Kampung Jurnal IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Not a member yet
5201 research outputs found
Sort by
PENETAPAN DISPENSASI NIKAH SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN PERNIKAHAN USIA DINI KARENA KEHAMILAN DI PENGADILAN AGAMA MAJALENGKA
Dispensasi nikah adalah pemberian izin nikah oleh pengadilan kepada calon mempelai laki-laki atau perempuan yang masih dibawah batas usia nikah dikarenakan terdapat alasan mendesak untuk segera dinikahkan. Pada penetapan nomor 0643/Pdt.P/2022/Pa,Mjl telah terjadi keadaan mendesak yakni calon mempelai perempuan telah dalam keadaan hamil pasal 53 KHI mengatur tentang kawin hamil akan tetapi hakim Pengadilan Agama Agama tidak menggunakan ketentuan tersebut sebagai bahan pertimbangan, selain itu juga hakim Pengadilan Agama Majalengka mengabulkan permohonan tanpa menggunakan pertimbangan undang-undang perlindungan anak.Tujuan penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui lebih dalam dasar pertimbangan hukum hakim pengadilan agama majalengka mengenai pemberian dispensasi nikah karena hamil diluar nikah atas penetapan Nomor 0463/Pdt.P/2022.PA.Mjl, Kedua untuk mengetahui lebih dalam analisis yuridis pemberian dispensasi karena hamil diluar nikah terhadap penetapan Pengadilan Agama Majalengka Nomor 0463/Pdt/P/2022/PA.Mjl, Ketiga untuk mengetahui lebih dalam analisis hukum islam tentang pemberian dispensasi nikah karena hamil diluar nikah terhadap penetapan Pengadilan Agama Majalengka Nomor 0463/Pdt/P/2022/PA.Mjl.Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode kualitatif, Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis dan normative. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kepustakaan (Library Research), yaitu penelitian yang dilakukan secara sistematis dan mengambil data dari berbagai literatur. Pada penelitian ini sumber data primernya adalah penetapan nomor 0643/Pdt.P/2022/Pa.Mjl.Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah Pertama Dasar Pertimbangan Hukum Hakim Pengadilan Agama Majalengka Mengenai Pemberian Dispensasi Nikah karena Hamil Diluar Nikah Atas Penetapan Nomor 0463/Pdt.P/2022.PA.Mjl lebih mengedepankan fakta hukum yang diajukan oleh para pemohon. Kedua, pertimbangan hakim pada penetapan dispensasi nikah melihat dari undang-undang pernikahan, tetapi tidak memilhat dari aspek lain, semisal undang-undang perlindungan anak. Â Ketiga, hukum islam tidak memberikan aturan pasti terkait dengan umur dibolehkannya menikah, akan tetapi hanya berpatokan kepada usia Mukallaf (Baligh dan berakal), selain itu hakim menimbang berdasarkan qowaidh fiqhiyyah kitab Asybah wan Nadhaairi halaman 62 bertujuan untuk menolak kemafsadatan dan lebih mengutamakan sisi kemaslahatan
PEMIKIRAN SOSIAL DAN HARAKI DALAM TAFSIR FI ZILAL AL-QUR’AN
Artikel ini menganalisis metodologi esensial yang diadopsi oleh Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilal al-Qur'an dan peran instrumentalnya dalam memproyeksikan pandangan Islam modern berdasarkan orientasi eksegetis sosial dan dinamisnya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi aliran eksegetis yang dia kemukakan dan perannya dalam membentuk pandangan dunia Islam modern berdasarkan interpretasi sosialnya. Penelitian ini didasarkan pada pendekatan kualitatif berupa survei literatur. Temuan ini menunjukkan bahwa Sayyid Qutb telah merumuskan metode interpretasi filosofis Al-Qur'an yang inklusif yang menetapkan prinsip-prinsip sosio-linguistik dan ethico-legal sebagai akar dan dasar ideologis intinya. Pola pemikiran dan interpretasi dipengaruhi oleh gagasan ini yang mencerminkan kerangka dinamis (haraki) yang dikandungnya dalam pengembangan tafsirnya. Ini secara kategoris membentuk dasar filsafat dan idealismenya yang mendasari pandangan sosial-religiusnya dan relevansinya dalam pembentukan generasi Islam modern untuk merevitalisasi aspek budaya-linguistik dan nilai-nilai abadi tauhid dalam narasi modern dakwah
