Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Montessori terhadap Kemandirian Anak di TK Kids Republic Jakarta Timur
Golden Age adalah masa keemasan bagi anak usia dini. Pembelajaran Montessori di TK Kids Republic mempunyai tujuan penelitian untuk mengggambarkan pelaksanaan kemandirian. Penelitian analisis ini menggunakan metode, metode tersebut adalah metode yang digunakan agar mampu melihat perkembangan anak. Observasi dan wawancara merupakan teknik pengumpulan data. Dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti adalah foto-foto atau video kegiatan pembelajaran dan portofolio anak. Penelitian ini berjudul “Analisis Deskriptif Penerapan Pembelajaran Montessori Terhadap Kemandirian Anak di TK Kids Republic Jakarta Timurâ€. Untuk meningkatkan sikap kemandirian pada anak yaitu dengan metode pembelajaran Montessori dan hasil analisis data penelitian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa terjadi perkembangan yang signifikan terhadap diterapkannya metode pembelajaran Montessori. Anak mengalami perkembangan yang baik. Anak menjadi lebih mandiri dan mampu mengerjakan hal yang sederhana sendiri. Seperti belajar mempelajari urutan dan keteraturan, belajar memakai sepatu sendiri, belajar mengancingkan baju sendiri, belajar makan sendiri dan mengambil sendiri bahan-bahan yang ada di rak atau meja
Pengaruh Media Loose Part Berdiferensiasi terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada Anak Usia Dini Usia 4-5 Tahun
Dalam mengenalkan konsep bilangan masih dominan menggunakan pembelajaran konvensional seperti anak diajak berhitung angka 1-10 dengan jari dan papan tulis. Pembelajaran konvensional disini guru mengajar sesuai dengan gaya belajar yang guru ingin mereka menggunakan strategi decte, guru menyebutkan jumlah angka dan anak menuliskan angka. Menggunakan media loose part dalam pembelajaran guru masih membatasi media loose part untuk kegiatan bermain dan belajarnya, secara tidak langsung guru tidak memfasilitasi minat anak padahal sebenarnya minat siswa sangat beragam. Berdasarkan teori Jerome S. Bruner, pembelajaran akan lebih berhasil jika dalam proses pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi objek dengan menggunakan media pembelajaran. Melalui penggunaan media pembelajaran, siswa akan melihat keteraturan dan pola struktur secara langsung. Menurut teori piaget mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kemampuan kognitif anak adalah minat dan kebebasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Experimental design atau eksperimen quasi. Quasi eksperimen adalah teknik yang memiliki kelompok kontrol, tetapi tidak dapat mengontrol sepenuhnya variabel luar yang mempengaruhi proses eksperimen menggunakan design nonequivalent control group design pada nilai rata-rata kelas eksperimen postest 32,27 dan kelas kontrol 24,35 pada nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat perbedaan antara kelas eksperimen postest dan kelas kontrol. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media loose part berdiferensiasi terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan
Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Perkembangan Moral Anak Usia Dini di Desa Sumurbandung
Perkembangan Moral anak usia dini merupakan salah satu proses perubahan yang terjadi pada anak baik berupa tingkah laku, budi pekerti maupun akhlak mulia dan pembentukan karakter anak sesuai dengan bertambahnya usia. Perkembangan moral anak usia dini dapat berkembang secara optimal jika distimulasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan moral anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (Ex-post Facto). Lokasi penelitian dilakukan di Desa Sumurbandung Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak. Populasi yang diambil berjumlah 150 anak, sampel yang diambil 30 anak menggunakan Teknik sampling purposive. Dalam penelitian ini ada 2 variabel, lingkungan keluarga dan perkembangan moral anak. Berdasarkan hasil analisis uji regresi linear sederhana diketahui nilai Linearty 0,026 < 0,05 maka adanya pengaruh yang signufikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh terhadap perkembangan moral anak usia dini. 
