Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia (JMPI)
Not a member yet
334 research outputs found
Sort by
Formulasi Clay Mask Ekstrak Etanol Daun Kecombrang (Etlingera elatior) serta Potensinya sebagai Antibakteri dan Antioksidan
Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat terutama pada daunnya mengandung senyawa flavonoid yang mampu bertindak sebagai antibakteri dan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun kecombrang yang memenuhi syarat mutu fisik, untuk mengetahui efek iritasi dari sediaan clay mask pada kulit serta untuk mengetahui potensi antibakteri dan antioksidan pada sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang didapatkan dibuat dalam sediaan clay mask yang sebelumnya dilakukan uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) menggunakan metode dilusi cair dan diperoleh konsentrasi FI (1,5%), FII (2,5%), FIII (5%). Pengujian iritasi menggunakan metode patch test dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian yang diperoleh sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang memenuhi syarat mutu fisik, tidak terdapat iritasi, dan hasil pengujian aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes diperoleh diameter zona hambat FI (12,89 ± 1,10), FII (14,28 ± 0,89), dan FIII (16,06 ± 0,89) dengan kategori kuat serta hasil pengujian aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang FI (93,184 ± 0,11), FII (90,798 ± 0,11), dan FIII (87,209 ± 0,04) dengan kategori kuat. Hasil analisis statistik pengujian aktivitas antibakteri menggunakan Analisis Varians (ANAVA) menunjukkan ketiga formula berbeda secara signifikan (nilai sig. < 0,05) dan hasil analisis statistik pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ketiga formula tidak terdapat perbedaan nyata antar perlakuan terhadap aktivitas antioksidan karena nilai sig. > 0.05
Pengaruh Display dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian di Apotek Retail Modern
Perkembangan apotek retail modern di Kota Kendari semakin cepat, mempengaruhi dinamika pasar produk farmasi dan perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tampilan produk dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian di apotek retail modern. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 100 responden yang merupakan pelanggan di salah satu Apotek retail modern. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan metode deskriptif serta SEM PLS 4.0 dengan software Smart PLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan produk dan persepsi harga memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Model yang dibangun memiliki nilai R Square sebesar 0,710, yang menunjukkan bahwa 71% variasi dalam keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh faktor-faktor yang diteliti. Nilai Q Square sebesar 0,692 mengindikasikan bahwa model ini memiliki relevansi prediktif yang tinggi. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi manajer apotek dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatkan pengalaman pelanggan
Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Geriatri Dengan Diabetes Melitus Tipe-2 dan Hipertensi di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Angka kesakitan pada pasien geriatri cenderung meningkat karena terjadinya penurunan fisiologi tubuh dari pasien geriatri. Penyakit yang sering diderita pasien geriatri adalah diabetes mellitus dan hipertensi. Interaksi obat adalah modifikasi efek suatu obat, akibat obat lain yang diberikan secara bersamaan sehingga keefektifan atau toksisitas obat berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya potensi dan jenis interaksi obat yang terjadi. Sampel pada penelitian ini adalah pasien geriatri dengan penyakit diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi di instalasi rawat inap penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan pengambilan data secara retrospektif, dan dianalisis menggunakan aplikasi drugs.com dan medscape. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 136 pasien, dan sampel yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 60 pasien. Hasil analisa data didapatkan 47 pasien berpotensi mengalami interaksi obat, dimana terdapat 131 kasus potensi interaksi obat. Jenis interaksi obat yang terjadi adalah interaksi obat farmakokinetik sebanyak 32 kasus (24,43%), interaksi obat farmakodinamik sebanyak 88 kasus (67,17%) dan interaksi obat yang tidak diketahui ada 11 kasus (8,4%). Tingkat keparahan interaksi obat menunjukkan 23 kasus (17,56%) dengan potensi keparahan minor, 98 kasus (74,81%) dengan potensi keparahan moderat dan 10 kasus (7,63%) dengan potensi keparahan mayor. Penelitian menyimpulkan bahwa ada obat-obat yang berpotensi berinteraksi pada pasien geriatri dengan penyakit diabetes melitus tipe-2 di instalasi rawat inap penyakit dalam RSUP Dr.M.Djamil Padang tahun 2022 yang dikhawatirkan dapat meningkatkan morbiditas pada pasien geriatri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi tenega kesehatan untuk mencegah terjadinya interaksi obat
