Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Hasil Pangan Lokal dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Sumatera Utara
The purpose of this service is to increase nutritional knowledge, improve milk processing skills for housewives, especially pregnant and lactating women, and young women. These objectives can be achieved through various corrective activities including: (1) General counseling and nutrition, (2) Counseling on the nutritional composition and benefits of corn, (3) Extension of various corn products, (4) Training on corn milk processing. The method used in this service is Participatory Action Research (PAR) for a month at the service partners of Bandar Baru Village. The results of this activity indicate that (1) there is an increase in public knowledge about food and nutrition as well as innovation in corn processing. (2) the community has the skills to convert corn products into milk. (3) Knowledge and skills that can be used as business pilots to meet the needs of people\u27s lives, so that stunting can be minimized
Peran Kader Posyandu di Desa Ara Condong dapat Mempengaruhi Masyarakat dalam Pencegahan Stunting pada Anak
Stunting merupakan masalah kesehatan gizi yang masih banyak dijumpai di berbagai daerah. Dampak waktu jauh dari stunting bisa mengecam mutu pangkal energi orang di era depan. Di Desa Ara Condong stunting jadi salah satu rumor prioritas pembangunan kesehatan. Desa Ara Condong merupakan dusun dengan nilai stunting paling tinggi di Kecamatan. Tahap yang ddapat oleh penguasa buat menanggulangi stunting merupakan dengan memaksimalkan kedudukan posyandu. Salah satu kedudukan yang ditaksir bisa menolong menanggulangi stunting di Desa Ara Condong merupakan kedudukan posyandu dalam membagikan konseling serta pengarahan kesehatan vitamin yang tujuannya merupakan tingkatkan pemahaman serta wawasan Bunda bayi supaya terjalin pergantian sikap yang lebih bagus. Tujuan riset ini merupakan menganalisa kedudukan posyandu buat menanggulangi stunting serta faktor- faktor yang mempengaruhinya. Tata cara yang dipakai merupakan deskriptif kualitatif. Memakai informasi pokok dari hasil tanya jawab pada Aparat Vitamin UPT Puskesmas Ara Condong, Pengajar Posyandu serta Bunda bayi serta pemantauan. Informasi inferior berbentuk harian riset, novel, serta akta terpaut ddapat dari riset daftar pustaka. Ditemui kalau kedudukan posyandu dalam membagikan konseling serta pengarahan kesehatan vitamin lebih bertabiat melindungi. Kedudukan itu ditaksir belum maksimum sebab mutu pangkal energi yang sedang kurang, tingkatan pembelajaran kandidat, keahlian penyampaian modul konseling oleh kandidat yang belum mencukupi, penyampaian data yang belum global serta belum dimengerti dengan cara utuh oleh Bunda bayi. Ada pula sebagian halangan yang lain merupakan semacam perhitungan posyandu buat menanggulangi stunting yang terbatas, sedang ada alat infrastruktur yang belum terkabul serta mutu kandidat posyandu yang sedang menginginkan pembinaan yang lebih intens. Dianjurkan kalau pembinaan kandidat posyandu wajib dicoba dengan cara tidak berubah- ubah serta teratur dengan fokusnya merupakan penyampaian modul konseling serta pengarahan kesehatan vitamin dan pelampiasan alat infrastruktur serta perhitungan penindakan stunting yang sedang kurang
Mengatasi Buta Huruf Al-Qur’an pada Orang Dewasa di Desa Dagang Kerawan dengan Menggunakan Metode Qirati
The number of Muslim communities who are still illiterate in reading the Qur\u27an is a problem for a long time. This problem is not only found in children but also targets adults. This is what happened to the people of Dagang Kerawan village. Therefore, a program to overcome Al-Qur\u27an illiteracy was carried out in the Dagang Kerawan village community. This article aims to describe the program to overcome illiteracy in the Koran at the adult level in Dagang Kerawan village using the Qiroati learning method. This research uses a qualitative approach with the type of case study research; describe the phenomena as they are in the research location. Collecting data using observation, interviews, and documentation. The data analysis uses data reduction techniques, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the use of the Qiroati learning method in overcoming illiteracy of the Qur\u27an in adults in Dagang Kerawan village is going quite well. Planning is poured in the form of a KKN program plan. Every adult is required to be able to meet the minimum completeness criteria (KKM) of learning. This program can help adults in Dagang Kerawan village be able to recognize letters and be able to read the Qur\u27an well even though there are many obstacles
