Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Curriculum Development For 21st Century Skills: Trends, Challenges, and Solutions
Curriculum development for 21st century skills is becoming an important focus in global education. This article explores key trends such as technology integration, project-based learning and cross-disciplinary approaches. Challenges include limited infrastructure, resistance to change and the need for adequate teacher training. Through literature analysis and case studies, strategic solutions such as policy alignment, collaboration between stakeholders and the adoption of innovative technologies are proposed to overcome these obstacles. This article highlights the importance of a holistic approach in crafting a curriculum that is relevant to the needs of modern society, ensuring students have skills such as critical thinking, collaboration and digital literacy. The findings provide guidance for educators, policymakers and researchers in designing adaptive and sustainable education.
 
Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal (Melestarikan Budaya Tari Daerah sebagai Warisan Budaya Bangsa)
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa lebih mendalam mengenai pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal, khususnya dalam penelilian ini adalah tari daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Data yang dipergunakan dalam kajian ini menggunakan berbagai jurnal dan buku yang sesuai dengan topik yang dikaji. Hasil studi menyatakan bahwa kearifan (budaya) lokal dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran multikultural terbaik bagi peserta didik. Warisan budaya lokal yang dijadikan sebagi sumber pembelajaran tersebut tidak hanya menjadi media untuk mencapai tujuan pendidikan multikultural, tetapi juga sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan warisan budaya agar tidak tergerus oleh jaman. Bahkan lebih jauh lagi, kearifan lokal dalam penerapannya mampu menjadi sarana dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama bagi siswa. Salah satu contoh dari penerapan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran multikultural dan upaya dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama bagi siswa adalah Tari Gandrung Banyuwangi. Upaya pemerintah Banyuwangi dalam melestarikan Tari Gandrung patut untuk dicontoh oleh pemerintah daerah lainnya. Hal ini tidak hanya sesuai dengan pengaplikasian kurikulum yang berlaku saat ini, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri dan pelestarian warisan budaya bangsa
The Purpose of Islamic Communication in Perspective of the Hadith (Sasaran Komunikasi Islam dalam Perspektif Hadis)
Communication is one of the most fundamental activities in the life of mankind. Humans as social creatures must communicate with other humans. Because if humans do not communicate, these humans will gradually be isolated from their society, easily depressed, and will eventually die. So great are the benefits and functions of communication that many Westerners study and conduct research on communication, both intrapersonal communication, interpersonal communication, public communication and organizational communication. However, studies and research conducted by the Western world only focus on discussing human relationships, and very rarely do they examine communication with God, communication with subtle beings, and communication with Animals. In this study the author analyzes how the target of communication from the perspective of the Hadith of the Prophet. The method in this study uses the library method (library research) which is a data collection technique by conducting a study of books, journals, and other literature that has a relationship with related issues. The results of this study indicate that the Prophet\u27s Hadith 1) Communicating with God, 2) Communicating with spirits, and 3) Communication with Animals, are relevant to several Western theories.
Abstrak
Komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat fundamental dalam kehidupan umat manusia. Manusia sebagai makhluk sosial pasti melakukan komunikasi dengan manusia lainnya. Sebab jika manusia tidak melakukan komunikasi maka manusia tersebut lambat laun akan terisolasi dari masyarakatnya, mudah depresi, dan akhirnya akan meninggal dunia. Begitu besarnya manfaat dan fungsi dari komunikasi maka orang-orang Barat banyak yang mengkaji dan melakukan penelitian tentang komunikasi, baik komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi publik maupun komunikasi organisasi. Akan tetapi kajian dan penelitian yang dilakukan dunia Barat hanya fokus membahas hubungan antarmanusia saja, dan sangat jarang sekali mereka meneliti tentang komunikasi dengan Tuhan, komunikasi dengan makhlus halus, dan komunikasi dengan Hewan. Dalam penelitian ini penulis menganalisis bagaimana sasaran komunikasi perspektif Hadis Nabi Saw. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pustaka (librery research) yakni teknik pengumpulan data dengan melakukan studi telaah pada buku, jurnal, serta literatur lain yang memiliki hubungan dengan masalah terkait. Hasil penelitian ini menujukan bahwa hadis Nabi 1) Berkomunikasi dengan Allah, 2) Berkomunikasi dengan makhluk halus, dan 3) Komunikasi dengan Hewan, relevan dengan beberapa teori dari Barat
Pengaruh Praktik Sholat Jenazah terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fikih Kelas pada XI di Pondok Pesantren Napabarbaran
This study aims to determine the effect of the practice of funeral prayer on student learning outcomes in the subject of Islamic religious education and character education in class XI at the Napabarbaran Islamic Boarding School. The population in this study were students of the Napabarbaran Islamic Boarding School class XI totaling 125 students from 4 classes, namely (XI-A, XI-B, XI-C, XI-D). The technique used in this sampling was by using a random technique, where the author took a sample of 20% of the total number of students in class XI. So the sample in this study was 25 students. The results showed that the correlation value of rxy = (4.968) and the value of Df = 25-2 = 23 obtained rtable at a significance level of 5% of (1.71387) and the multiple regression test (R Square) of 0.719 meaning that there is an effect of the practice of funeral prayer on the learning outcomes of class XI students of 71.9%, and the remaining 28.1% is influenced by other variables. This, rxy is greater than rtabel so that it can be concluded that there is an influence of the practice of funeral prayers on student learning outcomes in Islamic religious education subjects in class XI at the Napabarbaran Islamic Boarding School.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praktik sholat jenazah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti pada kelas XI di Pondok Pesantren Napabarbaran. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik Pondok Pesantren Napabarbaran kelas XI yang berjumlah 125 siswa dari 4 kelas yaitu (XI-A, XI-B, XI-C, XI-D). Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah dengan menggunakan teknik acak, dimana penulis mengambil sampel 20 % dari jumlah siswa seluruh kelas XI. Maka sampel pada penelitian ini 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi rxy = (4,968) dan nilai Df = 25-2= 23 diperoleh rtabel pada taraf signifikan 5% sebesar (1,71387) dan uji regresi berganda (R Square) sebesar 0,719 artinya terdapat pengaruh praktik sholat jenazah terhadap hasil belajar siswa kelas XI sebesar 71,9%, dan 28,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel lainnya. Dengan demikian rxy lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh praktik sholat jenazah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam pada kelas XI di Pondok Pesantren Napabarbaran.
 
Pengembangan Kecerdasan Majemuk pada Anak Usia Dini pada Sentra Sains di TK Islam Terpadu Nurul Ilmi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran sentra sains di Tk Islam Terpadu Nurul Ilmi. Penelitian Ini Merupakan Deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumenter. Aktivitas yang terlibat dalam analisis data adalah: pengumpulan data, kondensasi data, presentasi data dan penulisan kesimpulan. Kegagalan temuan penelitian diuji kembali dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik Triangulasi. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran pusat sains dimulai dengan penciptaan program semester dan pengembangan rencana implementasi pelajaran sehari-hari, (2) implementasi pembelajaran pusat Sains menggunakan kurikulum 2013 dan menggunakan metode seperti ceritanya, demonstrasi, pembelajaran berdasarkan tugas, diskusi, dan pembelajaran berbasis proyek, (3) evaluasi pembelajaran center sains dilakukan setiap hari menggunakan catatan anekdot dan daftar cek. Faktor pendukung termasuk kehadiran guru pusat yang lulus dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan gelar Sarjana, penyediaan media yang baik, dan ketersediaan fasilitas pusat sains. Sementara itu, faktor penghalang adalah waktu terbatas yang tersedia untuk menerapkan pembelajaran pusat sains
Dampak Aplikasi Game Online pada Kesehatan Mental Generasi “Sandwich”
Popularitas aplikasi game online saat ini semakin menjamur di kalangan generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak aplikasi game online yang berkaitan dengan kesehatan mental generasi muda di era digital. Pesatnya perkembangan industri game online, dan statistik pengguna mencerminkan dampak signifikan game tersebut terhadap populasi pemain muda. Meskipun game online menawarkan pengalaman positif dalam hal hiburan dan interaksi sosial, dampak negatifnya juga dapat diidentifikasi. Overdosis dapat menyebabkan kecanduan dan penyakit mental seperti gangguan tidur. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai dampak game online, baik dampak positif maupun dampak negatif dengan analisis hasil menunjukkan bahwa game online dapat meningkatkan keterampilan sosial dan strategis, namun penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan kesehatan mental. Oleh karena itu, upaya mengatasi dampak negatif perlu ditingkatkan, termasuk melalui kampanye kesadaran dan penetapan kebijakan yang mendukung pemanfaatan yang seimbang. Masyarakat, pemangku kepentingan, dan pemerintah perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental generasi muda di era digital
Analisis Kesulitan Siswa Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Fungsi Komposisi Kelas XI SMAN 3 Probolinggo
Jurnal ini membahas masalah yang dihadapi siswa saat menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan fungsi komposisi. 35 siswa dari kelas XI SMA Negeri 3 Probolinggo yang dipilih secara acak untuk menjadi subjek penelitian ini. Penelitian ini bersifat kualitatif, dan datanya terdiri dari informasi tentang tantangan yang dihadapi siswa. Selain itu, persentase digunakan untuk menunjukkan tingkat kesulitan berdasarkan jenis tantangan. Untuk mengumpulkan data, dilakukan wawancara dan tes uraian sebanyak enam soal untuk memverifikasi masalah dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga komponen matematika yang memengaruhi kesulitan siswa saat pengoprasian, pemahaman, konsep. Persentase kesulitan ini disaaat memahami konsep adalah 36%, yang tergolong rendah; kesulitan dalam memahami konsep soal tersebut adalah 37%, yang juga tergolong rendah; dan kesulitan dalam operasi adalah 27%, yang juga tergolong rendah. Terdapat dua jenis faktor yang memengaruhi kesulitan siswa. Yang pertama adalah faktor internal dari siswa itu sendiri, yang mencakup aspek intelektual, kesehatan, emosional, minat, dan konsentrasi belajar; yang kedua adalah faktor eksternal, yang mencakup metode pengajaran guru serta faktor sosial dan ekonomi dari orang tua
Mengembangkan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal dalam Kerangka Filsafat Pendidikan Islam
Pendidikan berbasis kearifan lokal (local wisdom) merupakan pendekatan penting dalam pendidikan yang dapat memperkuat identitas budaya bangsa serta membangun karakter peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menggali bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan dalam pendidikan berbasis filsafat pendidikan Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis teoretis, artikel ini membahas pentingnya kearifan lokal dalam konteks pendidikan Islam dan bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat memperkaya proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pendidikan dapat memperkuat karakter, meningkatkan kecerdasan sosial, serta mengembangkan identitas budaya siswa, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan dalam Islam yang menekankan pada keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan spiritualitas
Revitalisasi Pengembangan Moderasi Beragama Serta Urgensinya dalam Meningkatkan Minat Beragama di Kelurahan Sayur Matinggi, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas
Revitalization is an effort made to regrow something that has been extinguished or dim that previously existed. While religious moderation is about how to view, behave, and practice religious teachings properly without coercion, intimidation, and violence. The era that continues to experience development and progress in various aspects coupled with increasingly sophisticated technological advances, makes all related information more easily accessible anywhere and anytime, consciously or not, gradually creating a shift in values ​​towards the culture and traditions of the nation, especially religious people. The country of Indonesia, which is known as a country with diverse cultures, customs, ethnicities, races and languages, has a good image in the eyes of the world, which is related to manners and manners. This is all delivered by the understanding of the people who are able to be moderate in carrying out social and religious life. This research is presented to provide information regarding the importance of revitalizing religious moderation in people\u27s lives where later this can lead to increased public interest in religion, especially in Sayur Matinggi Village, Batang Onang District, Padang Lawas Regency. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, where the research data is obtained from observations, interviews and also documentation. While the data that has been obtained is analyzed by reducing, presenting the data and then drawing conclusion
Moderasi Beragama Antara Komunitas Muhammadiyah dan Komunitas Islamiyah dalam Mewujudkan Nilai Keislaman di Desa Sialagundi
Moderation is an adjective derived from the word moderation, which means excess, middle or medium. This moderation can be interpreted not to homogenize religion, but to respond to religion with wisdom. The purpose of this paper is to discuss how the condition of the community in Sialagundi Village who coexist with different understandings in the teachings of the Islamic religion, but can realize each other\u27s Islamic values in the midst of these differences in understanding. The method used in this study is literature research. It is concluded that religious moderation is actually the key to creating tolerance and harmony, both at the local, national, level, whereas in real-life real-life reality, human beings cannot avoid themselves from opposite matters. And it requires an attitude of religious moderation in the form of a tolerant attitude, and respect for dissent in religion. The people of Sialagundi Village who have two understandings between Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU) or what is often called Islamiyah by the local population. The two established a harmonious relationship through positive social interaction, by jointly trying to maintain Islamic values, ethics and sharia in each of their activities. Although different, these two communities live in harmony side by side while spreading Islamic values without coercion and excessive action