Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia (JMPI)
Not a member yet
334 research outputs found
Sort by
Formulasi dan Penentuan Nilai SPF Krim Ekstrak Rimpang Temu Mangga (Curcuma manga Val.) Dengan Kombinasi Emulgator Tween 80 Dan Span 80
Rimpang temu mangga (Curcuma manga Val.) mengandung senyawa flavonoid yang bermanfaat sebagai tabir surya alami. Senyawa tersebut telah dikethaui memiliki kemampuan untuk menyerap sinar ultraviolet. Potensi tersebut perlu untuk dimaksimalkan, maka ekstrak rimpang temu mangga diformulasi menjadi sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh kombinasi konsentrasi tween 80 dan span 80 sebagai emulgator terhadap sifat fisik sediaan krim ekstrak rimpang temu mangga. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimental. Sediaan krim dibuat menjadi 4 formula yaitu FI, FII, FIII, dan FIV dengan kombinasi konsentrasi emulgator tween 80 (8,58%; 6,58%;4,58%; 2,58%) dan span 80 (1,41%; 1,91%; 2,41%; 3,21%). Evaluasi sediaan krim meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji stabilitas, uji iritasi, uji viskositas, uji hedonik dan penentuan nilai SPF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi tween 80 dan span 80 sebagai emulgator berpengaruh terhadap daya sebar, daya lekat, viskositas, dan pH krim. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diperoleh Formula terbaik sediaan krim ekstrak rimpang temu mangga pada FII yaitu konsentrasi tween 80:span 80 (6,58%:1,91%)
Analisis Pengaruh Organizational Citizenship Behavior Ditinjau dari Gaya Kepemimpinan Transformasional yang Dimediasi oleh Kepuasan Kerja Karyawan Instalasi Farmasi RSUD Kota Kendari
Pada era perkembangan layanan kesehatan saat ini menjadikan Instalasi Farmasi memiliki peran strategis dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna melalui pengobatan efektif secara rasional. Dalam mendukung tugas ini, pengelolaan sumber daya manusia yang adaptif dan inovatif menjadi hal utama. Keberhasilan pelayanan kafarmasian yang bermanfaat bagi masyarakat tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis pegawai farmasi, tetapi juga pada penerapan gaya kepemimpinan tepat yang diharapkan dapat menumbuhkan perilaku Organizational Citizenship Behavior (OCB) melalui kepuasan kerja pegawai kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap perilaku OCB dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dekskriptif non eksperimental dengan sampel seluruh pegawai Instalasi Farmasi RSUD Kota Kendari berjumlah 51 orang. Penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur masing – masing variabel. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik smartPLS4. Hasil penelitian berdasarkan pengujian hipotesis direct effect menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap perilaku OCB dengan nilai p-value 0,00 < 0,05 dan path coefficient 0,554 menunjukkan hubungan kuat dengan arah positif. Terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja dengan nilai p-value 0,00 < 0,05 dan path coefficient 0,893 menunjukkan hubungan sangat kuat dengan arah positif serta terdapat pengaruh antara kepuasan kerja terhadap perilaku OCB dengan nilai p-value 0,01 < 0,05 dan path coefficient 0,414 menunjukkan hubungan sedang dengan arah positif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap perilaku OCB yang dimediasi oleh kepuasan kerja karyawan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari
Uji Sitotoksik Ekstrak dan Fraksi Daun Dollu (Dodonaea viscosa Jacq.) terhadap Sel Kanker Payudara T47D serta Ekspresi Protein p53 dan Bcl-2
Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di dunia, dengan lebih dari 396.000 kasus per tahun. Tanaman Dollu (Dodonaea viscosa Jacq) diketahui memiliki sifat antibakteri, namun potensinya sebagai agen antikanker belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak dan fraksi daun Dollu terhadap sel kanker T47D, menilai selektivitasnya, dan menyelidiki efeknya terhadap ekspresi protein p53 dan Bcl-2 pada sel kanker tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama tiga hari. Ekstrak dan fraksi yang dihasilkan (etanol, air, etil asetat, dan n-heksan) dianalisis untuk senyawa kimia, termasuk flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan terpenoid. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode MTT, diikuti dengan uji selektivitas, dan ekspresi protein p53 serta Bcl-2 dianalisis menggunakan imunositokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air menunjukkan aktivitas sitotoksik paling efektif dengan nilai IC50 139,84 ± 13 µg/mL. Ekstrak dan fraksi menunjukkan nilai selektivitas >2. Selain itu, fraksi air secara signifikan meningkatkan ekspresi protein p53 dengan nilai EC50 44,41 ± 7,09 µg/mL, yang menunjukkan hasil signifikan pada uji ANOVA (nilai p 0,000 < 0,05). Sebaliknya, fraksi air secara signifikan menurunkan ekspresi Bcl-2 dengan nilai EC50 193,22 ± 20,99 µg/mL, yang menunjukkan hasil signifikan pada uji Kruskal-Wallis (nilai p 0,022 < 0,05)
Evaluasi Variasi Konsentrasi Asam Sitrat dan Natrium Bikarbonat Pada Sifat Fisik Granul Effervescent Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa flavonoid yang diketahui dapat digunakan sebagai antipiretik. Formulasi ekstrak daun belimbing wuluh dibuat dalam bentuk granul effervescent menggunakan variasi kosentrasi asam sitrat dan natrium bikarbonat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan variasi konsentrasi asam sitrat dan natrium bikarbonat berturut-turut yaitu FI (21%:34%), FII (23%:32%), dan FIII (25%:30%) terhadap sifat fisik granul effervescent sebelum dan sesudah rekonstitusi. Formulasi granul effervescent ekstrak daun belimbing wuluh dilakukan dengan metode granulasi basah. Hasil penelitian menunjukan granul effervescent yang dihasilkan memenuhi syarat uji indeks kompresibilitas (FI 5,35±0,56%); FII (7,68±0,61%); FIII (9,7±0,60%), kecepatan alir (FI 13,33±0,24g/s); (FII 11,50±0,30g/s); (FIII 10,02±0,07g/s), sudut diam (FI 26,11±0,44°); (FII 27,62±0,67°); (FIII 29,73±0,34°), kadar air (FI 0,66±0,05%); (FII 1,13±0,06%); (FIII 1,48±0,06%), waktu larut (FI 1,84±0,05 menit); (FII 2,64±0,03 menit); (FIII 3,21±0,25 menit), tinggi buih (FI 3,23±0,15 cm); (FII 4,13±0,15 cm); (FIII 4,86±0,15 cm), dan pH (FI 5,70±0,12); (FII 5,27±0,09); (FIII 4,9±0,19). Keseluruhan evaluasi memenuhi persyaratan kecuali pH pada FIII. Pemilihan Formula terbaik didasarkan pada hasil uji sifat fisik dan karakteristik fisik sebelum dan sesudah rekonstitusi. FI merupakan formula terbaik karena memenuhi semua uji sifat fisik dan menunjukkan hasil yang paling dominan dibandingkan dua formula lainnya berdasarkan tinjauan antar asam sitrat dan natrium bikarbonat yang digunakan
Aktivitas Anti Melanoma Ekstrak Metanol Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale L.); Kajian Antiproliferasi dan Antimetastasis Pada Sel A-375
Melanoma merupakan kanker kulit yang sangat agresif, ditandai dengan proliferasi, invasi, dan metastasis tinggi serta resistensi terhadap terapi konvensional. Angka kejadian dan mortalitas melanoma terus meningkat, khususnya pada kasus metastasis. Ekstrak daun jambu mete menunjukkan aktivitas antioksidan dan sitotoksik terhadap sel kanker secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antikanker dari ekstrak metanol daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) terhadap sel melanoma A-375. Uji antioksidan dilakukan menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), sedangkan aktivitas antikanker dianalisis melalui uji sitotoksik MTT, viabilitas sel HaCaT, serta uji migrasi sel dengan metode scratch. Hasil FRAP menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC?? sebesar 63.35±0.03 µg/mL. Uji sitotoksik menunjukkan bahwa ekstrak efektif menghambat proliferasi sel A-375 dengan nilai IC?? sebesar 64.55±3.11 µg/mL dan bersifat selektif terhadap sel normal HaCaT (IC???=?877.52±30.64 µg/mL), dengan indeks selektivitas sebesar 13.54±0.65. Selain itu, uji migrasi sel menunjukkan bahwa ekstrak menghambat migrasi sel kanker melanoma dalam 24 jam perlakuan, yang mengindikasikan potensi anti-metastasis. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun jambu mete memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antikanker alami yang efektif dan selektif, serta dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat terapi tambahan untuk kanker kulit melanoma
