Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
    1509 research outputs found

    Strategi Komunikasi Guru melalui Penggunaan Media Digital di SMP Tamansiswa Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun

    No full text
    Artikel ini mengulas peran strategi komunikasi guru melalui penggunaan media digital di SMP Tamansiswa Kecamatan Ujung Padang sehubungan dengan meningkatnya penggunaan ponsel di Indonesia. Dengan populasi yang terlibat dalam teknologi, pendekatan komunikasi guru melalui media digital menjadi krusial dalam mendukung interaksi, pendidikan, dan pembelajaran di lingkungan sekolah. Media digital seperti presentasi multimedia, video pembelajaran, aplikasi daring, dan media sosial internal digunakan oleh guru sebagai alat untuk memfasilitasi kolaborasi, pertukaran informasi, dan penyampaian materi pelajaran. Meskipun demikian, tantangan seperti overload informasi, keterbatasan pemanfaatan teknologi, dan risiko kesalahan komunikasi memerlukan perhatian khusus dalam mengoptimalkan strategi ini di lingkungan pendidikan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana strategi komunikasi melalui media digital memengaruhi pendidikan di SMP Tamansiswa Kecamatan Ujung Padang dan menyoroti tantangan yang perlu di atas i untuk memaksimalkan manfaat teknologi dalam proses pembelajaran

    A Model Pembelajaran Quantum Teaching and Learning dalam Meningkatkan EQ Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS di Madrasah Ibtidaiyah

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Quantum Teaching and Learning dalam meningkatkan EQ siswa pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif, pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data. Dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Subjek penelitian yang dipilih  kepala madrasah ibtidaiyah, dua guru, dan 36 siswa. Di MI Assunniyyah 45 Paseban Kencong Jember, dari 114 peserta didik, 25% mengalami kesulitan dalam komunikasi seperti gugup dan cemas saat berbicara, serta cenderung diam saat pembelajaran. Sedangkan, 30% peserta didik memiliki kecerdasan emosional yang rendah, termasuk kurangnya kesadaran diri, mengontrol diri, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV dan V menjadi lebih aktif, percaya diri, dan terlibat dalam pembelajaran IPAS dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching and Learning, pada pendekatan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, Rayakan) yang telah mengubah gaya belajar menjadi lebih menyenangkan dan dinamis. Hal ini membantu meningkatkan kecerdasan emosional siswa pada tiga indikator EQ, yaitu: rasa ingin tahu siswa yang berkembang dari delapan siswa, mampu mengontrol emosi yang berjumlah sembilan siswa, dan empati sejumlah satu siswa. Hasil akhir pada penelitian ini menampilkan bahwa dari 36 siswa kelas IV dan V yang memiliki peningkatan EQ sebanyak 18 siswa

    Implementasi Nilai-nilai Responsif Gender dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtida’iyah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam tentang responsif gender diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini termasuk field research atau penelitian lapangan, dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan fenomenologis dengan waktu tempuh empat bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana guru Pendidikan Agama Islam dan siswa mereka menerapkan nilai-nilai pendidikan Islam yang berkaitan dengan responsif gender di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip responsif gender dalam pendidikan agama Islam telah diterapkan pada aktivitas di sekolah. Kegiatan ini masih sederhana karena sekolah hanya melakukan kegiatan tambahan. Faktor internal dan eksternal mendukung pelaksanaan pendidikan agama Islam berbasis responsif gender. Faktor internal termasuk kepala sekolah, guru, kurikulum, dan materi pelajaran khusus gender, dan faktor eksternal termasuk orang tua dan lingkungan sekolah. Penanaman nilai-nilai pendidikan Islam tentang gender dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendalaman materi pendidikan Islam tentang pemahaman gender, dan membentuk lembaga khusus untuk mengawasi perilaku guru yang melakukan diskriminasi terhadap gender tertentu merupakan solusi yang diambil oleh sekolah untuk mengatasi tantangan untuk menerapkan nilai-nilai pendidikan Islam berbasis responsif gender

    Internalisasi Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat Adat Kampung Naga

