Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Upaya Peningkatan Kinerja Guru melalui Supervisi Akademik Kepala Sekolah
Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja guru di sekolah adalah dengan melakukan supervisi akademik. Supervisi dilakukan untuk memberikan bimbingan, pengarahan, dan pembinaan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini berfokus pada pengaruh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja guru di MAN Buduran Sidoarjo. Tujuannya adalah untuk memahami seberapa besar pengaruh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja guru di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasi dan analisis regresi. Jumlah peserta sebanyak 31 orang guru, dan 1 orang pengawas dengan total 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan supervisi akademik kepala sekolah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja guru, dengan tingkat kontribusi sebesar 88%. Sisanya sebesar 12% dipengaruhi oleh faktor lain
Transformasi Pendidikan : Merdeka Belajar dalam Bingkai Pendidikan Indonesia di Era Society 5.0
Penelitian ini membahas tentang transformasi pendidikan dalam pendidikan Indonesia era 5.0. penelitian ini merupakan peneitian kajian literatur, Pendidikan merupakan fondasi utama untuk membangun masa depan bangsa. Pemerintah Indonesia telah menerapkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari transformasi menuju masyarakat 5.0 dalam upaya memajukan sistem pendidikan. untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Hasil dari penelitian ini bahwasanya transformasi pendidikan melalui pendidikan era society 5.0 itu penting,. Dengan adanya pengembangan macam-macam dari kebebasan peserta didik dalam pembelajaran, di kurikulum merdeka yang diintegrasikan pada pendidikan digital menjadikan keterampilan berfikir siswa, adanya komunkasi yang terjalin, bisa ada keterampilan, dapat membantu peserta didik dan meningkatkan efektifitas pembelajaran
Penerapan Strategi dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah
Artikel ini menganalisis tentang gagasan ideal pembelajaran bahasa Arab pada jenjang menengah (madrasah Tsanawiyah), meliputi tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, dan metode pembelajaran. Metode yang digunakan dalam artikel ini merupakan metode kualitatif dengan sumber kajian pustaka (library research). Semakin kreatif dan inovatif seorang pengajar dalam menyampaikan pelajaran bahasa Arab, semakin mudah murid menerima pelajaran bahasa Arab. Hal tersebut merupakan faktor utama keberhasilan pelajaran bahasa Arab jenjang MTs
Nikah Massal Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam
Tujuan pernikahan adalah untuk membangun keluarga yang sakinah mawaddah warohmah dan memiliki keturunan yang solihah. Di Pondok Pesantren Dar Ilmi Krembung di Sidoarjo, setiap tahun diadakan Resepsi Pernikahan Massal dalam acara rojabiyyah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara melakukan pernikahan massal secara umum, bukan hanya walimatul ursy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi pernikahan dilakukan secara bersamaan di Pondok Pesantren Dar Ilmi Krembung Sidoarjo. Ingatlah bahwa acara tersebut hanyalah resepsi pernikahan, juga dikenal sebagai walimatul ursy. Ini karena para peserta sudah melakukan ijab qobul secara hukum di rumah mereka sendiri jauh sebelum acara rojabiyyah. Peneliti menyimpulkan dari tinjauan hukum mereka mengenai pernikahan massal di Majlis ini bahwa, Resepsi pernikahan hukumnya boleh meskipun dilakukan secara massal, karena pelaksanaanya hanya walimatul ‘ursy, dengan mencari doa para kyai, keberkahan, adat-istiadat dan ulang tahun pondok pesantren, sekaligus pengajian umum
Hubungan Kelekatan Anak terhadap Ibu dengan Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun di RA Darul Ulum Banjaragung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelekatan anak terhadap ibu dengan kemandirian anak usia 4-5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di RA Darul Ulum Banjaragung. Hasil analisis data menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengembangkan kemandirian anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan pembelajaran maupun di luar kegiatan pembelajaran yaitu membimbing, mengarahkan, memberi contoh, memberikan rasa percaya diri pada anak dan mendisiplinkan diri pada anak. Adapun metode yang digunakan oleh guru dalam mengembang kemandirian anak yaitu metode bermain, bercakap-cakap, bercerita, proyek dan metode pembiasaan. Sedangkan hambatan yang dialami guru yaitu adanya beberapa anak yang kurang mandiri. Sehingga guru di RA tersebut membantu anak mengerjakan tugasnya baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. Kelekatan anak pada ibu dapat menimbulkan berbagai macam perilaku-perilaku tertentu. Anak akan merasa tidak nyaman dan takut ketika ditinggal oleh ibunya, ia membutuhkan sosok yang mampu melindungi dan membuatnya aman. Anak merasa nyaman ketika mendengar suara figure lekat (ibu), rabaan dan keberadaan sang ibu