Pembinaan Karakter Religius Siswa melalui Kegiatan Bina Pribadi Islam di SMP IT Raudhatul Ulum Sakatiga Indralaya Ogan Ilir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya pembinaan karakter dalam kegiatan bina pribadi Islam melalui kegiatan bina pribadi Islam yang siswa belajar diluar jam pelajaran formal yang secara berkelompok setiap kelompok ada guru atau pembina yang disebut sebagai murobbi. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembinaan karakter religius siswa melalui kegiatan bina pribadi Islam SMP IT Raudhatul Ulum Sakatiga dan faktor pendukung pembinaan kaarkter religius siswa melalui kegiatan bina pribadi Islam SMP IT Raudhatul Ulum Sakatiga. Sedangkan tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan karakter religius siswa melalui kegiatan bina priba Islam dan untuk mengetahui faktor pendukung pembinaan karakter religius siswa melalui kegiatan bina pribadi Islam SMP IT Raudhatul Ulum Sakatiga.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan pokok dari penelitian ini adalah ketua pembina bina pribadi Islam sedangkan informan pendukungnya adalah kepala sekolah dan pengajar bina pribadi Islam. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara destriftif dengan menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan keabsahan data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan pembinaan karakter religius siswa yang diterapkan oleh pembina yaitu : 1) proses pemahaman awal, 2) proses pembiasaan pada kegiatan bina pribadi Islam, 3) proses evaluasi pada kegiatan BPI 4) proses keteladanan siswa yang merupakan pendukung untuk terbentuknya karakter pada kegiatan bina pribadi islam. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa pembinaan karakter religius siswa pada kegiatan bina pribadi islam di SMP IT Raudhatul Ulum sudah berjalan dengan baik. Adapun faktor pendukung pembinaan karakter religius siswa pada kegiatan bina pribadi islam di SMP IT Raudhatul Ulum Sakatiga adalah: adanya buku pedoman dari kegiatan BP, adanya pelatihan khusus untuk pembina BPI dan adanya kegiatan non BPI yang mendukung kegiatan BPI
Upaya Pemerintah terhadap Sosialisasi Kerukunan di Sumatera Utara
Various cases of religious disproportionality, such as the destruction of religious sites, often occur in Indonesia. This is certainly one of the obstacles for Indonesia to become a developed country. Religion is part of Human Rights (HAM) which must be respected and protected. Based on the Constitution of the Republic of Indonesia, the state has an obligation to guarantee religious harmony. Indonesia has officially legalized six official religions. The People\u27s Movement for Human Rights Education launched the concept of Human Rights Friendly Cities in 1997 with the concept of cities that are inclusive, fair and non-discriminatory. The concept was then developed by the World Forum on Human Rights Cities which is held annually in Gwangju, South Korea. The government\u27s role is very influential in maintaining religious harmony, the government has made various efforts, including by issuing laws and regulations and establishing Religious Harmony Forums (FKUB) in various provinces to maintain religious harmony. The research methodology is library research and observation
Membentuk Akhlak di Era Revolusi Industri 4.0 dengan Peran Pendidikan Agama Islam
Umat manusia dapat memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengantarkan Revolusi Industri Keempat. Di sisi lain, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga berdampak negatif bagi banyak orang karena moralitas sangat erat kaitannya dengan generasi milenial modern. Banyak fenomena sosial yang sebagian besar dipengaruhi oleh moral. Melakukan hal ini tidak hanya tidak pantas tetapi juga tidak pantas, seperti kasus siswa yang menantang gurunya berkelahi, siswa yang menghina gurunya secara fisik atau verbal, dan siswa yang melaporkan guru karena suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana perkembangan moral pada generasi Milenial Revolusi Industri 4.0 dipengaruhi oleh pendidikan agama IslamDengan menggunakan teknik deskriptif-analitik untuk mengumpulkan data dari dokumentasi, pendekatan penelitian menggunakan studi literatur. Pendidikan agama Islam memiliki peran krusial dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kekinian. Di tengah arus globalisasi era milenial, pendidikan Indonesia harus membantu peserta didik memahami bagaimana negaranya sendiri ada dalam kaitannya dengan keberadaan bangsa lain dan segala persoalan global
Peran KUA Medan Polonia dalam Menyikapi Pernikahan di Bawah Umur
The phenomenon of underage marriage is often found in Indonesian society and raises serious problems, Indonesia is ranked second in Southeast Asia. In mid-2019 the BKKBN also released that as many as 375 teenagers in Indonesia were married underage, therefore the importance of the role of KUA in addressing this problem. Method: This type of research uses descriptive qualitative with an empirical approach. The research was conducted in November 2022 at the KUA Medan Polonia. The data used used primary data collected through interviews and observation as well as secondary data. Data management and analysis techniques were carried out in three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion. Results: The implementation of marriages that have so far occurred at the Medan Polonia KUA, if a partner is found who is underage, it is mandatory to attach a letter of dispensation obtained through the religious court. Conclusion: Responding to the problem of underage marriages KUA Medan Polonia made several efforts to overcome this problem starting from checking files, optimizing the role of BP4, as well as conducting counseling and socialization of the Marriage Constitution