Analisis Implementasi Pelatihan Komunikasi Interpersonal Penggiat Anti Narkoba
This study aims to analyze the implementation of interpersonal communication training for anti-drug activists in entrepreneurial circles, Cirebon city. The research method uses a combined method evaluation model between quantitative methods and qualitative methods (mixed-method), precisely explanatory mixedmethod design. Data collection uses interpersonal communication instruments which include: 1) openness; 2) empathy; 3) support; 4) positive attitude; 5) equality of will and communication. Overall it can be said that the interpersonal communication skills of anti-drug activists in the entrepreneurial environment of Cirebon City are in the "Fair" category with the acquisition of 45.49%. Interpersonal communication barriers experienced by anti-drug activists are semantic and psychological, physical barriers, status, frame of mind, and culture
Penerapan Pewarnaan Graf Menggunakan Algoritma Welch Powell Pada Peta Kabupaten Indramayu
Pewarnaan graf menggunakan algoritma welch powell dapat diterapkan dalam pewarnaan pada peta, salah satunya yaitu pada peta kabupaten Indramayu. Pada peta kabupaten Indramayu wilayah kecamatan saling berbatesan dengan wilayah kecamatan lainnya. Untuk itu, dilakukan pewarnaan peta dengan menggunakan warna semininimum mungkin sehingga tidak ada wilayah kecamatan yang saling berbatesan menggunakan warna yang sama. Selain itu, untuk mendukung perkembangan kabupaten Indramayu, maka perlu diketahui letak wilayah kecamatan strategis sehingga pemerintah dapat memusatkan pembangunan agar akses masyarakat lebih mudah. Penelitian ini menggunakan penelitian studi pustaka, yaitu dengan mengambil literatur dari berbagai sumber seperti buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya yang relevan dengan masalah penelitian. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat lima tahap yang dilakukan untuk mewarnai 31 simpul kecamatan pada graf peta kabupaten Indramayu. Dari lima tahap yang dilakukan untuk mewarnai simpul graf peta kabupaten Indramayu, maka diperoleh bilangan kromatik ( ) . Berdasarkan derajat tertinggi, diketahui kecamatan yang memiliki derajat tertinggi adalah kecamatan Losarang dengan derajat simpul 8, sehingga kecamatan Losarang merupakan kecamatan yang paling strategis di kabupaten Indramayu
Urgensi Pengembangan Media Berbasis Digital Pada Pembelajaran Bahasa Arab
Artikel ini mengkaji tentang urgensi pengembangan media digital untuk pembelajaran bahasa Arab. Artikel ini merupakan hasil penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media berbasis digital dalam pembelajaran bahasa Arab terbukti memberikan pengaruh positif terhadap pembelajaran bahasa Arab, media berbasis digital meminimalisir keterbatasan (ruang, waktu, dan jarak), media berbasis digital dapat menambah pembendaharaan kosakata Arab bagi siswa, dan penggunaan media berbasis digital meningkatkan keterampilan berbahasa Arab serta motivasi belajar siswa. Oleh karenaya penting pengembangan media berbasis digital pada pembelajaran bahasa Arab di mana guru harus melakukan inovasi seperti pengembangan media berbasis digital. Sedikitnya terdapat lima model pengembangan media pembelajaran berbasis digital yang sesuai untuk pembelajaran bahasa Arab, yaitu: model Hannafin & Peck, model 4D, model Borg & Gall, model Dick & Carey, dan model ADDIE
NURUDDIN ‘ITR'S HADITH MANHAJ: A SIGNIFICANT CONTRIBUTION TO THE DEVELOPMENT OF HADITH STUDIES
