Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Analysis of Islamic Education Values in the Novel Kembara Rindu by Habiburrahman El Shirazy
This research aims to find out what Islamic education values are contained in the novel Kembara Rindu by Habiburrahman El Shirazy. This research is motivated by the existence of problems in the world of education such as social, cultural and so on, as educators or educated people must be able to find a way out to solve these problems. The way that can be done is through learning resources. One of the interesting learning resources can be done through reading materials, namely literary works. The bast seller novel whose story has many lessons and even Islamic education values that can be used as a learning resource is the novel kembara rindu by habiburrahman El Shirazy. This research is a type of library research (Library Reseach). The data collection technique used in this research is documentation, collecting various kinds of data in the form of writings that are relevant to the problems that are the focus of research. The data analysis technique used in this research is content analysis. The results showed that there are Islamic education values in the novel kembara rindu by Habiburrahman El Shirazy including the value of aqidah, such as faith in Allah, faith in the books of Allah, faith in the Messenger, faith in the last day and faith in \u27qada and qadar. Furthermore, there is the value of worship, such as prayer, prayer and dhikr. And finally there are moral values, such as helping and gratitude
Kreativitas Guru dalam Memanfaatkan Barang Bekas sebagai Media Pembelajaran Kelas V Mata Pelajaran IPA di MI Fityatul Ulum Pelepok Tahun Pelajaran 2023/2024
Kurangnya media pembelajaran yang mendorong guru memanfaatkan barang bekas untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa kelas V. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas guru dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran siswa kelas V mata pelajaran IPA di MI Fityatul Ulum Pelepok tahun pelajaran 2023/2024 dan menganalisis hambatan guru dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran siswa kelas V di MI Fityatul Ulum Pelepok tahun pelajaran 2023/2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus yang bertujuan untuk menggambarkan secara objektif keadaan ditempat penelitian dengan sumber data penelitiannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data (data display), penyajian data, (data conclusion), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) kreativitas guru kelas V dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran IPA adalah: memilih jenis media pembelajaran terlebih dahulu yang disesuaikan dengan materi pembelajaran di kelas V, menentukan bahan yang akan digunakan dalam membuat media pembelajaran, membuat media pembelajaran dari barang bekas, dan menggunakan media pembelajaran tersebut pada proses pembelajaran. (2) hambatan yang dihadapi guru kelas V dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran IPA adalah: (a) keterbatasan waktu, (b) keterbatasan sarana dan prasarana
Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Lingkungan Hidup di Madrasah Tsanawiyah Al Mansyuriyah Lombok Tengah Tahun 2024
Recently, environmental issues have become a significant concern for global leaders, prompting governments worldwide to take various measures to address these problems. In Indonesia, systematic efforts are underway, particularly through educational institutions, with Islamic education playing a key role by implementing environmentally-oriented curricula. This research was conducted at Al Mansyuriyah Junior Islamic School in Central Lombok. Data was gathered using several methods, with interviews being the primary technique, alongside observations. From the studies conducted, it can be concluded that environmental issues presented in the Akidah Akhlak (Faith and Morality) subjects, especially in the first semester of seventh grade, focus on personal hygiene discipline. This includes actions such as maintaining cleanliness, waste management, organizing clothing, and avoiding unhygienic behavior, with an emphasis on the negative impacts of indiscipline. In contrast, the second semester of sixth grade introduces environmental topics that shape morality towards living beings, including animals and plants. The curriculum covers ethical interactions with these beings and the potential negative consequences of immoral behavior towards them. However, it is important to note that environmental education within the Akidah Akhlak subjects has not yet fostered sufficient awareness about environmental concern. The themes taught still offer a limited understanding of the environment, focusing on competencies like cultivating virtuous morals, avoiding negative behavior, and reinforcing basic values such as discipline and cleanliness in daily life.
