Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Peningkatan Keterampilan Menulis Iklan dengan Menerapkan Model Pembelajaran Think Pair Share Berbantuan Media Pop Up Book Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil keterampilan menulis iklan siswa kelas V tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis iklan siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 006 Karya Bhakti dengan model pembelajaran Think pair share. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 006 Karya Bhakti. Su
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil keterampilan menulis iklan siswa kelas V tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis iklan siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 006 Karya Bhakti dengan model pembelajaran Think pair share. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 006 Karya Bhakti. Subjek yang digunakan sebanyak 16 orang siswa yang terdiri dari 9 orang siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan tes menulis iklan, lembar observasi guru dan siswa sebagai tingkat keterlaksanaan dan pencapaian dalam menggunakan model Pembelajaran Think pair share. Teknik analisis data dilakukan secara deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui terdapat peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia. Data awal pratindakan ketuntasan belajar 35%, pada siklus I pertemuan I meningkat menjadi 38%, siklus I pertemuan II meningkat menjadi 44% kemudian pada siklus II pertemuan I meningkat menjadi 69%, dan siklus II pertemuan II meningkat lagi menjadi 81%. Dengan demikian dapat disimpulkan dengan model pembelajaran Think pair share dapat meningkatkan Keterampilan Menulis Iklan Siswa Kelas V SDN 006 Karya Bhakti.
bjek yang digunakan sebanyak 16 orang siswa yang terdiri dari 9 orang siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan tes menulis iklan, lembar observasi guru dan siswa sebagai tingkat keterlaksanaan dan pencapaian dalam menggunakan model Pembelajaran Think pair share. Teknik analisis data dilakukan secara deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui terdapat peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia. Data awal pratindakan ketuntasan belajar 35%, pada siklus I pertemuan I meningkat menjadi 38%, siklus I pertemuan II meningkat menjadi 44% kemudian pada siklus II pertemuan I meningkat menjadi 69%, dan siklus II pertemuan II meningkat lagi menjadi 81%. Dengan demikian dapat disimpulkan dengan model pembelajaran Think pair share dapat meningkatkan Keterampilan Menulis Iklan Siswa Kelas V SDN 006 Karya Bhakti.
Kata Kunci: Keterampilan Menulis Iklan, Model Pembelajaran Think pair share, dan Bahasa Indonesia
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman dengan Menerapkan Model Reciprocal Teaching Siswa Sekolah Dasar
This research is motivated by the low reading comprehension skills of students in Indonesian language lessons in grade V. This research aims to improve the reading comprehension skills of grade V UPT Elementary School 016 Bangkinang. The subjects used were 27 students consisting of 15 boys and 12 girls. The research method used was Classroom Action Research which was conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. The data collection instrument was carried out using learning tools, observation sheets of teacher and student activities, and reading comprehension test questions. Data analysis techniques were carried out using qualitative and quantitative descriptions. Based on the results of data analysis, it can be seen that there is an increase in students\u27 reading comprehension skills in the Indonesian language lesson content. Initial pre-action data of classical completeness was 44%, in cycle I meeting I decreased to 33%, cycle I meeting II increased to 63%, then in cycle II meeting I increased to 78%, and Cycle II meeting II increased to 85%. Thus, it can be concluded that the Reciprocal Teaching learning model can improve the reading comprehension skills of the fifth grade students of UPT SDN 016 Bangkinang
Implementasi Budaya Religius 5S (Senyum, Salam, Sapa, Shalat Dhuha & Shalat Dhuhur Berjamaah) dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa Kelas VA (Studi Kasus) MI Darussalam Pacet
Kecerdasan spiritual sebagai rometer siswa dalam mengontrol kerohanian jiwanya. Melalui diterapkannya budaya religius 5S dalam keseharian siswa sesuai arahan yang diberikan lembaga sebagai cara meningkatkan kecerdasan spiritual. Implementasi budaya religius 5S yang sudah berjalan di MI Darussalam Pacet dinilai dapat meningkatkan kecerdasan spiritual dengan baik di kelas VA. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses implementasi budaya religius 5S dan implikasi budaya religius 5S oleh lembaga dalam meningkatkan kecerdasan spirituak siswa kelas VA. Menggunakan jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumetasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian pada penelitian mengenai proses implementasi budaya religius 5S dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta siswa memiliki kejujuran yang tinggi, kedua siswa memiliki rasa kerjasama yang baik sehingga menciptakan komunikasi yang efektif, ketiga siswa memiliki rasa syukur yang tinggi