Artikel Review: Studi Etnobotani dan Aktivitas Antioksidan Tanaman Coleus
Antioksidan dapat disintesis secara kimia atau ditemukan secara alami pada mikroorganisme, tumbuhan, dan mamalia. Ada berbagai teknik dalam memilih tanaman untuk mencari zat bioaktif baru, termasuk taksonomi, skrining fitokimia, dan etnobotani. Salah satu jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan adalah Coleus. Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan tanaman Coleus oleh etnis di Indonesia serta mengkaji aktivitas antioksidan yang terdapat dalam Coleus. Metode yang digunakan adalah mengkaji sumber ilmiah dari pustaka jurnal nasional & internasional ber ISSN, proceeding, buku ilmiah dan karya tulis ilmiah yang diterbitkan selama 10 tahun terakhir. Hasil review menunjukkan Coleus dimanfaatkan oleh beberapa etnis di Indonesia sebagai obat batuk, antibakteri, obat nyeri pinggang dan antituberkulosis. Beberapa penelitian menunjukkan empat jenis Coleus yang dikaji, C. scutellarioides, C. atropurpureus, C. blumei dan C. amboinicus mempunyai aktivitas antioksidan yang beragam dengan kandungan senyawa yang berpotensi sebagai pengobatan tradisional, yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, glikosida, steroid, terpenoid, antosianin, asam rosmarinik, minyak atsiri dan senyawa fenolik. Sehingga dengan populasinya di berbagai daerah, beberapa etnis di Indonesia menjadikan Coleus sebagai pengobatan tradisional
Analisis Biaya Riil pada Tarif INA-CBG’s Pasien Diabetes Melitus Rawat Inap di RS X Surakarta Tahun 2023 dan Analisis SWOT
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan pembiayaan tinggi yang berdampak pada ekonomi dan produktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis komponen biaya riil perawatan pasien rawat inap diabetes melitus di RS X Kota Surakarta serta mengevaluasi kesesuaian biaya tersebut dengan tarif INA-CBG’s. Selain itu, dilakukan identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi selisih biaya serta memberikan strategi perbaikan menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini menjadi analisis farmakoekonomi menurut perspektif rumah sakit terhadap biaya medik langsung, metode penggambilan data menggunakan purposive sampling secara retrospektif melalui catatan rekam medik pasien serta rincian data keuangan pengobatan pasien diabetes melitus rawat inap periode januari-desember 2023. Analisa yang dilakukan dengan uji beda one sample t-test serta uji korelasi bivariate serta analisis strategi perbaikan menggunakan uji analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan komponen biaya tertinggi biaya ialah biaya obat & alkes 44,03%, dan komponen biaya terendah biaya administrasi 0,31%. Ada ketidaksamaan positif biaya riil pada tarif INA-CBG’s pada Nilai p hanya 0,05. Di kelas perawatan 3 tingkat keparahan III, selisih biaya pada tarif INA-CBg menunjukkan hasil yang paling menguntungkan (Rp.179.035.583). LOS (lamanya tinggal) dan tingkat keparahan penyakit merupakan dua komponen yang mempengaruhi biaya riil. Hasil evaluasi analisis SWOT biaya riil di RSU Kota Surakarta terletak pada quadran I dengan strategi S-O, Strateginya dengan memanfaatkan standar pelayanan dan tim PKRS untuk mengoptimalkan kesadaran masyarakat tentang DM, memastikan obat yang baik serta efektif, menjamin kualitas pengobatan DM melalui pengadaan obat serta standar pelayanan, dan meningkatkan ketersediaan obat dan peralatan medis
Analisis Kadar Vitamin C dan E pada Tepung Limbah Biji Durian dengan Perbedaan Proses Pengeringan
