Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Islam dalam Membangun Generasi Berkarakter Rahmatan Lil ‘Alamin
Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Namun, dinamika sosial dan perkembangan global menuntut adanya rekonstruksi paradigma pendidikan Islam agar lebih kontekstual, humanis, dan berorientasi pada nilai rahmatan lil ‘alamin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis konsep rekonstruksi pendidikan Islam dalam membangun generasi berkarakter universal dan moderat. Melalui pendekatan studi pustaka dengan analisis deskriptif-analitis, tulisan ini menegaskan bahwa paradigma pendidikan Islam harus menyeimbangkan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial. Pendidikan Islam perlu diorientasikan pada pembentukan karakter yang berlandaskan nilai kasih sayang, keadilan, dan kemanusiaan universal sebagaimana termaktub dalam prinsip rahmatan lil ‘alamin. Rekonstruksi paradigma ini diharapkan dapat menghasilkan sistem pendidikan formal yang tidak hanya melahirkan individu cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak dan berwawasan global.
Abstract
Islamic education has a strategic role in shaping individuals who are faithful, knowledgeable, and morally upright. However, social dynamics and global developments demand a reconstruction of the paradigm of Islamic education to be more contextual, humanistic, and oriented toward rahmatan lil ‘alamin values. This article aims to theoretically analyze the reconstruction of Islamic education in developing a generation with universal and moderate character. Using a literature review and descriptive-analytical approach, this study emphasizes that Islamic education must balance spiritual, intellectual, and social dimensions. It should focus on character formation grounded in compassion, justice, and universal humanity as stated in the principle of rahmatan lil ‘alamin. The reconstruction of this paradigm is expected to build a formal education system that produces not only intellectually capable individuals but also ethical and globally minded Muslims
Pengaruh Kegiatan Market Day terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun
Anak usia dini merupakan anak yang berada dalam rentang usia 0-6 tahun. Pada masa ini anak mengalami proses tumbuh kembang yang unik, karena pada masa ini merupakan usia keemasan (golden ege) bagi anak untuk mengembangkan berbagai aspek yang ada pada anak. Aspek perkembangan pada anak usia dini sangat beragam salah satunya adalah aspek sosial emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kegiatan market day atas pengembangan sosial emosioal pada anak berusia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen menggunakan cara pre test dan post test. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode lembar observasi. Dalam analisis data, penulis menggunakan teknik Wilcoxon Math Pairs dengan bantuan IBM statistik SPSS. Sampel dari penelitian ini adalah 10 anak TK B An-Nur Ridlotillah kecamatan jetis, kabupaten mojokerto. Hasil penelitian berdasarkan out put tes statistik didapatkan nilai Asymp. Sig. (2- tailed) yaitu 0,004 < 0,05. Kesimpulan penelitiannya adalah “Hipotesis Diterimaâ€. Hal ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar sosial emosional antara Pre Test dan Pos Test. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh atau dampak dari kegiatan market day terhadap pengembangan sosial emosional pada anak usia 5-6 tahun
Perilaku Konsumtif dalam Pemakaian Uang Saku Anak Usia Dini di Kecamatan Surade
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku konsumtif terhadap pemakaian uang saku anak usia dini dan faktor-faktor apa saja yang melatar belakangi siswa Taman Kanak-kanak di Kecamatan Surade sehingga memiliki perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jenis survey. Penelitian ini melibatkan peserta didik usia 5-6 tahun kelas B di seluruh Lembaga Taman Kanak-kanak yang ada di kecamatan Surade yang berjumlah 9 Lembaga Formal. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan merupakan sampling Purposive, dengan memilih orang tua siswa yang berasal dari lembaga Taman Kanak-kanak yang ada di Kecamatan Surade. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner/angket dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data uji validalitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan hipotesis. Berdasarkan hasil hipotesis bahwa nilai t hitung untuk Penggunaan Uang Saku (X) yaitu sebesar 19.012, dengan t tabel sebesar 1.655 maka H01 di tolak dan Ha1 di terima. Selanjutnya di lihat dari hasil pengujian bahwa nilai f hitung untuk Pemakaian Uang Saku (X), sebesar 361.459 dengan F tabel 22 maka Ho1 di tolak dan Ha1 di terima. Dari hasil dua pengujian di atas maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh perilaku konsumtif terhadap pemakaian uang saku pada anak usia dini.  
