Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Penerapan Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan dalam Menumbuhkan Sikap Sosial Siswa di MI KH Abu Mansur Surabaya
Dalam pembelajaran di sekolah Pendidikan karakter menjadi bagian terpenting untuk menghasilkan murid-murid yang berkualitas dan luar biasa.Guru harus meningkkatkan kualitas Pendidikan karakter kepedulian lingkungan dalam menumbuhka sosial siswa di MI KH ABU MANSUR . Tujuan penelitan untuk memastikan bahwa karakteritik peduli lingkungan untuk menjadikan siswa memiliki sikap dan tindakan untuk mencegah kerusakan alam dan mengembangkan sikap memperbaiki dan mengelola, menjaga dan melestarikan lingkungan .Dalam wawancara dan observasi di temukan adanya siswa yang belum paham akan kepedulian lingkungan Dalam hal ini peneliti juga menemukan langkah-langkah yang diambil dalam penerapan pendidikan karakter peduli lingkungan dengan cara , merawat tanaman , membuang sampah pada tempatnya dan membedakan jenis sampah organik dan anorganik.Tingkat kepedulian dan kepekaan siswa dapat terbentuk dengan pendidikan karakter kepedulian lingkunga
Implementasi Ice Breaking Berbantuan Lagu ”Di Sini Teman di Sana Teman” untuk Meningkatkan Minat Belajar bagi Siswa Kelas 2 SDN Jatingaleh 01
This research focuses on the implementation of ice breaking aided by the song "Disini Teman Disana Teman" to enhance learning interest among 2nd-grade students at SDN Jatingaleh 01. This study was conducted with the aim of implementing ice breaking using the song "Disini Teman Disana Teman" to enhance the learning interest of second-grade students at SD Negeri Jatingaleh 01. The research aimed to explore the implementation of ice breaking supported by the song "Disini Teman Disana Teman" to boost learning interest among second-grade students at SDN Jatingaleh 01. This qualitative research was carried out at one elementary school in Semarang, namely SD Negeri Jatingaleh 01. The subjects were second-grade students at SD Negeri Jatingaleh 01. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The researcher analyzed the data using descriptive data analysis. The results indicate that the implementation of ice breaking has been conducted at SD Negeri Jatingaleh 01. Based on the research findings, it is evident that ice breaking has had a positive impact on children in their learning process. This is observed through several aspects: 1) Ice breaking helps build self-confidence, strengthens relationships among students, reduces awkwardness, and fosters a positive environment for further learning or collaboration. 2) Ice breaking alleviates boredom. 3) It engages the interest of second-grade students at SD Negeri Jatingaleh 01. 4) It enhances the effectiveness of learning. Ice breaking, facilitated by the song "Disini Teman Disana Teman," is conducted at the beginning of lessons to create an enjoyable learning atmosphere and foster camaraderie among students. The implementation of ice breaking has been perceived positively by the students
PEMBELAJARAN TATA BAHASA (Analisis Fungsional dalam buku al-‘Arabiyyah li al-Na>t}iqi>n bi al-Lughah al-Indu>ni>siyyah (ALBI)
Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran tata bahasa, dalam buku ALBI. Sebagai salah satu unsur bahasa, selain suara, dan koskata, tata bahasa menjadi elemen penting yang harus diajarkan. Sebagaimana buku-buku ajar lainnya, buku ini menyaji dua bentuk materi teks bacaan dan percakapan, selain tentunya dilengkapi dengan tata bahasa. Untuk pembelajaran suara, sebagaimana lazimnya buku ajar lainnya, materi itu terintegrasi dari pilihan kata untuk masing-masing bacaan dan percakapan. Karena semua disampaikan dengan menggunakan suara huruf hijaiyyah, maka tiada perlu dimunculkan materi suara sebagai bagian tersendiri, sebagaimana tata bahasa. Buku ALBI, memberikan warna tersendiri dalam pembelajaran tata bahasa itu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan analisis deskriptif pada studi kepustakaan (library research), data bersumber dari literer klasik yaitu buku terkait tata Bahasa yanag laziam dipakai, juga buku ALBI. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi literarur yang tersedia, lalu dianalisis dan dideskripsikan secara utuh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, ALBI dalam memuat materi pembelajaran tata bahasa secara umum menggunakan metode induktif secara sepihak, karena untuk penjelasan masing-masing kaidah, dosen diberikan keleluasaan dalam memberikan kesimpulan dengan bahasa masing-masing, kedua, dalam menyusun skala prioritas materi, ALBI menggunakan pola yang berbeda dengan buku ajar lain atau buku yang secara khusus membahas tentang tata bahasa Arab juga ada materi yang tidak tersajikan dalam buku-buku ajar lain, ketiga, dalam menyebut istilah atau contoh ada ketidaksamaan antara satu materi dengan materi lain sehingga dalam beberapa materi perlu menjelaskan ulang
