Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Implementation of Islamic Counseling Spiritual Perspective in Class II-B Corrective Institution Lubuk Pakam North Sumatera
This study discusses the Implementation of Islamic Counseling Perspective Spirituality in Class IIB Lubuk Pakam Penitentiary. This study uses qualitative research methodology. The results of this study are that the Implementation of Islamic Counseling Perspective Spirituality is 1) making a plan by determining the time, material, and material, and 2) the implementation is by implementing what has been planned, for example with the title "The Importance of Learning Tauhid" namely the reasons why learning tauhid are; a) Because Allah created us to believe in Him, b) The requirement to enter heaven must be to believe in tauhid, c) Tauhid is the reason for the elimination of sins (mistakes), d) Tauhid is the reason for the arrival of tranquility, e) Good deeds are not accepted until someone believes in tauhid, f) Tauhid is the reason for the multiplication of goodness or multiplication of rewards, g) Tauhid is the reason for guidance and a sense of security, and h) Tauhid is the reason for getting the intercession of the Prophet sallallaahu \u27alaihi wa sallam
Model Manajemen Pendidikan Islam dalam Aktivitas Dakwah Tuan Guru Haji Muhammad Mutawalli Yahya Al-Kalimi di Lombok
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis model manajemen pendidikan Islam yang diterapkan dalam aktivitas dakwah Tuan Guru Haji Muhammad Mutawalli Yahya Al-Kalimi di Lombok. Sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam penyebaran Islam di Lombok, Tuan Guru Mutawalli mengintegrasikan prinsip-prinsip dakwah dengan strategi manajemen yang efektif untuk membangun pendidikan Islam berbasis nilai-nilai spiritual dan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen dari lembaga pendidikan yang didirikan atau dipengaruhi oleh beliau. Penelitian ini juga mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam manajemen pendidikan Islam yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan dakwah yang diarahkan pada pengembangan sistem pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model manajemen pendidikan Islam yang diterapkan oleh Tuan Guru Mutawalli mencakup tiga aspek utama: (1) Integrasi Dakwah dan Pendidikan, di mana dakwah tidak hanya sebagai aktivitas keagamaan tetapi juga sebagai sarana membangun pendidikan Islam yang holistik; (2) Penguatan Kelembagaan Pendidikan, dengan pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan peran aktif masyarakat lokal; dan (3) Penerapan Nilai-Nilai Tasawuf, yang menekankan spiritualitas, akhlak mulia, dan kesadaran sosial dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dakwah dan pendidikan Islam di bawah kepemimpinan Tuan Guru Mutawalli didukung oleh pendekatan manajemen yang sistematis dan kontekstual, yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Lombok. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penerapan model manajemen berbasis dakwah untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam di era kontemporer
Maqashid Syariah Menurut Al-Juwayni
The main purpose of this research is to find out the thoughts of Imam Al- Juwayni in implementing the concept of Maqashid Al-syari “ah in everyday life and integrating maqashid shari ”ah in Islamic religious colleges in general, especially in Islamic religious colleges. This type of research is a literature study or literature study, which contains theories that are relevant to research problems. Data collection techniques using theoretical aspects and aspects of practical benefits. The conclusion of the research is about the correlation of maqasid shari\u27ah with the method of determining the law in instigating Islamic law
Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat dalam Upaya Meningkatkan Kecerdasan Siswa melalui Pendekatan Personal di SMA Muhammadiyah-10 Rantauprapat
This research is motivated by four problem formulations, namely: (1) how is the implementation of extracurricular activities of pencak silat at SMA Muhammadiyah-10 Rantauprapat; (2) how is the application of a personal approach in these activities; (3) to what extent does it contribute to increasing student intelligence; and (4) what are the supporting and inhibiting factors in its implementation. Based on these formulations, the objectives of this study are: (1) to describe the implementation of pencak silat activities in schools; (2) to analyze the application of a personal approach in the training process; (3) to identify the influence of activities on student intelligence as a whole; and (4) to evaluate the factors that influence the success of the activities. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data validity is obtained through triangulation of sources and methods, while research instruments include observation guides, interview guidelines, and school documents. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that: (1) Pencak silat activities run routinely and effectively with the support of schools and professional trainers; (2) a personal approach is applied through individual guidance and emotional relationships between trainers and students; (3) these activities improve students\u27 intelligence kinesthetically, interpersonally, and intrapersonally; and (4) the main supporting factors are the commitment of trainers and school support, while the main constraint is limited facilities. The conclusion of this study states that (1) Pencak silat activities at SMA Muhammadiyah-10 Rantauprapat run effectively in shaping students\u27 personalities and intelligence; (2) a personal approach increases students\u27 motivation, self-confidence, and active participation; (3) Pencak silat significantly supports the achievement of holistic education goals through strengthening religious and social values; and (4) these activities can be used as a strategic model for developing character education and student intelligence in Islamic-based schools.