Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Eksklusi Sosial dalam Dunia Pendidikan di Indonesia: Studi Kasus: Kesenjangan Digital dalam Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Sejak COVID-19 menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia, pemerintah bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui internet. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko penyebaran virus Corona, terutama pada anak-anak. Kegiatan PJJ sudah diberlakukan sejak bulan April 2020 sampai saat ini. Dilansir dari laman covid19.go.id, terdapat beberapa daerah yang masih berada di zona merah, yaitu memiliki resiko tinggi terhadap penularan COVID-19. Daerah lain didominasi dengan warna oranye, menunjukkan resiko penularan virus Corona dalam tingkat sedang. Sedangkan zona kuning menandakan tingkat resiko rendah, dan zona hijau artinya tidak ada kasus. Khusus bagi zona kuning dan hijau, pemerintah kembali memperbolehkan pembelajaran tatap muka. Lain halnya dengan daerah yang masih memiliki resiko penyebaran dalam tingkat sedang hingga tinggi, keduanya harus mematuhi aturan untuk tetap belajar secara daring. Pembelajaran Jarak Jauh tentunya tidak serta merta berjalan mulus. Ada banyak hambatan yang terjadi dalam pelaksanaannya. Baik guru maupun peserta didik harus beradaptasi dengan model belajar darurat seperti ini.
Pemerintah melakukan penyesuaian keputusan bersama Empat Menteri terkait pelaksanaan pembelajaran di zona selain merah dan oranye, yakni di zona kuning dan hijau, untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Prioritas utama pemerintah adalah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi COVID-19. Kondisi Pandemi COVID-19 tidak memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung secara normal. Terdapat ratusan ribu sekolah ditutup untuk mencegah penyebaran, sekitar 68 juta peserta didik melakukan kegiatan belajar dari rumah, dan sekitar empat juta guru melakukan kegiatan mengajar jarak jauh. Beberapa kendala yang timbul dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diantaranya kesulitan guru dalam mengelola PJJ dan masih terfokus dalam penuntasan kurikulum. Sementara itu, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak-anak belajar di rumah dengan optimal karena harus bekerja ataupun kemampuan sebagai pendamping belajar anak. Para peserta didik juga mengalami kesulitan berkonsentrasi belajar dari rumah serta meningkatnya rasa jenuh yang berpotensi menimbulkan gangguan pada kesehatan jiwa.
Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Pemerintah mengeluarkan penyesuaian zonasi untuk pembelajaran tatap muka. Dalam perubahan SKB Empat Menteri ini, izin pembelajaran tatap muka diperluas ke zona kuning, dari sebelumnya hanya di zona hijau. Prosedur pengambilan keputusan pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara bertingkat seperti pada SKB sebelumnya. Pemda/kantor/kanwil Kemenag dan sekolah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apakah daerah atau sekolahnya dapat mulai melakukan pembelajaran tatap muka. Penentuan zonasi daerah sendiri tetap mengacu pada pemetaan risiko daerah yang dilakukan oleh satuan tugas penanganan COVID-19 nasional, yang dapat diakses pada laman https://covid19.go.id/peta-risiko. Berdasarkan pemetaan tersebut, zonasi daerah dilakukan pada tingkat kabupaten/kota. Terkecuali untuk pulau-pulau kecil, zonasinya menggunakan pemetaan risiko daerah yang dilakukan oleh satgas penanganan COVID-19 setempat
Peran Tata Usaha Membantu Meningkatkan Mutu Pendidikan di MAPN 4 Medan
The head of administration has a very important role in providing services to students in madrasah institutions. One of the administrative roles is the managerial role and the administrator role. Administration must provide good service to the school community. The focus of the research is the role of administration in helping to improve the quality of education at MAPN 4 Medan. This research uses a qualitative approach. This approach involves discussing problems and investigating in depth, including through observation, recording, interviews, and active involvement in the research process. The research subjects in this study were the Head of the Madrasah, TU, and TU Staff. The research location is the place where researchers conduct research to obtain the necessary data. The research was conducted at MAPN 4 Medan Jl. Griya Martubung residential area, Medan City, Postal code 20253. The results of the research show that administrators who play a managerial role must be able to set a good example as a leader, and be able to supervise their subordinates well. Apart from that, as an administrator you must be able to manage various important letters so that they are managed well