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang internalisasi pendidikan agama Islam pada masyarakat adat yang ada di kampong Naga, Tasikmalaya. Indonesia akhir-akhir ini bisa dibilang cukup memperihatinkan. Karakter moral bangsa yang sudah dibangun oleh pendahulu bangsa seakan-akan mulai rapuh dan terkikis, karakter bangsa yang penuh dengan kearifan serta bermoral telah lama jarang terlihat. Kenyataannya sekarang bangsa Indonesia telah kehilangan jati diri bangsa dengan adanya beberapa kasus kekerasan, aksi anarkis, korupsi, penggelapan pajak, pembunuhan, kejahatan seksual, penjarahan, teror bom, tawuran dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif analitik. Lokus penelitian ini adalah Kampung adat Naga Tasikmalaya. Adapun teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: pertama, Ada beberapa budaya masyarakat Kampung Naga, yang masih dijalankan oleh generasinya. kemudian Nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam adat istiadat yaitu nilai-nilai keimanan, nilai-nilai ibadah dan nilai akhlak, internalisasi nilai dilakukan melalui pertama adanya proses pembelajaran nilai melalui penyampaian informasi oleh pengurus adat kepada generasi penerusnya Kedua penyampain secara mendalam terhadap tradisi di rumah masing masing oleh orang tua kepada anak-anaknya, Ketiga adanya pelestarian pelaksanaan upacara Adat secara berkesinambungan dari generasi ke genarasi

    Pendidikan Multikultural dalam Konteks Global: Tantangan dan Peluang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengkaji pendidikan multikultural dalam konteks global dengan fokus pada tantangan dan peluang yang dihadapi dalam implementasinya. Di era globalisasi, pendidikan multikultural menjadi semakin krusial sebagai instrumen untuk mempersiapkan generasi yang mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan multikultural meliputi: (1) kesenjangan sosio-ekonomi, (2) ketidaksetaraan gender, (3) implementasi era digital, (4) homogenitas lingkungan sosial, (5) arus globalisasi. Sementara itu, peluang yang dapat dioptimalkan mencakup: (1) meningkatkan toleransi dan pemahaman diantara individu, (2) dialog dan toleransi agama, (3) mengurangi potensi konflik, (4) pemanfaatan teknologi digital. Kesimpulan penelitian mengindikasikan bahwa keberhasilan pendidikan multikultural memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek kebijakan, kurikulum, dan praktik pembelajaran. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kebijakan pendidikan inklusif. Pengembangan kurikulum berbasis keragaman dan peningkatan kapasitas pendidik dalam manajemen kelas multikultural

    Peran Ushul Fiqh dalam Menangani Isu Hukum Lingkungan dalam Perspektif Islam

    No full text
    Isu hukum lingkungan menjadi perhatian global seiring dengan meningkatnya kerusakan alam dan perubahan iklim. Dalam konteks hukum Islam, isu ini juga memerlukan perhatian serius karena Islam memiliki pedoman yang jelas terkait pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. Ushul Fiqh, sebagai metodologi ilmiah dalam memahami dan mengembangkan hukum Islam, memainkan peran penting dalam merumuskan solusi hukum terkait isu lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Ushul Fiqh dalam menangani isu hukum lingkungan dengan meninjau konsep-konsep utama dalam hukum Islam seperti Maqasid al-Shariah, Istislah, dan Amanah, serta relevansinya dalam praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan

    Strategi Meningkatkan Sikap Disiplin Siswa melalui Kegiatan Apel Pagi di MIN 1 Langkat

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh MIN 1 Langkat dalam meningkatkan sikap disiplin pada siswa.  Adapun metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif yang bertujuan memaparkan hasil penelitian melalui narasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini  dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan MIN 1 Langkat dalam meningkatkan kedisiplinan siswa ialah melalui kegiatan apel pagi. Kegiatan apel pagi ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menanamkan kebiasaan sikap disiplin pada siswa.  Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari berbagai hal diantaranya: seluruh siswa yang selalu datang tepat waktu dan tidak terlambat datang ke sekolah. Begitu juga dengan para guru dan staff  yang selalu datang tepat waktu. Para guru selalu datang lebih awal setiap pagi hari untuk menyambut para siswa di depan gerbang dengan bersapa, salam dan senyum kepada siswa. Kegiatan apel pagi di MIN 1 Langkat diisi dengan melafalkan surah-surah pendek dan bersholawat bersama-sama

    Peningkatan Kualitas Program Makanan Tambahan (PMT) Dengan Mengkonsumi Pudding Soya Di Desa Balongsari Kecamatan Gedeg Tahun 2024