This study aims to comprehensively examine Nuruddin ‘Itr’s methodology in Manhaj ‘Ulum al-Hadith, both from a methodological perspective and its implications for the development of hadith studies today. Through this research, it is expected to gain a deeper understanding of how Nuruddin ‘Itr’s methodology provides solutions to various challenges in modern hadith studies. One of his contributions to the field is that Shaykh Nuruddin ‘Itr offers a systematic and comprehensive approach to hadith criticism. Nuruddin 'Itr defines hadith as everything attributed to the Prophet Muhammad saw., whether in the form of words, actions, or approvals, with the criteria for an authentic hadith (sahih) including a continuous chain of transmission (sanad), the justice and precision of the narrators, and being free from contradictions (shadh) and defects ('illah). He emphasizes that authentic hadith must be followed, while the application of solitary (ahad) and weak (da'if) hadith requires caution, especially in matters of creed and law. Although the official codification of hadith began after the Prophet’s time, its authenticity has been preserved through a rigorous scientific methodology. Nuruddin 'Itr also highlights the importance of sincerity and ethics in studying and transmitting hadith, as well as the need to adapt teaching methods to remain relevant in modern times
Upaya Pengurangan Dampak Lingkungan Melalui Pengolahan Limbah Kulit Nanas Menjadi Eco-Enzim di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang
Limbah organik, khususnya kulit nanas, merupakan salah satu sumber limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dengan mengolah limbah kulit nanas menjadi eco-enzim, produk alami yang multifungsi dan ramah lingkungan. Program ini dilaksanakan di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi praktis, dan diskusi kelompok untuk memastikan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga, yang mulai memanfaatkan eco-enzim sebagai pembersih alami, pengendali hama, dan pupuk organik. Selain manfaat lingkungan, penggunaan eco-enzim juga berkontribusi dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga.Program ini tidak hanya memberikan solusi atas permasalahan limbah organik tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Dengan hasil yang positif, program ini diharapkan dapat diadopsi lebih luas dan menjadi inspirasi bagi upaya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan di berbagai daerah lain
Hubungan Antara Religiusitas Nilai Nilai Islam dengan Kimia Dalam Materi Elektrokimia
Artikel ini betujuan untuk membahas keterkaitan Elektrokimia dalam pembelajaran kimia di sekolah yang biasanya tidak dikaitkan dengan Al-Qur'an agama tertentu, sehingga seolah-olah bahwa materi elektrokimia yang dipelajari adalah ilmu yang terpisah dan tidak ada kaitannya dengan Al-Qur'an. Untuk menunjukkan bahwa al-Qur'an merupakan pedoman bagi umat manusia, termasuk mempelajari ilmu-ilmu alam termasuk ilmu kimia, maka penulis ingin mengkaji masalah kimia berbasis elektrokimia serta cara pandang al-Qur'an yang bertujuan untuk mengetahui pengertian elektrokimia menurut konsep kimia dan alquran, aspek-aspek apa saja yang terkandung dalam alquran yang dapat dijadikan pedoman dalam pembelajaran elektrokimia. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sistematika Literatur Review (SLR) yaitu untuk melakukan identifikasi, evaluasi, dan interpretasi terhadap semua hasil penelitian yang relevan terkait mempelajari Al Quran dan mempelajari bacaan buku, jurnal, buku pelajaran, kamus, dan karya ilmiah. Hasil dari kajian tersebut terlihat bahwa Alquran pertama kali menjelaskan konsep elektrokimia serta bagian-bagiannya dan di dalam Alquran terdapat konsep elektrokimia yang sejalan dengan konsep kimia yang dikemukakan oleh para ahli kimia
Metodologi Tarjih Dalil dalam Istinbath Hukum Islam
