Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Waktu Luang Santriwati di Pondok Pesantren melalui Kegiatan Muhadharah
Waktu luang merupakan ruang penting yang harus dikelola secara bijak dan produktif, terlebih dalam perspektif pendidikan Islam yang menempatkannya sebagai anugerah sekaligus amanah yang menuntut pertanggungjawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi optimalisasi waktu luang santriwati melalui kegiatan muhadharah di Pondok Pesantren Masjid Jajar Surakarta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan musyrifah, santriwati, dan pembina asrama, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muhadharah berfungsi sebagai media efektif dalam memanfaatkan waktu luang secara bermakna, melalui kegiatan yang mendorong pengembangan keterampilan berbahasa Arab, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta pembentukan karakter. Setiap tahapan kegiatan dirancang untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran akan pentingnya waktu. Evaluasi yang dilakukan oleh ustadzah dan musyrifah turut memperkuat proses pendidikan karakter dan pengembangan kompetensi santriwati. Dengan demikian, optimalisasi waktu luang melalui muhadharah tidak hanya mendukung pengembangan diri santriwati, tetapi juga menjadi implementasi nyata dari prinsip manajemen waktu dalam Islam yang berorientasi pada pembentukan pribadi Muslim yang disiplin, produktif, dan tidak termasuk golongan yang merugi.
Abstract
Leisure time constitutes a crucial domain that must be managed wisely and productively, particularly within the framework of Islamic education, which regards it as both a blessing and a trust requiring accountability. This study aims to describe strategies for optimizing the leisure time of female students through muhadharah activities at Pondok Pesantren Masjid Jajar Surakarta. Employing a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews with the musyrifah, students, and dormitory supervisors, as well as documentation. The findings indicate that muhadharah serves as an effective medium for utilizing leisure time meaningfully, through activities that promote the development of Arabic language skills, communication abilities, creativity, and character formation. Each stage of the activity is designed to instill values of discipline, responsibility, and awareness of the importance of time. Evaluations conducted by the ustadzah and musyrifah further reinforce character education and the enhancement of students’ competencies. Thus, optimizing leisure time through muhadharah not only supports the personal development of female students but also represents a practical implementation of time management principles in Islam, aimed at cultivating disciplined, productive Muslims who do not belong to the group of those who incur loss
PENGARUH PENERAPAN KARTU HURUF HIJAIYAH BERWARNA TERHADAP KEMAMPUAN PRA MEMBACA AL-QUR’AN PADA ANAK USAI 3-4 TAHUN DI KB INSAN CENDIKIA DRIYOREJO GRESIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan kartu huruf hijaiyah berwarna terhadap kemampuan pra membaca huruf Al-Qur’an pada anak usia 3-4 tahun di KB Insan Cendikia Driyorejo Gresik . Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Pendekatan peneliti yang digunakan adalah metode eksperimen kuantitatif. Jenis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah one-Group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelompok Bermain (KB) dengan jumlah sepuluh anak. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata yang didapat anak sebelum pembelajaran menggunakan media kartu huruf Hijaiyah berwarna adalah 2,8000 dan nilai sesudah pembelajaran dengan penerapan media kartu huruf Hijaiyah berwarna mendapatkan sebesar 3,7000. Hasil uji paired sample t test didapatkan value 0,001 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hipotesis yang menyatakan bahwa ada perbedaan kemampuan pra membaca Al-Qur’an anak antara sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran menggunakan media kartu huruf hijaiyah berwarna. Mengajar dengan menggunakan media katu huruf hijaiyah berwarna dapat meningkatkan kemampuan anak untuk pra membaca Al-Qur’an, menuntaskan tujuan pembelajaran dan menjadikan aktifitas berpikir lebih tinggi bagi siswa. Simpulan, ada pengaruh yang signifikan secara statistik penerapan kartu huruf hijaiyah berwarna terhadap kemampuan pra membaca huruf Al-Qur’an pada anak usia 3-4 tahun di KB Insan Cendikia Driyorejo Gresik
PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KB AL FAQIH KEDUNGBANTENG