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh empat rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di SMA Muhammadiyah-10 Rantauprapat; (2) bagaimana penerapan pendekatan personal dalam kegiatan tersebut; (3) sejauh mana kontribusinya terhadap peningkatan kecerdasan siswa; dan (4) apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Berdasarkan rumusan tersebut, tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pencak silat di sekolah; (2) untuk menganalisis penerapan pendekatan personal dalam proses pelatihan; (3) untuk mengidentifikasi pengaruh kegiatan terhadap kecerdasan siswa secara menyeluruh; dan (4) untuk mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kegiatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan instrumen penelitian meliputi panduan observasi, pedoman wawancara, dan dokumen sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kegiatan pencak silat berjalan rutin dan efektif dengan dukungan sekolah dan pelatih profesional; (2) pendekatan personal diterapkan melalui bimbingan individual dan relasi emosional antara pelatih dan siswa; (3) kegiatan ini meningkatkan kecerdasan siswa secara kinestetik, interpersonal, dan intrapersonal; serta (4) faktor pendukung utama adalah komitmen pelatih dan dukungan sekolah, sementara kendala utamanya adalah keterbatasan fasilitas. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa (1) Kegiatan pencak silat di SMA Muhammadiyah-10 Rantauprapat berjalan efektif dalam membentuk keperibadian dan kecerdasan siswa; (2) pendekatan personal meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa; (3) pencak silat secara nyata mendukung pencapaian tujuan pendidikan holistik melalui penguatan nilai-nilai agama dan sosial; dan (4) kegiatan ini dapat dijadikan model strategis pengembangan pendidikan karakter dan kecerdasan siswa di sekolah berbasis Islam
PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG MENYENANGKAN BAGI ANAK USIA DINI MELALUI GAME EDUKASI DIGITAL
Pembelajaran merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan salah satu metode yang efektif adalah mengimplementasikan pendidikan pada tingkat dasar, seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD penting karena anak usia dini (0-6 tahun) berada dalam masa perkembangan pesat, memerlukan stimulasi dan instruksi tepat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas game edukasi digital “Sea Animal Games” dalam meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman matematika pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah campuran (mix method) dengan desain explanatory sequential. Partisipan penelitian adalah 40 anak usia dini dari TK Islam Al-Ikhsan. Instrumen penelitian meliputi kuesioner, tes pemahaman, wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat dan motivasi belajar matematika, dengan skor kuesioner meningkat dari 3.2 menjadi 4.5, dan pemahaman matematika dasar dari 65 menjadi 85. Wawancara dan observasi juga menunjukkan peningkatan antusiasme, keterlibatan, dan kerjasama anak-anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi game edukasi digital dalam pembelajaran matematika efektif dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran inovatif yang menggabungkan aspek kognitif, emosional, dan sosial, memberikan solusi praktis bagi pendidik dalam menciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan efektif
Pendidikan Islam dalam Konteks Modern: Konsep, Implementasi, dan Tantangan
Pendidikan Islam memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter dan pengetahuan individu dalam konteks masyarakat Muslim. Dengan kemajuan globalisasi dan perkembangan teknologi, sistem pendidikan Islam menghadapi tantangan baru yang memerlukan evaluasi dan penyesuaian. Artikel ini membahas konsep dasar pendidikan Islam, implementasinya dalam konteks modern, serta tantangan-tantangan yang dihadapinya. Melalui pendekatan penelitian kualitatif, artikel ini mengevaluasi relevansi kurikulum pendidikan Islam, efektivitas implementasinya, dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam memerlukan pembaruan untuk mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan sosial yang berubah
PENGENALAN KARYA TULIS ILMIAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA MENULIS ILMIAH SISWA MA. RIYADLUS SHOLIHIN: KARYA TULIS ILMIAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengenalan karya tulis ilmiah dilaksanakan dan dampaknya terhadap pengembangan budaya menulis ilmiah di kalangan siswa MA. Riyadlus Sholihin. Karya tulis ilmiah berperan sebagai media pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif, serta menjadi sarana penting untuk mengkomunikasikan hasil pemikiran secara sistematis dan terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan subjek terdiri dari siswa dan guru yang terlibat dalam program pengenalan karya tulis ilmiah.fukus penelitian disini meliputi 1) Pengenalan Karya Tulis Ilmiah, 2) Tantangan dalam Proses Penulisan Karya Tulis Ilmiah, 3) Dampak dan Implikasi terhadap Budaya Menulis di Kalangan Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan karya tulis ilmiah di MA. Riyadlus Sholihin telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan minat dan keterampilan menulis siswa. Penerapan yang sistematis dan berkelanjutan dapat membangun budaya menulis ilmiah yang kuat pada siswa untuk menjadi individu yang kritis, inovatif, dan siap berkontribusi dalam masyarakat. Penelitian ini mengidentifikasi strategi efektif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa secara menyeluruh, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di lembaga tersebut
