Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Lift The Flap Book untuk Meningkatkan Kemampuan Konsep Penjumlahan 1-5 pada Anak Usia Dini
Konsep penjumlahan merupakan bagian dari aritmetika dasar dan merupakan pembelajaran yang harus dipelajari oleh semua orang karena berkaitan dengan pemecahan permasalahan dalam kehidupan seharihari. Penelitian R&D ini bertujuan untuk mengembangkan media lift the flap book sebagai media untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung penjumlahan 1-5 pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan model 4-D : (Define, Design, Development, Disseminate). Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar angket dan observasi. Uji coba penggunaan media buku lift flap dilakukan pada anak usa 5-6 tahun dengan mengunakan metode One Group Pretest-Posttest Design yang didalamnya terdapat tahap Pretest-Treatment–Posttetst dan hanya dilakukan pada satu kelompok. Media lift the flap book layak digunakan sebagai media pembelajaran yang dibuktikan dengan hasil validasi ahli materi dan media dengan perolehan presentase keseluruhan 89% dan dikategorikan sangat layak. Kepraktisan media lift the flap book mendapatkan presentase sebesar 95% dan berada pada kategori sangat praktis digunakan sebagai media pembelajaran. Adapun keefektifan media buku ini diperoleh melalui ujicoba kepada anak usia 5-6 tahun dengan analisis data mengunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perolehan signifikasi adalah 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media lift the flap book terhadap peningkatan kemampuan konsep penjumlahan 1-5 pada anak usia 5-6 tahun. Pengembangan media lift the flap book untuk anak usia dini selanjutnya diharapkan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, dan karakteristik peserta didik, sehingga dapat menciptakan pengembangan media pembelajaran yang layak, efektif, efisien, dan dapat mendukung terlaksananya proses pembelajaran yang optimal
Pengaruh Kualifikasi Akademik Guru terhadap Perkembangan Anak Usia Dini di Kecamatan Sobang
Perkembangan anak di antara banyak aspek perkembangan anak usia dini yang mengalami perubahan bertahap dari waktu ke waktu adalah perkembangan fisik, intelektual, sosial, dan emosional. Jika dirangsang dengan baik, perkembangan anak dapat berkembang dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualifikasi akademik guru terhadap perkembangan anak usia 5-6 tahun. Ex-Post Facto merupakan pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yang mencakup seluruh anggota dalam populasi. Jumlah guru yang menjadi sampel adalah 30 orang. Analisis dengan menggunakan uji regresi linier sederhana, dengan hasil uji regresi linear menunjukan nilai Linearty antara 0,04<0,05 menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perkembangan anak dapat dipengaruhi oleh kualifikasi akademik guru
Persepsi Orangtua tentang Pemanfaatan Teknologi Digital pada Anak Usia 4-6 Tahun
Masa pandemi Covid-19 mengakibatkan anak-anak tidak bisa belajar dengan tatap muka normal di sekolah, digantikan dengan belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi digital. Orangtua tidak pernah mempersiapkan diri untuk mendampingi anak belajar dari rumah dengan menggunakan teknologi digital sebelumnya, namun harus melakukannya demi keselamatan semua pihak. Studi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi orangtua tentang pemanfaatan teknologi digital pada anak usia 4-6 tahun pada masa pandemi. Studi ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan peneliti sebagai instrumen kunci. Responden penelitian ini adalah 92 orangtua murid Taman Kanak-kanak di Kota Bekasi yang menerapkan pembelajaran dari rumah di masa pandemi dan memanfaatkan teknologi digital. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis melalui reduksi dan penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa : 1) Durasi pemanfaatan teknologi digital oleh anak pada pandemi paling lama adalah pengoperasian telepon pintar dengan penggunaan aplikasi youtube; 2) Pemahaman orangtua tentang pemanfaatan teknologi digital masuk kategori baik karena mampu menjelaskan perlengkapan digital yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, memahami dampak baik dan buruk pemanfaatan teknologi, serta memahami perlunya kebijakan pemaafaatan alat teknologi sesuai umur anak; 3) Mayoritas orangtua memberikan tanggapan negative terhadap pemanfaatan teknologi digital bagi anak; 4) Untuk menghindari dampak negative pemanfaatan teknologi digital pada anak, maka sikap orangtua cenderung mengambil sikap melakukan tindakan pencegahan; 5) Orangtua mempunyai harapan positif anak akan mendapatkan kebaikan dari kemajuan teknologi dan terhindar dari keburukan akibat penggunaannya
