikasi guru terhadap Kepuasan Kerja di Sekolah Dasar Negeri dan Swasta, (2) pengaruh motivasi kerja guru terhadap Kepuasan Kerja dan (3) pengaruh sertifikasi guru dan motivasi kerja guru terhadap Kepuasan Kerja.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitiannya. Data dikumpulkan dari lima puluh satu guru dari empat puluh tujuh sekolah dasar yang berbeda di Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan metode analisis regresi linear sederhana dan analisis regresi linear berganda dengan pendekatan kuantitatif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa; (1) variabel Sertifikasi Guru (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap Kepuasan Kerja. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi X1 sebesar 32,6%, (2) variabel Motivasi Kerja Guru (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap Kepuasan Kerja. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi X2 sebesar 46,2%, dan (3) variabel Sertifikasi Guru bersama-sama dengan Motivasi Kerja Guru berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi sebesar 53,7%.
Sebagai kesimpulan, hasilnya membuktikan bahwa program sertifikasi guru dan motivasi guru telah memberikan efek positif baik secara individu maupun bersama-sama terhadap variabel Kepuasan Kerja. Selanjutnya, penelitian ini juga menyarankan bahwa sebagian besar guru berharap program sertifikasi guru dapat terus berjalan dengan baik, dapat diberikan secara teratur dan tepat waktu. Program yang ditetapkan dapat menciptakan lingkungan yang sehat yang akan memperkuat motivasi guru dalam memberikan kinerja mengajar terbaik mereka
Penerapan Bimbingan Karir pada Anak Tunagrahita di SMA Negeri 1 Menganti
Bimbingan karir di sekolah bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami diri sendiri, lingkungan, dan perencanaan masa depan, termasuk bagi siswa dengan kebutuhan khusus seperti tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan bimbingan karir bagi siswa tunagrahita di SMA Negeri 1 Menganti. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan lima subjek yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru Bimbingan dan Konseling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan karir membantu siswa tunagrahita dalam mengembangkan keterampilan dasar serta mengenali potensi diri. Siswa tunagrahita mampu mendeskripsikan keterampilan pribadi dan memiliki aspirasi karir seperti menjadi guru, polisi, dokter, psikiater, dan pengusaha. Program bimbingan karir yang diterapkan berperan dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang dunia kerja dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan bimbingan yang tepat, siswa tunagrahita dapat mengembangkan keterampilan hidup dan memiliki prospek karir yang lebih bai
PERAN PENDIDIK DAN ORANGTUA DALAM MENCEGAH KECANDUAN GADGET PADA ANAK SEBAGAI PSIKOEDUKASI DI RA GHOZALI PORONG SIDOARJO
Penelitian ini mengkaji efektivitas program psikoedukasi yang melibatkan orang tua dan guru dalam upaya mencegah dan mengontrol kecanduan gadget pada Anak Usia Dini (AUD) di Raudhatul Athfal (RA) Al Ghozali, Porong, Sidoarjo. Latar belakang masalah ini adalah meningkatnya penggunaan smartphone yang tidak terkontrol pada AUD, menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatifnya terhadap perkembangan anak, diperparah dengan kurangnya pemahaman dan koordinasi antara orang tua dan guru. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan orang tua dan guru, observasi langsung, serta analisis dokumen di RA Al Ghozali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program psikoedukasi berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua serta guru mengenai risiko kecanduan gadget dan strategi pencegahannya. Implikasinya terlihat pada perubahan sikap dan perilaku positif orang tua dalam menetapkan batasan waktu, menyediakan aktivitas alternatif, dan menjadi role model. Guru juga menunjukkan implementasi strategi pengendalian yang lebih terstruktur di lingkungan RA dan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan orang tua. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi aktif antara orang tua dan guru melalui psikoedukasi adalah strategi yang sangat efektif dalam mengontrol penggunaan smartphone pada AUD, sehingga secara signifikan mengurangi indikasi kecanduan gadget dan mendukung perkembangan holistik anak di era digital
Transformasi Digital dalam Pengelolaan Sumber Daya Air dan Smart Tourism untuk Keberlanjutan Ekowisata di Lumbang Kabupaten Probolinggo
The management of water resources and the promotion of nature-based tourism in Desa Lumbang, Kabupaten Probolinggo still face various challenges, particularly in the utilization of digital technology. Digital transformation has the potential to enhance the efficiency of water resource management and strengthen tourism marketing strategies. However, its implementation remains limited due to inadequate infrastructure, low digital literacy, and insufficient funding. This study employs a qualitative approach using a case study method, where data is collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The data is then analyzed using thematic analysis and SWOT analysis, and validated through source and method triangulation.
The findings indicate that water resource management still relies on conventional administrative recording and manual water flow monitoring, while Internet of Things (IoT) technology has not yet been implemented. In the tourism marketing aspect, the utilization of SEO, interactive social media, and influencer-based campaigns remains suboptimal, limiting the destination\u27s exposure. To enhance management effectiveness and attract more visitors, a smart tourism-based strategy is needed, including the use of QR Codes for tourism education, content-based marketing, and online booking platforms. Increasing digital literacy among the community and establishing partnerships with external stakeholders are strategic steps to ensure the sustainability of this program.
