Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia (JMPI)
Not a member yet
334 research outputs found
Sort by
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Kucai (Allium schoenoprasum L.) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans
Salah satu tanaman di Indonesia yang sering digunakan sebagai bahan pengobatan alami yaitu Daun Kucai (Allium schoenoprasum L.). Daun dari tanaman kucai telah diteliti dan diketahui memiliki kandungan yang diduga dapat bersifat sebagai antibakteri yakni allicin, saponin, tannin, flavonoid, dan triterpenoid.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun Kucai terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan 3 konsentrasi yaitu, 2%, 4%, dan 8%. Control positif Ciprofloxacin dan control negatif Na CMC. Pengujian antibakteri ini menggunakan metode difusi dengan kertas cakram.Daya hambat diperoleh berdasarkan pengukuran zona hambat yang terbentuk di sekitar paper disk dengan menggunakan mistar.Analisis statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA dan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter zona hambat untuk Streptococcus mutans pada konsentrasi ekstrak daun Kucai 2% b/v 9,33 mm, 4% b/v 10,66 mm, dan 8% b/v 12,66 mm, sedangkan pada control negatif tidak memperlihatkan adanya zona hambatan dan pada control positif adalah 22 mm. Pada hasil analisa statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang berbeda nyata antara berbagai konsentrasi ekstrak daun Kucai dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans. Ini berarti, semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun Kucai maka semakin luas diameter zona hambat.Ekstrak daun Kucai dapat menghambat pertumbuhan bakteri S.mutans.Namun, masih belum efektif dibandingkan dengan kontrol positif (Ciprofloxacin)
Formulasi Emulgel Antijerawat Minyak Nilam (Patchouli oil) Menggunakan Tween 80 dan Span 80 sebagai Pengemulsi dan HPMC sebagai Basis Gel
Minyak atsiri termasuk minyak nilam (Patchouli oil) diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri penyebab jerawat. Aktivitas ini menyebabkan minyak nilam berpotensi untuk dikembangkan ke dalam berbagai bentuk sediaan antijerawat, salah satunya adalah emulgel. Emulgel merupakan bentuk sediaan yang cocok untuk minyak nilam yang bersifat hidrofobik, dibandingkan bentuk sediaan lainnya.
Sediaan emulgel dibuat dengan variasi konsentrasi minyak nilam yaitu 5%, 10% dan 15%. Tween 80 dan Span 80 digunakan sebagai bahan pengemulsi dan HPMC sebagai basis gel. Evaluasi yang dilakukan terhadap sediaan yaitu uji organoleptik (warna, bentuk dan aroma), uji pH, uji homogenitas, uji tipe emulsi, uji daya sebar, uji viskositas, uji iritasi dan uji stabilitas (cycling test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa emulgel yang dihasilkan berwarna putih-putih tulang, berbentuk semi padat (emulgel), beraroma khas minyak nilam, homogen tipe emulsi minyak dalam air (M/A) dengan pH berkisar 5,78-6,08 yang memenuhi syarat pH kulit normal dan tidak menyebabkan iritasi. Nilai daya sebar sediaan berkisar 3,5 – 6,8 cm. Nilai daya sebar ini berbanding terbalik dengan nilai viskositas sediaan yang berkisar 113,3-170,0 dPa.s. Semakin tinggi konsentrasi minyak nilam yang digunakan, nilai viskositas sediaan juga semakin tinggi. Hasil cycling test menunjukkan sediaan emulgel stabil. Formula C dengan konsentrasi minyak nilam 15% adalah formula emulgel terbaik
Formulasi Sabun Pembersih Kewanitaan (Feminime Hygiene) dari Ekstrak Kulit Buah Durian (Durio zibethinus Murray)
Sabun pembersih kewanitaan (feminine hygiene) adalah suatu sediaan pembersih daerah kewanitaan berbentuk cair yang dibuat dari bahan dasar dan digunakan untuk membersihkan daerah kewanitaan tanpa menimbulkan iritasi pada kulit. Kulit buah durian mengandung senyawa fenolik, flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat digunakan sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sabun pembersih kwanitaan dari ekstrak kulit buah durian. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dilakukan ekstraksi kulit buah durian secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96 %, dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Formula sabun pembersih kewanitaan dibuat pada konsentrasi 25 % diantaranya formula A, B, dan C dengan konsentrasi asam stearat 7,5%, 8%, dan 8,5%, dan diuji evaluasi fisik yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun pembersih kewanitaan (feminine hygiene) dari ekstrak kulit buah durian (Durio zibethinus Murray) telah memenuhi syarat uji evaluasi fisik yang stabil yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan uji iritasi
Profil Penggunaan Obat pada pasien Hipertensi di Puskesmas Marawola Periode Januari - Maret 2017
Kesehatan adalah hak asasi yang patut didapatkan oleh semua warga Negara Indonesia. Hal ini tentunya sangat berhubungan erat dengan sistem pelayanan kesehatan khususnya dibidang farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pola peenggunaan obat pada penyakit hipertensi di puskesmas Marawola. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mengangkat fakta, keadaan dan variabel yang terjadi selama penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. Hasil peneitian ini menunjukan bahwa penderita penyakit Hipertensi berdasarkan jenis kelamin Laki – laki (45,74%) dan perempuan (54,26%). Berdasarkan usia <40 tahun 7,45%, usia 40 – 49 tahun 25,53%, usia 50 – 59 tahun 30,85%, usia 60 – 69 tahun 19,15%, usia 70 – 79 tahun 13,83% dan usia >80 tahun 3,19%. Berdasarkan penggunaan obat Paracetamol 13,32%, Asam mefinamat 2,35%, Ibuprofen 0,26%, Isosorbid dinitrat 17,23%, Nifedipin 1,83%, Dopamin 0,26%, Diltiazen 0,52%, Captopril 19,06%, Propanolol 18,54%, Bisoprolol 1,57%, Amlodipine 13,84%, Nimodipine 5,48%, Amdixal 0,26%, Ceremax 0,26%, HCT 1,05%, Bunazosin 0,26%, Dobutamine 0,78%, Digoksin 2,87%, Pentoksifilin 0,26%. Berdasarkan tepat dan ketidak tepatan penggunaan obat diperoleh tepat 100% tidak tepat 0%. Standar yang digunakan yaitu Depkes RI. Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Direktorat Bina Farmasi dan Klinik, pharmaceutical care untuk penyakit hipertensi.2005