Pelaksanaan Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri Berbantuan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial: Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri berbantuan Media Audiovisual untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial
The research aims to analyze the application of the inquiry learning model assisted by audiovisual media to improve social studies student learning outcomes. The type of research is descriptive qualitative research, data collection techniques are carried out through; interviews, observation and documentation. The focus of the research is the inquiry learning model assisted by audiovisual student learning outcomes, followed by data analysis techniques using qualitative descriptive. The research results showed that student learning outcomes after using the audiovisual assisted inquiry learning model experienced changes and improvements in the good category. The researc h conclusion is that there has been an increase in student learning outcomes in social studies subjects through the application of inquiry and audiovisual. at the MI Ma\u27arif Bego school, Sleman district, Yogyakarta special region
Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SD Islam Elkatarie Lengkok Rejeng Sakra Timur
Penelitian ini merupakan hasil pengabdian Masyarakat penulis dalam hal ini mendampingi Sekolah Binaan yaitu SD Islam Elkatarie Lengkok Rejeng. Penelitian yang bersifat kualitatif mendapatkan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokementasi. Pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah dengan teknik individu dalam meningkatkan kinerja guru di SD ISLAM ELKATARIE LENGKOK REJENG yaitu menggunakan teknik orientasi bagi guru baru, classroom observation dan individual converence sudah dilakukan namun prakteknya masih belum berjalan secara optimal
Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SD Islam Elkatarie Lengkok Rejeng Sakra Timur
Penelitian ini merupakan hasil pengabdian Masyarakat penulis dalam hal ini mendampingi Sekolah Binaan yaitu SD Islam Elkatarie Lengkok Rejeng. Penelitian yang bersifat kualitatif mendapatkan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokementasi. Pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah dengan teknik individu dalam meningkatkan kinerja guru di SD ISLAM ELKATARIE LENGKOK REJENG yaitu menggunakan teknik orientasi bagi guru baru, classroom observation dan individual converence sudah dilakukan namun prakteknya masih belum berjalan secara optimal
Problematika Wali Kelas dalam Penerapan Kurikulum Merdeka
Pendidikan merupakan fondasi utama untuk membangun masa depan bangsa. Pemerintah Indonesia telah menerapkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari transformasi menuju masyarakat 5.0 dalam upaya memajukan sistem pendidikan. Meskipun ide ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, banyak masalah muncul saat diterapkan, terutama terkait peran guru dan wali kelas. Oleh karena itu, artikel ini akan membicarakan tentang masalah yang dihadapi guru dan wali kelas saat menerapkan Kurikulum Merdeka era Society 5.0 di SD NU Darusaalam Semen. Dengan memahami masalah-masalah ini, kami berharap dapat menemukan cara yang lebih baik untuk meningkatkan efisiensi dan kesetaraan pelaksanaan kurikulum. Ini akan menjadi titik penting untuk mencetak generasi unggul di masa depan. Penelitian ini mengeksplorasi "Problematika Walikelas dan Guru dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Era Society di SD NU Darussalam Semen Kediri" melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Sugiyono (2019) menyatakan bahwa metode penelitian kualitatif, yang berbasis pada filsafat post-positivisme, digunakan untuk mempelajari subjek dalam keadaan alami, atau keadaan riil, tanpa setting atau keadaan eksperimen, dengan peneliti sebagai alat utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum merdeka di SD NU Darussalam Semen Kediri, dimana saat ini pedoman penerapan yang dilakukan guru adalah buku teks siswa dan buku pedoman kurikulum mandiri. Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hambatan yang dialami dalam pelaksanaan kurikulum merdeka, dimana hambatan tersebut sama dengan penyebab kurangnya kesiapan guru dalam menghadapi kurikulum merdeka. Antara lain: 1) kurangnya sosialisasi tentang implementasi kurikulum merdeka, 2) kurangnya keaktifan Kelompok Kerja Guru (KKG), 3) kurangnya waktu guru untuk belajar kurikulum merdeka dikarenakan disibukkan oleh administrasi kelas/sekolah, serta 4) kurangnya media belajar untuk guru. Tantangan bagi guru dalam melaksanakan kurikulum merdeka antara lain: guru harus lebih kreatif, inovatif, serta harus bisa menilai siswa pada prosesnya, bukan semata-mata pada nilai akhir saja. Serta hambatan siswa dalam memahami kurikulum merdeka antara lain: lemahnya kemampuan siswa di bidang numerasi dan literasi serta kurangnya media belajar yang memadai. Solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut tentunya membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak khususnya pemerintah sebagai pembuat kebijakan yaitu dengan memberikan pelatihan bagi para guru, dan pembiasaan pembelajaran kurikulum merdeka agar dapat berjalan sesuai dengan fokus dan tujuannya. Selain itu dapat juga dengan mengikuti Wokshop Intern dan Ekstern, memperluas pengetahuan tentang metode pembelajaran, sharing dengan sesama pendidik dan mengubah mindset, pendidik harus lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam menyampaikan materi kepada anak didik, meningkatkan budaya literasi dan numerasi siswa, guru harus bisa membagi waktu untuk belajar lebih banyak lagi tentang cara pembuatan modul ajar Kurikulum Merdeka, serta sekolah harus melengkapi sarana dan prasarana yang ada
Revitalisasi Peran UIN Sumatera Utara Melalui KKN 105 di Desa Bulu Cina untuk Mewujudkan Masyarakat yang Bermartabat Tahun 2022
Real Work Lecture which is held in Bulu Cina village, expanse of silver sub-district in 2022 which is held annually, but in the previous year offline KKN was not held because it was still in a state of the covid-19 pandemic, and last year there was offline KKN in this village in 2016, and Alhamdulillah this year KKN is officially re-implemented offline, with the existence of KKN which is carried out offline it provides the potential for self-development for KKN 105 students to carry out field practice directly in the context of direct service and outreach to the community. The development and example of this research is a group of 105 KKN UINSU with qualitative methods (data collection, observation and documentation), with the theme Revitalizing the Role of UIN North Sumatra through KKN 105 in Bulu Cina Village To Create a Dignified Society. The results of this study illustrate that KKN activities are direct examples of community service and the important role of students which is still carried out with several activities, namely building the village where KKN is located
Peran Mahasiswa KKN UINSU terhadap Pemberantasan Buta Huruf al Qur\u27an dan Isu Stunting pada Masyarakat di Desa Batu Gemuk Kec. Namorambe Kab. Deli Serdang
Indonesia is a developing country which consists of many islands and has a middle to lower economic system. This results in the quality of life of the community, such as being vulnerable to stunting and having less education, such as the number of children who are illiterate in the Qur\u27an. The purpose of this study was to determine the role of KKN 210 students in eliminating illiteracy in the Qur\u27an in children and counseling related to stunting. This research method uses descriptive qualitative analysis. The results of this study indicate that students have a role and participate in eliminating illiteracy of the Qur\u27an in children in Batu Gemu village by opening opportunities for children to learn to read the Qur\u27an openly which is carried out in a mosque which is in the village. In addition, students also have a role in stunting education, the purpose of which is to provide awareness for the community to always pay attention to cleanliness and child nutrition. The counseling has an effect on parents\u27 understanding of the dangers of stunting in children
Pentingnya Pola Asuh Anak terhadap Pencegahan Stunting Anak Usia Dini di Desa Mekar Mulia Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun
Stunting can be said to be a problem related to malnutrition caused by insufficient protein and nutrition intake, where children will experience disturbances in development and growth, including their proper height. The research method used in this study is a qualitative method involving community service programs, namely students of the North Sumatra Islamic University Real Work Lecture (UIN-SU) Group 166 located in Mekar Mulia Village, Kec. Java Land, Kab. Simalungun, North Sumatra. In the process of collecting data, it is assisted by observations, interviews, socialization or counseling to the local community. The existence of supporting data such as reading sources from various references, books, and documents from previous studies that are closely related to this research. The results of this study prove that the stunting rate in Mekar Mulia Village, Kec. Java Land, Kab. Simalungun, North Sumatra is still classified as low and not many are exposed to stunting, but the community is expected, especially mothers who have children or toddlers to need sustainable stunting understanding and counseling