Penelitian ini berfokus pada implementasi project penguatan profil pelajar Pancasila pada anak usia 3 - 4 tahun di KB Al Faqih Kedung Banteng. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan project penguatan profil belajar Pancasila di KB Al Fatih kedungbanteng. Berdasarkan hasil penelitian penerapan cek penguatan profil pelajar Pancasila di KB al-faqih kedungbanteng mengambil tema besar yaitu kado untuk ibu dan indahnya sekolahku. Penelitian ini menggunakan desain penelitian diskriptif Kualitatif dengan subyek penelitian siswa dan Guru KB Al Faqih Kedung Banteng Malang. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dperoleh kemudian dianalisis melalui tehnik analisis data Triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran proses penguatan profil pelajar Pancasila pada tema indahnya sekolahku dan kado untuk ibu memiliki 7 tahapan perencanaan yaitu: diskusi guru ,pengambilan tema project, pengambilan alur pembelajaran project, pembuatan modul ajar project, perwujudan kegiatan project, pengadaan sarana prasarana, dan melibatkan orang tua. Pelaksanaan kegiatan project penguatan profil pelajar Pancasila tema indahnya sekolahku dan kado untuk ibu di KB Al Faqih kedung banteng memiliki tiga tahapan; tahapan permulaan, tahapan pengembangan, dan tahapan tindak lanjut
Penerapan Pendekatan Kontekstual Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah
Islamic education is an effort to improve the quality of individuals so that they remain consistent in practicing the teachings as Muslims. Currently, Islamic education is still far from the desired expectations, especially in terms of moral decline. This decline in morals has become a major problem that negatively impacts the values of Islamic education sources. Therefore, steps need to be taken to reduce these issues so that the values of Islamic education can provide mutual benefits. The contextual approach is presented as an effort to connect and strengthen the quality of Islamic education values. The research method used is a descriptive qualitative approach with a sample of students from Madrasah Ibtidaiyah data collection techniques were carried out through interviews and observations.
Data analysis in this study includes data reduction, data presentation, and verification. Based on the discussion in this article, it can be concluded that the application of a contextual approach in Islamic education has a significant impact on students. This is due to the ability of contextual learning, which helps students connect the subject matter with its application in everyday life. A teacher needs to provide good education to students so that they can apply the values of monotheism and morality within themselves. Therefore, the ways to implement Islamic educational values with a contextual approach are by creating meaningful relationships, carrying out beneficial activities, organizing independent learning activities, collaborating, and guiding students to develop critical and creative thinking attitudes. Context:  
Kendala dan Solusi dalam Pengajaran Pendidikan Islam di Sekolah Dasar Negeri
Pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar Negeri memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral peserta didik sejak usia dini. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek internal maupun eksternal sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang umum terjadi dalam proses pembelajaran PAI serta menawarkan solusi praktis yang dapat diterapkan oleh guru, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dari berbagai literatur ilmiah, baik berupa jurnal maupun buku. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kendala utama terletak pada keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya sarana dan prasarana, rendahnya kompetensi pedagogik guru, serta minimnya dukungan lingkungan keluarga. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan strategi inovatif dalam metode pengajaran, peningkatan kompetensi guru, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penguatan kebijakan pendidikan agama juga menjadi faktor penunjang dalam mewujudkan pembelajaran PAI yang efektif dan bermakna di Sekolah Dasar Negeri
Kuliner Melayu di Sumatera Selatan
Cuisine is an essential aspect of cultural heritage, carrying historical value and serving as a marker of local identity. Palembang is widely recognized for its distinctive culinary tradition, particularly pempek, which is not only a wellknown dish but also a symbol embedded in the cultural practices of its people. This article examines the role of cuisine in shaping cultural identity, social differentiation, and economic sustainability, with a specific focus on pempek. Employing a qualitative descriptive approach and literature analysis, this study explores how pempek has evolved from an exclusive royal dish to a widely consumed culinary staple, transcending social and economic classes. Additionally, this research highlights the ritualistic aspects of pempek consumption, its symbolic meanings, and its contribution to the construction of Palembang’s cultural identity. The findings indicate that pempek functions as both a culinary artifact and a cultural marker, reinforcing social identity within the broader discourse of tourism and Indonesia’s culinary diversity. Moreover, the economic impact of pempek is evident in its role within home-based industries and micro-enterprises that sustain local livelihoods. The preservation of traditional cuisine, therefore, is not merely an act of cultural conservation but also a strategic effort to promote regional tourism and economic resilience.
