Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Supervisi Kepala Sekolah dalam Membina Kompetensi Pedagogik Guru PAI
Supervisi Kepala Sekolah Dalam Membina Kompetensi Pedagogik Guru PAI berperan sangat penting dan merupakan salah satu kunci keberhasilan lembaga pendidikan baik dalam proses maupun output. Penelitian ini berfokus pada supervisi akademik dan supervisi administrasi kepala sekolah dalam membina kompetensi pedagogik guru PAI di SDN Pojok 1 Kediri. Penelitian ini menggunakan penelitian kulalitatif dan Sulmbelr data dalam pelnellitian ini telrdiri dari data primelr dan data selkulndelr. Telknik pelngulmpullan data melnggulnakan telknik wawancara, obselrvasi dan dokulmelntasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala sekolah SDN Pojok 1 Kediri telah melaksanakan supervisi akademik dan administrasi dalam membina kompetensi pedagogik guru PAI yang dilakukan sangat komunikatif dan harmonis. Dan hasil supervisi kepala sekolah dalam membina kompetensi pedagogik guru yang dilaksanakan diantaranya yaitu: Kepala sekolah memeriksa perangkat ajar guru memeriksa kelengkapan berkas administrasi pembelajaran seperti Promes, Prota, Silabus, RPP, Modul Ajar dan lan-lain sesuai standar penilaian. Kedua kepala sekolah mengecek berkas administrasi dan menyesuaikan dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Ketiga, memperbaiki dan membina ketika ditemukan ketidak sesuaian antara perangkat ajar dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas, kepala sekolah melakukan penilaian perangkat ajar dan pelaksanaan pembelajaran. Kepala sekolah dengan cara diskusi kelompok atau secara individu mengoreksi, membina dan membantu guru untuk memperbaiki kesalahan dari hasil supervisi. Keempat, kepala sekolah menindak lanjuti kegiatan supervisi pada penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar, teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar, dan guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/diklat lebih lanjut
Konsep Pendidikan Holistik dalam Filsafat Pendidikan Islam: Studi atas Pengembangan Konsep Pendidikan yang Berbasis pada Akal, Hati, dan Fisik
Pendidikan holistik dalam filsafat pendidikan Islam merupakan sebuah pendekatan yang menekankan pada pengembangan seluruh potensi manusia secara seimbang. Konsep ini mencakup pengembangan akal, hati, dan fisik yang dianggap sebagai tiga komponen utama dalam menciptakan individu yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan jasmani. Studi ini bertujuan untuk menggali konsep pendidikan holistik dalam filsafat pendidikan Islam, serta menganalisis penerapannya dalam konteks modern. Melalui metode studi kepustakaan, artikel ini menemukan bahwa pendidikan Islam mengintegrasikan seluruh aspek kehidupan untuk mencapai kesempurnaan manusia. Dalam era modern, pendekatan holistik ini menjadi relevan untuk menjawab tantangan sistem pendidikan yang sering kali hanya fokus pada aspek kognitif semata. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan holistik yang mencakup akal, hati, dan fisik sangat penting dalam membentuk individu yang seimbang, produktif, dan bermoral
Pengaruh Model PBL Vs PJBL dan Berpikir Kritis terhadap Hasil Belajar PPKn
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) serta kemampuan berpikir kritis peserta didik terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). PBL adalah model pembelajaran yang berpusat pada pemecahan masalah nyata yang kompleks, sementara PjBL berfokus pada penyelesaian proyek yang mendalam dan berkelanjutan. Kedua model ini dibandingkan untuk melihat efektivitas dalam meningkatkan hasil belajar PPKn. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi peran berpikir kritis dalam mendukung pemahaman dan penguasaan materi PPKn.
