Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis melalui Model Pembelajaran Problem Solving Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas V SD Muhammadiyah 019 Bangkinang Kota melalui penerapan model pembelajaran Problem Solving. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah, dengan 13 dari 19 siswa (68%) belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penerapan langkah-langkah pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pada Siklus I, persentase ketuntasan individu mencapai 33%, dan meningkat menjadi 68% pada Siklus II, melampaui target ketuntasan klasikal 60%. Peningkatan ini terlihat pada setiap indikator kemampuan pemecahan masalah, yaitu kemampuan memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kebenaran jawaban. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Solving efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Abstract
This study aimed to enhance the mathematical problem-solving abilities of fifth-grade students at SD Muhammadiyah 019 Bangkinang Kota by implementing a Problem Solving learning model. The research was motivated by the students\u27 low mathematical problem-solving skills, with 13 out of 19 students (68%) failing to achieve the minimum mastery criterion of 70. This deficiency was attributed to a teacher-centered learning approach and insufficient application of problem-solving strategies. Employing a Classroom Action Research (CAR) methodology, the study was conducted over two cycles. The findings demonstrated a significant improvement in students\u27 mathematical problem-solving abilities. In Cycle I, the individual mastery percentage was 33%, which increased to 68% in Cycle II, thereby surpassing the classical mastery target of 60%. This improvement was evident across all indicators of problem-solving ability, including understanding the problem, devising a plan, executing the plan, and verifying the solution. Consequently, the Problem Solving learning model proved effective in fostering students\u27 mathematical problem-solving skills
Eksplorasi Penggunaan dan Manfaat Handphone dalam Pembelajaran Matematika pada Kurikulum Merdeka SMPN 29 Medan
This study aims to explore the perceptions of students and educators as well as the form of cellphone use in learning mathematics in the Merdeka Curriculum at SMPN 29 Medan. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of five students in class VIII-6 and one mathematics educator. The results showed that the majority of students and educators had a positive perception of the use of cellphones as learning aids. Mobile phones are considered capable of improving concept understanding, especially in congruent materials, through the use of applications such as GeoGebra and learning videos. In addition, students also use mobile phones to access Google Forms, search for additional information, and learn independently according to the principle of differentiation in the Merdeka Curriculum. However, there are also some obstacles such as concentration disorders due to uncontrolled use. Therefore, the role of educators is very important in providing direction and supervision so that cellphone utilization remains focused on learning objectives. These findings reinforce the importance of wise and purposeful integration of digital technology in mathematics learning in the Independent Curriculum era.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi peserta didik dan pendidik serta bentuk penggunaan handphone dalam pembelajaran matematika pada Kurikulum Merdeka di SMPN 29 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari lima peserta didik kelas VIII-6 dan satu orang pendidik matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik dan pendidik memiliki persepsi positif terhadap penggunaan handphone sebagai alat bantu pembelajaran. Handphone dianggap mampu meningkatkan pemahaman konsep, terutama dalam materi kongruen, melalui penggunaan aplikasi seperti GeoGebra dan video pembelajaran. Selain itu, peserta didik juga memanfaatkan handphone untuk mengakses Google Form, mencari informasi tambahan, dan belajar secara mandiri sesuai prinsip diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. Namun, ditemukan pula beberapa kendala seperti gangguan konsentrasi akibat penggunaan yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, peran pendidik sangat penting dalam memberikan arahan dan pengawasan agar pemanfaatan handphone tetap terfokus pada tujuan pembelajaran. Temuan ini memperkuat pentingnya integrasi teknologi digital secara bijak dan terarah dalam pembelajaran matematika di era Kurikulum Merdeka
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Pendidikan karakter merupakan bagian integral dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk mengembangkan siswa secara holistik, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam aspek moral, sosial, dan karakter. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, kegiatan kontekstual, dan keterlibatan aktif berbagai pihak seperti guru, orang tua, dan masyarakat, pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. Penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi pendidikan karakter menghadapi tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru, kekurangan infrastruktur, dan dukungan orang tua yang bervariasi. Meskipun demikian, terdapat peluang besar untuk memperbaiki implementasi pendidikan karakter melalui pengembangan pelatihan guru, peningkatan infrastruktur, dan penilaian karakter yang lebih konsisten. Pendekatan berbasis proyek dan pembelajaran kontekstual terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan 4C (kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreatif), serta mengintegrasikan nilai-nilai karakter yang penting untuk pembentukan pribadi siswa yang tangguh dan berkarakter.