Pengaruh Bioenhancer Lidah Buaya terhadap Stabilitas Sediaan Emulgel Ekstrak Moringa oleifera L
Di daerah tropis, paparan sinar ultraviolet (UV) yang intens menjadi salah satu faktor utama pemicu penuaan dini kulit melalui aktivasi pembentukan radikal bebas. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bioenhancer lidah buaya (Aloe vera L) terhadap stabilitas fisik dan kimia sediaan emulgel berbasis ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Ekstrak daun kelor diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70?%, kemudian diformulasikan ke dalam emulgel dengan variasi konsentrasi ekstrak 0?%, 1?%, 2?%, dan 3?% serta penambahan lidah buaya pada konsentrasi 3,5?%. Sediaan diuji kestabilan fisik-kimianya meliputi konsistensi, nilai pH, dan viskositasmenggunakan metode cycling test pada suhu 4?°C dan 40?°C. Hasil menunjukkan bahwa semua formulasi stabil, dengan pH tetap pada 5,8?±?0,2 tanpa fluktuasi signifikan dan viskositas yang relatif stabil pada rentang 21.000 – 23.000 cPs. Tidak terjadi perubahan warna, endapan, atau pemisahan fase, menandakan kestabilan fisik yang baik. Semua formulasi memiliki tekstur homogen dan mudah diaplikasikan, namun formulasi dengan konsentrasi 3?% ekstrak daun kelor dan 3,5?% lidah buaya menunjukkan kinerja terbaik dalam hal stabilitas dan kesesuaian penggunaan topikal. Dengan demikian, penambahan lidah buaya sebagai bioenhancer secara signifikan meningkatkan kinerja emulgel ekstrak daun kelor, menjadikannya kandidat potensial sebagai sediaan kosmetik atau dermatologis alami untuk perlindungan kulit dari dampak UV di lingkungan tropis
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Lotion Antinyamuk Kombinasi Minyak Atsiri Bunga Kenanga dan Sereh Wangi
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia. Berbagai metode telah dikembangkan untuk mencegah gigitan nyamuk, salah satunya melalui penggunaan produk perlindungan berupa lotion antinyamuk. Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tumbuhan yang mengandung insektisida alami, seperti sereh wangi dan bunga kenanga. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan menguji stabilitas fisik sediaan lotion antinyamuk kombinasi minyak atsiri bunga kenanga dan sereh wangi. Lotion diformulasikan sebagai emulsi tipe minyak dalam air (o/w) dengan variasi konsentrasi emulgator asam stearat (10%, 15%, 20%) dan trietanolamin/TEA (2%, 3%, 4%). Stabilitas fisik diuji melalui parameter organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar organoleptik dengan tekstur halus, warna putih cerah, serta aroma khas citronella yang dipadukan kenanga. Nilai pH berkisar antara 6,00–6,96, dengan F1 dan F2 berada dalam rentang fisiologis kulit (4,5–6,5). Daya sebar berkisar 6–9 cm, daya lekat 6–13 detik, dan uji homogenitas menunjukkan F2 dan F3 homogen. Kesimpulan: Kombinasi minyak atsiri sereh wangi dan bunga kenanga berpotensi diformulasikan menjadi lotion antinyamuk yang stabil secara fisik dan memenuhi standar mutu sediaan topikal
Formulasi Gel Kombinasi Ekstrak Buah Asam Gelugur (Garcinia atroviridis Griff. Ex T. Anderson) dan Daun Perilla (Perilla frutescens L. Britton) serta Uji Aktivitas Antijerawat dan Antioksidan
Penggunaan bahan-bahan alami sebagai agen antibakteri dan antioksidan topikal semakin mendapat perhatian, terutama dalam pengembangan formulasi untuk kulit berjerawat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi gel yang mengandung kombinasi ekstrak buah asam gelugur dan ekstrak daun perilla, serta untuk menilai aktivitas antibakteri, antioksidan, dan keamanan topikalnya. Tiga formulasi gel dibuat, gel dasar tanpa ekstrak (F0), gel dengan konsentrasi ekstrak optimal (F1), dan gel dengan konsentrasi ekstrak dua kali lipat (F2). Formulasi gel dievaluasi untuk sifat organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan stabilitas fisik menggunakan cycling test. Aktivitas antibakteri diuji terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis menggunakan metode difusi cakram, aktivitas antioksidan dinilai melalui uji penangkal radikal bebas DPPH. Uji iritasi kulit primer dilakukan pada kelinci albino untuk menentukan keamanan topikal gel. Hasil menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi karakteristik fisik dan stabilitas gel topikal yang dipersyaratkan. Sebelum dan sesudah cycling test stabil pada bakteri C.acnes F0 (0,00 mm), F1 (14,35 ± 0,32 mm), dan F2 (26,42 ± 0,08 mm). Sedangkan pada bakteri S.epidermidis F0 (0,00 mm), F1 (11,20 ± 0,24 mm), dan F2 (20,15 ± 0,05 mm). Nilai IC50 sebelum dan sesudah cycling test F0 (664,857 ppm), F1 (106,518 ppm menjadi 113,25 ppm), dan F2 (63,01 ppm menjadi 71,50 ppm). Uji iritasi menunjukkan skor 0,0 ± 0,0, yang menunjukkan bahwa gel aman untuk aplikasi topikal