Abstract
This research aims to analyze the influence of the Problem Based Learning (PBL) and Project Based Learning (PjBL) models as well as critical thinking skills on Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning outcomes. PBL is a learning model centered on solving complex real problems, while PjBL focuses on completing in-depth and sustainable projects. These two models were compared to see their effectiveness in improving PPKn learning outcomes. Apart from that, this research also explores the role of critical thinking in supporting understanding and mastery of PPKn material
Kontroversi Antara Fatwa MUI dan Undang-undang Perkawinan di Indonesia tentang Talak di Luar Pengadilan Ditinjau dari Maqhasid Syariah
Kontroversi mengenai talak di luar pengadilan telah menjadi isu yang kompleks dalam hukum perkawinan Islam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dua fokus utama: (1) Apakah terdapat kontroversi antara fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 tentang talak di luar pengadilan, serta (2) bagaimana perspektif maqashid syariah menilai perbedaan antara fatwa MUI dan ketentuan undang-undang terkait talak. Kontroversi ini muncul karena adanya perbedaan pendekatan normatif antara hukum Islam yang diterapkan oleh MUI dengan regulasi formal yang ditetapkan oleh negara. Fatwa MUI cenderung membolehkan talak di luar pengadilan selama syarat-syarat tertentu dipenuhi, sementara Undang-Undang Perkawinan mewajibkan proses talak dilakukan di depan pengadilan untuk mendapatkan legalitas hukum yang sah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan metode analisis konten yang bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kedua pendekatan tersebut mempengaruhi praktik sosial pada masyarakat Muslim di Desa Bodak. Perspektif maqashid syariah kemudian digunakan untuk menilai tujuan dan manfaat di balik peraturan yang berbeda ini, dengan fokus pada perlindungan terhadap hak-hak perempuan, keadilan hukum, dan stabilitas keluarga. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat kontroversi antara Undang-Undang Perkawinan di Indonesia dan fatwa MUI mengenai talak yang dijatuhkan di luar Pengadilan Agama. Fatwa MUI menganggap talak di luar Pengadilan sah, sementara Undang-Undang Perkawinan Indonesia mengharuskan talak dilakukan di Pengadilan Agama agar sah secara hukum. Dalam perspektif maqashid syariah, perceraian di Pengadilan Agama termasuk dalam kategori hajjiyat, yang bertujuan mempermudah kehidupan dan menghindari kesulitan, sehingga talak sebaiknya dilakukan di Pengadilan Agama untuk kepastian hukum.
Abstract
The controversy over extrajudicial divorce has become a complex issue in Islamic marriage law in Indonesia. This study aims to analyze two main focuses: (1) Is there a controversy between the fatwa of the Indonesian Ulema Council (MUI) and the Marriage Law No. 1 of 1974 on extrajudicial divorce, and (2) how the perspective of maqashid sharia assesses the difference between the MUI fatwa and the provisions of the law regarding divorce. This controversy arises because of the difference in normative approaches between Islamic law applied by the MUI and formal regulations set by the state. The MUI fatwa tends to allow extrajudicial divorce as long as certain conditions are met, while the Marriage Law requires the divorce process to be carried out in front of a court to obtain legal legitimacy. The approach used in this study is qualitative and content analysis methods that aim to explore how the two approaches influence social practices in the Muslim community in Bodak Village. The perspective of maqashid sharia is then used to assess the purposes and benefits behind these different regulations, with a focus on the protection of women\u27s rights, legal justice, and family stability. The results of the study show that there is a controversy between the Indonesian Marriage Law and the MUI fatwa regarding divorces issued outside the Religious Court. The MUI fatwa considers divorces outside the Court to be valid, while the Indonesian Marriage Law requires divorces to be carried out in the Religious Court to be legally valid. From the perspective of maqashid sharia, divorce in the Religious Court is included in the category of hajjiyat, which aims to make life easier and avoid difficulties, so divorce should be carried out in the Religious Court for legal certainty
Meningkatkan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Pembelajaran Saintifik Ilmiah Sekolah Ramah Anak di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kopang TP. 2022/2023
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru mendesain kegiatan pembelajaran saintifik ilmiah sekolah ramah anak dalam melalui kegiatan pelatihan pembelajaran saintifik ilmiah sekolah ramah anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research), prosedur dan langkah-langkahnya sama dengan penelitian tindakan kelas, secara reflektif dapat menganalisis, mensintesis, terhadap apa yang dilakukan di kelas. Dalam hal ini berarti dengan melakukan PTS, kepala sekolah dapat memperbaiki praktik-praktik pembelajaran sehingga menjadi lebih efektif. Langkah-langkah PTS yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan 2 siklus, tiap siklus empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Terjadi peningkatan kompetensi guru dalam mendesain pembelajaran sekolah ramah anak di SMPN 2 Kopang. Setelah diberikan tindakan berupa kegiatan pelatihan pembelajaran saintifik ilmiah sekolah ramah anak, kompetensi guru meningkat pada siklus I menjadi 18 guru (67%) dalam kategori baik dan 9 guru (33%) dalam kategori cukup, dan pada siklus II menjadi 27 guru (100%) dalam kategori baik dalam mendesain pelatihan pembelajaran saintifik ilmiah sekolah ramah anak.