Teknologi Digital dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Pada Kurikulum Merdeka
Penelitian ini membahas tentang teknologi digital dalam pembelajaran, Pendidikan memainkan peran fundamental dalam pembangunan karakter dan moral generasi muda, terutama melalui pendidikan agama. Mata pelajaran Aqidah Akhlak bertujuan menanamkan keyakinan dan perilaku sesuai ajaran Islam. Namun, metode pengajaran tradisional perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi untuk menarik minat siswa. Kurikulum Merdeka memperkenalkan pendekatan fleksibel yang mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran, termasuk Aqidah Akhlak. Penggunaan teknologi digital, seperti e-learning, aplikasi pendidikan, dan multimedia interaktif, dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi era digital. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi teknologi digital dalam pembelajaran Aqidah Akhlak pada Kurikulum Merdeka dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi, mengevaluasi manfaat dan tantangan implementasi teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital dapat meningkatkan pemahaman, motivasi, partisipasi, dan efisiensi pembelajaran. Selain itu, teknologi memungkinkan personalisasi pembelajaran dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan digital yang esensial. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan metode pengajaran Aqidah Akhlak yang lebih modern dan efektif
Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Kemandirian Siswa
The learning environment is one of the factors that influences a learning activity which will then have an impact on student independence. Student independence is considered important for every student, especially in the field of education. Student learning independence is influenced by several factors both from within the individual and from outside the individual. The learning environment is one of the external components that influences their level of learning independence. The aim of this research isato test and analyze the influence of the student learning environment on student learning independence. The research method used is quantitative research. To collect data about the implementation of the learning environment (X) and learning independence (Y) using a questionnaire. Data analysis techniques in quantitative research use statistical analysis. The research results show that learning environment variables have a positive and significant effect on student learning independence.
Abstrak
Lingkungan belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi suatu kegiatan pembelajaran yang kemudian akan berdampak pada kemandirian siswa. Kemandirian siswa dianggap sebagai hal yang penting bagi setiap siswa, terutama dalam bidang pendidikan. Kemandirian belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam diri individunya atau dari luar diri individu. Lingkungan belajar adalah salah satu komponen dari luar yang mempengaruhi tingkat kemandirian belajar mereka. Adapun tujuan penelitian ini yakni untuk menguji dan menganalisis pengaruh lingkungan belajar siswa terhadap kemandirian belajar siswa. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Untuk pengumpulan data tentang penerapan lingkungan belajar (X) dan kemandirian belajar (Y) menggunakan kuesioner (angket). Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar siswa
Islamic Education Educator at As-Sunnah Islamic College Deli Serdang 2012-2024 AD (Analysis of the Historical Study of Islamic Education)
