Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Efektivitas APE Terhadap Kemampuan Bahasa Anak Introvert
Kemampuan berbahasa merupakan aspek penting dalam perkembangan anak yang berperan signifikan dalam proses belajar, komunikasi, dan sosialisasi mereka.Anak-anak dengan kemampuan berbahasa yang baik cenderung lebih mudah memahami pelajaran dan berinteraksi dengan teman sebaya.Namun, kemampuan berbahasa ini bisa sangat bervariasi antar individu, terutama antara anak-anak dengan kepribadian yang berbeda, seperti anak-anak introvert yang cenderung lebih pendiam dan mungkin menghadapi tantangan lebih besar dalam berkomunikasi.
Alat Permainan Edukatif (APE) telah lama digunakan sebagai metode untuk merangsang perkembangan kognitif dan bahasa pada anak-anak. Alat Peraga Edukasi ini dibuat untuk menstimulasi anak-anak agar pembelajran jadi menarik melalui belajar sambil bermain, yang membantu anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan dan tidak menekan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi efektivitas APE dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak introvert.Metodologi penelitian ini melibatkan pengamatan langsung dan pengukuran kemampuan berbahasa anak-anak introvert sebelum dan sesudah penggunaan APE dalam lingkungan pendidikan. Dari penelitian yang dilakukan dapat menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga ini mampu sangat baik dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak-anak introvert, terutama dalam hal ekspresi verbal dan pemahaman kosakata.Dengan demikian, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa APE efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak-anak introvert. Hasilnya peneliti mengharapkan mampu menambah pengalaman dan ilmu yang bermanfaat bagi guru, ayah bunda , dan peneliti dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih inklusif dan efektif, serta mendorong pengembangan APE yang lebih tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan spesifik anak-anak introvert. Dalam penelitian ini menggunaka Deskriptif kualitatif
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Problem Based Learning (PBL) di MI Al Islamiyah- Lekok- Pasuruan
Penerapan model pembelajaran PBL (Problem based learning) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VI MI AL Islamiyah Balunganyar Kecamatan Lekok Kabupaten pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VI melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Dalam penelitian ini di rumuskan fokus permasalahan sebagai berikut : 1) Bagaimana penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI MI AL Islamiyah Balunganyar Lekok Kabupaten Pasuruan, 2) Apakah penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VI MI AL Islamiyah Balunganyar Lekok Kabupaten Pasuruan.
Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas VI MI AL Islamiyah Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan sebanyak 16 siswa. Data peneliti di peroleh dari data hasil observasi,test dan wawancara. Analisis data di lakukan dengan menggunakan rumus prosentase dan table untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan setelah di beri tindakan. Hasil penelitian ini yakni terdapat peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS kelas VI di MI Al Islamiyah Lekok Pasuruan melalui penerapan pembelajaran PBL. Penerapan PBL (Problem Based Learning) pada mata pelajaran IPS dimulai dengan memberikan orientasi permasalahan pada siswa untuk menarik pemahaman awal siswa sehingga siswa siap untuk berusahan menemukan sendiri solusi pemecahannya. Berbeda dengan model pembelajaran secara konvensional, model pebelajaran PBL membawa siswa kedalam proses belajar yang menuntut aktivitas seluruh aspek belajar siswa
Upaya Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
The history of Islamic culture is a type of Islamic education which in the learning process often faces several problems both in terms of strategies, methods and the media used. With several problems being faced, efforts are needed to overcome them. The purpose of this research is to describe SKI learning at Madrasah Ibtidaiyah and the teacher\u27s efforts in planning and implementing learning in the classroom. This research uses a method (literature review) with a qualitative approach. The results of the research show that efforts can be made by educators to improve the quality of learning the history of Islamic culture by using appropriate methods and media during learning so that students can be enthusiastic and easily understand the material presented by teachers in learning the history of Islamic culture. The appropriate methods are lectures, drills, recitations and discussions. Media that can be used in SKI learning include PPT (Powerpoint) and educational games (Quizizz)
Pendidikan Islam dalam Perspektif Trimurti Pendiri Pesantren Gontor