Abstract
By providing child-friendly school scientific learning training activities, this study seeks to increase teachers\u27 proficiency in creating engaging scientific learning activities for students. This study employs action research techniques; the steps and processes are identical to those of classroom action research, and it is capable of critically analyzing and synthesizing classroom activities. In this instance, it means that school principals can enhance learning techniques and make them more effective by using PTS. Planning, doing out, observing, and reflecting are the PTS phases. The study was conducted in two cycles, with four stages in each cycle: preparation, execution, observation, and reflection. At SMPN 2 Kopang, teacher proficiency in creating kid-friendly classroom instruction has increased. Teacher competency increased in cycle I to 18 teachers (67%) in the good category and 9 teachers (33%) in the sufficient category after being given action in the form of training activities for child-friendly school scientific learning. In cycle II, teacher competency increased to 27 teachers (100%) in the good category when it came to creating training for child-friendly school scientific learning
The Role of Islamic Principles in EFL Teaching Strategies within the Merdeka Curriculum
This study investigates the integration of Islamic principles into English as a Foreign Language (EFL) teaching strategies within the Merdeka Curriculum, a student-centered educational framework in Indonesia. Recognizing the global importance of English and the ethical foundation of Islamic values, the research explores how values such as honesty, discipline, and respect can enhance EFL teaching practices. Using a qualitative approach and case study design, data were collected through interviews, classroom observations, and literature review. The findings show that integrating Islamic principles with the Merdeka Curriculum fosters a balanced educational environment that prioritizes both academic success and character development. Strategies like reflective practices, collaborative learning, and ethical discussions were found to effectively incorporate these values into teaching, promoting student engagement and enhancing critical thinking, moral reasoning, and language skills.The study also highlights the flexibility of the Merdeka Curriculum in embedding moral considerations into teaching, preparing students for academic and personal challenges. The implications suggest the need for a values-based approach to language education, with recommendations for teacher training and development of materials reflecting both linguistic and ethical goals. Future research could examine the long-term impact on students\u27 holistic development and explore broader applications in education
Pengembangan Mutu Perguruan Tinggi Islam Berbasis Pesantren (Kebijakan Manajemen Mutu Perguruan Tinggi Islam dalam Naungan Pesantren di Kabupaten Jombang)
Peningkatan mutu perguruan tinggi merupakan keniscayaan untuk menghadapi persaingan dan meraih kepercayaan masyarakat. Eksistensi Perguruan Tinggi Islam (PTI) di Indonesia sangat urgen, terutama sebagai pilar pendidikan Islam secara keseluruhan. PTI memiliki misi sebagai center of excellence untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.
Penelitian ini bertujuan guna: Menganalisis kebijakan pengembangan mutu PTI berbasis pesantren di Kabupaten Jombang. Mendeskripsikan implementasi manajemen pengembangan mutu PTI berbasis pesantren di Kabupaten Jombang. Mengidentifikasi model evaluasi manajemen pengembangan mutu PTI berbasis pesantren di Kabupaten Jombang.