Abstrak
Kuliner merupakan bagian dari warisan budaya yamg memiliki nilai historis dan identitas lokal. Kota Palembang dikenal dengan kuliner khasnya, salah satunya adalah pempek, yang tidak hanya menjadi ikon Kuliner tetapi juga memiliki makna simbolik dalam tradisi Masyarakat Palembang. Artikel ini membahas peran kuliner sebagai Identitas budaya, diferensiasi soasial, serta dampak ekonominya, dengan fokus pada pempek Palembang. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis literatur, penelitian ini mengungkap bagaimana pempek berkembang dari makanan istana menjadi hidangan rakyat yang dapat dinikmati semua kalangan. Selain itu, penelitian ini menyoroti keunikan dalam penyajian dan komsumsi pempek, serta peranannya dalam membangun identitas kuliner Palembang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pempek bukan sekedar makanan, tetapi juga simbol budaya yang memperkuat identitas Masyarakat Palembang dalam konteks pariwisata dan keberagaman Indonesia. Lebih lanjut, pempek berkontribusi terhadap perekonomian lokal melalui industri rumahan dan isaha mikro yang menompang mata pencarian banyak Masyarakat. Oleh karena itu, pelestarian kuliner tradisional seperti pempek menjadi penting untuk mempertahan kan identitas budaya serta meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah
Formulasi Pendidikan Multikultural Transformatif dalam Bingkai Filsafat Rekonstruksi Sosial
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan peta konflik identitas di Indonesia, konsep dasar pendidikan multikultural, pendidikan multikultural menurut Islam, dan formulasi pendidikan multikultural transformatif dalam bingkai filsafat rekonstruksi sosial meliputi landasan filosofis, psikologis, dan pedagogis, dalam rangka menghasilkan model desain pendidikan multikultural yang cocok untuk Indonesia. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), dengan metode deskriptif-analitik.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Faktor penyebab konflik berbasis identitas di Indonesia, selain karena dipicu oleh kelompok-kelompok kecil yang mengambil keuntungan dari pertikaian antarwarga, juga karena jaminan kesetaraan dan kesatuan antaranggota masyarakat dalam dasar filsafat dan konstitusi negara, belum secara otomatis dapat menekan potensi konflik dalam masyarakat Indonesia, atau menciptakan masyarakat multikultural yang demokratis, adil, dan inklusif; (2) Pendidikan multikultural menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia baru. Ia menempati tempat yang sangat sentral untuk membangun masyarakat demokratis. Model pendidikan multikultural di Indonesia harus berdasar Pancasila yang telah disepakati para pendiri bangsa sebagai jaminan NKRI. Model pendidikan multikultural di Indonesia harus didasarkan pada kondisi perkembangan sosial politik, ekonomi dan budaya Indonesia, bukan hasil adopsi pendidikan multikultural bangsa lain; (3) Praktik multikulturalisme dalam Islam dapat dilihat secara legal-formal dalam suatu dokumen yang dikenal dengan "Piagam Madinah". Perjanjian dalam dokumen tersebut merupakan “Kesepakatan Tripartit” antara Muhajirin atau imigran Mekkah, Anshor atau penganut Islam Madinah, dan orang-orang Yahudi. Pandangan Islam tentang keragaman diletakkan sebagai pandangan moral atas dua tataran, yakni: Pertama, Penghargaan atas akal budi. Al-Quran menegaskan betapa pentingnya akal budi bagi manusia. Menjadi seorang Muslim adalah persoalan pilihan hidup dan pengambilan tanggung jawab, "tidak ada paksaan dalam agama”. Demikian juga untuk menjadi manusia yang baik atau buruk terletak pada kehendak akal budi; Kedua, penerimaan sosial nilai-nilai Islam sejalan dengan pemahaman dari beragam individu dan komunitas; dialektika sosial menjadikan nilai etik Islam berkembang dan diterapkan oleh masyarakat. (4) Pendidikan Multikultural Transformatif merupakan pendidikan yang diperlukan bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan masyarakat multikultural saat ini dan masa datang. Pendidikan multikultural merupakan keharusan yang mutlak ada dalam konteks sosial politik dan ekonomi bangsa Indonesia saat ini baik dalam tataran nasional maupun global. Pendidikan Multikultural Transformatif dikembangkan dari tiga konsepsi dasar yaitu konsepsi diri, konsepsi budaya, dan konsepsi bernegara yang semuanya berakar pada Dasar Filsafat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsepsi ini dikembangkan lagi menjadi nilai inti (core values) yang menjadi patokan pengembangan tujuan, kompetensi, proses, materi, dan evaluasi dalam pendidikan multikultural. Nilai-nilai inti tersebut adalah: “Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, tanggung jawab terhadap negara kesatuan, penghargaan dan penerimaan terhadap keragaman budaya, menjunjung tinggi supremasi hukum, dan menghormati martabat manusia dan hak azasi manusi