Biji durian memiliki kandungan metabolit primer dan sekunder yang menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah biji durian menjadi tepung, mengevaluasi potensinya sebagai bahan baku kosmetik, dan menentukan kadar vitamin C dan E dengan tiga variasi pengeringan seperti dengan sinar matahari, di angin–angin, dan oven. Tepung biji durian dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, kadar air, dan pH. Tepung biji durian dianalisis kandungan vitamin C menggunakan metode titrasi iodimetri dan vitamin E menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptis menunjukkan tepung biji durian memenuhi SNI 16-6070-1999 sebagai syarat tepung bahan kosmetik. Hasil uji kadar air tidak memenuhi SNI 16-6070-1999 sebagai syarat tepung bahan kosmetik dikarenakan hasil kadar air tepung >10%. Hasil uji pH memenuhi SNI 16 4399-1996 dengan ketentuan pH kulit yaitu dalam rentang 4,5-8. Sampel tepung limbah biji durian positif mengandung vitamin C dengan perubahan warna menjadi warna biru, dan vitamin E dengan perubahan warna menjadi jingga kecoklatan setelah dilakukan perlakuan. Hasil rata–rata kadar vitamin C dengan pengeringan sinar matahari 0,063 mg AAE/g, diangin-angin 0,137 mg AAE/g, dan oven 0,099 mg AAE/g. Hasil rata-rata kadar vitamin E dengan pengeringan sinar matahari 35,6 mg ATE/g, diangin-angin 19,611 mg ATE/g, dan oven 25,773 mg ATE/g. Variasi pengeringan berpengaruh terhadap kadar vitamin C dan E dikarenakan dengan suhu yang tinggi dan waktu yang lama menyebabkan kandungan berkurang. Metode pengeringan yang paling efektif digunakan adalah metode pengeringan angin-angin
QSAR Classification and Molecular Docking for Identifying BCL-2 Inhibitor Candidates
B-cell lymphoma 2 (BCL-2) is an anti-apoptotic protein implicated in the progression and chemoresistance of multiple cancers. This study integrates QSAR-based machine learning (ML) classification and molecular docking to identify potential BCL-2 inhibitors. The Gradient Boosting classifier trained on PubChem fingerprints (881 bits) achieved the best predictive performance (accuracy: 83.52%, ROC-AUC: 0.8829). External virtual screening further identified high-probability active compounds, including Beclomethasone Dipropionate (0.9880) and Ulipristal Acetate (0.9866), highlighting their potential for drug repurposing. Docking analysis showed that Ulipristal Acetate exhibited the strongest binding affinity (–8.187 kcal/mol), forming a hydrogen bond with GLY A:145 and engaging key residues within the BH3-binding pocket of BCL-2. These findings demonstrate the effectiveness of QSAR-ML–assisted virtual screening in prioritizing repurposable candidates for BCL-2 inhibition
Kulit Batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.): Flavonoid dan Fenolik Total serta Uji Aktivitas Antifungi
Pemanfaatan tanaman alam sebagai antifungi alami telah menjadi fokus perhatian dalam bidang kesehatan dan pengobatan karena keunggulan mereka dalam memberikan alternatif terhadap antifungi sintetis yang sudah ada yang semakin rentan terhadap resistensi mikroorganisme khususnya fungi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antifungi dari ekstrak kulit batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.) dan menentukan kadar flavonoid dan fenoliknya. Metode spektrofotometri digunakan untuk menentukan kadar flavonoid dan fenolik total sedangkan untuk pengujian aktivitas antifungi menggunakan metode difusi cakram dan dilusi. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid total sebesar 59.457 mgQE/g ± 0.577 dan kadar fenolik total sebesar 102.931 mgGAE/g ± 1.034, hasil ini menunjukkan kadar fenolik total lebih tinggi dibandingkan dengan kadar flavonoid total. Adapun uji aktivitas antifungi menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang Jabon tidak menunjukkan daya hambat pada fungi Candida albicans dan Aspergillus brasiliensis baik pada uji difusi maupun dilusi cair. Sedangkan kontrol positif (Ketoconazole) memiliki aktivitas antifungi yaitu memiliki diameter daya hambat 30.39 mm terhadap Candida albicans dan 18.46 terhadap Aspergillus brasiliensis. Pada uji dilusi cair kontrol positif menunjukkan tidak adanya pertumbuhan fungi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi positif antara kadar flavonoid dan fenolik dengan aktivitas sebagai antifungi dalam penelitian ini