Strategi Implementasi Model Pembelajaran Reflektif-Inquiry Untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi dan Berpikir Reflektif Siswa Kelas 5 Di SDN Sidoarjo
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi Model Pembelajaran Reflektif-Inquiry dalam meningkatkan keterampilan literasi dan berpikir reflektif siswa kelas 5 SDN Sidoarjo. Model pembelajaran ini menggabungkan pendekatan reflektif yang mendorong siswa untuk mengevaluasi pemahaman mereka secara kritis dengan metode inquiry yang menstimulasi eksplorasi dan analisis mandiri terhadap konsep akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur, yang mencakup analisis berbagai penelitian terdahulu terkait efektivitas pembelajaran berbasis refleksi dan inquiry dalam pendidikan dasar. Data diperoleh melalui peninjauan jurnal akademik, buku referensi, dan laporan penelitian yang membahas implementasi model pembelajaran reflektif-inquiry. Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola implementasi serta dampak model ini terhadap keterampilan literasi dan berpikir reflektif siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi strategi reflektif-inquiry dalam pembelajaran berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan membaca kritis, pemecahan masalah, serta kemampuan berpikir mandiri siswa sekolah dasar. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan model pembelajaran berbasis refleksi dan inquiry sebagai pendekatan yang inovatif dalam pendidikan dasar. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya adaptasi kurikulum yang lebih menekankan pada eksplorasi mandiri dan refleksi sistematis guna meningkatkan kualitas literasi serta kemampuan berpikir reflektif siswa
Analisis Butir Soal Komputer Materi Corel Draw Tingkat Sekolah Dasar
DOI: https://doi.org/10.36835/modeling.v11i1.2231
Pembelajaran komputer dimasukkan di jenjang Pendidikan sekolah dasar sebagai materi muatan lokal. Salah satu topik yang diajarkan adalah corel draw. Materi ini khususnya diajarkan pada murid jenjang kelas 5 sekolah dasar. Kemampuan yang dilatihkan meliputi pengenalan icon dan tools yang terdapat di aplikasi corel draw, bagaimana membuat garis dan bentuk, menggunakan warna dan mengaplikasikannya pada desain yang mereka buat. Kemampuan ini perlu diukur tingkat ketercapaiannya dengan berbagai macam tes agar guru tahu sampai sejauh mana materi sudah dikuasai murid-murid. Tes pengukuran yang digunakan untuk mengevaluasi capaian adalah mengembangkan butir soal dengan menganalisis validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran. Penelitian ini adalah berupa analisis deskriptif kuantitatif. Teknik analisis dilakukan dengan aplikasi IBM SPSS 22 dan aplikasi Microsoft excel, kemudian dijelaskan secara deskriptif untuk mengambil kesimpulan. Hasil ini meliputi empat hal antara lain (1) validitas diperoleh hasil 7 soal tidak valid. Sedangkan 8 soal dinyatakan valid dengan nilai validitas yang berbeda; (2) reliabilitas dinyatakan dengan nilai 0,574; (3) daya pembeda instrument tes ini kategori baik dengan sejumlah 5 soal. (4) tingkat kesukaran soal tes ini kategori mudah sebanyak 11 nomor soal sehingga dapat disimpulkan masih perlu diperbaiki lagi pada soal berikutnya
Analisis Komprehensif Komunikasi Organisasi: Studi Lapangan tentang Jenis, Prinsip, Gaya, dan Proses
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis komprehensif komunikasi organisasi: studi lapangan tentang jenis, prinsip, gaya, dan proses yang terjadi antara kepala madrasah dan guru-guru di MTsS Darussalam Dsa Durian, Kec. Sei Balai, Kab. Batu Bara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah1 kepala madarsah dan 15 guru-guru yang mengajar di MTsS Darussalam Desa Durian, Kec. Sei Balai, Kab.Batu Bara. Berdasarkan hasil olah data dan temuan akhir dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan jenis komunikasi yang diterapkan Kepala Sekolah yaitu komunikasi atasan ke bawahan (downward communication) dan komunikasi bawahan ke atasan (upward communication). Adapun prinsip-prinsip komunikasi organisasi yang diterapkan kepala madarasah antara lain yaitu: memberi salam bila bertemu, berbicara dengan lemah lembut, perkataan yang baik dan nasehat yang penuh hikmah , menyebut hal-hal yang baik tentang komunikan, menyesuaikan bahasa dan isi pembicaraan dengan keadaan komunikan, berdiskusi dengan cara yang baik, dan lebih dahulu memberi teladan sebelum mengadakan komunikasi. Sedangkan gaya komunikasi organisasi yang diterapkan adalah gaya dominan (dominant style, gaya dramatis (dramatic style), gaya santai (relaxes style), Gaya atentif (attentive style), Gaya bersahabat (friendly style) dan gaya yang tepat (precise style). Proses komunikasi antara kepala madrasah dengan para guru di luar waktu kegiatan pembelajaran adalah secara informal, atau dengan kata lain dengan kekeluargaan. Sedangkan proses komunukasi antara kepala madrasah dengan guru saat pembelajaran berlangsung adalah secara formal