This research aims to find out the names and identities of educators at the As-Sunnah Islamic College. The historical method consists of data collection, source criticism, interpretation and finally historiography. The research approaches used in this research are the geographical approach, sociological approach, educational approach and historical education. The results of this research are that the educators presented by the researcher are in accordance with the order in the SINTA STAI As-Sunnah Account, namely: 1) Dr. Muhammad Sapii Harahap, M.Pd., Hafidzhullah, 2) Muhammad Iqbal, M.Pd.I., Hafidzhullah, 3) Suhendri, M.Sos., Hafidzhullah, 4) Slamet Riyadi, S.Pd.I., MA. , Hafidzhullah, 5) Rozaanah, MA., Hafidzhullah, 6) Dr. Daryanto Setiawan, M.Kom.I., Hafidzhullah, 7) Dr. Wagiman Manik, M.Pd.I., Hafidzhullah, 8) Dr. Sopian Sinaga, M.Pd.I., Hafidzhullah, 9) Ahmad Zaky, S.Pd.I., MA., Hafidzhullah, 10) Ade Muhammad Ritonga, M.Pd., Hafidzhullah, 11) Ilham Tumanggor, M.Si ., Hafidzhullah, 12) Dr. Bahrul Ulum, M.Pd., Hafidzhullah, 13) Arbonas Lubis, M.Pd., Hafidzhullah, 14) Tiy Kusmarrabbi Karo, MA., Hafidzhullah, 15) Dasa Syawal Syahputra, M.Sos., Hafidzhullah, 16) Hasan Hamzah Lubis, M.Sos., Hafidzhullah, 17) Ahmad Afandi, M.Pd., Hafidzhullah, 18) Irham Dongoran, Lc., M.Ag., Hafidzhullah, 19) Syahri Ramadona, M.Is., Hafidzhullah, 20) Muhammad Syarif Muda Hasibuan, Lc., M.Si., Hafidzhullah, 21) Dr. Benny Munardi, M.Kom.I., Hafidzhullah, 22) Abdul Aziz Shidiq, M.Pd., Hafidzhullah, 23) Taufik Hidayat, M.Sos., Hafidzhullah, 24) Candra Gunawan, M.Si., Hafidzhullah, 25 ) Zulham Effendi, M.Pd.I., Hafidzhullah, 26) Khairul Anhar, Lc., M.Sc., Hafidzhullah, 27) Albahroyni, M.Sos., Hafidzhullah, 28) Fakhrurrozi, S.Pd.I., M.TH., Hafidzhullah, 29) Jihan Afri Batubara, M.Sos., Hafidzhullah, 30) Ade Chairil Anwar., Hafidzhullah, 31) Indra, M.Ag., Hafidzhullah, 32) Dori Chandra, M.Sos., Hafidzhullah, 33) Arifdo Putra., Hafidzhullah, 34) Muslim, MA., Hafidzhullah, 35) Fian Triadi, M.Pd., Hafidzhullah, 36) Fachri Rinaldy, S.Pd., M.H., Hafidzhullah, 37) Dirja Hasugian, Lc., M.Ag., Hafidzhullah, 38) Ahmad Nizar, M.A., Hafidzhullah, 39) Dr. Hasanuddin Dollah Hasibuan Hafidzhullah, 40) Maulana Limbong, M.Psi., Hafidzhullah, 41) Muhajirah Binti Jamaluddin, M.TH., Hafidzhallah, and 42) Hendriansyah Hafidzahalla
Dinamika Konflik Batin dalam Praktik Keagamaan: Kajian Ilmu Jiwa Agama
Artikel ini mengkaji dinamika konflik batin dalam praktik keagamaan dari perspektif ilmu jiwa agama. Fokus utama adalah bagaimana konflik batin muncul, berfungsi, dan mempengaruhi praktik keagamaan individu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, artikel ini menganalisis pengalaman individu dalam konteks keagamaan dan bagaimana konflik batin dapat mempengaruhi praktik dan pengalaman spiritual mereka. Temuan menunjukkan bahwa konflik batin seringkali terkait dengan perbedaan antara nilai-nilai pribadi dan tuntutan keagamaan, serta cara individu menanggapi dan mengatasi konflik tersebut
Optimalisasi Perencanaan Pembelajaran PAI melalui Pendekatan Tematik Terpadu di Sekolah Dasar
Pendekatan tematik terpadu merupakan salah satu metode pembelajaran yang dirancang untuk menyatukan berbagai mata pelajaran dalam satu tema yang relevan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar, pendekatan ini memberikan kesempatan untuk mengaitkan konsep-konsep agama dengan pengalaman sehari-hari siswa, sehingga memperkuat pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi perencanaan pembelajaran PAI dengan pendekatan tematik terpadu di sekolah dasar serta implikasinya terhadap efektivitas proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konseptual dari berbagai sumber referensi terkait
Pengaruh Kecerdasan Interpersonal dan Kecerdasan Intrapersonal terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VI Al-Wahid di SD Islam Al-Alifah Palembang
Kecerdasan interpersonal adalah kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan untuk bersosialisasi dengan orang-orang sekitarnya. Kecerdasan intrapersonal berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk tanggap terhadap perasaan yang ada dalam dirinya, orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang baik akan memiliki kemampuan untuk mengenal baik kekuatan-kekuatan maupun kelemahan yang ada dalam dirinya. Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan ajarannya yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.
Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana pengaruh kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD Islam Al-Alifah Jakabaring palembang, adakah pengaruh kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam di SD Islam Al-Alifah Jakabaring Palembang. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan teknik analisa statistik sederhana yaitu menggunakan rumus teknik analisis product moment dan analisis korelasi regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian ini 23 siswa diambil dengan teknik sampel jenuh.