Abstract
Character education is an integral part of the Merdeka Curriculum aimed at developing students holistically, not only in academic aspects but also in moral, social, and character aspects. Through project-based learning, contextual activities, and active involvement of various stakeholders such as teachers, parents, and the community, character education can be integrated into all subjects. This study reveals that the implementation of character education faces challenges such as limited teacher training, lack of infrastructure, and varying parental support. However, there are significant opportunities to improve the implementation of character education through the development of teacher training, enhanc5ement of infrastructure, and more consistent character assessments. Project-based learning and contextual learning approaches have proven effective in developing 4C skills (collaboration, communication, critical thinking, and creativity), as well as integrating essential character values for shaping resilient and well-rounded students
Tradisi Pembacaan Surat Yasin dalam Ritual Rabu Pungkasan: Studi Living Qur’an pada Masyarakat Suko Awin Jaya
Penelitian ini membahas tentang tradisi pembacaan Surat Yasin dalam ritual Rabu Pungkasan sebagai bentuk living Qur’an pada masyarakat Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Tradisi ini merupakan praktik keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun dan masih dijalankan hingga kini sebagai upaya spiritual untuk menolak bala, memohon keselamatan, serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pembacaan Surat Yasin dalam Rabu Pungkasan tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga berfungsi sebagai media penguatan nilai-nilai sosial, solidaritas, dan kearifan lokal masyarakat. Dalam konteks living Qur’an, tradisi ini memperlihatkan bagaimana Al-Qur’an dihayati, dimaknai, dan diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sosial budaya masyarakat setempat
Teachers’ Practices and Challenges in Applying Interactive Teaching Methods in English Language Teaching
This study aimed to investigate the implementation of Interactive English Teaching Methods in elementary schools in Sidoarjo, the types of interactive methods used by teachers, and the challenges in applying these methods. A descriptive qualitative approach was employed, involving classroom observations and interviews as the primary data collection methods, supported by secondary data from books, journals, articles, and other references. Data were analyzed using Miles and Huberman’s framework, including data reduction, data display, triangulation, and drawing conclusions. The findings revealed that teachers applied various interactive teaching methods, including role-playing, project-based learning, storytelling, games, Total Physical Response (TPR), discussions, presentations, and demonstrations. These methods aimed to enhance students’ speaking, listening, reading, and writing skills while fostering engagement, collaboration, and confidence in using English. However, teachers faced several challenges in implementing interactive methods. These included limited time allocation, students’ low confidence and lack of vocabulary, uncooperative behavior during group activities, difficulties in teaching certain materials using TPR, and student boredom. The study concludes that interactive teaching methods can create an engaging and effective learning environment for elementary English learners, but successful implementation requires careful planning, classroom management, and strategies to overcome both student- and system-related challenges
Jejak Pemikiran Azyumardi Azra dalam Konteks Islam Melayu: Dari Islamisasi Hingga Pembaruan Pendidikan
This study examines Azyumardi Azra’s thought on the Islamization of the Malay world and its relevance to contemporary Islamic education. The focus of the analysis includes the process of Islamization facilitated through transnational scholarly networks, as well as the application of the concepts of moderation, cosmopolitanism, and the integration of knowledge within educational practice. Employing a qualitative approach through library research, this study analyzes Azra’s works alongside relevant literature on Malay Islamic history, scholarly networks, moderation, and the reform of Islamic education. The findings indicate that the Islamization of the Malay world unfolded dynamically through intellectual exchange and the accommodation of local cultures, ultimately shaping a tradition of Islam that is moderate, inclusive, and cosmopolitan. Azra’s ideas provide a significant foundation for the development of Islamic education curricula that emphasize moral values, tolerance, and global literacy, while simultaneously strengthening a contextualized and culturally grounded Islamic identit
Pengembangan Media Pembelajaran Uno Stacko Materi Sinonim dan Antonim pada Kelas V di SDN 88 Sipatana Kota Gorontalo
Penelitian ini dilatar belakangi oleh tidak adanya media pembelajaran yang bersifat konkrit, khususnya pada materi sinonim dan antonim. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif bernama Media Uno Stacko guna membantu siswa memahami makna sinonim dan antonim secara konkret. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi empat tahap: Analysis, Design, Development, Implementation.