    No full text
    Desa Balongsari di Kecamatan Gedeg menghadapi tantangan signifikan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakatnya. Program Makanan Tambahan (PMT) yang ada saat ini belum optimal dalam memberikan variasi dan kualitas gizi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas PMT dengan memperkenalkan pudding soya sebagai alternatif makanan bergizi yang kaya protein dan nutrisi penting. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development) yang melibatkan pemetaan aset, analisis kebutuhan, serta perencanaan dan implementasi solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa memiliki aset penting, termasuk petani soya lokal dan fasilitas pengolahan sederhana untuk produksi pudding soya, serta pengetahuan tentang gizi dari puskesmas setempat. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa anak-anak dan ibu hamil memerlukan peningkatan asupan protein dan vitamin. Dengan mengisi kesenjangan gizi yang ada dalam PMT, pudding soya diperkenalkan dan didistribusikan, menghasilkan umpan balik positif dari penerima manfaat. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penerimaan gizi dan penurunan kekurangan gizi di masyarakat. Penerapan pudding soya dalam PMT menggunakan metode ABCD menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kualitas gizi secara efektif. Program ini tidak hanya memanfaatkan aset lokal tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi spesifik masyarakat, memberikan dampak positif pada status kesehatan. Temuan ini menunjukkan potensi pudding soya sebagai model yang dapat diterapkan dalam program makanan tambahan di komunitas lain

    Profil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ditinjau dari Minat Belajar

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya siswa yang belum mempunyai keseimbangan antara kemampuan berpikir kritis dengan minat belajarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui “Profil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa ditinjau dari Minat Belajar†kelas VIII D MTs Ma’ahid Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deksriptif yang dilaksanakan di kelas VIII D MTs Ma’ahid Kudus dengan subjek penelitian berjumlah 24 siswa. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan minat belajar siswa yang telah dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kemampuan Berpikir Kritis ini dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data diambil melalui tes kemampuan berpikir kritis dan pengisian angket minat belajar. Analisis data dimulai dengan memahami seluruh data kemudian dikelola dengan berbagai sumber, yaitu hasil tes tertulis kemampuan berpikir kritis dan lembar angket. Hasil penelitian ini akan memberikan wawasan tentang hubungan antara minat belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa, serta memperkaya pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kemampuan berpikir kritis di tingkat pendidikan menengah pertama. Jika ditelaah kembali menurut tahapan Polya maka subjek yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi memenuhi semua urutan dalam menyelesaikan masalah yaitu memahami masalah, membuat rencana untuk menyelesaikan masalah, melaksanakan rencana tersebut, dan yang terakhir mengecek ulang hasil yang sudah didapatkan, sedangkan  yang memiliki kemampuan berpikir kritis sedang memenuhi  tiga urutan dalam menyelesaikan masalah yaitu memahami masalah, membuat rencana untuk menyelesaikan masalah dan  melaksanakan rencana tersebut dan untuk subjek yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah hanya memenuhi satu urutan dalam menyelesaikan masalah yaitu memahami masalah

    Meningkatkan Kemampuan Mengeluarkan Pendapat Melalui Model Pembelajaran Brainstorming pada Mata Pelajaran PPKn Kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara

    No full text
    Dalam penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang meningkatkan kemampuan mengeluarkan pendapat melalui model pembelajaran brainstorming pada mata pelajaran PPKn kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara. Dalam penelitian ini peneliti menggukan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari 4 tahapan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan dapat berpikir kritis agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien, data yang didapatkan melalui tahap observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. agar data yang didapatkan sesuai dengan data lapangan serta demi untuk memperkuat data yang dapatkan. Adapun hasil penelitian menujukan bahwa kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I mengalami peningkatan dari siswa yang aktif 4 orang dari 27 siswa dengan hasil persentase 15%, cukup aktif 12 orang 44% dan kurang aktif 11 orang 41%. Sementara pada pertemuan 2 siklus 1 siswa yang aktif 11 orang 41%, cukup aktif 9 orang 33% dan kurang aktif 7 26%. Pada siklus II siswa yang aktif 18 orang 67%, siswa yang cukup aktif 7 orang 26% dan kurang aktif 2 orang 7% sedangkan pada pertemuan 2 siswa yang aktif 23 orang 85% dan cukup aktif 4 orang 15%. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran brainstorming dapat meningkatkan kemampuan mengeluarkan pendapat pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara

    0

    full texts

    1,509

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