Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
    1509 research outputs found

    Penerapan Metode Ummi dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Al-Qur’an bagi Anak Berkebutuhan Khusus di TK Muslimat NU VI Dasuk Pademau Pemekasan

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada tiga hal yaitu: Bagaimana penerapan metode ummi dalam meningkatkan keterampilan membaca al-Qur’an bagi anak berkebutuhan khusus kedua, Bagaimana hasil penerapan metode ummi dalam meningkatkan keterampilan membaca al-Qur’an bagi anak berkebutuhan khusus, ketiga Apa saja factor penghambat dan pendukung penerapan metode ummi dalam meningkatkan keterampilan membaca al-Qur’an bagi anak berkebutuhan khusus. Peneliti menggunakan metode dengan pendekatan kualitatif, Adapun jenis penelitiannya menggunakan jenis penelitian deskriptif, serta pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap sumber terkaipenerapan dalam pelaksanaan. Kedua, Tehnik- tehnik pelaksanan penerapan metode Ummi di di TK Muslimat NU VI Desuk Pamekasan berupa tehnik individu dan kelompok. Tehnik pelakasanaan berupa kunjungan kelas, pertemuan individu dan observasi dokumen sedangkan tehnik kelompok berupa kunjungan sekolah, rapat evaluasi dan demonstrasi mengajar. Ketiga, Factor pendukung dari penerapan metode Ummi di TK Muslimat NU VI Desuk Pamekasan adalah dukungan dari kepala sekolah dan orang tua yang mendorong supervisor untuk terus melakukan supervisi, keaktifan pengelola dan kesejahteraan guru serta fasilitas yang memadai. Factor penghambatnya adalah kurangnya waktu adalah minimnya pengajar yang tidak sebanding dengan banyakya kelompok yang ada. Factor pendukung pelaksanaan di TK Muslimat NU VI adalah kerjasama antar rekan mengajar yang kompak. Sedangkan factor penghambatnya adalah guru-guru yang sulit untuk dikasih pemahaman, kurangnya tenaga pengajar dan juga kurangnya fasilitas yang memadai

    Peran Majlis Taklim dalam Membentuk Karakter Islami melalui Sirah Nabawi

    No full text
    Implementasi dari kajian sirah nabawi memiliki manafaat yang cukup signifikan, hal ini dilandasi dengan karakter yang kuat dari sosok yang menjadi topik pembahasan yaitu Muhammad, dengan adanya upaya pembinaan dengan metode yang diaklimatisasi dengan karakter remaja saat ini secara kontinyu, menjadikan kajian sirah nabawi dapat diterima dan diaktualisasi dengan baik, namun hal ini perlu menjadi perhatian seluruh kalang untuk dapat meminimalisir problematika yang ada saat ini. Metode penelitian berupa pendekatan kualitatif diskriptif dengan menganalisis informasi, data dan  mendeskripsikan suatu gejala yang terjadi di Majelis Taklim Shoutus Sabab hasilnya membuktikan bahwa dengan menggunakan pendekatan kajian sirah nabawi secara kolaboratif, interaktif, holistik, dan historis disertai dengan upaya pendekatan batiniyah dapat lebih diterima secara maksimal oleh Kalangan remaja, adanya kajian ini sebagai salah satu upaya problem solving dalam mengatasi problematika karakter remaja saat ini