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Anak pada Film Iqro’: Petualangan Meraih Bintang
Karakter sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai kebaikan yang sering diamalkan pada kehidupan sehari-hari dan akan terbentuk pribadi yang baik bagi kalangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan niali-nilai karakter yang terdapat pada film Iqro’: petualangan meraih bintang Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi pendekatan analisis naratif Tzevatan Todorov. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dalam nilai-nilai pendidikan karakter pada film Iqro’: petualangan meraih bintang terdapat sepuluh nilai karakter diantaranya ialah alur awal yaitu terdapat rasa ingin tahu yang berupa keinginan yang mendalam untuk memperdalam pengetahuannya dalam dunia astronomi, jujur berupa ungkapan guru mengaji Aqila yang mengadukan bahwa Aqila mengalami penurunan dalam mengaji, kreatif berupa menghias kamar dan membuat miniatur, religius dan disiplin berupa sholat berjamaah dan menepati aturanyang terdapat di rumah. Alur tengah berisi tentang gemar membaca berupa mengaji Alquran agar dapat membaca langit dan bumi. Alur akhir (keseimbangan) yaitu nilai karakter cinta tanah air berupa wujud Opa yang memperjuangkan negara dengan menyebar ilmu pengetahuan Bosscha dan mempublikasi karya-karyanya hingga ke mancanegara. Cinta damai berupa Bang Codet yang yang berdamai dengan Opa, nilai karakter peduli lingkungan memikirkan nasib warga dengan lingkungan yang nantinya akan kekurangan air, toleransi yaitu bentuk Opa yang tetap ingin membantu Bang Codet mencarikan modal usaha. Diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk seluruh masyarakat berbagai lapisan dalam mengamalkan nilai-nilai pendidikan karakter pada kehidupan sehari-hari dan pentingnya untuk memenuhi kecakapan hidup serta menggunakan teknologi dengan seperlunya di era society 5.0
Pengembangan Media Kotak Menggunting untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun
Keterbatasan dalam pemberian stimulasi yang tepat pada perkembangan motorik halus anak, akan berdampak secara langsung dalam proses kegiatan belajar di sekolah. Seperti kegiatan menulis yang sangat erat dilakukan setiap hari saat pembelajaran. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan media kotak menggunting yang dapat menstimulasi keterampilan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Metode yang dilakukan pada penelitian menggunakan R&D (Research and Development), dengan menggunakan model penelitian pengembangan ADDIE yaitu Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi. Desain media pembelajaran kotak menggunting menggunakan berbagai macam bahan – bahan seperti kertas bufallo, kertas art paper, kertas foam dan spons ati. Hasil uji validasi ahli materi diperoleh sebesar 75% yang dinyatakan layak digunakan dengan revisi dan ahli media sebesar 90% yang dinyatakan layak digunakan tanpa revisi. Subjek yang digunakan pada uji coba yaitu pada 8 anak usia 4-5 tahun, penerapan media kotak menggunting menunjukkan hasil 1) anak memiliki keluwesan dan kekuatan jemari yang lebih baik, 2) anak mampu menggunting pola garis lurus, zig-zag dan lengkung dengan tidak terputus, 3) anak mampu memegang gunting dengan tepat, 4) anak memiliki postur tubuh yang baik saat menggunting, 4) anak sudah tidak takut lagi ketika memegang gunting. Hasil uji keefektifan media kotak menggunting yang telah diuji menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan sebesar 0,012 lebih kecil dari 0,05, bahwa ada pengaruh penggunaan media kotak menggunting. Sehingga kesimpulan dari penelitian pengembangan ini yaitu media kotak menggunting dapat memberikan stimulasi yang tepat untuk meningkatkan keterampilan motorik halus dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah
Tinjauan Perspektif Taxonomy Bloom terhadap Model Pembelajaran HOTS dalam Literasi Sains