Pemanfaatan Limbah Mebel Menjadi Kerajinan Tangan yang Menghasilkan Nilai Jual di Desa Beratwetan Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto
Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses pembangunan dimana masyarakat berinisiatif untuk memulai poses kegiatan sosial dengan tujuan untuk memperbaiki siatuasi dan kondisi masyarakat. Pelatihan ini memiliki tujuan untuk dapat mengembangkan keahlian, pengetahuan, serta sikap tertentu didalam proses meningkatkan potensi diri yang sesuai dengan kebutuhan dan juga potensi daerah. Salah satu pelatihan yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi di suatu daerah yaitu melalui pelatihan kerajinan tangan. Subjek dalam penelitian adalah ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam lingkungan POSPAUD sebagai subjek primer dan penyelenggara program kerja (mahasiswa KKN) sebagai subjek sekunder. Metode yang digunakan dalam pelatihan yaitu metode ABCD (Asset Based Community Development) yang merupakan pendekatan dalam pengembangan masyarakat yang mempunyai tujuan besar dalam mengupayakan terwujudnya sebuah tatanan kehidupan sosial dalam upaya pembangunan di lingkungan masyarakat. Hasil yang di dapat dari pelatihan ini adalah efektifnya pelaksanaan pelatihan pembuatan standing Hp, sehingga ibu-ibu POSPAUD mampu memperoleh keterampilan serta keahlian dalam membuat standing Hp. Alasan warga masyarakat khususnya ibu-ibu POSPAUD yang ada di Desa Beratwetan termotivasi untuk berwirausaha pada bidang kerajinanan tangan adalah lebih kepada latar belakang ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu luang. Disamping itu juga mempunyai harga jual dipasaran.
Sehingga membuat para ibu rumah tangga termotivasi untuk berwirausaha kerajinan tangan dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian yang ada di desa. Untuk mengukur tingkat motivasi kewirausahaan maka diperlukannya rasa percaya diri yang besar untuk dapat mendirikan suatu usaha setelah mendapatkan bekal keterampilan, mampu berorientasi pada tugas dan juga hasil, mempunyai keberanian di dalam mengambil resiko, berjiwa kepemimpinan, mampu berinovasi, memiliki kreatifitas serta memiliki orientasi pada masa yang akan datang.Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini merupakan suatu upaya yang dapat dilakukan untuk memberdayakan masyarakat di Desa Beratwetan sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat
Pembuatan Let’s Walk sebagai Media Pembelajaran Bidang Studi Fisika Materi Pemanasan Global Kelas XI SMAN 1 Gedeg
Fenomena pemanasan global merupakan isu lingkungan yang sampai saat ini masih menjadi pokok permasalahan seluruh negara di dunia. Dalam proses mengurangi dampak pemanasan global, pemerintah Indonesia memasukkan isu ini dalam kurikulum pendidikan sekolah menengah atas sebagai salah satu kompetensi dasar. Tujuan pembuatan pengembangan media pembelajaran ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran yang interaktif berupa permainan yang dinamakan sebagai let’s walk pada materi pemanasan global untuk siswa SMA kelas XI semester 2. Pembuatan media ini diharapkan siswa lebih antusias dan terlibat langsung dalam permainan agar lebih memahami materi serta dapat berkontribusi dalam memberikan solusi pencegahan pemanasan global. Prosedur pembuatan media pembelajaran let’s walk terdiri dari beberapa tahap, yaitu: (1) pembuatan desain papan ular tangga, (2) mencetak papan let’s walk di percetakan (3) pembuatan dadu, (4) pembuatan kartu pertanyaan, (5) pembuatan peraturan permainan dan penskoran. Pembuatan desain papan ular tangga menggunakan software CorelDRAW X7 dan dicetak pada banner berukuran 4 x 4 meter. Pertanyaan dibuat berdasarkan silabus kurikulum 2013 didesain menggunakan software Microsoft Word serta dicetak dan ditempel manual pada kertas karton. Pembuatan dadu dibuat secara manual dan aturan permainan di ketik menggunakan software Microsoft Word. Hasil pembuatan pengembangan media pembelajaran ini adalah permainan let’s walk sebagai media pembelajaran fisika pada materi pemanasan global untuk siswa kelas XI semester 2. Implikasi dari penerapan media ini dalam pembelajaran adalah siswa diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam mengurangi dampak pemanasan global dalam kehidupan sehari-hari
Kawah Candradimuka Kader PMII Surabaya Selatan
Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD) adalah pelatihan formal organisasi kemasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di seluruh Indonesia. Seorang mahasiswa layak disebut sebagai kader, bila telah mengikuti keduanya dan dinyatakan lulus. Banyak materi yang disampaikan dalam dua pelatihan itu, mulai dari sejarah berdirinya PMII, transformasi dari masa ke masa, ke-Islaman baik yang membahas tentang kajian pemikiran tokoh nasional maupun tokoh dunia, keindonesiaan yang menitikberatkan bagaimana mahasiswa lebih mencintai Indonesia dengan pendekatan logis dan rasional maupun menyoroti tentang geopolitik dalam percaturan politik internasional, Aswaja yang menjadi pondasi penguatan, bagaimana kader berfikir, bergerak dan beramaliyah dengan panduan aswaja al-nahdliyah, analisis sosial, pendidikan, kesetaraan gender dan lain sebagainya.
