Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
    1509 research outputs found

    Pendidikan Multikultural dalam Al-Quran dan Hadits

    No full text
    Religious plurality anywhere in the world, except for certain places, is a reality that cannot be denied. Contacts between communities of different cultures are increasing. Indonesia is known as a pluralistic society, this can be seen from the existing social reality. Evidence of its plurality can also be proven through the motto Bhinneka Tunggal Ika. multicultural education is a solution to calm as well as a solution to education in Indonesia. This work was compiled based on data in the form of library research with a philological-phenomenological approach. From this study, it was found that the values of multicultural education can be found in the Qur\u27an and Hadith and can be implemented by implementing several things such as building an inclusive religious paradigm in the school environment, respecting language diversity in schools, building gender sensitive attitudes in schools, building critical understanding of social differences, building anti-ethnic discrimination attitudes, respecting differences in abilities, and respecting age differences

    Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Model Flipped Classroom di Kelas V SDN 176/Iv Kota Jambi

    No full text
    This research purpose to improve student learning outcomes in thematic learning using Flipped Classroom model in class V SDN 176/IV JAMBI CITY. This research is Classroom Action Research, subjects in this study are teachers and students of grade V there are 8 male students and 8 female students. The results showed an increase, : a) the results of RPP observations in first cycle 81%, in second cycle 97%. b) the results of teacher activity in first cycle are 78.5%, in second cycle 93%. c) the results of student activity in first cycle are 78.5%, in second cycle 93%

    Problematika Penerapan Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 2 Binjai

    No full text
    This study aims to find out and describe the problems of implementing the 2013 curriculum, and how it is implemented and what are the problems of implementing the 2013 curriculum in the subject of Islamic Religious Education at SMA Negeri 2 Binjai. This type of research includes field research. The approach used in this study is a non-statistical approach, using a qualitative descriptive approach. The data in this study were obtained by interview and observation methods. The results showed that the implementation of the 2013 curriculum in Islamic Religious Education Lessons at SMA Negeri 2 Binjai, the 2013 curriculum has been implemented at SMA Negeri 2 Binjai for more than 4 years, starting from 2017 until now based on government regulations. So far schools and teachers, especially PAI teachers, have made efforts to realize the curriculum itself. However, it is still not fully implementing the 2013 curriculum, because teachers have not been able to develop the curriculum itself with various problems faced by teachers, especially PAI teachers. In practice, there are problems related to the curriculum itself, namely the lack of outreach or guidance regarding the 2013 curriculum, and the lack of preparation in terms of facilities and infrastructure. The problems related to students are the lack of enthusiasm and interest in the learning process of Islamic Religious education and the lack of socialization from the school so that the process of implementing the 2013 curriculum has not been fully implemented and developed

    Inventarisasi Tanaman Berpotensi Alelopati

    No full text
    Investarization of potential allelopathy plants, allelopathy substances are compounds released by plants into the environment where other plants grow. This study aims to find out the conditions of the allelopathic plant research area in the North Sumatra State Islamic University area and find out the types of weeds found in the North Sumatra State Islamic University area. Based on the research conducted in the observation, it was found that there were 3 species of sea cypress plants and 3 species of pine plants

    Pengaruh Model Predict, Observe, Explain (POE) terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V Madrasah Ibtidaiyah

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari peningkatan belajar IPA menggunakan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) dengan subjek penelitian 1 orang pendidik dan 15 orang peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Al-Muttaqien Sleman, desain penelitian ini menggunakan pre-eksperimen pre-test-post-test. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi sedangkan anaslis data yang digunakan menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang dilaksakan mengalami peningkatan dalam tiap siklusnya dan menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik meningkat dengan berbantuan SPSS 20 dengan nilai hipotesis uji t-tes nilai t-hitung (-8.318)> t-tabel(0,514) dan nilai probabilitas (0,000)< 0,05, dari hasil tersebut menunjukkan bahwasanya model POE (Predict, Observe, Explain) memiliki dampak yang signifikan dalam meingkatan hasil belajar IPA pada peserta didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al-Muttaqien Sleman