Permainan Tradisional Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Nasional Di Wisata Lembah Mbencirang Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto
Kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini mengambil judul “Permainan Tradisional sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan Nasional di wisata Lembah Mbencirang yang terletak di desa Kebontunggul Kec. Gondang Kab. Mojokertoâ€. Permainan tradisional mengandung makna filosofis yang mendalam dalam mengenang sejarah perjuangan bangsa. Keberadaan game online telah menggusur permainan tradisional. Berbagai kalangan termasuk anak-anak dan generasi muda sudah tak lagi mengenal permainan tradisional di daerahnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional di tempat tersebut serta mengurangi kecanduan gadget atau game online pada anak. Upaya pelestarian permainan tradisional dilakukan dengan mendirikan wahana permainan tradisional di wisata desa Lembah Mbencirang. Terdapat beberapa jenis permainan diantaranya yaitu egrang, lompat tali, kelereng, dan engklek. Permainan tradisional tersebut juga di inovasikan dengan semenarik mungkin untuk menarik minat anak dalam bermain tradisional. Setelah kegiatan ini diharapkan adanya wahana permainan tradisional diwisata Lembah Mbencirang tersebut dapat bermanfaat bagi anak-anak serta dapat dikembangkan dengan baik
Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Moral dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
This writing is talking about how learning Pendidikan Agama Islam (PAI) helps students build good character. PAI is an important part of teaching students about their religion and how to be good people. By learning about God, the Quran, Hadith, Islamic laws, history, and ethics in PAI lessons, students can become better individuals
Implementasi Moderasi Beragama dalam Bingkai Toleransi di Desa Denai Sarang Burung Kabupaten Deli Serdang
Penelitian ini menghasilkan, Bentuk pola interaksi sosial di Desa Denai Sarang Burung Kecamatan Pantai Labu,salah satu contohnya yaitu, kerjasama. Dalam hal hubungan sosial, masyarakat desa Denai Sarang Burung tidak terhalang oleh latar belakang agama yang mereka imani. mereka berinteraksi secara moderat. Dengan adanya Moderasiberagama di desa Denai Sarang Burung membentuk nilai seperti nilai agama, dan kebudayaan yang tentunya bisa membentuk moderasi beragama seperti, menerapkan ajaran-ajaran agama dalam berinteraksi di masyarakat sehingga menciptakan keharmonisan antar anggota masyarakat. Yang setiap agama mengajarkan pentingnya menjaga kerukunan antar anggota masyarakat. Kemudian juga berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, terdapat tiga aktivitas yang dilakukan oleh warga desa Denai Sarang Burung yakni kegiatan agama, kegiatan desa dan kegiatan kegiatan lainnya. Keharmonisan antar umat beragama di desa Denai Sarang Burung terbentuk karena adanya saling toleransi serta saling menghormati
Hubungan Sosial Mahasiswa KKN 202 UIN-SU Medan dengan Masyarakat dalam Memajukan Pendidikan yang Berakhlakul Karimah di Desa Batu Tambun Kecamatan Padang Bolak
Social relations between KKN 202 students at UIN North Sumatra Medan (UIN-SU Medan) with the community in strengthening the relationship between KKN 202 students and the community in Batu Tambun Village, Padang Alternating District, and to promote education with good character. So with the existence of a socialization relationship, students of KKN 202 UIN-SU Medan will improve education by carrying out activities that involve the community and children in one way to improve education with good morals in Batu Tambun Village, Padang Alternating District. This study aims to find out more deeply how the social relations of KKN 202 students with the community in promoting moral education in Batu Tambun village, Padang alter district. The method used in this research is descriptive qualitative method. The data collection in this study used a field study. The study is in the form of observation and structured interviews
Implementasi Budaya Komunikasi pada Proses Belajar Mengajar pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa Kutambelin
This service activity aims to improve teaching methods or methods in teaching and learning processes and activities carried out by teachers to students in the existing communication culture. The implementation method consists of several stages, including: (1) observation, (2) planning, (3) preparation, (4) implementation and (5) evaluation. This study uses test test techniques and interviews with students, teachers and the community. This activity has a direct impact on the daily life of every community which can be implemented in the environment in the application of communication so that it coexists with the existing culture by continuously improving the quality or values ​​that exist in each existing community
Penerapan Penanaman Akhlak dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur\u27an
This research is motivated by the problems of educational institutions in general which are related to how to be most effective in educating and teaching students through the Limited Face-to-face Learning system, especially related to instilling morals in students in Islamic boarding schools labeled tahfidz quran. Education in Islamic boarding schools, as is generally known, is carried out without any restrictions on the number or place. So the purpose of this study is to find out how the implementation of moral inculcation in face-to-face learning is limited in the tahfidzul quran Islamic boarding school and what are the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The data collection techniques used in this study were observation and interviews, while the data analysis model used was data reduction and conclusion drawing. Sources of data from this study are the teachers and staff of the Islamic boarding school imtaq shighor Isykarima. Researchers found that in previous research, research was conducted in non-dormitory-based educational institutions. Then in another study explaining the effects of limited face-to-face learning requires the school to use learning that uses video. So the difference between this research and previous research is how Islamic boarding school-based educational institutions in dealing with face-to-face learning are limited and learning still requires meeting teachers with students
Peran Advokat dalam Mendampingi Klien Perspektif Hukum Islam
Kurangnya wawasan ataupun pendidikan yang redah akan mengakibatkan butuhnya perlindungan hukum karena sebagai warga Negara tentu saja mempunyai hak yang perlu dibela. Maka dari itu seorang Advokat sangat dibutuhkan dalam mencari kebenaran, dan menegakkan keadilan untuk membela hak asasi manusia dan memberikan pembelaan hukum yang bersifat bebas dan mandiri. Pada kenyataanya, peran Advokat sendiri menjadi pro dan kontra dalam memberikan jasa hukum kepada kliennya. Sejatinya profesi advokat dapat juga menjadi mediator bagi para pihak yang bersengketa yang berkaitan degan pidana, perdata, maupun tata usaha Negara. Advokat adalah pekerjaan yang digolongkan dalam kualifikasi sebagai profesi yang dalam menjalankan sebuah profesi tersebut sudah pasti ada yang namanya kode etik profesi. Dalam menjalankan atau penegakan supremasi hukum, profesi advokat sendiri tidak terikat oleh jabatan atau hierarki yang secara instruktif sehingga dapat mempengaruhi profesi tersebut. Peran advokat dalam mendampingi klien menurut hukum islam sangatlah berkaitan karena terdapat beberapa dalil Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa sejak awal islam menerpakan kepasatian hukum dalam artian membela dan memiliki pengungkapan kebenaran di pengadilan