Abstrak
Pengelolaan sumber daya air dan promosi wisata berbasis sumber daya alam di Desa Lumbang, Kabupaten Probolinggo masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital. Transformasi digital berpotensi meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air serta memperkuat strategi pemasaran wisata, namun penerapannya masih terbatas akibat minimnya infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta kurangnya pendanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dan SWOT, serta divalidasi dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya air masih bergantung pada pencatatan administratif konvensional dan pemantauan debit air manual, sementara teknologi Internet of Things (IoT) belum diterapkan. Dalam aspek pemasaran wisata, pemanfaatan SEO, media sosial interaktif, dan kampanye berbasis influencer masih belum optimal, sehingga eksposur destinasi wisata terbatas. Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dan daya tarik wisata, diperlukan strategi berbasis smart tourism, seperti QR Code untuk edukasi wisata, pemasaran berbasis konten visual, serta platform pemesanan online. Peningkatan literasi digital masyarakat dan kemitraan dengan pihak eksternal menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan program ini
Optimalisasi Penggunaan Media Teknologi dalam pembelajaran IPA di Pendidikan Dasar
Kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, kebanyakan guru menggunakan teknologi informasi dan komunikasi hanya sekedar untuk interaksi biasa dan berbagi informasi. Guru sering menghadapi kesulitan saat menggunakan teknologi dalam pembelajaran, terutama bagi guru yang belum terbiasa dengan fitur atau aplikasi pendukung dalam pembelajaran. Peneltian ini mengkaji tentang pentingnya optimalisasi penggunaan media teknologi dalam pembelajaran IPA. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi data yang detail dan akurat tentang suatu fenomena, situasi, atau kejadian tertentu. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa optimalisasi penggunaan media teknologi dalam pembelajaran, tetap dilakukan oleh sekolah melalui pelatihan, seminar dan workshop yang berkaitan dengan penggunaan aplikasi, website dan fitur-fitur yang dianggap sangat membantu guru dalam mendesain pembelajaran, seperti, canvas, Capcut, solar system scope, Quizizi dan berbagai aplikasi lain yang dianggap membantu dalam pembelajaran. Melalui media seperti ini siswa bisa mengembangkan kompetensi, jiwa kritis, selektif, kreatif dan inovatif
Penerapan Model Pembelajaran Mordiscvein Berbantuan Media Kodular untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas VI.2 MIM Unggulan Kota Gorontalo
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan rumusan masalah yaitu apakah model Mordiscvein berbantuan media Kodular dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas VI.2 MIM Unggulan Kota Gorontalo?. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas VI.2 MIM Unggulan Kota Gorontalo melalui penerapan model pembelajaran Mordiscvein berbantuan media Kodular. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam II siklus setiap siklus teridiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu persiapan (perencanaan), pelaksanaan tindakan, pemantauan dan evaluasi, serta analisis dan refleksi. Hasil belajar yang diperoleh dari pesertad didik yang dikenai tindakan pada siklus I dan siklus II berjumlah 26 peserta didik yang terdiri dari 13 peserta didik laki-laki dan 13 perempuan. Siklus I terdapat 3 peserta didik yang mencapai KKTP dengan persentase (11,54%) dan yang tidak memenuhi KKTP berjumlah 23 orang dengan persentase (88,64%). Pada siklus II, mengalami peningkatan yaitu sebanyak 24 peserta didik yang memenuhi KKTP (92,31%) dan yang tidak memenuhi KKTP 2 orang (7,69%). Berdasarkan kajian dari data siklus I dan siklus II maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Mordiscvein berbantuan media Kodular dapat meningkatkan hasil belajar peserta didikpada mata pelajaran IPAS di kelas VI MIM Unggulan Kota Gorontalo
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Identitas Budaya Melayu di Madrasah
Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya Melayu di madrasah. Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran keagamaan tetapi juga menjadi sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Identitas budaya Melayu yang kaya dengan nilai-nilai religius, sopan santun, dan adat istiadat, dapat terinternalisasi melalui pendidikan agama Islam yang diajarkan di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendidikan agama Islam dapat membentuk dan memperkuat identitas budaya Melayu di madrasah serta mengidentifikasi tantangan dalam proses internalisasi nilai budaya tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan agama Islam memainkan peran strategis dalam menjaga dan mentransmisikan nilai-nilai budaya Melayu kepada peserta didik. Namun, tantangan seperti modernisasi, globalisasi, dan kurangnya integrasi budaya dalam kurikulum madrasah menjadi hambatan dalam proses ini. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih sistematis untuk memperkuat sinergi antara pendidikan agama Islam dan identitas budaya Melayu di madrasah.
Abstract
Islamic religious education plays a crucial role in shaping Malay cultural identity in madrasahs. As an Islamic-based educational institution, madrasahs not only serve as centers for religious learning but also function as a means of preserving local cultural values. The rich Malay cultural identity, which embodies religious values, politeness, and traditional customs, can be internalized through Islamic religious education taught in madrasahs. This study aims to analyze how Islamic religious education shapes and strengthens Malay cultural identity in madrasahs while identifying challenges in the process of internalizing these cultural values. Using a qualitative descriptive method and a literature review approach, this study finds that Islamic religious education plays a strategic role in preserving and transmitting Malay cultural values to students. However, challenges such as modernization, globalization, and the lack of cultural integration in the madrasah curriculum hinder this process. Therefore, a more systematic strategy is needed to strengthen the synergy between Islamic religious education and Malay cultural identity in madrasah