    Konsep Hakikat dan Majaz dalam Kajian Ilmu Fiqh

    No full text
    Al-Qur\u27an diturunkan kepada umat Islam sebagai pedoman hidup dalam bahasa Arab. Untuk memahami isinya, seseorang harus fasih berbahasa Arab karena dalam Al-Qur\u27an terdapat beberapa gaya bahasa untuk menyampaikan isinya, antara lain hakiq dan majaz. Kebenaran adalah kuncinya. Sedangkan majaz merupakan cabang. Kebenaran adalah kata yang digunakan dalam arti aslinya. Sedangkan majaz adalah kata-kata yang tidak digunakan dalam makna aslinya karena adanya hubungan tertentu (alaqah) dan indikator (qariinah) yang menyimpang dari makna aslinya. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dipadukan dengan metode penelitian kepustakaan. Sumber data artikel ini diambil dari buku, surat kabar, majalah dan sumber lain yang berkaitan dengan pembahasan. Artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian hakikat dan majaz dalam Al-Quran, cara menentukan pengucapan hakikat atau majaz, peraturan mengenai hakikat dan majaz, alasan mengapa hakikat dan majaz tidak berlaku serta pendapat para ilmuwan mengenai keberadaannya. keduanya. Tak lain adalah menghindari kesalahpahaman terhadap isi Al Quran

    School Culture-Based Character Education: Implementation of Strengthening Religious Character in Islamic Primary Schools

    No full text
    Character is an important part to be developed in educational practices at school. Elementary schools as the foundation for instilling values ??have a strategic role in strengthening the character of students. This research aims to reveal the practice of strengthening religious character based on school culture at MI Al Ma\u27arif 07 Singosari Malang. Researchers used a descriptive qualitative approach, where data collection was carried out through interviews, observation and documentation. Researchers used a descriptive qualitative approach in this research, where data collection was carried out through various methods to gain an in-depth understanding of the phenomenon under study. This approach was chosen to dig deeper into the processes and experiences experienced by the research subjects, as well as the context in which the school culture-based religious character strengthening program was implemented. Based on the research results, it shows that all elements in the school are able to collaborate well to create a strong religious character in students. Various religious programs are designed and implemented regularly to achieve this goal. Schools understand the importance of forming students\u27 religious character from an early age as a foundation for future life. The findings in this research are that the practice of strengthening religious character based on school culture is carried out through various programs including congregational Dhuha prayers, congregational Dhuhur prayers, reciting Juz Ama before learning, reading surah yaasiin and tahlil on Fridays, reciting Rotibul Hadad, and literacy activities

    Mannheim dan Para Pengkritiknya (Sebuah Tinjauan Literatur)