Pengembangan Media “Moku†(Monopoli Negaraku) untuk Mengenalkan Cinta Tanah Air pada Anak Usia Dini
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya rasa cinta tanah air pada anak usia dini terhadap penyampaian materi tentang nilai pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa “MOKU†(Monopoli Negaraku) untuk mengenalkan cinta tanah air pada anak usia dini. Media “MOKU†(monopoli negaraku) ini ditujukan untuk anak berusia 5-6 tahun guna untuk memperkenalkan dan memiliki perilaku yang positif terhadap diri serta lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat, negara, dan dunia) serta rasa bangga sebagai anak Indonesia yang berlandaskan pancasila. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 9 anak . Penelitian dilakukan secara offline di salah satu TK Surabaya. Hasil uji validasi ahli materi dan uji validasi ahli media menunjukkan bahwa “MOKU†(Monopoli Negaraku) layak digunakan. Uji coba dilakukan pada anak usia 5-6 tahun menunjukkan bahwa media “MOKU†(Monopoli Negaraku) mempunyai kategori tinggi yang artinya layak digunakan pada saat pembelajaran berlangsung dengan tema tanah air. Media “MOKU†(monopoli negaraku) dapat mempermudah guru untuk menyampaikan materi dengan tema tanah air yang menyenangkan bagi anak dan menjadi ide untuk guru dalam pengembangan lebih lanjut dengan tema yang lainnya
Tingkat Kenakalan Remaja dalam Kaitannya dengan Perkembangan Teknologi
An important element of living in community is the ability to manage emotions well. Goleman\u27s research shows that only about 20% of the remaining 80% of IQ success is determined by a related factor called emotional intelligence. In fact, today we see that a high IQ does not necessarily mean success or a happy life. People with high IQ but are emotionally unstable and angry often cannot identify and solve problems in life due to their inability to concentrate. Emotions do not develop, do not become overwhelming, often make changes when faced with problems and treat others with too much conflict. Emotions are less processed, easily controlled by others, sometimes enthusiastically agree to something but in a short time turn to refusal, which hinders the agreed cooperation with others other. In Islamic education, people pay great attention to this issue. The mission of Islamic education is to guide and direct the growth and human development of students from one stage of life to another to achieve optimal achievement scores. Pay attention to Islamic education in terms of IQ and EI, because Islamic education has a great impact on the development of education, knowledge and intelligence
Peranan Hukum Islam, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia dalam Kehidupan Bernegara
Islam has rules that are like laws, and one of them is called the Al-Quran. Democracy means treating people fairly and equally, letting them be part of making decisions, and following the laws. Some words that are related to democracy are equality, freedom, and human rights. These are also important in Islam and are followed in every country
Manajemen Sumber Daya Manusia di Lembaga Pendidikan Islam: Tantangan dan Solusi
Artikel ini mengkaji tantangan dan solusi dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan Islam. Seiring dengan perkembangan zaman, lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mengelola SDM. Tantangan-tantangan ini mencakup adaptasi terhadap teknologi digital, peningkatan kompetensi guru, serta manajemen konflik yang sering terjadi dalam lingkungan kerja. Artikel ini juga menawarkan berbagai solusi yang dapat diterapkan oleh lembaga pendidikan Islam untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk pengembangan program pelatihan, penerapan sistem manajemen berbasis teknologi, dan penguatan budaya organisasi yang mendukung kolaborasi dan inovasi
Implementasi Kegiatan KKN Kelompok 68 UINSU dalam Memberantas Buta Aksara Al-Qur’an di Desa Sugiharjo Kabupaten Deli Serdang