Pengembangan dan Karakterisasi Self Nano Emulsifying System Minyak Atsiri Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) sebagai Formulasi Inovatif Anti-aging Serum
Pengembangan Formula Tabir Surya Alami Kombinasi Daun Kecombrang (Etlingera elatior (Jack.) R.M. Sm.) dan Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) beserta Uji Aktivitas SPF In-Vitro
Radiasi ultraviolet (UV) berpotensi menyebabkan kerusakan kulit mulai dari eritema hingga kanker kulit. Penggunaan tabir surya sintetis seperti oksibenzon berisiko menimbulkan iritasi, sehingga pengembangan tabir surya alami menjadi alternatif yang diperlukan. Mengembangkan formulasi tabir surya alami dari kombinasi minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) dan ekstrak daun kecombrang (Etlingera elatior (Jack.) R.M. Sm.) serta mengevaluasi stabilitas dan aktivitas fotoprotektifnya. Minyak diekstraksi dengan cold pressing, sedangkan ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70%. Kedua bahan distandardisasi berdasarkan parameter mutu. Aktivitas SPF diukur secara in-vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm dengan persamaan Mansur. Stabilitas formulasi diuji melalui cycling test. Formulasi kombinasi (2:1) menunjukkan stabilitas fisik yang baik selama pengujian dan aktivitas SPF yang signifikan. Hasil pengukuran SPF in-vitro mengonfirmasi potensi fotoprotektif dari kombinasi kedua bahan alam tersebut. Kombinasi minyak biji bunga matahari dan ekstrak daun kecombrang berpotensi sebagai tabir surya alami yang efektif dengan stabilitas memadai, menawarkan alternatif fotoproteksi yang aman dari bahan alam
Optimization and Characterization of Naringenin Transfersomes with Simplex Lattice Design and Anti-Aging In Vivo Study
Naringenin acts as an antioxidant, neutralizing free radicals that are present in the atmosphere and which are responsible for a number of adverse effects on the skin, including photoaging, the formation of wrinkles, and a loss of radiance. The objective of this study is to determine the effect of varying phospatidilcholine, cholesterole, and tween 80 on the characteristics of naringenin transfersome and their efficacy as anti-aging agents. A total of 14 naringenin transfersome formulas were subjected to testing using the Design-Expert application, using simplex lattice design method. The particle size, polidispersity index, zeta potential, and % Entrapment efficiency were evaluated. Subsequently, the optimal formula was subjected to in vivo anti-aging testing. The characterization results obtained for the PSA test indicate a range of values between 70 and 90 nm for the naringenin transfersomes. The % Efficiency of Absorption test yielded results between 80 and 92%, while the PDI test exhibited a range close to. The value of zero is obtained for the zeta potential, and the results are distant from this value. The optimum formula, as predicted by the Simplex lattice design method, provides results for the characterization test that are in close alignment with the actual outcomes
Eksplorasi Efek Farmakologis Kombinasi Ekstrak Daun Tammate (Lannea coromandelica) dan Daun Pelangi (Eucalyptus deglupta) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Mencit
Luka bakar merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi dan keterlambatan penyembuhan. Upaya pengembangan terapi berbasis bahan alam terus dilakukan untuk menemukan alternatif yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak daun tammate (Lannea coromandelica) dan daun pelangi (Eucalyptus deglupta) dalam model hewan uji luka bakar, baik secara tunggal maupun kombinasi. Metode penelitian diawali dengan pembuatan luka bakar pada punggung mencit, kemudian dilakukan pengamatan diameter luka secara periodik selama 18 hari. Perlakuan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol positif (Bioplacenton®), kontrol negatif (basis vaselin), ekstrak daun tammate (EDT), ekstrak daun pelangi (EDP), dan kombinasi EDT+EDP. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia, sedangkan efektivitas penyembuhan dinilai berdasarkan pengurangan diameter luka dan persentase kesembuhan. Hasil skrining menunjukkan kedua ekstrak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Pengamatan penyembuhan luka menunjukkan bahwa kombinasi EDT+EDP mencapai tingkat kesembuhan 96,9% pada hari ke-18, hampir setara dengan Bioplacenton® (97,0%), sementara penggunaan tunggal masing-masing ekstrak memberikan hasil 86,9% (EDT) dan 94,6% (EDP), dengan kontrol negatif hanya mencapai 69,9%. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi ekstrak daun tammate 5% dan daun pelangi 5% memberikan efek sinergis dalam mempercepat penyembuhan luka bakar, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi berbasis bahan alam