    Inovasi Pendidikan Islam melalui Peningkatan Profesionalitas Guru Agama Islam

    No full text
    Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Kemampuan seorang guru dalam menghadapi era pendidikan 4.0 dengan kemajuan Iptek yang semakin pesat harus selalu diasah. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana penerapan dan urgensi dari Inovasi Pendidikan Islam Melalui Peningkatan Profesionalitas Guru Agama Islam. Penelitian ini menggunakan teknik studi literatur dari berbagai penelitian yang sudah ada yang mana peneliti menjabarkan mengenaiinovasi pendidikan islam melalui peningkatan profesionalitas guru agama Islam. Studi literatur merupakan kegiatan untuk mencari sebagian teori dari beberapa referensi yang relevan dengan topik pembahasan atau masalah yang sudah penulis temukan. Kesimpulan dari artikel ini adalah: (1) Professional secara istilah dapat diartikan sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan atau dididik untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dan mereka mendapat imbalan atau hasil berupa upah atau uang karena melaksanakan pekerjaan tersebut.  (2) Kompetensi profesional guru sangat dibutuhkan sebagai upaya proses pembelajaran yang lebih baik, sehingga peserta didik akan termotivasi untuk belajar dan berprestasi. Karena guru yang profesional akan mampu melaksanakan strategi pembelajaran dan menyajikan materi dengan baik dan menyenangkan dan tidak hanya berorentasi kepada ketuntasan belajar saja tetapi proses tumbuh kembang potensi peserta didik yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. (3) Inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta diusahakan untuk meningkatkan kemampuan profesional tenaga pendidik (kepala sekolah dan guru) dan untuk memecahkan masalah tenaga kependidikan yang belum dapat diatasi dengan cara-cara yang konvensional. Untuk lebih mendekatkan pemahaman kita terhadap inovasi pendidikan tenaga pendidik (upaya profesionalisasi), Maka dalam konteks profesionalisasi, istilah profesi dapat dijelaskan dengan tiga pendekatan (approach), yaitu pendekatan karakteristik, pendekatan institusional, dan pendekatan legalistik. Abstract  Teachers are educators, who become figures, role models and identification for students and their environment. A teacher\u27s ability to face the era of education 4.0 with increasingly rapid advances in science and technology must always be honed. This article aims to see the implementation and urgency of Islamic Education Innovation through Increasing the Professionalism of Islamic Teachers. This research uses literature study techniques from various existing studies in which researchers describe innovations in Islamic education through increasing the professionalism of Islamic religious teachers. Literature study is an activity to search for some theories from several references that are relevant to the topic of discussion or problem that the author has found. The conclusions of this article are: (1) . Professional in terms can be interpreted as work carried out by those who are specifically prepared or educated to carry out the work and they receive rewards or results in the form of wages or money for carrying out the work. (2) Teacher professional competence is really needed as an effort to improve the learning process, so that students will be motivated to learn and achieve. Because professional teachers will be able to implement learning strategies and present material well and in a fun way and not only oriented towards learning completeness but also the process of potential growth and development of students which includes cognitive, affective and psychomotor aspects. (3) Educational innovation is a change that is new and qualitative in nature, different from what existed before and is sought to improve the professional abilities of teaching staff (school principals and teachers) and to solve problems of educational staff that cannot be resolved using conventional methods. . To bring our understanding closer to the educational innovation of teaching staff (professionalization efforts), in the context of professionalization, the term profession can be explained using three approaches, namely the characteristic approach, the institutional approach, and the legalistic approach

    Pengaruh Organisasi dalam Meningkatkan Motivasi Belajar

    No full text
    Organisasi adalah tempat dimana penalaran, keilmuan, minat, kesatuan organisasi, dan kegemaran dapat berkembang. Sedangkan motivasi adalah daya penggerak kekuatan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu, memberikan arah dalam mencapai tujuan, baik didorong atau dirangsang dari sumber dalam maupun luar. Organisasi memberikan pengaruh yang positif dalam meningkatkan minat belajar, dikarenakan dalam berorganisai seseorang dapat  mendapatkan pengalaman - pengalaman yang meningkatkan minat belajar, serta dapet mendapatkan relasi yang baik, dan membentuk minat dan bakat yg ada dalam diri. Organisasi  juga merupakan salah satu kegiatan positif yang membentuk kesiapan dan kedisiplinan  untuk terjun ke dunia kerja. Jurnal ini menggunkan metode penelitian kualitatif dalam pengerjaannya. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan deskritif kualitatif dengan subjek penelitian adalah para pelajar, dan menggunakan metode studi kepustakaan (library Reseach) dimana metode ini dilakukan dengan menelaah buku, jurnal, dan beberapa skripsi sebagai sumber rujukan dalam artikel ini. Selain itu Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui bahwa organisasi dapat memperngaruhi motivasi belajar seseorang sehingga dapat meningkatkan hasil atau prestasi belajarnya

    The Strategy for Mubaligh Cadre Development by LDII at Nurul Hakim Kaliawen Islamic Boarding School in Kediri [Strategi Kaderisasi Mubaligh LDII di Pondok Pesantren Nurul Hakim Kaliawen Kediri]