Al-Qur’an merupakan firman Allah yang menjadi landasan hukum teratas dalam Islam sebagai sumber prinsip hidup dalam berakidah, ibadah, etika, moral dan hukum. Pada umumnya, semua masyarakat muslim bisa membaca dan menulis Al-Qur’an karena ini merupakan kewajiban bagi umat Islam. Namun sangat berbeda dengan kenyataan saat ini, menurut data tahun 2022, sebesar 65% masyarakat Indonesia tidak bisa membaca Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab buta aksara Al-Qur’an, faktor pendukung dan penghambat, serta apa saja solusi yang ditawarkan dalam penanganan buta aksara AlQur’an di Desa Sugiharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi langsung di Desa Sugiharjo. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, ditemukan ada beberapa faktor yang memengaruhi buta aksara yang terjadi di Desa Sugiharjo. Hasil dari penelitian ini adalah: Faktor penyebab buta aksara Al-Qur’an di Desa Sugiharjo yaitu kurangnya minat dan motivasi, kurangnya dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta kurangnya sarana dan prasarana, seperti taman bacaan. Solusi yang diupayakan untuk mengatasi buta aksara Al-Qur’an di Desa Sugiharjo adalah dengan meningkatkan peran dan fungsi lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah dalam memberikan pendidikan Al-Qur’an
Peran Taman Pendidikan Al - Quran (TPA) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al - Quran dan Membangun Akhlakul Karimah bagi Peserta Didik di TPA Syuhada, Dusun Sumber Jaya, Desa Mukti Makmur Kecamatan Simpang Kiri, Kabupaten Subulussalam
Islam views value education as the core of education itself. The value in question means morals, namely values derived from the origin of the teachings of Islam which are sourced from the Quran and Hadith. The purpose of value education which is the goal of moral education is to carry out God\u27s commands, not just to receive wealth, power, enjoyment, or global happiness. Therefore, we can understand that value education in the teachings of Islamic beliefs has a crucial role in realizing a complete human being or human being.
TPA is an area where students will become future leaders. Children today are potential leaders. At TPA, students are brave, commendable, and honest, study hard, good at reading the Qur\u27an, and have a high monotheistic spirit. The purpose of this study was to determine the role of the Qur\u27an education park in improving the ability to read the Qur\u27an to build morals at the Syuhada TPA Syuhada Dusun Sumber Jaya, Mukti Makmur Village.
This research was conducted using a qualitative descriptive approach, the researcher became the instrument. The research uses a qualitative approach because the problems discussed are not related to numbers, but describe, describe and describe the role of the Al-Qur\u27an educational park in improving the ability to read the Qur\u27an and build the morals of students at TPA Syuhada di Dusun sumber Jaya, Rw 4, Kampung Mukti Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Tahun 2014.
From the results of this study that the role of the Al Quran Education Park in improving the ability to read the Koran and building akhlakul Karimah for students at the TPA Syuhada Dusun Sumber Jaya, it is very relatively good this can be seen from what will happen to the learning and assessment carried out by the students who show that most of the students have been able to read the Qur\u27an properly and correctly according to what is needed by the TPA.
The TPA also builds akhlakul karimah such as, several times the spectacle related to the good morals of the prophets, friends, or the work of friends out there who are then able to increase faith as well. After that, reading books that are able to support this are provided. In addition, to add knowledge about worship at the Koran Koran so that they can carry out worship according to the guidance that has been taught, the expectations conveyed are able to be imprinted exclusively on the students at the recitation, as a result of which the students are able to live life on a daily basis appropriate day using the guidance that has been taught
Pola asuh Orang Tua terhadap Pendidikan Agama Anak di Desa Ara Payung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan orang tua yang berprofesi sebagai petani dan nelayan dalam mendidik anak-anaknya. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Ara Payung, Kec. Pantai Cermin, Kab. Serdang Bedagai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para orang tua memiliki cara tersendiri untuk mengimplementasikan pendidikan agama yang mereka terapkan pada anaknya. Adapun faktor keberhasilannya selain melalui peran orang tua, juga melalui peran sekolah dan peran guru ngaji. Sementara faktor kendalanya adalah masalah finansial dan pengaruh negatif gawai