    No full text
    Para ahli berpendapat bahwa karya-karya Mannheim tidak mewakili keseluruhan secara kongruen. Pemikiran dan karya Mannheim dianggap mengalami perubahan penekanan (changes of emphasis), meskipun terbukti bahwa tema dan perhatian yang saling mengintegrasikan, yang menjadi korelasi mengintegrasikan seluruh karya Mannheim. Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi kritik terhadap pemikiran dan karya Mannheim. Penelitian ini adalah jenis penelitian library research dengan menggunakan pisau analisis deskriptif analisis. Hasil penelitian adalah: Pertama; Kritik terhadap pemikiran dan karya Mannheim adalah: (1) teori pengetahuan Mannheim, meskipun rumusan pengetahuan dapat menjelaskan bagaimana ide-ide muncul, rumusan tersebut tidak dapat menjelaskan apakah ide-ide tersebut benar atau salah; (2) Kesalahan terbesar teori Mannheim, menganggap kaum intelektual adalah sebuah kelas seperti kelas-kelas lainnya, bukannya tidak terikat, tetapi seperti setiap kelas, terikat pada lokasi sosial yang spesifik. (3) Pemikiran Mannheim tidak dapat direduksi menjadi relativisme total, sebab mengabaikan elemen universalistik, inklusif, dan normatif yang melingkupi pemikirannya. (4). Mannheim tidak pernah menawarkan perbedaan yang jelas antara tingkat ilmu pengetahuan dan akal sehat, antara penilaian rasional dan cara-cara tradisional yang mendasar, atau antara jenis-jenis pengetahuan lainnya. Pada intinya para ahli berpendapat bahwa karya-karya Mannheim tidak mewakili keseluruhan secara kongruen. Menurut penulis, pernyataan posisi pemikiran Mannheim beradaptasi dengan argumen kesesuaian (argument of congruence). Abstract Scholars argue that Mannheim\u27s works do not represent a congruent whole. Mannheim\u27s thought and works are considered to undergo changes of emphasis, although it is evident that the themes and concerns that integrate each other, which become correlates, integrate all of Mannheim\u27s works. This paper aims to elaborate critiques of Mannheim\u27s thought and work. This research is a type of library research using a descriptive analytical analysis knife. The results of the research are: First; Criticisms of Mannheim\u27s thoughts and works are: (1) Mannheim\u27s theory of knowledge, although the formulation of knowledge can explain how ideas arise, the formulation cannot explain whether the ideas are true or false; (2) The biggest mistake of Mannheim\u27s theory, assuming the intellectuals are a class like other classes, is not unbound, but like every class, is bound to a specific social location. (3) Mannheim\u27s thought cannot be reduced to total relativism, as it ignores the universalistic, inclusive, and normative elements that pervade his thought. (4). Mannheim never offers a clear distinction between the levels of science and common sense, between rational judgment and basic traditional ways, or between other types of knowledge. In essence, scholars argue that Mannheim\u27s works do not represent a congruent whole. According to the author, the statement of Mannheim\u27s position of thought adapts to the argument of congruence

    Strategi Guru PAI dalam Menanamkan Konsep Moderasi Beragama melalui Pembelajaran PAI

    No full text
    Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam pendidikan Islam, terutama dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran dan menghargai perbedaan. Madrasah  sebagai lembaga pendidikan dasar Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh guru madrasah dalam mengajarkan konsep moderasi beragama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di beberapa madrasah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan guru meliputi pendekatan integratif dalam kurikulum, metode pembelajaran berbasis pengalaman, serta pemanfaatan media interaktif. Studi ini memberikan wawasan bagi pendidik dalam mengembangkan model pembelajaran yang efektif dalam menanamkan moderasi beragama

    Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak melalui Penggunaan Metode Bercakap-cakap dengan Media Gambar pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Al-Muhdiyin Perum Cigunung Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan berbicara pada anak usia 4-5 Tahun di RA Al-Muhdiyin Sukaresmi Kecamatan Cisaaat Kabupaten Sukabumi yang masih relatif rendah karena dalam proses pembelajaran masih jarang menggunakan media. Sehingga penggunaan media gambar dengan metode bercakap-cakap diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berbicara anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya. Desain penelitian yang digunakan adalah desain model Kemmis dan Mc. Taggart yang di dalamnya berisi empat langkah dalam satu siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan dengan subjek penelitian yaitu semua anak yang berada pada kelompok A di RA Al-Muhyidin Sukaresmi Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi yakni 10 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi dengan teknik analisa data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media gambar dengan metode bercakap-cakap dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak dilihat pada pedoman observasi dari sebelum tindakan sampai siklus II yakni sebelum tindakan/pra siklus mendapat hasil 10%, siklus I mencapai hasil 40%, pada siklus II mencapai hasil 90%. Hasil ini melebihi dari target penelitian yang mentargetkan 80% keberhasilan dari tindakan I (siklus I) dan tindakan (siklus II), dengan kegiatan yang berbeda

    0

    full texts

    1,509

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