Internalisasi Nilai-Nilai Islam dalam Membentuk Perilaku Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lombok Timur
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai moral di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lombok Timur dan bagaimana nilai-nilai Islam berperan dalam membentuk perilaku siswa. Madrasah Tsanawiyah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan akhlak mulia pada siswa melalui integrasi nilai-nilai moral dalam kurikulum, pembelajaran, dan lingkungan sekolah. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kedisiplinan, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lombok Timur dilakukan melalui berbagai metode, termasuk pendidikan karakter dalam pelajaran agama, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler, dan keteladanan yang diberikan oleh guru serta pengawasan yang melibatkan seluruh warga madrasah. Nilai-nilai tersebut tidak hanya mengarah pada pembentukan perilaku positif siswa di lingkungan sekolah, tetapi juga berperan dalam pengembangan karakter siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, internalisasi nilai moral berbasis ajaran Islam di madrasah terbukti efektif dalam membentuk perilaku siswa yang memiliki akhlak yang baik dan siap menghadapi tantangan kehidupan dengan prinsip-prinsip moral yang kuat.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa: 1. Pelaksanan internalisasi nilai-nilai moral dalam membentuk perilaku peserta didik di Madraah Tsanawiyah Negeri 1 Lotim, dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Internalisasi nilai-nilai moral dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: a). Tahap Pemberian Pengetahuan. b). Tahap Pemahaman c). Tahap Pembiasaan, dan d). Tahap Transinternalisasi. 2). Dalam internalisasi nilai-nilai moral peserta didik ada beberapa pendekatan yang dipergunakan yaitu: para peserta didik diberikan kesempatan dan keleluasaan untuk secara bebas mengekspresikan dirinya dalam berbagai kegiatan, selama itu positif dan tidak menunjukkan perilaku negatif seperti melanggar aturan madrasah, dan pada saat tertentu nilai-nilai sosial ditanamkan secara tegas dan bila perlu dengan tekanan. 3). Implikasi internalisasi nilai-nilai moral dalam pembentukan perilaku peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lotim, dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, kesadaran peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari
Analisis Pemahaman Masyarakat Mengenai Hadis Misoginis: (STUDI KASUS DESA EMPLASMEN AEK NABARA, KECAMATAN BILAH HULU, KABUPATEN LABUHAN BATU)
Misogynism is the perspective of men who consider women to be weak, even though women are of the highest rank because women give birth, help their husbands and are also educators for their children. The researcher\u27s aim is to find out what factors make women inferior in the eyes of men, especially in the Aek Nabara emplasmen village. This research method uses a qualitative method with a case study approach, and in this research uses unstructured interviews. And researchers want to know why the people of the Aek Nabara emplasmen village, especially men, consider women inferior or misogynist and why women are considered inferior by men. The results of the research showed that as many as 20 respondents from the Emplasmen Aek Nabara Community did not understand the Misogynist Hadith about Women Are Aurat, because they had never heard of the missogynistic hadith that the researcher explained to the people of Emplasmen Aek Nabara Village.
ABSTRAK
Misioginis adalah cara pandang laki-laki yang menganggap wanita itu lemah, padahal wanita itu adalah yang paling mulia derajatnya dikarenakan wanita itu melahirkan, membantu suami dan juga pendidik bagi anak-anaknya. Tujuan peneliti adalah ingin mengetahui apa saja faktor yang membuat wanita itu rendah dalam pandangan laki-laki khususnya desa emplasmen Aek Nabara. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan dalam penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur. Dan peneliti ingin mengatahui apa sebab wanita dianggap rendah oleh laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 orang responden Masyarakat Emplasmen Aek Nabara tidak memahami Hadis Misioginis tentang aurat, wanita yang suka bergaul, menjual harga dirinya, dan tidak cukup dengan satu laki-laki. Hal ini dikarenakan mereka tidak pernah mendengar mengenai hadis misoginis yang peneliti paparkan kepada masyarakat Desa Emplasmen Aek Nabara. Setelah peneliti memaparkan tentang hadis kepada masyarakat di desa emplasmen Aek Nabara, diharapkan masyarakat memahami hadis tentang misoginis yang membuat wanita lemah di mata laki-laki agar menghindari hal-hal yang dianggap rendah oleh laki-laki terhadap wanita.