Dengan menamatkan dua pelatihan itu diharapkan setiap kader, tidak hanya berkutat dengan perkuliahan tetapi menjadi bagian dari agent of change, agen perubahan yang akan merubah tatanan masyarakat sesuai dengan prinsip dasar aswaja yang tawasut, tawazun, i’tidal, tasamuh dan cinta tanah air. Kader juga diharapkan menjadi bagian dari masyarakat global yang fasih menyuarakan Islam yang moderat, peran Indonesia dalam memainkan peran dalam perdamaian dunia, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di atas prinsip primordial berdasarkan agama, suku, ras dan antar golongan.
Menggunakan pola diskusi atas fenomena sosial, para kader digugah untuk selalu up date terhadap berita kekiniaan dan memberikan analisis yang tajam berdasarkan data yang akurat dan valid. Argumentasi yang dibangun haruslah berbasis data dan beragam teori yang dibutuhkan sehingga dalam memberikan solusi tidak sekedar menggunakan pendekatan agama, semua ini adalah takdir yang harus dijalani, tapi bagaimana setiap problem harus diurai sedemikian detail sehingga akan menghasilkan formula yang solutif
Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini melalui Story Reading di PAUD Sehati
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bagaimana perkembangan kognitif anak melalui story reading. Sesudah dilakukan penerapan story reading pada anak usia dini di Paud Sehati ada peningkatan perekmbangan kemampuan kognitif pada anak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif analitif. Responden dalam penelitian ini ialah anak kelompok B Paud Sehati, guru kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan dalam proses pengembangan kognitif anak melalui story reading, anak menjadi memahami cerita dan dapat mengenal mana tokoh yang baik dan mana yang jahat serta dapat menumbuhkan rasa minat baca pada anak. Hasil dari penelitian ini berkaitan dengan pengembangan kemampuan kognitif pada anak usia dini
Hubungan Penggunaan Media Pembelajaran P3Q dengan Minat Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Nongkojajar I
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media pembelajaran P3Q dengan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI di SDN Nongkojajar I. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Metode pengambilan data melalui observasi dan penyebaran angket. Teknik analisis yang digunakan adalah uji korelasi yang berbantuan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penggunaan media pembelajaran P3Q dengan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI di SDN Nongkojajar I. Hasil uji korelasi menunjukkan lebih besar dari 0,820 > 0,334. Kemudian dalam uji signifikansi menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05
Penerapan Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar
The background of this research is the low critical thinking skills of students in class V UPT SDN 013 Kumantan. Therefore the purpose of this research is to improve students\u27 critical thinking skills in class V UPT SDN 013 Kumantan. This research is a class follow-up research, which was carried out in two cycles and each cycle consisted of two meetings. The subjects in this study were 1 teacher and 12 students, while the object was to use the VCT learning model to improve students\u27 critical thinking skills. The research instrument consisted of teacher activity observation sheets, student activity observation sheets, documentation sheets and study test sheets during the learning process using the VCT learning model. While the data analysis technique used is descriptive qualitative and quantitative analysis. Based on the results of research that has been carried out through 2 cycles, at the second meeting of cycle I critical thinking skills. The test results in cycle I meeting 1 showed that there were 5 students (42%) of the 12 students who were included in the less critical category (<69), and in cycle 1 meeting II showed that there were 3 students (25%) of the 12 students who included in the less critical category (<69), while in the second cycle meeting I showed that there were 8 students (67%) out of 12 students who were included in the very less critical category (<69), and in the second cycle the second meeting showed there were 9 students (92%) out of 12 students who were included in the very critical category (<100%). By using the VCT learning model, it can improve the critical thinking skills of class V UPT SDN 013 Kumantan students.
Keywords: Critical Thinking Ability, Value Clarification Technique (VCT
Penggunaan Media Puzzle untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri 192 Pekanbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil keaktifan belajar siswa kelas III tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 192 Pekanbaru dengan media Puzzle. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 192 Pekanbaru. Subjek yang digunakan sebanyak 32 orang siswa yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan tes menulis karangan deskripsi, lembar observasi guru dan siswa sebagai tingkat keterlaksanaan dan pencapaian dalam menggunakan media Puzzle. Teknik analisis data dilakukan secara deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui terdapat peningkatan keaktifan belajar siswa pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia. Data awal pratindakan ketuntasan belajar 31%, pada siklus I meningkat menjadi 38%, siklus I pertemuan II meningkat menjadi 44% kemudian pada siklus II pertemuan I meningkat menjadi 72%, dan siklus II pertemuan II meningkat lagi menjadi 81%. Dengan demikian dapat disimpulkan dengan metode Puzzle meningkatkan Keaktifan belajar Siswa Kelas III dapat SDN 192 Pekanbaru