    No full text
    The Nurul Hakim Kaliawen Islamic Boarding School focuses on training LDII preachers to become professional and religious preachers. This study explores these training strategies, emphasizing how the institution equips students with religious knowledge, noble character, and independence. Using a qualitative approach and descriptive analysis, data was collected through interviews, observations, and document studies, and analyzed using the Miles and Huberman method. The results show that Nurul Hakim Kaliawen implements the manqul-musnad-muttasil method in teaching the Qur\u27an and Hadith, instills the application of 29 noble characters, and promotes the development of independence. Regular evaluations are conducted to assess students\u27 progress. In conclusion, the implemented training strategies have proven effective in shaping quality preachers and contributing to the development of students\u27 competencies, while also providing additional insights into the effectiveness of training strategies in the context of LDII preaching. Abstrak Pondok Pesantren Nurul Hakim Kaliawen memfokuskan diri pada kaderisasi mubaligh LDII untuk membentuk mubaligh yang profesional dan religius. Penelitian ini mengeksplorasi strategi kaderisasi tersebut dengan menekankan cara lembaga ini membekali santri dengan pengetahuan agama, akhlakul karimah, dan kemandirian. Menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis dengan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ponpes Nurul Hakim Kaliawen menerapkan metode manqul-musnad-muttasil dalam pembelajaran Al-Qur\u27an dan Hadits, serta membiasakan penerapan 29 karakter luhur dan pengembangan kemandirian. Evaluasi berkala dilakukan untuk menilai kemajuan santri. Kesimpulannya, strategi kaderisasi yang diterapkan terbukti efektif dalam membentuk mubaligh berkualitas dan berkontribusi pada pengembangan kompetensi santri, serta memberikan wawasan tambahan tentang efektivitas strategi kaderisasi dalam konteks dakwah LDII

    Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD

    No full text
    Memasuki era revolusi industri yang keempat. Era 4.0 merupakan sebuah era yang menganggap teknologi  sebagai kebutuhan dasar kehidupan manusia. Teknologi dalam pendidikan menjadi sebuah kebutuhan yang tak terelakkan. Perkembangan teknologi yang begitu canggih saat ini membutuhkan kemampuan untuk mengelola media dan teknologi tersebut dengan baik dalam pembelajaran PAI. Pemanfaatan media dan teknologi dalam pembelajaran PAI dapat membantu seorang guru dalam penyampaian pengetahuan, penanaman nilai, dan penguasaan ketrampilan. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Nurul Izzah dalam pemanfaatan teknologi sudah melaksanakan dengan baik upaya yang di lakukan guru PAI dalam pemanfaatan teknologi di SDIT Nurul izzah mendapat banyak manfaat seperti siswa dan guru melakukan kegiatan pembelajaran dengan lebih menarik dan efisien. materi yang diajarkan lebih mudah dipahami, pembelajaran lebih menarik dan efektif

    Studi Kasus Gaya Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional Kepala Sekolah di Yogyakarta

    No full text
    Kepemimpinan memainkan peran penting dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah. Penelitian ini berfokus pada perbandingan gaya kepemimpinan transaksional dan transformasional di kalangan kepala sekolah di Yogyakarta. Menggunakan pendekatan survei kuantitatif dengan skala Likert, data dikumpulkan dari 32 guru di berbagai sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional lebih dominan dan dihargai oleh guru, terutama dalam memotivasi dan menginspirasi mereka untuk bekerja melebihi ekspektasi. Sementara itu, kepemimpinan transaksional masih relevan dalam memastikan kepatuhan terhadap prosedur dan pencapaian target jangka pendek, khususnya di kalangan ASN dan di wilayah seperti Kulon Progo. Analisis korelasi antar dimensi kepemimpinan menunjukkan hubungan kuat antara imbalan kontingen dan sanksi ketika target tidak tercapai, serta antara pengawasan aktif dan koreksi kesalahan secara langsung. Temuan ini menunjukkan efektivitas kepemimpinan transformasional dalam mendorong kolaborasi dan inovasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kedua gaya kepemimpinan untuk memenuhi kebutuhan beragam guru dan memastikan tercapainya tujuan pendidikan yang berkelanjutan

    Analisis Urgensi Penggunaan Media dan Bahan Ajar Berbasis Teknologi dalam Keberhasilan Kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah (MI)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penggunaan media dan bahan ajar berbasis teknologi dalam mendukung keberhasilan kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Seiring dengan galaknya penggunaan teknologi diberbagai lini kehidupan, pendidikan juga dituntut untuk memanfaatkan teknologi pada bidang pendidikan. Salah satunya ialah melalui penggunaan media dan bahan ajar yang dapat menjadi solusi dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan dunia modern dimasa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan melalui analisis urgensi, efektifitas dan kebutuhan terhadap media dan bahan ajar berbasis teknologi menunjukkan bahwa penggunaan media dan bahan ajar berbasis teknologi sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan kurikulum di MI. Penggunaan media dan bahan ajar berbasis teknologi dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperdalam pemahaman konsep, berpikir kritis dan meningkatkan hasil prestasi akademik. Namun terdapat berbagai tantangan dan kendala dalam penggunaan media dan bahan ajar berbasis teknologi ini yang harus dihadapi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk mengatasi kendala-kendala tersebut agar implementasi teknologi dalam pendidikan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita bersama

