Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Pendidikan Multikultural: Mengintegrasikan Keragaman Suku, Agama, Budaya, Sosial, dan Gender dalam Pembelajaran
Tujuan dari studi ilmiah ini adalah untuk menganalisa lebih mendalam terkait dengan pendidikan multikultural dalam rangka mengintegrasikan keragaman suku, agama, budaya, sosial, dan gender dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Data yang dipergunakan dalam kajian ini merupakan data sekunder, meliputi berbagai jurnal, serta buku yang sesuai dengan topik yang dikaji. Hasil studi menyatakan bahwa pada dasarnya pendidikan multikultural tidak akan pernah ada tanpa adanya keberagaman yang mendasari terjadinya polemik di masyarakat. Pendidikan multikultural sendiri merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang memposisikan pandangan multikultural sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Dalam pendidikan multikultural, terdapat beberapa komponen yang perlu untuk diintegrasikan dengan baik dalam diri peserta didik maupun masyarakat agar nantinya tercipta masyarakat yang memiliki sifat toleransi dan multikultural dalam dirinya. Adapun untuk dapat mengintegrasikan berbagai komponen tersebut, pendidik perlu memperhatikan elemn-elemen penting dari pendidikan multikultural, yakni kesadaran budaya, relevansi budaya, lingkungan yang mendukung, akses yang adil, fleksibilitas pembelajaran, dan integrasi instruksional.
Abstract
The purpose of this scientific study is to conduct an in-depth analysis of multicultural education to integrate diversity in ethnicity, religion, culture, social status, and gender into learning. This research employs a qualitative research method with a library research approach. The data used in this study consists of secondary data, including various journals and books relevant to the topic under review. The results of the study indicate that multicultural education fundamentally cannot exist without the diversity that underpins societal conflicts. Multicultural education is a discipline that positions multicultural perspectives as an essential part of the educational process. In multicultural education, several components need to be effectively integrated into learners and society to cultivate a community characterized by tolerance and multicultural values. To integrate these components, educators must consider key elements of multicultural education, namely cultural awareness, cultural relevance, supportive environments, equitable access, flexible learning, and instructional integration
Implementasi Teori Pembelajaran Behaviorisme, Kognitif, dan Humanisme pada Pembelajaran Daring Materi Thaharah di MI Darul Ulum
Penelitian ini membahas tentang implementasi teori pembelajaran behaviorisme, kognitif, dan humanisme dalam pembelajaran daring pada materi Thaharah di MI Darul Ulum. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan strategi pembelajaran yang efektif di tengah perubahan pola belajar akibat perkembangan teknologi dan kondisi pembelajaran jarak jauh. Ketiga teori pembelajaran tersebut memiliki pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi dalam menciptakan proses belajar yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori behaviorisme dilakukan melalui pemberian stimulus berupa video pembelajaran, latihan soal daring, serta reward untuk memotivasi siswa. Teori kognitif diimplementasikan dengan mengaitkan materi dengan pengalaman siswa, penggunaan media visual, serta pemberian soal analisis. Sementara itu, teori humanisme diterapkan melalui pendekatan personal, pemberian ruang kreativitas kepada siswa, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan humanis. Ketiga teori ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap siswa dalam mengamalkan materi Thaharah meskipun dalam situasi pembelajaran daring. Implementasi teori-teori ini juga mampu membangun hubungan positif antara guru dan siswa, serta meningkatkan motivasi belajar secara mandiri
Model Supervisi Akademik Berbasis Nilai Qur’ani dalam Pengembangan Profesionalisme Guru PAI
Supervisi akademik merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui pembinaan profesionalisme guru. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), supervisi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga moral dan spiritual. Artikel ini mengkaji model supervisi akademik berbasis nilai-nilai Al-Qur’an yang berorientasi pada pembinaan guru PAI secara holistik. Melalui pendekatan kualitatif konseptual, penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti amanah, ihsan, ta’awun, dan mujahadah menjadi landasan utama dalam membangun profesionalisme guru yang tidak hanya cakap secara pedagogis, tetapi juga berintegritas spiritual dan berakhlak mulia.