Modernisasi pendidikan Islam di satu sisi, lahir dari pengaruh modernisasi pemikiran Islam, termasuk didalamnya modernisasi bidang pendidikan. Di sisi lain, modernisasi ini dipengaruhi oleh model pendidikan yang dibawa oleh penjajah belanda. Pondok Modern Darussalam Gontor Lahir, tahun 1926 ditengah hangatnya pertemuan dua sistem pendidikan; sistem pendidikan modern barat dan sistem pendidikan modern Islam yang dimotori oleh gerakan modernis dan reformis muslim. Suasana ini tidak dapat dipungkiri ikut mewarnai pembukaan Gontor Baru.Pondok gontor baru dibangun di atas warisan nilai-nilai luhur pesantren yang diintegrasikan dengan sistem dan metode pendidikan modern. Idealisme, jiwa dan falsafah hidup pesantren tetap menjadi ruh pondok gontor.Tetapi penanaman itu dilakukan secara efektif dan efesien dengan menggunakan sistem dan metode pendidikan modern. Cara ini pada berikutnya dapat melahirkan dan mengembangkan etos–etos tertentu yang membuat anak didik menjadi lebih dinamis, kritis dan kreatif. Tulisan ini, mencoba menelaah konsep pendidikan modern yang digagas oleh pendiri pondok modern darussalam gontor, dalam cakupan pembaruan pendidikan Islam di Indonesia pada saat itu
Pengaruh Model Quantum Teaching Berbantuan Media Audio Visual terhadap Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di Tingkat IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif pre-experimental dengan desain one-group pretest posttest. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV SDN Kenongo 1 yang berjumlah 80 siswa. Sampel diambil sebanyak 23 siswa dari kelas IV-A dengan menggunakan teknik random sampling dari semua kelas IV. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes. Dimana tes ini dilakukan sebelum diberikan perlakuan berupa model Quantum Teaching berbantuan Media Audio Visual (pretest) dan sesudah diberikan perlakuan dengan model Quantum Teaching berbantuan Media Audio Visual (posttest). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah soal pilihan ganda sebanyak 20 butir. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan model Quantum Teaching dengan berbantuan Media Audio Visual terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata Pelajaran IPA materi Transformasi Energi disekitar Kita. Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata nilai presentase siswa setelah diberikan perlakuan adalah 85, nilai ini termasuk kategori yang dinyatakan sudah mencapai ketuntasan dalam hasil belajar kognitif IPA karena acuan KKM yang digunakan pada mata pelajaran IPA di SDN Kenongo 1 sebesar 75. Hasil uji analisis data menggunakan t-test berpasangan yang menghasilkan nilai signifikansi 0,001 atau nilai signifikansi < Tingkat signifikansi yang digunakan 0,05. Diperoleh hasil thitung 26,990 > ttabel 2,045 yang dimaksud bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dalam penelitian ini siswa sangat bersemangat dan aktif dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model Quantum Teaching dengan berbantuan Media Audio Visual baik secara berkelompok maupun individu, penelitian ini dapat menjadikan pengalaman yang bermakna bagi setiap siswa
Pola Rekrutmen Sumber Daya Manusia di Pondok Pesantren (Studi Komparatif Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani dan Maraqitta\u27limat Mamben)
This study aims to: (1) Describe the analysis of human resource needs in two Islamic boarding schools (Comparative Study of Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani and Maraqitta\u27limat Mamben). (2) Describe the implementation of human resource recruitment within the religious education environment at the Islamic boarding schools (Comparative Study of Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani and Maraqitta\u27limat Mamben). (3) Describe the placement of human resources in the two Islamic boarding schools (Comparative Study of Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani and Maraqitta\u27limat Mamben). This study uses a qualitative method. The research locations are at MAK Hamzanwadi II and MA Maraqitta\u27limat Mamben. The data collection process involves observation, in-depth interviews, and documentation (triangulation). Data analysis is conducted using the Milles, Huberman, and Saldana techniques, which include data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. To ensure data validity, testing is conducted through the criteria of credibility, transferability, dependability, and confirmability.This study analyzes the recruitment of educators at Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani and Pondok Pesantren Maraqitta\u27limat Mamben. The process involves needs analysis, setting requirements, information dissemination, and candidate selection. Recruitment is based on religious values and competence, encompassing application submission, interviews, and document selection. The placement of educators is carefully arranged to ensure maximum contribution, with an emphasis on integrity, loyalty, and educational mission