Tarjih yang melibatkan penyelesaian konflik dalam dalil dan memberi prioritas pada ajaran Nabi menjadi kunci perkembangan hukum Islam. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dan tinjauan literatur ini bertujuan untuk membahas metode, langkah-langkah, dan peran tarjih dalam menetapkan hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  ketika terdapat dalil yang tampak saling bertentangan, para ulama dihadapkan pada kebutuhan untuk melakukan ijtihad. Tarjih dapat terjadi antara dalil nash dan antara sesama qiyas. Tarjih tidak terjadi jika tingkatan dalil berbeda. Tarjih ketika ada pertentangan antara Dalil Nash maka perlu memberikan prioritas atau dalam konteks ilmu ushul fiqh berarti memberikan penekanan dan keutamaan pada teks atau hukum yang jelas dan tegas dibandingkan dengan teks yang lebih umum, teks harfiah, atau teks yang memerlukan penjelasan lebih lanjut. Kemudian dalam pertentangan antara qiyas maka dapat ditempuh langkah-langkahnya sebagai berikut: 1) menguatkan qiyas dengan illat hakiki daripada illat sebatas pada pertimbangan; 2)  menguatkan pada illat qiyas yang ditetapkan dengan dalil yang tidak qath’ih dengan prioritas illat qiyas dengan dalil yang jelas daripada al-sabr wa al-Taqsim; 3) pentarjihan dalil al-Asl (pokok) rujukan qiyas mendahulukan dalil qath’ih; dan 4) pentarjihan al-Far’u (cabang) yang secara substansial terkait dengan nilai pokok atau memiliki nilai hukum dan illat yang sama
Ritual Fek Nono Hau Ana dalam Sistem Pertanian Masyarakat Miomaffo Timur: Kajian Wacana Kritis Teun van Dijk
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur makro dan superstruktur dalam wacana ritual Fek Nono Hau Ana berdasarkan pendekatan analisis wacana kritis Teun Van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa wacana ritual Fek Nono Hau Ana dilakukan beberapa lokasi, yakni tola, pintu pertama Oename, pintu kedua Oename, puncak Oename, dan mesbah utama, tetapi masih merupakan satu-kesatuan yang tidak terpisahkan. Tema global wacana ritual Fek Nono Hau Ana adalah religiusitas yang merupakan suatu proses pencarian jalan kebenaran atau petunjuk oleh masyarakat Tun Tun kepada leluhur untuk membuka lahan baru dalam bercocok tanam. Secara skematik, wacana ritual Fek Nono Hau Ana terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan merupakan sapaan kepada leluhur, bagian isi merupakan permohonan izin kepada leluhur, dan bagian penutup merupakan harapan dari masyarakat kepada leluhur keempat suku besar, Maun Ufa, Bana Mnasi, dan sang pemberi berkat untuk memberikan petunjuk perizinan membuka lahan. Penelitian ini berimplikasi langsung pada masyarakat Timur secara khusus, yakni sebagai suatu bentuk pendokumentasian dalam rangka pengantisipasian kepunahan ritual Fek Nono Hau Ana.Fek Nono Hau Ana Ritual in the Agricultural System of the East Miomaffo Community: Teun Van Dijk's Critical Discourse StudyThis study uses Teun Van Dijk's critical discourse analysis approach to describe the macrostructure and superstructure in the Fek Nono Hau Ana ritual discourse discourse. This study uses a qualitative descriptive method. The findings show that the Fek Nono Hau Ana ritual discourse is carried out in several locations, namely tola, the first door of Oename, the second door of Oename, the peak of Oename, and the main altar, but it is still an inseparable whole. The global theme of the Fek Nono Hau Ana ritual discourse is religiosity, a process of searching for the path of truth or guidance by the Tun Tun community to their ancestors to open new land for farming. Schematically, the Fek Nono Hau Ana ritual discourse consists of an introduction, content, and closing. The introduction is a greeting to the ancestors, the content is a request for permission to the ancestors, and the closing is the community's hope for the ancestors of the four major tribes, Maun Ufa, Bana Mnasi, and the giver of blessings to provide guidance for permission to open land. This research has direct implications for Eastern society, namely as a form of documentation to anticipate the extinction of the Fek Nono Hau Ana ritual