Hasil penelitian ini bisa dilihat pengaruh kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas VI Al-Wahid di SD Islam Al-Alifah Jakabaring Palembang, pengaruh dilihat dari nilai Nilai kemudian dibandingkan dengan nilai pada taraf nyata ? = 0,05 yaitu = = 2,07. Ternyata = 1,70 < 2,07 = dengan demikian maka model multipel signifikan
Implementasi Metode Gasing dalam Meningkatkan Konsep Pemahaman Materi Penjumlahan Siswa di Sekolah Dasar
Proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, dan berlangsung sepanjang hayat yang dilaksanakan di lingkungan keluarga sekolah dan masyarakat merupakan istilah dari pendidikan. Keberadaan pendidikan diharapkan dapat mempersiapkan pembelajaran, melaksanakan dan menilai hasil belajar para siswa dengan baik, dapat memilih dan menggunakan model-model interaksi belajar mengajar yang tepat Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pemahaman konsep materi penjumlahan siswa di sekolah dasar yaitu dengan metode gasing (gampang asik dan menyenangkan). Tujuan skripsi ini adalah untuk menganalisis konsep darimetode gasing untuk pemahaman materi penjumlahan siswa di sekolah dasar. Metode penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan pada penelitian kualitatif yaitu studi kasus. Hasil penelitian keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan metode gasing, siswa mampu menyelesaikan soal dengan benar dan tepat sehingga pretasi belajar siswa meningkat, terampilkan menggunakan metode gasing dalam penjumlahan dalam hal ini siswa tidak mengalami kesulitan dalam pembelajaran berhitung dan belajar secara mandiri langsung mempraktekkan penggunaan media pembelajaran. Kesimpulan terdapat peningkatan pemahamanan materi penjumlahan yang signifikan pada siswa di sekolah dasar setelah di ajarkan menggunakan metode gasing. Studi kasus ini hanya dilakukan pada siswa dengan masalah pemahamanan materi penjumlahan, diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan studi kasus yang mendalam dan menerapkan metode lain yang lebih efektif untuk meningkatkan konsep pemahaman materi penjumlahan di sekolah dasar.
Abstract
The cultural process to enhance human dignity and worth, which occurs throughout life within the family, school, and community, is referred to as education. Education is expected to prepare students for learning, implement, and assess their learning outcomes effectively, as well as to select and use appropriate teaching and learning interaction models. One of the actions that can be taken to address the issue of understanding the concept of addition in elementary school students is the use of the Gasing method (fun, easy, and enjoyable). The purpose of this thesis is to analyze theconcept of the Gasing method for understanding addition material in elementary school students. This thesis employs a qualitative research approach, specifically a case study. The results show that students\u27 arithmetic skills in addition, using the Gasing method, enabled them to solve problems correctly and accurately, thus improving their learning outcomes. The Gasing method in addition helped students overcome difficulties in arithmetic learning, allowing them to learn independently and practice using learning media. In conclusion, there was a significant improvement in understanding addition material among elementary school students after being taught using the Gasing method. This case study was conducted only with students who faced difficulties in understanding addition concepts. It is hoped that future researchers will conduct more in-depth case studies and apply other more effective methods to enhance the understanding of addition concepts in elementary schools
Analisis Kesulitan Belajar Matematika pada Kurikulum 2013 (K-13) Materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Kelas IV MI Yusuf Abdussatar Kediri Tahun Ajaran 2024/2025
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai tantangan yang dialami siswa dalam mempelajari materi KPK dan FPB kelas IV di MI Yusuf Abdussatar. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk kesulitan belajar matematika pada kurikulum 2013 (K-13) materi KPK dan FPB kelas IV MI Yusuf ABdussatar Kediri Tahun Ajaran 2024/2025. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kualitatif deskriptif yaitu data yang terkumpul berbentuk kata-kata, gambar bukan angka-angka. Peneliti berusaha untuk mendapatkan data penelitian yang bersifat kata-kata, serta penjelasan terkait judul penelitian. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar matematika pada kurikulum 2013 materi KPK dan FPB adalah sebagai berikut: Bentuk kesulitan ini mencakup 2 faktor, yakni 1) faktor Guru berupa (a) penjelasan konsep dasar yang kurang mendalam, (b) metode pengajaran yang kurang efektif. 2) Faktor Siswa berupa, (a) kesulitan memahami konsep, (b) kesulitan menghitung, (c) kesulitan menghitung rumus, (d) kesulitan mengatasi soal cerita, (e) kecemasan matematis, (f) Kurangnya motivasi, (g) keterampilan memecahkan masalah yang lemah, (h) kesulitan dalam memvisualisasikan