Komparasi Sistematika dan Budaya Evaluasi Pembelajaran pada Lembaga Pendidikan Secara Komprehensif di Negara Finlandia dan Indonesia
Abstract
This research aims to compare the systematics and culture of learning evaluation in Finland and Indonesia. Learning evaluation in Indonesia focuses on the "Kurikulum Merdeka," which emphasizes a holistic approach, particularly in assessing student achievement and knowledge. In contrast, the evaluation systematics in Finland\u27s national curriculum do not include a Minimum Competency Standard (KKM) or National Exams (UN). This research employs a literature review method, revealing significant differences between the evaluation systematics and cultures in Indonesia and Finland. In Finland, learning evaluation is formative and holistic, with a focus on students\u27 continuous development.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengomparasi sistematika dan budaya evaluasi pembelajaran di negara Finlandia dan Indonesia. Evaluasi pembelajaran di Indonesia tertuju pada Kurikulum Merdeka yang lebih menguatkan pada pendekatan holistik terutama dalam penilaian prestasi dan ilmu pengetahuan siswa, sedangkan sistematika evaluasi pembelajaran dalam kurikulum nasional Finlandia yaitu tidak ada patokan KKM dan juga tidak adanya UN. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, sehingga diketahui sistematika dan budaya evaluasi pembelajaran di Indonesia dan Finlandia memiliki perbedaan yang signifikan di antaranya jika di Finlandia evaluasi pembelajaran mereka bersifat formatif dan holistik dengan fokus perkembangan berkelanjutan siswa
Pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai Inovasi Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa MTs Al-Qur’aniyah
This research aims to analyze the use of the Canva application in improving the learning outcomes of Class IX students at MTS Al-Qur\u27aniyah. This research uses Mixed Methods research. Research Results: Canva is an online design program that provides various tools such as presentations, resumes, posters, pamphlets, brochures, graphics, infographics, banners, bookmarks, bulletins, and others. Proper use of Canva learning media will help in creating effective, efficient and interesting learning programs so that it can improve student learning outcomes. Based on the results of the questionnaire calculations obtained, before using the Canva application media in the form of power points, the results were 75%, as many as 30 students were not able to understand the material, 20% (standard) as many as 8 students were quite able to understand the material, and 5% as many as 2 participants students are able to understand the material, and 0 percent are very able to understand the material. After using the Canva application, the results were 80%, 32 students were very able to understand the material, 15%, 6 students were able to understand the material, and 5%, 2 students were quite able to understand the material, and 0 percent were not able to understand the material. This shows that the Canva application has a big influence on improving the learning outcomes of Class IX students at MTS Al-Qur\u27aniyah.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Pemanfaatan Aplikasi Canva Dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kelas IX di MTS Al-Qur’aniyah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Mixed Methods. Hasil Penelitian: Canva sebagai suatu program desain online yang menyediakan bermacam peralatan seperti presentasi, resume, poster, pamflet, brosur, grafik, infografis, spanduk, penanda buku, bulletin, dan lainnya. Penggunaan media pembelajaran canva secara tepat akan membantu dalam menciptakan program pembelajaran yang efektif, efisien dan menarik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil perhitungan angket yang diperoleh, sebelum penggunaan media aplikasi canva berupa power point di dapatkan hasil sebesar 75% sebanyak 30 peserta didik Tidak Mampu memahami materi, 20% (standar) sebanyak 8 peserta didik Cukup Mampu memahami materi, dan 5% sebanyak 2 peserta didik Mampu memahami materi, dan 0 persen Sangat Mampu memahami materi. Setelah penggunaan aplikasi canva diperoleh hasil 80% sebanyak 32 peserta didik Sangat Mampu memahami materi, 15% sebanyak 6 peserta didik Mampu memahami materi, dan 5% sebanyak 2 peserta didik Cukup Mampu memahami materi, dan 0 persen Tidak Mampu memahami materi. Hal ini menunjukkan bahwa Aplikasi Canva sangat mempengaruhi peningkatan hasil belajar peserta didik Kelas IX di MTS Al-Qur’aniyah
Analisis Inovasi Kurikulum Merdeka Berdiferensiasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Umum