Abstract
Academic supervision is a developmental activity aimed at improving teachers’ professionalism through monitoring, mentoring, and reflective practices. In the context of Islamic Religious Education (PAI), supervision goes beyond pedagogical aspects to include moral and spiritual development. This article examines a Qur’anic value-based model of academic supervision, focusing on the principles of amanah (trustworthiness), ihsan (excellence), ta’awun (cooperation), and mujahadah (perseverance). These values serve as the foundation for building Qur’anic-based teacher professionalism. Using a qualitative conceptual approach, this study concludes that Qur’anic-based supervision strengthens the spiritual dimension of teacher professional development, transforming the process from merely technical into a morally and spiritually guided practice rooted in Islamic ethics
Pemanfaatan Alat Peraga Geoboard Berbasis Digital untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika pada Siswa Kelas V: Pemanfaatan Alat Peraga Geoboard Berbasis Digital Untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Pada Pendidikan Dasar
Penggunaan alat peraga sangat diperlukan dalam bidang pendidikan, agar proses pembelajaran siswa menjadi menarik dan tidak membosankan. Jika pembelajaran Matematika tidak dilakukan dengan cara yang menyenangkan, maka siswa akan menganggap Matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan siswa akan kesulitan untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Geoboard adalah alat peraga Matematika yang berbasis digital yang di gunakan untuk meningkatkan minat belajar siswa, Penggunaan alat peraga berbasis digital lebih efektif digunakan pada pembelajaran sekarang ini yang dilakukan secara online maupun offline. Selain itu, alat peraga berbasis digital juga tidak memakan banyak waktu dalam pelaksanaannya sehingga dapat lebih efektif dalam menyelesaikan materi pembelajaran dan juga siswa tidak akan lagi menganggap Matematika sebagai mata pelajaran yang susah dan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat alat peraga geoboard berbasis digital untuk meningkatkan minat belajar Matematika pada siswa kelas V. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif deskriptif yang di lakukan pada siswa kelas V MI Darussalam sugihwaras. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara : 1) observasi; 2) wawancara; 3) dokumentasi
Hubungan Dukungan Orang Tua Sekolah dengan Karakter Cinta Damai Siswa Kelas I Kurikulum Merdeka
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan karakter cinta damai siswa kelas I MI An Nuur Cahaya Umat. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas I dengan sampel 23 siswa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dari data yang diperoleh melalui pengumpulan data berupa angket dukungan orang tua dan angket karakter cinta damai siswa, dengan cara mengisi lembar cheklist dan berpedoman dengan Likert. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan analisis Pearson Productoment dari Karl Pearson dengan berbantuan sederhana IBM SPSS 26. Metode penenlitian ini menggunakan korelasi. Berdasarkan hasil uji Pearson Correlation diperoleh nilai signifikasi sebesar 0,258 dan skor pearson corellation sebesar 0,246. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara dukungan orang tua dengan karakter cinta damai
Meningkatkan Gaya Hidup Bugar di Kalangan Remaja melalui Evaluasi Hasil Tes Kebugaran Siswa Indonesia
This study aims to evaluate the impact of using fitness tests on improving healthy lifestyles among teenagers in Indonesia. In achieving this goal, this study was conducted by observing the effectiveness of fitness tests as a tool to encourage adolescents to adopt an active and healthy lifestyle. The method used is the application of fitness tests to students in several schools in Indonesia. After that, an evaluation of the results of this fitness test was carried out to measure changes in physical activity and awareness of the importance of a healthy lifestyle among teenagers. The research results show that the use of fitness tests can increase students\u27 awareness of the importance of physical activity and a healthy lifestyle. Apart from that, the test results are also able to provide a clear picture of the student\u27s physical fitness condition, allowing for more targeted monitoring of positive behavioral changes. In conclusion, evaluating fitness test results can be an effective tool in improving a fit lifestyle among Indonesian teenagers
Penerapan Metode Make A Match pada Pelajaran Fikih Materi Menyebutkan Rukun Islam dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Kelas 1A MI Babatan Jati Sidoarjo
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan metode Make a Match dalam proses pembelajaran fikih. Khususnya dalam menyajikan materi mengenai rukun Islam, dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 1A di MI Babatan Jati Sidoarjo. Metode Make a Match diterapkan sebagai alat bantu untuk membantu siswa dalam mengingat dan memahami materi dengan menggabungkan konsep- konsep yang saling terkait.
Berdasarkan hasil observasi, terlihat bahwa banyak siswa belum mencapai KKM yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 75. Oleh karena itu, penerapan metode Make a Match pada pelajaran fikih, khususnya materi mengenai rukun Islam, dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan hasil belajar di kelas 1A MI Babatan Jati Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan PTK /Penelitian Tindakan Kelas. (Action research) yang terdiri dari dua siklus.