Hasil uji kelayakan menunjukan bahwa media ini tergolong sangat layak dengan skor kelayakan 90%, kemudian uji kepraktisan menunjukan bahwa media tergolong sangat praktis dengan skor kepraktisan 100% dari guru dan 93,20% dari siswa. Dari aspek efektivitas, media ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, dengan nilai N-Gain sebesar 0,76 (kategori tinggi) dan efektivitas sebesar 76,47% dengan kategori efektif. Temuan ini menunjukan bahwa Media Uno Stacko merupakan media pembelajaran yang layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada makna sinonim dan antonim dalam pembelajaran Bahasa Indonesi
PENGARUH PEMBELAJARAN SAINS TERHADAP PENGENALAN TAUHID PADA ANAK TK B DI PAUD-IT CENDEKIA ACEH BESAR
Pengenalan tauhid pada penelitian ini adalah mengenal Keesaan Allah melalui kegiatan sains sederhana yang mudah dipahami oleh anak. Berdasarkan hasil observasi di PAUD-IT Cendekia Darussalam pengenalan tauhid sudah dikenalkan pada anak namun masih dalam bentuk formalitas dalam memuncukan indicator Nilai Agama dan moral anak. Tujuan penelitian ini Pengaruh Pembelajaran Sains Terhadap Pengenalan adalah ingin mengetahu Tauhid Pada Anak TK B di PAUD-IT Cendekia Aceh Besar. Pada penelitian ini bentuk pengenalan tauhid yang diperkenalkan untuk anak melalui pembelajaran sains yang menyenangkan serta dihubungkan dengan sifat Allah yaitu (Wujud, Qudrah, Iradah). Percobaan sains yang yang dilaksanakan dalam penelitian ini yaitu percobaan gunung meletus, percobaan pelangi, dan percobaaan gerhana. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian One Group Pretest Posttest Design. Populasinya yaitu semua siswa kelas B dengan jumlah 42 anak di PAUD-IT Cendekia Darussalam. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling, sehingga sampel yang terpilih adalah kelas B2 dengan jumlah 14 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan uji normalitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan dapat dibuktikan dengan nilai signifikansi yaitu 0,000 0,05 dan nilai t memperoleh nilai Thitung sebesar 6,928 dan hasil dari uji Ttabel sebesar 1,770 dapat dilihat bahwa dari nilai signifikan dan nilai Thitung nilai Ttabel yang artinya bahwa H0 ditolak Ha diterima, hasil penelitian tersebut menggunakan SPSS 20. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti pembelajaran sains berpengaruh terhadap pengenalan tauhid pada anak TK B di PAUD-IT Cendekia Darussalam
Pengembangan Karakter Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Model Parenting
Tujuan Penelitian ini adalah (i) Mendeskripsikan tingkat kebutuhan pengembangan karakter anak usia dini melalui pembelajaran model parenting di RA Tri Bhakti Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. (ii) Mengetahui prototipe pengembangan karakter anak usia dini melalui pembelajaran model parenting di RA Tri Bhakti Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. (iii) Mengetahui analisis tingkat validitas dan kepraktisan pengembangan karakter anak usia dini melalui pembelajaran model parenting di RA Tri Bhakti Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian merupakan jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Subjek penelitian adalah guru dan orangtua. Tehnik analisis data yang dilakukan adalah menganalisis data secara gambaran deskriptif dan kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) Tingkat kebutuhan Pengembangan Pengembangan Karakter Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Model Parenting di RA Tri Bhakti Claket dapat digambarkan masih kurangnya pemahaman dari para pendidik khususnya guru dan orangtua akan pentingnya membentuk karakter anak usia dini hal ini menunjukkan masih ditemukan guru di kelompok B mengeluhkan ada 2 orang tua (dari 15 orang tua anak di kelompok B) yang sering meminta pekerjaan rumah berupa membaca-menulis-berhitung (calistung). Guru TK yang sudah memahami tahap-tahap perkembangan anak akhirnya dilematis karena secara teori yang diketahui, pembelajaran membaca untuk anak usia dini tidak dapat dipaksakan; (ii) Gambaran bentuk desain Pengembangan Pengembangan Karakter Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Model Parenting terdiri atas dua komponen yakni komponen filosofi model dan komponen pelaksanaan model. Komponen filosofi model meliputi rasionalitas, tujuan, peran guru dan dukungan sistem. Sementara komponen operasional model dijabarkan secara rinci pada semua jenis kegiatan dengan tema yang berbeda. Semua kegiatan yang dikemas dengan tujuan untuk mengembangkan karakter anak usia dini; (iii) Tingkat validitas isi dan kepraktisan Pengembangan Pengembangan Karakter Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Model Parenting di RA Tri Bhakti Claket , menunjukkan bahwa penilaian validator dari semua perangkat yang telah disajikan dapat dinyatakan valid untuk digunakan dan pengembangan Pengembangan Pengembangan Karakter Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Model Parenting memenuhi aspek praktis sehingga layak digunakan
Pengaruh Media Flashcard berbasis Augmented Reality terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Siswa Kelas I Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan flashcard berbasis Augmented Reality terhadap penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa pada materi Farm Animals. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas I-B SDN 2 Gunungcupu yang berjumlah 19 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pre-test post-test. Instrumen pengumpulan data terdiri dari tes tulis dan tes lisan. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif melalui perhitungan rata-rata nilai pre-test dan post-test, uji normalitas, uji paired samples t-test, serta uji ANOVA menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa sebelum menggunakan flashcard berbasis AR memiliki nilai rata-rata sebesar 54,74. (2) Setelah menggunakan media flashcard AR, nilai rata-rata meningkat menjadi 72,63. (3) Hasil analisis paired samples t-test menunjukkan nilai t hitung 5,822 > t tabel 2,101 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 sehingga < 0,05. Diperkuat dengan hasi uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti (p-value) kurang dari 0,05. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penggunaan flashcard berbasis Augmented Reality memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa pada materi Farm Animals