Strategi Kepala Madrasah dalam Membentuk Karakter Disiplin Peserta Didik di Madrasah Aliyah Al-Khair Ambung Masbagik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Kepala Madrasah Dalam Membentuk Karakter Disiplin Peserta Didik di Madrasah Aliyah Al-khair Ambung Masbagik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat aspek utama dalam strategi yang diterapkan : perencanaan, pendekatan, dan pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam implementasi strategi terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung berupa peran aktif guru, kepedulian orangtua, dan sarana prasarana yang mendukung. Sedangkan faktor penghambatnya berupa kesadaran siswa yang rendah, pengaruh pertemanan, dan pengaruh gadget
Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
This research, entitled “Semiotic Analysis of Roland Barthes in the Novel Laut Bercerita” by Leila S. Chudori, aims to identify signs in the novel and analyze their denotative, connotative, and mythical meanings based on Roland Barthes’s theory. The research method used was descriptive qualitative, using literature review techniques through intensive reading and recording quotations containing symbols. The results show that the novel Laut Bercerita contains signs that represent various aspects of socio-political life, such as betrayal, the struggles of the younger generation, education, gender, death, nature, and political repression. At the denotative level, the signs convey literal meaning; at the connotative level, they convey symbolic meaning related to emotional and social experiences. While at the mythical level, these signs form broader ideologies, such as the myth of the fragility of loyalty, the struggle of the younger generation as agents of change, a critique of patriarchy, sacrifice as a spirit of struggle, and the legitimacy of power through imprisonment. This study concludes that the novel Laut Bercerita is not only a literary work with aesthetic value, but also a medium for social and ideological criticism that revives the collective memory of the Indonesian nation
Partisipasi Masyarakat Terhadap Pelayanan Pengelolaan Sampah di Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur NTB
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat Desa Jerowaru dalam pengelolaan sampah yang dilihat dari persepsi masyarakat Desa Jerowaru terhadap pengelolaan sampah. Selain itu, Peneliti ingin mengetahui motivasi masyarakat dalam ikut serta terhadap kegiatan Pengelolaan Sampah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dimana Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan, pencermatan di lapangan dan wawancara dengan masyarakat Desa Jerowaru. Data sekunder merupakan informasi yang telah tersedia di lapangan berupa: jumlah penduduk, denah wilayah Desa Jerowaru, sistem pengelolaan sampah Desa Jerowaru dan kliping perkembangan program pengelolaan sampah Didesa. Di samping itu, Materi atau obyek yang diteliti adalah partisipasi masyarakat, dalam hal ini antara lain: prasarana pengelolaan sampah di Desa Jerowaru, masyarakat Didesa Jerowaru dan kegiatan pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat Desa Jerowaru dalam pengelolaan sampah adalah fasilitasi, yaitu suatu bentuk partisipasi masyarakat yang disengaja, yang dirancang dan didorong sebagai proses belajar dan berbuat oleh masyarakat untuk menyelesaikan suatu kegiatan bersama-sama. Persepsi positif masyarakat Desa Jerowaru terhadap kegiatan pengelolaan sampah terlihat dari tumbuhnya kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mengelola sampah. Motivasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi, antara lain: motivasi dari diri sendiri untuk mendapatkan ilmu dan wawasan, alasan ekonomi, faktor kebersihan lingkungan, keterbatasan lahan dan pelestarian lingkungan