    Tantangan dan Peluang: Transformasi Penyiaran Tradisional ke Media Sosial

    No full text
    This research aims to uncover the problem of the transformation of traditional broadcasting to social media which includes the occurrence of two major contradictory things; namely the challenges that traditional broadcasting institutions may face in welcoming the presence of social media as well as the great opportunities that traditional broadcasting institutions will get due to the presence of social media. This type of research is qualitative research, where data collection is carried out through interviews with several informants and direct observations in the field, then the data is collected, then processed and analyzed using the inductive method, namely drawing conclusions from the specific to the general. Based on the research conducted, the results showed that Salam TV as a research site considers that the phenomenon of the presence of social media can be both a challenge and an opportunity; The challenge faced is that some of Salam TV\u27s viewers have turned to social media with all the convenience it offers, whereas they think that traditional broadcasting is no longer relevant in their lives. However, there is an opportunity for Salam TV in this case which they have successfully exploited, namely that the presence of social media stimulates Salam TV to also be present on social media, namely by reposting its superior programs via social media platforms. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap problem transformasi penyiaran tradisional menuju media sosial yang mencakup terjadinya 2 hal besar yang bertolak belakang; yaitu tantangan yang mungkin akan dihadapi oleh lembaga penyiaran tradisional menyambut kehadiran media sosial serta peluang besar yang didapatkan oleh lembaga penyiaran tradisional akibat kehadiran media sosial.. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang pengumpulan datanya dilakukan melalui metode wawancara terhadap beberapa informan serta pengamatan (observasi) langsung di lapangan, kemudian data dikumpulkan, lalu diolah, dan dianalisa dengan menggunakan metode induktif yaitu menarik suatu kesimpulan dari yang khusus kepada yang umum. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Salam TV sebagai tempat penelitian memandang bahwa fenomena hadirnya media sosial bisa menjadi tantangan sekaligus menjadi peluang; sisi tantangan yang dihadapi adalah bahwa sebagian penonton Salam TV beralih menuju ke media sosial dengan segala bentuk kenyamanan yang ditawarkan, sebaliknya mereka menganggap bahwa penyiaran tradisional sudah tidak relevan dalam kehidupan mereka. Akan tetapi terdapat peluang untuk Salam TV dalam hal ini yang berhasil mereka manfaatkan, yaitu bahwa kehadiran media sosial menstimuli Salam TV untuk hadir juga di media sosial, yaitu dengan cara memposting ulang program-program unggulannya melalui plarform media sosial

    Pengaruh Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Kelas 5 MI Al-Abror di Mojokerto

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatan hasil belajar Bahasa Inggris peserta didik dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) peserta didik kelas V. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif analitis. Peklaksanaan penelitian di Kelas V MI Al-Abror yang kemampuan peserta didiknya dalam pemahaman materi mata pelajaran Bahasa Inggris cukup rendah. Model pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar, dan Model analisis datanya adalah deskriptif untuk data kuantitatif. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu; Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, Refleksi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: untuk data awal rata-rata 59,50, data siklus I terjadi peningkatan yaitu 68,00, dan rata-rata pada siklus II meningkat menjadi 76,50. Ketuntasan belajar pada data awal 23,33 %, Ketuntasan belajar pada siklus I adalah 66,67%, dan ketuntasan belajar pada silus II mencapai 100%. Jadi, pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Learning tipe STAD pada peserta didik kelas V MI Al Abror semester 1 tahun pelajaran 2023/2024, dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris. Abstract The aim of this research is to improve students\u27 English learning outcomes by implementing the STAD (Student Team Achievement Divisions) Cooperative Learning Model for class V students. This research is a descriptive analytical research type. The research was carried out in Class V MI Al-Abror where the students\u27 ability to understand English subject material was quite low. The data collection model used is a learning outcomes test, and the data analysis model is descriptive for quantitative data. The research procedure used is classroom action research using two cycles where each cycle consists of 4 stages, namely; Planning, Implementation, Observation, and Reflection. The results obtained from this research can be described as follows: for initial data the average was 59.50, for cycle I data there was an increase of 68.00, and the average in cycle II increased to 76.50. Learning completeness in the initial data was 23.33%, learning completeness in cycle I was 66.67%, and learning completeness in cycle II reached 100%. So, implementing English language learning by implementing the STAD type Cooperative Learning Model for students in class V MI Al Abror semester 1 of the 2023/2024 academic year, can improve English learning outcomes

    0

    full texts

    1,509

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