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan dan memberikan jawaban atas tantangan bagaimana mempersiapkan anak usia dini untuk maju, berkembang dan memiliki keterampilan abad 21 seiring dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. HOTS (Higher Order Thinking Skills) dapat mempersiapkan AUD untuk mampu menunjukkan keterampilan berpikir dengan kritis, berpikir secara kreatif, memecahkan masalah dan mampu membuat suatu keputusan. Taksonomi Bloom merupakan taksonomi untuk tujuan pendidikan, meliputi 6 tingkatan berpikir, yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisa, mengevaluasi dan mengkreasiatau mencipta. Shen pada tahun 1975 menyatakan bahwa seseorang membutuhkan pengetahuan ilmiah agar dapat memiliki kemampuan memecahkan masalah yang diperoleh melalui praktik literasi ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pengambilan data dari jurnal, buku dan penelitian yang relevan. Dengan menggunakan model HOTS dalam pembelajaran, anak dapat mengembangkan kemampuan literasinya yang sesuai dengan perkembangan jaman meliputi kegiatan bermain, mengamati, berpikir kreatif serta keterampilan memecahkan masalah
Pengembangan Media Kongka ( Koper Angka) untuk Menstimulasi Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan pada Anak usia 5-6 Tahun
Masalah utama dalam penelitian ini adalah anak kurang tertarik dengan pembelajaran yang mengembangkan tentang kemampuan kognitif khususnya mengenal konsep bilangan dan masih ada beberapa anak yang belum mampu menyebut bilangan, membilang, mengurutkan, dan menghubungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dan keefektifan media Kongka untuk mengenal konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (Penelitian dan Pengembangan). Model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Validator pada penelitian ini adalah 2 orang ahli (ahli materi, ahli media dan desain pembelajaran) dan 2 Guru PAUD. Subjek uji coba terbatas pada penelitian ini adalah anak TK usia 5-6 tahun dengan jumlah keseluruhan 10 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar instrument penilaian. Hasil dari pre-test dan post-test dihitung menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk Test. Hasil penilaian para ahli memperoleh nilai 90,9% dari ahli media, dari ahli materi mendapatkan nilai sebesar 75%, sedangkan dari uji coba guru mendapatkan nilai sebesar 75% dan 91,6%. Berdasarkan hasil efektivitas didapatkan signifikansi 0,000 < 0,05 maka hal tersebut menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media Kongka efektif digunakan untuk mengenal konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun
Pemanfaatan Potensi Tanaman Lengkuas sebagai Bahan Campuran Kopi dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Pagerjo Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto
KKN activities require students to serve and share the knowledge they have gained while studying with the community, students are given the opportunity to directly come into contact with the community to identify and deal with problems that exist in that place, apply all forms of knowledge that have been obtained in tertiary institutions, as well as student work college is a new learning space for students to develop themselves. In this KKN activity, the authors took the theme "Utilization of the Potential of Galangal Plants as a Coffee Mixing Material in an Effort to Improve the Economy of the People of Pagerjo Village, Gedeg District, Mojokerto Regency". The reason why the author wants to raise this theme is because the galangal produced in Pagerjo Village is very abundant, but unfortunately there is a problem, namely the buying and selling price of galangal which is cheap and sometimes even difficult to market. This is because galangal is not often used for spices in large quantities. So people rarely buy galangal. Then for the Assistance method used using the Asset Based Community Development (ABCD) approach, which prioritizes the utilization of assets and potential that exists around Pagerjo Village. The steps of the activities carried out were surveying the locations of post-harvest galangal cultivation in the village, conducting interviews with land managers who would use the KKN program, conducting counseling and discussions about galangal coffee, and conducting training with several residents of Pagerjo village. From this KKN activity it is hoped that it can increase the knowledge and skills of the Pagerjo village community in processing galangal plants and provide economic business opportunities in utilizing the potential of galangal plants as an ingredient in coffee mixes