 
Pengaruh Hereditas Terhadap Intelegensi Anak
Faktor Hereditas kerap disinonimkan dengan genetik, bawaan, bahkan ketiganya memiliki makna yang sama dengan faktor keturunan. Hal inilah yang menjadi faktor utama dalam perkembangan maupun pertumbuhan anak usia dini. Dalam perkembangan anak usia dini terdapat enam aspek perkembanga yaitu nilai agama dan moral, sosial emosional, kognitif, Bahasa, fisik motorik, dan nilai Pancasila. Menurut aliran navitisme inilah yang percaya bahwa faktor hereditas memengaruhi perkembangan seorang anak, komponen yang di bawa sejak lahir akan menentukan perkembangan anak. Data kepustakaan digunakan dalam penelitian ini. Buku-buku, surat-surat, pengumuman, iktisar rapat, pernyataan tertulis, dan sumber lain adalah sumber data utama penelitian ini. Namun, analisis cahaya yaitu metode analisis data yang dipergunakan. Hasil penelitian ini mencakup 1. Tiga teori hereditas yang paling populer adalah partisipasi, koalisi, dan asosiasi. Faktor hereditas 2 mempengaruhi proses perkembangan dan pertumbuhan anak. Hereditas didasarkan pada (1) pernikahan (partiality), anak lahir mewarisi sifat dari satu diantara dua sumber aslinya secara keseluruhan atau sebagian besar (2) penyatuan (coalition), di mana anak lahir mewarisi sifat-sifat berasal darisumber aslinya tanpa cabangcabangnya.dan (3) penggabungan (association), di mana anak mewarisi sifat- sifat tertentu dari sumber aslinya
Higher Order Thinking Skill Melalui Model Pembelajaran STEAM Di Pendidikan Dasar
Kondisi pembelajaran di sekolah dasar saat ini sebagian besar masih monoton. Kondisi ini disebabkan karena pembelajaran secara tradisional dilakukan dengan cara yang dipimpin oleh guru (teacher-centered learning). Tujuan penelitian ini untuk memberikan pemaparan tentang konsep pembelajaran STEAM pada proses berfikir tingkat tingga ( HOTS) para siswa di lembaga sekolah dasar. Metode penelitan yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif mulai dari proses observasi langsung dan melakukan kajian studi pustaka. STEAM dan HOTS Keduanya mendorong siswa untuk berbuat lebih banyak dan sama-sama memiliki konsep kebutuhan sumber daya manusia yang sama di era digital dan revolusi industri 4.0 dan 5.0. Keterampilan berpikir tingkat tinggi diperoleh dari pengalaman siswa mengikuti pembelajaran, sehingga siswa dapat membangun pengetahuan tentang dirinya sendiri, sehingga sadar akan pembelajaran tersebut. Jenis pembelajaran ini menghasilkan siswa yang mampu mengembangkan dan memperoleh keterampilan berpikir dengan kritis dan menyelesaikan masalah sederhana
Implementasi Prinsip-Prinsip Hukum Islam dalam Penegakan Hukum di Indonesia: Studi Kasus dan Evaluasi
Artikel ini membahas implementasi prinsip-prinsip hukum Islam dalam penegakan hukum di Indonesia dengan fokus pada studi kasus dan evaluasi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip hukum Islam diintegrasikan dalam sistem hukum nasional dan mengevaluasi efektivitas serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap dokumen hukum, studi kasus, dan wawancara dengan para ahli hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya signifikan dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum Islam, tantangan seperti perbedaan interpretasi, resistensi sosial, dan masalah implementasi masih ada. Kesimpulan dari studi ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan integrasi hukum Islam dalam sistem hukum nasional
PENGENTASAN MASALAH STUNTING BALITA MELALUI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PUDING KELOR DI DESA KUTOGIRANG
Kelor merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dijumpai di wilayah Jawa. Kelor memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh, salah satu contohnya yaitu dalam pencegahan stunting pada balita. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi angka peningkatan masalah stunting Balita pada masyarakat desa Kutogirang dengan cara pemberian makanan tambahan puding kelor di beberapa rumah warga. Selain itu juga bisa digunakan untuk konsumsi makanan sehari-hari bagi warga Desa Kutogirang. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan melakukan penyuluhan dan pembagian makanan tambahan puding kelor kepada warga Desa Kutogirang, serta sosialisasi cara dalam pembuatan makanan tambahan berbahan baku daun kelor kepada ibu-ibu Balita Desa Kutogirang. Pelaksanaan progam PKM STITNU Al-Hikmah 2024 yang dilakukan selama 48 hari dari tanggal 13 Septembar 2024 – 30 November 2024 telah mendapatkan hasil yaitu Pengentasan Masalah Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan Puding Kelor, selain itu juga terlaksananya sosialisasi cara membuat makanan tambahan berupa pudding daun kelor yang nantinya diharapkan dapat diberikan atau disajikan untuk bayi dan balita. Setelah kegiatan ini diharapkan warga Desa Kutogirang dapat memanfaatkan kelor tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar mengurangi masalah stunting yang ada di Desa Kutogirang
Pemahaman Al-Qur\u27an dalam Perspektif Hermeneutika Abid Al-Jabiri
Penelitian ini bertujuan untuk mengulas hermeneutika yang digunakan oleh Abid al-Jabiri dalam dua bukunya, yaitu "Madkhal Ila al-Qur’an al-Hakim" dan "Fahm al-Qur’an al-Karim." Studi ini menjelaskan penggunaan hermeneutika sebagai model kajian al-Qur\u27an dalam konteks masyarakat Muslim kontemporer. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengungkapkan cara Abid al-Jabiri melihat al-Qur\u27an melalui kacamata realitas, mengubah pendekatan dari teks menuju realitas. Penelitian juga mencoba untuk menguji pengaruh Abid al-Jabiri dengan teori hermeneutika lainnya seperti Gadamer dan Paul Ricoeur. Metode penelitian yang digunakan melibatkan analisis tekstual dari kedua buku Abid al-Jabiri dan perbandingan dengan teori-teori hermeneutika lainnya. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang pemikiran hermeneutika dalam pemahaman al-Qur\u27an dalam konteks kontemporer