This research aims to determine the innovation of an independent, differentiated curriculum in Islamic religious education learning. This research uses a type of library research. The research results show that differentiated learning is a method or effort made by teachers to meet students\u27 needs and expectations. Differentiated learning is an effort to adapt the learning process in the classroom to meet the individual learning needs of each student. Implementation of a differentiation-based independent curriculum in Islamic Religious Education learning in Public Schools (Elementary, Middle School, High School and College) includes: (1) Content differentiation, when teachers know several aspects of students\u27 needs through mapping, educators can provide content different, to each student according to learning needs and profiles such as grouping students with learning styles in the form of audio, visual, audio visual and kinetic (motion), (2) Process Differentiation, in this learning process educators need to understand the learning needs of students/ students whether they are able to study independently, in groups, or require special treatment (special assistance) to understand the concept of the material by grouping students according to the students\u27 readiness, abilities and interests and learning talents. (3) Product Differentiation. The products produced can be projects, presentations, designs, speeches, memorization, and religious practices. (4) Environmental differentiation, can use classroom facilities, outdoor (park), computer laboratory and prayer room.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi kurikulum merdeka berdiferensiasi dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam, penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah cara atau upaya yang dilakukan guru untuk memenuhi kebutuhan dan harapan murid. Pembelajaran berdiferensiasi sebagai usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Implementasi kurikulum merdeka berbasis diferensiasi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum (SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi) meliputi: (1) Diferensiasi konten Pada saat guru telah mengetahui beberapa aspek kebutuhan peserta didik melalui pemetaan, maka pendidik dapat memberikan konten yang berbeda, kepada setiap peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan profil belajar seperti pengelompokan peserta didik dengan gaya belajar berupa audio, visual, audio visual dan kinetik (gerak), (2) Diferensiasi Proses, Proses pembelajaran ini pendidik perlu memahami kebutuhan belajar peserta didik/mahasiswa apakah mereka mampu belajar secara mandiri, kelompok, atau membutuhkan perlakuan khusus (pendampingan khusus) untuk memahami konsep materi dengan mengelompokkan peserta didik sesuai pada kesiapan, kemampuan dan minat dan bakat belajar peserta didik. (3) Diferensiasi Produk, Produk yang dihasilkan dapat berupa projek, presentasi, desain, pidato, hafalan, dan praktek ibadah. (4) Diferensiasi Lingkungan dapat menggunakan fasilitas kelas, outdoor (taman), laboratorium komputer, dan Musholah
Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Program Madrasah Ramah Anak untuk Meningkatkan Literasi Siswa pada Madrasah di Kabupaten Lombok Timur
Perubahan kurikulum di Indonesia sering dimaknai dengan perubahan kekuasaan melalui Kementerian pendidikan yang berbeda-beda yang berimplikasi membuat kebijakan yang berbeda-beda pula. Hal ini terjadi karena belum optimalnya satuan pendidikan melaksanakan kurikulum tertentu untuk dioperasionalkannya. Di satu sisi perubahan kurikulum merupakan suatu keniscayaan disebabkan perubahan dan tantangan zaman yang berbeda-beda. Oleh sebab itu kurikulum merupakan jawaban dari tantangan dan perubahan zaman tersebut, maka dari itu sangat wajar jika kurikulum memang harus selalu berubah sebagai suatu respon. Oleh sebab itu perubahan kurikulum tidak hanya pada aspek teoritis tetapi juga implementasi dan implikasi kurikulum tersebut harus mampu mengubah dan meningkatkan program-program dalam satuan pendidikan tersebut, salah satunya adalah program Madrasah Ramah Anak. Program ini sebagai bentuk implementasi kurikulum merdeka untuk meningkatkan literasi anak dengan cara membentuk iklim dan budaya madrasah yang menyebabkan anak senang dan betah berada di lingkungan madrasah.
Dalam konteks pendidikan madrasah di kabupaten Lombok Timur, implementasi kurikulum merdeka melalui program Madrasah Ramah Anak akan memberikan pemahaman mendalam tentang sejauh mana kurikulum ini telah berhasil mencapai tujuan pendidikan literasi. Dengan demikian, hasil evaluasi dapat memberikan landasan untuk perbaikan lebih lanjut, memastikan bahwa pendidikan di madrasah dapat memberikan pendidikan berkualitas yang sesuai dengan visi kurikulum merdeka