The Muslim Elite School and Their Contribution to Dynamics of Urban Muslim Communities in Indonesia
This article\u27s results study aims to know the phenomenon that occurs from development school of elite Muslims in Pontianak City, Indonesia. The elite Muslims School, such as SD Muhammadiyah, SD Islam Al-Azhar 21, and SDIT Al- Mumtaz in Pontianak, is the institution of education that has contributed to making a generation of Muslim scholars in Indonesia. The study was conducted with an approach and qualitative analysis with method data collection via observation, interview, and documentation. Study results in this show: first, awareness of elite Muslims in essential institutions of education-based Islamic values becomes an important moment in schools. Second, curriculum, additional pattern learning, and programs have been based on draft integrative learning. Collaborate curriculum government and curricula formulated in a manner quality independent with permanent based on Islamic values. Third, management based on sources of power is superior and supported by infrastructure and adequate education, so the learning process is also quality. Fourth, participant input educates the Public Muslim class medium top, with established economic, social, and educational levels
Menganalisis Rasio Keuangan dalam Memprediksi Pembiayaan Bermasalah di Bank Umum Syariah Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam rasio keuangan dalam memprediksi pembiayaan bermasalah di bank umum syariah Indonesia. Indikator risiko keuangan meliputi CAR, NPF, BOPO, FDR dan ROE. OJK mencatat, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) bank umum syariah sebesar 3,04% pada Oktober 2021. Angka tersebut turun dari bulan sebelumnya.Pendekatan penelitian dengan metode kuantitatif menggunakan data sekunder. Jenis data kuantitatif berupa data runtun waktu (time series) bulanan dari SPS BI atau OJK dari tahun 2018 sampai 2022. Model penelitian dijabarkan dalam persamaan analisis regresi linier berganda. Dengan taraf signifikansi 0,05. Dari hasil uji F, variabel CAR, NPF, FDR dan BOPO secara simultan signifikan mempengaruhi variabel ROA. Hal ini menunjukkan model regresi pada CAR, NPF, FDR dan BOPO bisa dipakai untuk memprediksi ROA. Hipotesisnya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel ROA. Dari hasil uji t, variabel CAR tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap variabel ROA, variabel NPF dan BOPO tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel ROA. Sedangkan variabel FDR berpengaruh dan signifikan terhadap variabel ROA. Dari hasil estimasi model, diperoleh nilai R sebesar 0,860 dan koefisien determinasi R Square sebesar sebesar 0,740 yang berarti 74% dari variasi variabel terikat bisa dijelaskan oleh variabel bebas dalam model tersebut. Sedangkan sisanya, yaitu 26% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain yang tidak masuk dalam model
Pengembangan Kurikulum 2013 dalam Melaksanakan Pendidikan Karakter Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar
Kurikulum merupakan suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Suatu kurikulum akan mampu berperan sebagai alat pendidikan jika sanggup merubah dirinya dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ada. Salah satu usaha perbaikan kualitas pendidikan adalah munculnya gagasan mengenai pentingnya pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di Indonesia. Untuk penyempurnaan pendidikan karakter Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim telah menjadikan Profil Pelajar Pancasila sebagai salah satu Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengembangan kurikulum 2013 dalam melaksanakan pendidikan karakter bermuatan profil pelajar pancasila di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Subjek peneitian ini ialah salah satu guru kelas VI di Kota Bandung. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tujuan pengembangan kurikulum 2013 dalam melaksanakan pendidikan karakter profil pancasila ialah sebagai upaya perbaikan pembelajaran dari dampak ketertinggalan/ perbaikan pembelajaran pasca pandemi covid-19, pengembangan kurikulum dalam pelaksanaan pendidkan karakter profil pelajara pancasila yaitu dilaksanakannya berbagai program pembentukan karakter, mengintergrasikan nilai-nilai karakter dalam berbagai kegiatan, termasuk dalam proses pembelajaan yang lebih banyak dilakukan secara kolaborasi, serta kegiatan proyek yang dilakukan sesuai dengan tema proyek penguatan profil pancasila yang telah ditentukan pada setiap semester