Penelitian ini memetakan kerangka konseptual strategi pengembangan mutu PTI sebagai salah satu model peningkatan kualitas. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis untuk memahami fenomena secara mendalam dan menyeluruh. Pilihan pendekatan fenomenologis didasarkan pada dua alasan: pertama, fenomena di lokasi penelitian bersifat holistik dan tidak terfragmentasi; kedua, penelitian ini bersifat naturalistik, deskriptif, dan induktif, bertujuan menemukan makna di balik fenomena yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan mutu PTI berbasis pesantren di Kabupaten Jombang meliputi perencanaan program, pelaksanaan, evaluasi, serta tindak lanjut, yang berfokus pada pembinaan serta peningkatan mutu dosen serta tenaga kependidikan. Implementasi manajemen pengembangan mutu telah memenuhi beberapa kriteria pengembangan sumber daya manusia berbasis pesantren, dengan memperhatikan kesesuaian antara kebutuhan dosen dan staf akademik serta dinamika dunia pendidikan masa depan. Model evaluasi yang diterapkan lebih mengutamakan proses implementasi. Pendekatan evaluasi meliputi konteks, input, proses, dan hasil kegiatan yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi berdasarkan nilai-nilai kepesantrenan
Efektifitas Bimbingan Konseling Islam dalam Mengatasi Permasalahan Siswa di MAN Dairi Sidikalang
Pada dasarnya pendidikan merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi. keberadaan bimbingan konseling di lembaga pendidikan yang mengatasnamakan islam dalam menjalankan tugas bimbingannya tentu harus berpegang teguh pada ajaran islam sesuai dengan al-qur’an dan hadist. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bimbingan konseling islam dalam mengatasi permasalahan siswa di sekolah MAN Dairi Sidikalang. metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data tersebut penulis menggunakan beberapa teknik wawancara mendalam dengan guru Bk, wali kelas dan salah satu siswa. serta melakukan observasi langsung ke lapangan atau di lokasi penelitian tepatnya di sekolah MAN Dairi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa bimbingan konseling islam memberikan manfaat yang signifikan bagi permasalahan siswa. Efektivitas bimbingan konseling islam yang dilakukan oleh guru Bk di sekolah madrasah aliyah dairi (MAN Dairi) antara lain yaitu : pertama, melakukan bimbingan konseling islam di awali dengan Basmallah dan di akhiri dengan do\u27a. Kedua, memberikan pengarahan tentang sikap tawadhu kepada siswa. Ketiga, memberikan motivasi pemahaman tentang agama. Keempat, membimbing dan mengarahkan siswa. Program ini membantu siswa mengembangkan keterampilan menghadapi stres, mengatasi masalah, serta berinteraksi sosial sehat. Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling islami efektif dalam menangani masalah yang dialami siswa
Peran OSIM dalam Meningkatkan Kedisiplinan Ibadah Siswa di MAN 2 Labuhanbatu Utara
This study aims to describe the role of OSIM in improving student worship discipline at MAN 2 Labuhanbatu Utara. This study uses a qualitative method with descriptive analysis. The sources of informants are the principal, supervising teacher, OSIM chairman and students. The data collection techniques are carried out through observation, interviews, and document studies. The data analysis techniques used in this study are data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the strategic role in improving student discipline through programs such as congregational Dhuhur prayers, Yasin memorization programs and prayers every Saturday, Islamic studies or lectures, Alms every Friday. OSIM also acts as a role model for students in carrying out religious values. Supporting factors for the role of OSIM include support from the school and teachers, while the inhibiting factor is the lack of student awareness in worshiping regularly
Pengembangan Tari Pendidikan bagi Siswa Sekolah Dasar Fase A
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tari pendidikan sebagai bahan ajar praktik seni tari bagi siswa sekolah dasar di fase A. Metode penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE. Hasil penelitian berupa draf produk bahan ajar praktik seni tari yang berisi 6 tarian dengan menggunakan lagu anak, lagu daerah, dan lagu umum yang sesuai dengan perkembangan anak. Tari disusun dalam format tunggal dengan mengembangkan pola gerak di tempat, dan pola gerak berpindah tempat. Empat tari disusun agar bisa ditarikan oleh siswa laki-laki dan perempuan, dan 2 tari disusun dengan karakter gerak yang berbeda agar siswa mampu membedakan karakter gerak putra dan putri