Abstrak
Belakangan ini, isu lingkungan hidup menjadi perhatian penting bagi para pemimpin dunia, dengan berbagai pemerintahan di seluruh dunia mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Di Indonesia, upaya sistematis dilakukan, termasuk melalui lembaga pendidikan, terutama pendidikan Islam yang mengharuskan penerapan kurikulum yang berorientasi pada lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Al Mansyuriyah di Lombok Tengah. Data dikumpulkan melalui berbagai metode, dengan wawancara menjadi metode yang paling sering digunakan, selain metode observasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa isu lingkungan yang disampaikan dalam mata pelajaran Akidah Akhlak, terutama pada kelas VII semester ganjil, lebih fokus pada aspek kedisiplinan dalam menjaga kebersihan diri. Hal ini mencakup tindakan-tindakan seperti merawat kebersihan pribadi, mengelola limbah, merapikan pakaian, dan menghindari perilaku yang tidak higienis, dengan penekanan pada dampak negatif dari ketidakdisiplinan tersebut. Sementara itu, pada kelas IX semester genap, materi yang berkaitan dengan lingkungan hidup lebih mengarah pada pembentukan akhlak terhadap makhluk hidup, termasuk binatang dan tumbuhan, dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini membahas etika dalam berinteraksi dengan makhluk tersebut serta konsekuensi negatif yang dapat timbul akibat perilaku yang tidak bermoral terhadap mereka. Namun, penting untuk dicatat bahwa pendidikan lingkungan yang diberikan melalui mata pelajaran Akidah Akhlak belum cukup mampu meningkatkan kesadaran mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup. Tema-tema yang diajarkan masih terbatas pada pemahaman lingkungan yang sempit, meliputi kompetensi dasar seperti membiasakan akhlak terpuji, menghindari perilaku tercela, serta disiplin dan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa melalui Studi Para Tokoh Pendidikan Islam Klasik
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa lebih dalam terkait bagaimana SKI (khususnya para tokoh Islam klasik) menjadi suatu pelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang dipergunakan dalam kajian ini merupakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alur analisa mengacu pada teori Miles & Huberman, dengan triangulasi data sebagai uji keabsahannya. Hasil studi menyatakan pembelajaran SKI khususnya terkait tokoh pendidikan Islam klasik dapat dipergunakan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini terlihat dari beberapa indikator dalam berpikir kritis yang mampu dilaksanakan dengan baik oleh siswa. Meskipun pada indikator inferensi dan eksplanasi belum terlaksana dengan maksimal, akibat beberapa kendala yang dialami oleh siswa. Beberapa kendala tersebut diakibatkan karena kurangnya sumber belajar atau sumber informasi yang digunakan serta kurangnya kepercayaan diri ketika mengungkapkan opininya di depan kelas.
Abstract
The purpose of this study is to analyze more deeply how SKI (especially classical Islamic figures) becomes a lesson that can improve students\u27 critical thinking skills. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The primary and secondary data used in this study are primary and secondary data. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation. The analysis flow refers to the theory of Miles & Huberman, with data triangulation as a test of its validity. The results of the study state that SKI learning, especially related to classical Islamic education figures, can be used to improve students\u27 critical thinking skills. This can be seen from several indicators in critical thinking that can be implemented well by students. However, the inference and explanation indicators have not been implemented optimally, due to several obstacles experienced by students. Some of these obstacles are caused by the lack of learning resources or sources of information and a lack of self-confidence when expressing their opinions in front of the class
Pemanfaatan Teknik Evaluasi Non Tes dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Praya Timur
This study aims to analyze the implementation of non-test evaluation in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMP Negeri 1 Praya Timur. Identifying the types of non-test evaluation techniques applied in PAI learning and analyzing the strategies used by teachers in implementing non-test evaluation techniques, including how to design and apply them in class and assess the effectiveness of non-test evaluation in improving student learning outcomes, especially in strengthening character and understanding of Islamic values. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, by exploring phenomena, events, and evaluation activities applied by teachers to grade VIII students. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews with teachers and principals, document analysis, and field recording. Data validity was strengthened by triangulation techniques, namely integrating various sources and methods of data collection. The results of the study indicate that non-test evaluation in PAI learning has been applied systematically and supports the development of students\u27 cognitive, affective, and psychomotor aspects as reflected in the increased understanding of religious values ??and positive student behavior in the school environment. The overall learning process went well, although in the process there were several obstacles and challenges such as subjectivity in assessment, teacher time constraints and students\u27 lack of understanding of non-test evaluation.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi evaluasi non-tes dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 1 Praya Timur. Mengidentifikasi jenis-jenis teknik evaluasi non-tes yang diterapkan dalam pembelajaran PAI dan menganalisis strategi yang digunakan guru dalam mengimplementasikan teknik evaluasi non-tes, termasuk bagaimana merancang dan menerapkannya di kelas dan menilai efektivitas evaluasi non-tes dalam meningkatkan hasil belajar siswa, terutama dalam penguatan karakter dan pemahaman nilai-nilai keislaman. Penelitian ini Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan menggali fenomena, peristiwa, serta aktivitas evaluasi yang diterapkan oleh guru terhadap siswa kelas VIII. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, analisis dokumen, serta pencatatan lapangan. Keabsahan data diperkuat dengan teknik triangulasi, yaitu mengintegrasikan berbagai sumber dan metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi non-tes dalam pembelajaran PAI telah diterapkan secara sistematis dan mendukung pengembangan aspek kognitif, afektif, serta psikomotorik siswa yang tercermin dari peningkatan pemahaman nilai-nilai keagamaan dan perilaku siswa yang positif di lingkungan sekolah. Proses pembelajaran secara keseluruhan berjalan dengan baik, meski didalam prosesnya terdapat beberapa kendala dan tantangan seperti subjektivitas dalam penilaian, keterbatasan waktu guru dan kurangnya pemahaman siswa terhadap evaluasi non-tes
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif Peserta Didik Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 3 Sidoarjo
Education is the primary foundation in building a new generation that is competitive and inclusive. In striving to achieve this goal, a differentiated approach is a suitable idea to be implemented. Differentiated learning is centered on learners and tailored to their needs, interests, and learning styles. However, field facts show that the implementation of differentiated learning is still not optimal due to unclear conceptual application. This study aims to identify how the implementation of differentiated learning engages active participation of learners within the scope of the Islamic Religious Education (PAI) subject\u27s Islamic Religious Education Competency (SKI) material. The research method used is qualitative descriptive with research subjects from class XI F-7 at SMAN 3 Sidoarjo and data collection through observation, interviews, and documentation. This qualitative research finds that there are three stages in optimizing the implementation of differentiated learning: content differentiation, process differentiation, and product differentiation. The results show that differentiated learning within the scope of SKI material in the PAI subject can enhance active engagement of learners in the classroom. The researcher concludes that the success of differentiated learning is supported by good collaboration and communication between teachers and learners.
Abstrak
Pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun generasi baru yang berdaya saing dan inklusif. Dalam upaya menggapai tujuan tersebut, pendekatan berdiferensiasi merupakan gagasan tepat untuk diterapkan. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar mereka. Namun fakta dilapangan menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran diferensiasi masih belum optimal karena konsep penerapan yang belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam keterlibatan aktif peserta didik pada ruang lingkup materi SPI mata pelajaran PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian kelas XI F-7 di SMAN 3 Sidoarjo dan pengumpulan data melalui observasi, wanwacara, dan dokumentasi. Penelitian kualitatif ini menemukan bahwa terdapat tiga tahapan dalam upaya optimalisasi pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dalam ruang lingkup materi SPI pada mata pelajaran PAI dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik di kelas. Peneliti menyimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi tersebut didukung oleh adanya kolaborasi dan komunikasi yang baik antara guru dengan peserta didik.
 
Pendidikan Islam Inklusif: Menyatukan Keberagaman dalam Satu Visi Tauhid
Artikel ini membahas konsep pendidikan Islam inklusif sebagai respons terhadap realitas masyarakat Muslim yang beragam, khususnya di Indonesia. Pendidikan Islam inklusif menekankan pentingnya membuka ruang dialog, saling menghormati perbedaan, dan membangun sistem pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai tauhid. Dengan pendekatan ini, keberagaman budaya, etnis, dan pemikiran keagamaan tidak dipandang sebagai penghalang, melainkan sebagai kekayaan yang memperkaya proses pendidikan. Artikel ini juga menguraikan tantangan, strategi implementasi, serta harapan ke depan dalam mewujudkan sistem pendidikan Islam yang ramah dan menyatukan
Pengembangan Modul Ajar Baju Daerah Sunda untuk Siswa di RA As Sunnah Kota Sukabumi
Dewasa ini pengembangan adalah suatu proses merencanakan pembelajaran secara logis, dan sistematis dalam rangka untuk menetapkan segala sesuatu yang akan dilaksanakan dalam proses kegiatan belajar dengan memperhatikan potensi dan kompetensi peserta didik. Modul ajar kerap menjadi bahan perbincangan guru di sekolah seluruh jenjang, baik tingkat dasar, menengah dan atas. Pada dasarnya modul ajar merupakan materi pembelajaran yang disusun secara ekstensif dan sistematis dengan acuan prinsip pembelajaran yang diterapkan guru kepada siswa pada kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan atau yang biasa disebut sebagai Kurikulum Merdeka. Modul ajar merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan modul ajar baju daerah sunda untuk siswa di RA As-Sunnah Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) atau penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu lembar observasi dan studi dokumentasi. Hasil dari peneltian ini berupa produk Modul Ajar Baju Daerah Sunda yang bisa diimplementasikan di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini. Hasil uji lapangan menunjukan dapat modul yang telah dibuat dapat menjadikan pembelajaran efektif dalam pengenalan baju daerah
Persepsi Guru terhadap Penataan Ruang Kelas (Indoor) untuk Pembelajaran Anak Usia Dini
Ruang kelas bagi anak usia dini adalah sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran dan sebagai hal yang akan membantu mengembangkan anak. TK Swasta Stella Maris Jambi adalah salah satu sekolah untuk pendidikan anak usia dini. Penelitian yang dilakukan ini berupaya untuk mengetahui pandangan guru akan penataan ruang kelas untuk proses belajar. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner kepada guru-guru. Hasil dari penelitian ini adalah ruang kelas untuk proses belajar dinyatakan baik dalam kegunaannya, dekorasi atau hiasan yang ada dalam kelas dapat mempengaruhi anak dalam proses belajarnya, mulai dari hiasan angka/huruf, hewan-hewan dan bunga, juga hasil karya akan kreativitas anak. Dalam menciptakan kelas yang aman dan nyaman, guru-guru memiliki caranya masing-masing yang akan diterapkannya kepada anak-anak. Berdasarkan kesimpulan penelitian ini adalah pengelolaan ruang kelas pada TK Swasta Stella Maris Jambi dikatakan baik
KREASI KAPAS TEMPEL UNTUK MENGEMBANGKAN ART SKILL SISWA KELOMPOK A DI TK MODERN BUNDA SAYANG NGAWI
Salah satu dari aspek utama yang harus dikembangkan dari keterampilan anak adalah kemampuan seni (Art Skill). Seni juga mempunyai pengaruh sangat penting guna menstimulasi otak anak dalam perkembangannya. Latar belakang masalah di TK Modern Bunda Sayang adalah kemampuan seni anak masih rendah, didalam menggunakan jari-jari tangan ada beberapa anak yang masih kurang terampil khususnya dalam kegiatan mewarnai, menggunting dan menempel. Hal tersebut disebabkan minimnya pemberian stimulus dalam meningkatkan kemampuan seni pada anak. Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan seni anak adalah dengan kegiatan kreasi kapas tempel (kolase). Oleh karena itu, peneliti memilih menggunakan kegiatan kolase dengan bahan kapas. Fokus rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan seni siswa TK Modern Bunda Sayang dan bagaimana mengembangkan kemampuan seni siswa melalui kreasi kapas tempel (kolase). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dimana subyeknya adalah Siswa Kelompok A TK Modern Bunda Sayang, yang berjumlah 17 siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengembangan yang cukup signifikan. Karena hasil dari penelitian target ketuntasan minimal kelas yaitu sebesar 82,35% telah tercapai. Dengan hasil tersebut, kemampuan seni anak yang berada pada keadaan Berkembang Sangat Baik (BSB) sudah semakin banyak. Oleh karena itu, penelitian ini telah berhasil memberikan jawaban dari fokus masalah yaitu kegiatan kreasi kapas tempel (kolase) dapat mengembangkan kemampuan seni siswa TK Modern Bunda Sayang