Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
    1509 research outputs found

    MENUMBUHKAN PERCAYA DIRI ANAK USIA DINI (USIA 4-6 TAHUN) MELALUI EKSTRAKURIKULER TAPAK SUCI DI TK AISYIYAH 2 NGAWI

    No full text
    Percaya diri  merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh seseorang yaitu rasa percaya dan yakin terhadap kemampuan di dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana menumbuhkan percaya diri anak usia dini (usia 4-6 tahun)   melalui ekstrakurikuler tapak suci di TK Aisyiyah 2 Ngawi, percaya diri yang dimaksud adalah percaya diri untuk tampil didepan umum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di TK Aisyiyah 2 Ngawi, Strategi yang digunakan pelatih ekstrakurikuler tapak suci dalam membantu menumbuhkan  percaya diri anak usia dini yaitu dengan pemberian materi baik spiritual dan jasmani. Rangkaian kegiatan tapak suci terbagi menjadi tiga yaitu  pembukaan, pemberian materi dan penutup. Materi ini, mengharuskan siswa berani maju dihadapan pelatih dan siswa yang lain. Hal ini dapat menumbuhkan keberanian anak . Melalui rasa percaya diri siswa dapat pentas dihadapan orang banyak seperti pada acara Gebyar Aisyiyah Smart dalam memperigati isro’ mi’roj di Alun-alun Merdeka Ngaw

    Nuansa Pedagogis Risalah Rasulullah Saw: Kajian Analitis atas QS. Ali Imran/3: 164

    No full text
    Konsep pendidikan yang ideal merupakan faktor penting dalam membangun suatu peradaban. Sebab, di titik inilah mundur majunya peradaban sangat ditentukan. Dengan demikian, kontribusi pemikiran yang menyuguhkan konsep pendidikan ideal amat mendesak dan dibutuhkan. Salah satu diantara karakteristik pendidikan ideal adalah adanya pola integrasi spirit teosentris-antroposentris, lahiriah-batiniah, serta ilahiah-insaniah, dan spirit inilah yang dilakukan Rasulullah Saw dalam menjalankan risalahnya terutama dalam aspek pedagogi ditinjau dari sisi beliau sebagai pengajar (mu’allim) yang cemerlang. Tulisan ini mencoba memotret nuansa kependidikan yang terdapat dalam Risalah yang beliau emban tersebut. Dengan menggunakan metode kajian analitis (baca: metode tafsir tahlili) atas QS. Al-Baqarah/2: 164, dihasilkan beberapa kesimpulan antara lain pentingnya pendekatan kekeluargaan, intensitas yang tinggi dalam pembacaan ayat-ayat Tuhan, urgensi penyucian jiwa, serta pengajaran berkesinambungan pada al-Kitab dan al-Hikmah. Dengan konsep pendidikan ideal inilah Rasulullah Saw berhasil membangun peradaban luhur yang ditandai dengan lahirnya generasi terbaik, yakni para Sahabat

    Peran Pendidikan Islam dalam Pembentukan Karakter Generasi Milenial

    No full text
    Artikel ini mengkaji peran pendidikan Islam dalam pembentukan karakter generasi milenial di era modern yang penuh tantangan globalisasi dan digitalisasi. Melalui pendekatan kualitatif, artikel ini mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip dan nilai-nilai dalam pendidikan Islam dapat membantu membentuk karakter generasi milenial yang tangguh, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang mengumpulkan data dari berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang esensial untuk pembentukan karakter, meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya di era modern

    Penggunaan Metode Talking Stick Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Madrasah Ibtidaiyah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Talking Stick, aktivitas siswa ketika diterapkan metode Talking Stick, dan hasil belajar siswa setelah diterapkan metode Talking Stick. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian lapangan dengan mengumpulkan data sebelum diberlakukan metode Talking Stick dan setelah diberlakukan metode Talking Stick. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar wawancara, soal tes dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik MI Nurus Salafiyah Wates Lekok Pasuruan. Hasil belajar siswa kelas IV mengalami peningkatan setelah diterapkan metode Talking Stick. Hasil belajar kogntitif siswa sebelum diberi metode Talking Stick  sebesar 72% dan setelah menggunakan metode Talking Stick sebesar 94%. Hasil belajar Afektif aspek jujur 21 siswa sudah membudayakan dan 13 siswa mulai berkembang, aspek disiplin 19 siswa sudah membudayakan dan 15 siswa mulai berkembang, aspek bertanggung jawab 11 siswa sudah membudayakan dan 23 siswa mulai berkembang, aspek percaya diri 18 siswa sudah membudaykan dan 16 siswa mulai berkembang. Hasil belajar Psikomotorik 26 siswa mendapat predikat nilai A dan 7 siswa predikat nilai B, serta 1 siswa predikat nilai C. Berdasarkan hasil penelitian, metode pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa

    Faktor Sosial Budaya dan Pengembangan Masyarakat dalam Pendidikan Sekolah Dasar

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor sosial budaya serta pengembangan masyarakat dalam pendidikan sekolah dasar. Pendidikan di sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan formal pertama yang akan menentukan arah pengembangan potensi peserta didik. Pendidikan dilakukan bertujuan bagi kemajuan, perubahan, dan stabilitas sosial dari masyarakat. Metodologi penelitian ini menggunakan kajian literatur yang merupakan jenis penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan sumber data yang berkaitan dengan suatu topik. Jenis penelitian ini tidak melibatkan pengumpulan data primer, melainkan lebih berfokus pada eksplorasi sumber informasi yang telah ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan sosial anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu keluarga, kematangan anak dari berbagai aspek, status sosial ekonomi, dan pendidikan. Selain itu, kebudayaan suatu masyarakat juga akan mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seorang individu dalam pendidikan. Hingga dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini bahwa faktor sosial budaya memiliki peran penting dalam pendidikan di sekolah dasar. Selain itu, pengembangan partisipasi masyarakat dalam pendidikan ialah langkah penting dalam memperbaiki sistem pendidikan dan memastikan kesuksesan siswa

    Perbandingan Tingkat Kebugaran Jasmani Sekolah Akreditas A Dengan Sekolah Akreditas B di Kota Medan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah akreditas A dengan sekolah akreditas B di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa sekolah dasar di Kota Medan yang berstatus akreditasi A dan B. Sampel penelitian ini diambil secara acak dari populasi tersebut dengan menggunakan metode simple random sampling. Jumlah sampel yang diambil adalah 27 siswa dari sekolah akreditasi A dan 15 siswa dari sekolah akreditasi B, sehingga total sampel penelitian adalah 42 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah akreditas A di Kota Medan secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah akreditas B. Perbedaan tingkat kebugaran jasmani tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: fasilitas dan sarana olahraga, kurikulum pendidikan jasmani, dan kualitas guru pendidikan jasmani. Perbedaan tingkat kebugaran jasmani tersebut dapat menjadi perhatian bagi pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kualitas pendidikan jasmani di sekolah-sekolah akreditas B di Kota Medan. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan jasmani dan kesehatan siswa, serta meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan

    Manajemen Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri dalam Program Tahfiz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an Insan Madani

    No full text
    Pesantren Tahfiz Al-Qur’an merupakan lembaga pendidikan Islam yang mengkhususkan pembelajarannya dalam bidang Tahfiz Al-Qur’an. Pengelolaan dalam kepengurusannya dilakukan oleh Ustadz pimpinan pondok sebagai pengasuh utamanya. Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an Insan Madani merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang menggunakan sistem boarding school ataupun sistem berasrama. Pendidikan di pondok pesantren ini hanya berfokus dalam bidang Tahfiz Al-Qur’an. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui manajemen pembelajaran dalam mengelola program tahfiz Al-Qur’an mulai dari perencanan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat jalannya program tahfiz Al-Qur’an dan hasil yang telah dicapai selama program tahfiz ini berjalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi serta mengamati setiap kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perencanaan dilakukan dengan beberapa tahap dengan beberapa pertimbangan, pengorganisasian dapat ditentukan dengan penentuan tugas yang dilakukan dalam pembelajaran, pelaksanaan dapat dilihat dari proses berjalannya program tahfiz Al-Qur’an, pengawasan dapat dilihat dari capaian hafalan santri yang tertulis dalam buku hafalan santri, faktor pendukung yaitu lingkungan sedangkan penghambat yaitu kurangnya kesungguhan dan semangat santri serta hasil dapat dilihat melalui pencapaian dan prestasi santri Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an Insan Madani

    The Role of Emotions in The Formation of Social Relationships in Primary School-Age Children: A Psychological and Educational Approach

    No full text
    The present study aims to examine the influence of emotions on the formation of social interactions among primary school-aged children in Malang City. The research sample consisted of two hundred children selected randomly from ten public or private elementary schools. The frequency and intensity of children\u27s emotional expressions and emotional management abilities were primarily assessed through questionnaires and observation guides. Diverse aspects of social interactions and emotions were evaluated using a Likert scale ranging from "very rarely" to "very often" on a scale of 1 to 5. Multiple linear regression was utilized to examine the relationship between emotional regulation and relationship quality, and the Pearson Product Moment Correlation Algorithm was implemented to assess the validity of the instruments. Significant positive correlations were observed between the number of peers one has and the degree of happiness expressed. However, no observable correlation was found between the number of acquaintances or social interactions and emotions of sadness or rage

    Pembentukan Karakter Islami Santri melalui Pembiasaan Amal Saleh

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang pembentukan karakter, yangmana karakter dari generasi penerus penting bagi kelangsungan bangsa, dan pesantren menjadi pilihan utama untuk membentuk karakter luhur santri. Kebiasaan beramal shaleh di Pondok Pesantren Blawe, Desa Blawe, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, yang berpotensi membentuk karakter santri. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggabungkan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan seperti shalat berjamaah, tertib mengikuti kegiatan di dalam pesantren, membersihkan lingkungan pesantren, dan bekerja sama memperkuat aspek spiritual serta mengembangkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerjasama, dan kepedulian sosial. Kesimpulannya, kebiasaan beramal shaleh di Pesantren Blawe berdampak signifikan dalam membentuk karakter santri yang berkualitas dan siap berkontribusi dalam masyarakat. Penelitian ini menyoroti peran penting pesantren dalam pendidikan karakter generasi muda.

    Menguak Tantangan dan Persiapan Konselor dalam Rangka Menuju Indonesia Emas 2045

    No full text
    This research highlights the preparations and challenges counselors face in achieving the Vision of Golden Indonesia 2045. The focus on the basic skills required by counselors to provide effective services. Qualitative research methods and literature studies were used to explore counselors\u27 perspectives and experiences regarding preparations and challenges towards Golden Indonesia 2045. The findings emphasize importance of quality education and training for counselors, as well as the integration of technology in counseling services. Future recommendations include enhancing collaboration between the government and educational institutions, strengthening supervision, and program evaluation to improve the quality of guidance and counseling services in Indonesia

    0

    full texts

    1,509

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