Setiap siklus melibatkan empat tahap kegiatan, yaitu 1) perencanakan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, 4) refleksi
Hasil siklus1 menunjukkan bahwa nilai rata- rata hasil belajar siswa mencapai 80.6%, dengan 9 siswa yang belum mencapai ketuntasan. Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 88,2 % dan seluruh siswa kelas 1A MI Babatan Jati Sidoarjo berhasil mencapai atau melebihi nilai KKM (≥75).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui uji pre-tes dan post-tes, serta observasi terhadap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Make a Match dalam pembelajaran fikih efektif meningkatkan hasil belajar siswa, kelas 1A MI Babatan Jati Sidoarjo.
Kesimpulan-nya, metode Make a Match, dapat dianggap sebagai metode yang layak diterapkan dalam pembelajaran fikih, ditingkat pendidikan dasar untuk meningkatkan efektifitas pembelajara
Persepsi Guru terhadap Permainan Ular Tangga Modifikasi untuk Meningkatkan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini
Pendidikan anak usia dini adalah suatu pendidikan yang fokus pada pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu fisik anak, koordinasi motorik halus dan motorik kasar, kecerdasan yaitu (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual), sosial emosional yaitu (sikap dan perilaku), bahasa dan komunikasi sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru terhadap permainan ular tangga yang dimodifikasi untuk meningkatkan nilai agama dan moral anak. Metode penelitian ini menggunakan survei online berupa kuesioner melalui google form. Responden dalam penelitian ini adalah 5 orang guru di TK IT Fania Salsabila Barokah. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan melalui google form yang dibagikan kepada guru, 100% guru mengatakan bahwa TK telah menerapkan permainan ular tangga sebagai sumber belajar di sekolah, namun yang diterapkan di sekolah adalah permainan ular tangga tradisional yang belum dimodifikasi. Guru juga menyampaikan bahwa anak dapat menerapkan permainan ular tangga yang dimodifikasi ini dengan cara bermain sambil belajar sehingga pembelajaran menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak serta dapat menanamkan sikap, perilaku dan ketrampilan anak. Diharapkan permainan ular tangga modifikasi untuk mengembangkan nilai agama dan moral pada anak usia dini dapat menjadi acuan guru atau contoh sebagai salah satu media yang konkrit juga menarik yang terkandung didalamnya nilai edukatif yang sesuai dengan aspek perkembangan anak yaitu nilai agama dan moral
PENERAPAN MEDIA LOOSE PARTS BERBASIS STEAM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA ANAK USIA DINI
Kemampuan mengenal huruf adalah kemampuan yang di miliki setiap anak untuk mengetahui konsep huruf. Kemampuan mengenal huruf anak usia dini kelompok A yaitu mengenal huruf vokal dan konsonan, membentuk huruf dari benda, menulis huruf dengan media loose parts berbasis STEAM. Sedangakan media loose parts merupakan alternatif sebuah media yang dapat digunakan untuk menambah pengetahuan anak melalui alam dan lingkungan sekitar pada anak untuk meningkatkan kreativitas pada anak sehingga proses belajarnya lebih konkret. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan reflesi. presentase ketuntasan belajar pada siklus I terdapat 60% sebanyak 6 anak didik dari 20 anak didik dengan rata-rata 60 dan siklus II terdapat 75% sebanyak 8 anak didik dari 20 anak didik dengan rata-rata 75. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan dalam penggunaan media loose parts berbasis STEAM untuk kemampuan mengenal huruf pada anak usia dini. Pendidik diharapkan memanfaatkan media loose parts berbasis STEAM dalam kegiatan bermain anak usia dini, salah satunya pada kegiatan mengenal huruf
Kelas Ramah Anak di Pendidikan Anak Usia Dini
Sekolah merupakan rumah kedua bagi anak. Sangatlah penting mewujudkan sekolah sebagai lingkungan ramah anak. Kelas ramah anak ialah perwujudan sekolah ramah anak di mana sebagian besar interaksi guru dan anak terjadi di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian kepustakaan (literature review). Penelitian ini mengkaji tentang kelas ramah anak pada pendidikan anak usia dini. Untuk bahan kajian, peneliti memilih Peraturan Menteri tentang sekolah ramah anak dan artikel-artikel dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir dengan kata kunci: sekolah ramah anak; lingkungan ramah anak; kelas; TK; dan PAUD. Data-data yang didapatkan dianalisis sesuai topik yang ditentukan dalam penelitian. Setelah itu hasil analisis disajikan dalam tulisan yang terorganisir. Enam komponen penting dalam kelas ramah anak adalah kebijakan sekolah ramah anak, pelaksanaan kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak, sarana dan prasarana yang aman dan raah anak, keterlibatan anak, serta partisipasi orang tua dan masyarakat. Kelas ramah anak dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik