E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
19582 research outputs found
Sort by
Legal Protection of Elderly Workers in Indonesia’s Food and Beverage Sector: A Normative Comparative Study with Australia
This research examines legal protection and social security for elderly workers in the Food and Beverage (F&B) sector in Indonesia with a normative and comparative legal approach. The main problem identified is the absence of specific regulations that explicitly protect the rights of elderly workers, especially those who work in the informal sector. Sakernas 2023 data shows that the majority of elderly workers receive substandard wages, long working hours, and minimal access to social security. This study uses a comparative method with the Australian legal system, where the Fair Work Act 2009 explicitly prohibits age discrimination and provides comprehensive legal protection and social security. The analysis found that Indonesia still faces normative gaps, multiple regulatory interpretations, and overlapping labour and social protection policies. The research recommendations emphasise the importance of regulatory reform, strengthening the social security system, as well as more optimal education and supervision. With these steps, it is expected that elderly workers in the F&B sector can work safely, with dignity, and obtain proper social rights in accordance with the times. The results of this study are expected to be an important contribution for policy makers and business actors in Indonesia
Records Transfer from Central Files to the Records Center: A Case Study at the National Library of the Republic of Indonesia
This study investigates the procedures involved in the transfer of inactive archives at the National Library of the Republic of Indonesia. The data were collected through direct observation and semi-structured interviews with relevant personnel. The findings revealed that the process of transferring inactive archives comprises several key stages: the initial selection and appraisal of records, the compilation and verification of archival data within the processing unit, the preparation of transfer documentation through official minutes, and the physical or digital transfer of archives to the archival unit. The study underscores the importance of adhering to established procedures to ensure accountability, traceability, and compliance with institutional archival policies. These findings contribute to a better understanding of archival lifecycle management practices within national-level institutions and highlight the need for standardized workflows to facilitate efficient and legally sound archival transfers
Managing Islamic Academic Libraries in Indonesia in the Era of Society 5.0 and Artificial Intelligence: Readiness and Challenges Analysis
This study analyzes the readiness and challenges encountered by Islamic academic libraries in Indonesia in adapting to AI-driven digital transformation. Employing a literature review approach, the research synthesizes findings from academic studies, institutional reports, and related literature to examine four central aspects: technological readiness, focusing on the adoption of AI and automation in library operations; human resource readiness, assessing librarians’ competencies in managing digital systems; implementation challenges, identifying obstacles such as limited infrastructure, financial constraints, and digital literacy deficits; and development strategies, offering recommendations to enhance digital library services while upholding Islamic educational values. The findings revealed that while several Islamic academic libraries have initiated steps toward digitalization, persistent barriers hinder comprehensive implementation. Notably, disparities in infrastructure and professional capacity highlight the urgent need for strategic action. The study concludes that successful digital transformation requires sustained investment in technology, ongoing professional development for librarians, and inter-institutional collaboration. Strengthening these areas will enable Islamic academic libraries to evolve into dynamic digital knowledge hubs that contribute meaningfully to academic advancement in the Society 5.0 era
Korelasi Penguasaan Kosakata Arab dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Menghafal Al-Qur’an Santri kelas VIII Mts Darul Qur’an Medan
The purpose of this study is to measure the relationship between vocabulary mastery and learning motivation on the achievement of memorizing the Quran. This study uses a Quantitative approach with a correlational type of research. The population in this study were all 8th grade students of MTS Darul Quran Medan, totaling 20 people. The data collection technique used in this study is a questionnaire. The data that has been collected is then analyzed by Pearson validity test, reliability test, Multiple Linear Regression analysis through the SPSS version 25 statistical program. The results showed that there is a significant relationship between mastery of Arabic vocabulary and learning motivation on the achievement of memorizing the Quran, so it can be concluded that there is a strong and positive relationship between mastery of Arabic vocabulary and learning motivation on the achievement of memorizing the Quran. Evidenced by the value of the hypothesis test results which is 0.001, which is smaller than 0.05 and the R square value is 78.4%. Thus, the results of this study confirm the importance of mastery of Arabic vocabulary and learning motivation in improving the achievement of memorizing the Al-Qur’an, and these two factors are some of the factors that must be prioritized in memorizing the Al-Qur’an.Tujuan penelitian ini untuk mengukur hubungan antara penguasaan kosakata dan motivasi belajar terhadap prestasi menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri kelas VIII MTS Darul Quran Medan yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket/kuisioner. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan uji validitas pearson, uji reliabilitas, analisis Regresi Linear Berganda melalui program statistik SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penguasaan kosakata Arab dan motivasi belajar terhadap prestasi menghafal Al-Qur’an, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan positif antara penguasaan kosakata Arab dan motivasi belajar terhadap prestasi menghafal Al-Qur’an. Dibuktikan dari nilai hasil uji hipotesis yaitu 0,001 artinya lebih kecil dari 0,05 dan nilai R square yaitu 78,4%. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penguasaan kosakata Arab dan motivasi belajar dalam meningkatkan prestasi menghafal Al-Qur’an, dan kedua faktor tersebut merupakan beberapa faktor yang harus menjadi prioritas dalam menghafal Al-Qur’an
Analisis Kesesuaian Bahan Ajar Bahasa Arab Dengan Kebutuhan Pembelajaran dan Karakteristik Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian bahan ajar bahasa Arab dengan kebutuhan pembelajaran dan karakteristik peserta didik dalam rangka meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan yang terus berkembang, bahan ajar memiliki peran penting sebagai sarana utama pencapaian kompetensi yang ditargetkan oleh kurikulum. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan masih terdapat ketidaksesuaian antara konten, tingkat kesulitan, dan pendekatan pengajaran dalam bahan ajar dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Ketidaksesuaian ini dapat menghambat pencapaian hasil belajar peserta didik secara optimal. Oleh karena itu, analisis terhadap relevansi dan keselarasan bahan ajar menjadi krusial dalam keberhasilan pembelajaran bahasa Arab. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan library research untuk menelaah literatur dan temuan sebelumnya yang berkaitan dengan desain dan penerapan bahan ajar bahasa Arab. hasil kajian menunjukkan bahwa bahan ajar yang disusun berdasarkan analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, pendekatan komunikatif, serta mempertimbangkan konteks sosial dan budaya lebih efektif dalam meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kompetensi berbahasa serta dapat mencapai tujuan kurikulum secara optomal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian bahan ajar bahasa Arab dengan kebutuhan pembelajaran dan karakteristik peserta didik dalam rangka meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan yang terus berkembang, bahan ajar memiliki peran penting sebagai sarana utama pencapaian kompetensi yang ditargetkan oleh kurikulum. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan masih terdapat ketidaksesuaian antara konten, tingkat kesulitan, dan pendekatan pengajaran dalam bahan ajar dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Ketidaksesuaian ini dapat menghambat pencapaian hasil belajar peserta didik secara optimal. Oleh karena itu, analisis terhadap relevansi dan keselarasan bahan ajar menjadi krusial dalam keberhasilan pembelajaran bahasa Arab. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan library research untuk menelaah literatur dan temuan sebelumnya yang berkaitan dengan desain dan penerapan bahan ajar bahasa Arab. hasil kajian menunjukkan bahwa bahan ajar yang disusun berdasarkan analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, pendekatan komunikatif, serta mempertimbangkan konteks sosial dan budaya lebih efektif dalam meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kompetensi berbahasa serta dapat mencapai tujuan kurikulum secara optomal
DESAIN PEMBELAJARAN KONTEKS JEMBATAN MUSI 6 PADA MATERI BARISAN ARITMETIKA
Research on the development of learning design, using the context of Jembatan Musi 6, aims to design and develop HLT in this context. The research employs qualitative research methods, specifically the validation study design type, to validate the learning design. The research subjects consisted of 6 people in the pilot stage and 21 people in the teaching experiment stage at the middle school (MTs) Raudhatul Ulum. The development of HLT used a type of research design known as a validation study, a method appropriate for answering research questions and assisting in the development of research design, which can begin with initial design, design experiment, and retrospective analysis. Therefore, these three learning models can be applied to the topic of arithmetic sequences. This research was conducted using interviews, student questionnaires, and student activity sheets to explain the initial activities that started from a real-life context, namely the Musi 6 Bridge, which leads to the basic concept of arithmetic sequences, particularly determining the n-th term formula. Subsequently, the data collection results were analyzed and explained qualitatively based on data analysis, which showed that students could achieve an understanding of the n-th term formula concept using an alternative learning pathway. In the prediction of local theory, the general thinking of the students is quite accurate. The development of this learning design can be used by teachers in the classroom.
Abstrak:
Penelitian mengenai pengembangan desain pembelajaran menggunakan konteks Jembatan Musi 6 pada materi barisan aritmetika menggunakan pendekatan PMRI yang bertujuan untuk merancang dan mengembangkan HLT dalam pengembangan desain ini menggunakan metode penelitian kualitatif desain riset tipe validasi studi. Adapun Subjek penelitian berjumlah 6 orang pada tahap pilot dan berjumlah 21 orang pada tahap teaching eksperimen di MTs Raudhatul Ulum. Pengembangan HLT menggunakan desain reaserch tife validation study cara tepat yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan membantu pengembangan desain penelitian yang dapat dimulai dengan desain awal, eksperimen desain, dan analisis restrospektif. Maka, tiga model pembelajaran tersebut yang dapat diterapkan pada materi barisan aritmetika. Penelitian ini dilakukan menggunakan proses wawancara, angket siswa, dan lembaran akvitas siswa untuk menjelaskan dari sebuah aktivitas awal yang bermula dari konteks nyata yang ada dikehidupan sehari-hari yaitu Jembatan Musi 6 menjadi konsep dasar barisan aritmetika yaitu menentukan rumus suku ke-n. Selanjutnya hasil dari pengumpulan data tersebut dianalisis dan dideskripsikan secara kualitatif berdasarkan analisis data mendapatkan hasil bawasannya siswa dapat menemukan sebuah pemahaman konsep rumus suku ke-n yang menggunakan alur pembelajaran yang alternatif. Dalam prediksi teori lokal pada cara berpikir siswa secara umum sudah signifikan akurat. Pengembangan desain pembelajaran ini bisa digunakan guru di kelas.Penelitian mengenai pengembangan desain pembelajaran menggunakan konteks Jembatan musi 6 pada materi barisan aritmetika menggunakan pendekatan PMRI yang bertujuan untuk merancang dan mengembangkan HLT dalam pengembangan desain ini menggunakan metode penelitian kualitatif desain riset tipe validasi studi. Adapun Subjek penelitian berjumlah 6 orang pada tahap pilot dan berjumlah 21 orang pada tahap teaching eksperimen di MTs. Raudhatul Ulum. Pengembangan HLT menggunakan desain reaserch tife validation study cara tepat yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan membantu pengembangan desain penelitian yang dapat dimulai dengan desain awal, eksperimen desain, dan analisis restrospektif. Maka tiga model pembelajaran tersebut yang dapat diterapkan pada materi barisan aritmetika. Penelitian ini dilakukan menggunakan proses wawancara, angket siswa dan lembaran akvitas siswa untuk menjelaskan dari sebuah aktivitas awal yang bermula dari konteks nyata yang ada dikehidupan sehari-hari yaitu Jembatan Musi 6 menjadi konsep dasar barisan aritmetika yaitu menentukan rumus suku ke-n. Selanjutnya hasil dari pengumpulan data tersebut dianalisis dan dideskripsikan secara kualitatif berdasarkan analisis data mendapatkan hasil bawasannya siswa dapat menemukan sebuah pemahaman konsep rumus suku ke-n yang menggunakan alur pembelajaran yang alternatif. Dalam prediksi teori local pada cara berpikir siswa secara umum sudah signifikan akurat. Pengembangan desain pembelajaran ini bisa digunakan guru di kelas
Analisis Survival Penderita Gagal Ginjal Menggunakan Metode Kaplan Meier (Studi Kasus : Rumah Sakit Labuang Baji Makassar)
Penelitian ini merupakan penelitian terapan (applied research) dengan pendekatan kuantitatif, yang melibatkan pengumpulan dan analisis data menggunakan metode Kaplan Meier. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penderita gagal ginjal, serta untuk menentukan probabilitas ketahanan hidup penderita gagal ginjal. Analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penderita gagal ginjal, Uji Chi Square digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penderita gagal ginjal dan analisis Kaplan meier digunakan untuk menghitung estimasi kegagalan dan menghitung nilai probabilitas ketahanan hidup penderita gagal ginjal. Objek dalam penelitian ini yaitu pasien penderita gagal ginjal pada periode tahun 2022-2023 di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor umur, jenis kelamin, tingkat keparahan, dan komorbid bersifat saling bebas atau tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kematian penderita gagal ginjal dan diperoleh probabilitas ketahanan hidup pasien penderita gagal ginjal sebesar 0.708 yang menunjukkan bahwa adanya perbaikan kondisi pada penderita penyakit gagal ginjal
STRATEGI PENERAPAN KEARIFAN LOKAL DALAM PENATAAN RUANG
The concept of local wisdom related to spatial planning has long been known to the public, but this concept is often ignored and hampered by various factors. So it is necessary to determine a strategy to apply the concept of local wisdom in spatial planning. This research uses a literature review method by conducting descriptive analysis. Local wisdom has the potential to prevent degradation and land conversion, become reference material in making Regional Regulations related to spatial planning, determining factors in spatial patterns and structures so that they remain distinctive, and supports compliance with Regional Regulations. On the other hand, spatial planning can provide protection for local wisdom so that it remains sustainable. The formulation of strategies that can be implemented so that local wisdom and spatial planning can be implemented well, namely in terms of spatial planning by involving the participation of indigenous communities, traditional leaders and religious leaders, conducting cross-disciplinary studies of local wisdom, and the existence of zoning or area regulations related to social culture. In terms of spatial utilization, this can be done by strengthening cooperation between Traditional Institutions/Traditional Villages with Regional Governments, establishing communication forums and information centers specifically for spatial utilization. The aspect of controlling spatial utilization is by synergizing customary security with the Regional Government and using a customary control system that does not conflict with formal rules.Konsep kearifan lokal terkait dengan penataan ruang sudah dikenal lama oleh masyarakat, namun konsep tersebut sering diabaikan dan terhambat oleh berbagai faktor. Sehingga perlu merumuskan strategi untuk menerapkan konsep kearifan lokal dalam penataan ruang. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan melakukan analisis deskriptif. Kearifan lokal berpotensi untuk mencegah terjadinya degradasi dan alih fungsi lahan, menjadi acuan materi dalam pembuatan Peraturan Daerah terkait tata ruang, faktor penentu dalam pola dan struktur ruang agar tetap memiliki ciri khas, serta mendukung ketaatan terhadap Peraturan Daerah. Sebaliknya penataan ruang dapat memberikan perlindungan terhadap kearifan lokal agar tetap lestari. Rumusan strategi yang dapat dilakukan agar kearifan lokal dan penataan ruang dapat dilaksanakan dengan baik yaitu dari sisi perencanaan tata ruang dengan melibatkan peran serta masyarakat adat, tokoh adat, dan pemuka agama, melakukan kajian kearifan lokal lintas disiplin, dan adanya peraturan zonasi atau kawasan terkait sosial budaya. Dari sisi pemanfaatan ruang dapat dilakukan dengan memperkuat kerjasama Lembaga Adat/Desa Adat dengan Pemerintah Daerah, membentuk forum komunikasi dan pusat informasi khusus pemanfaatan ruang. Aspek pengendalian pemanfaatan ruang yaitu dengan sinergi keamanan adat dengan Pemerintah Daerah dan menggunakan sistem pengendalian adat yang tidak bertentangan dengan aturan formal
PENGARUH NILAI KEPERCAYAAN MONIBI SEBAGAI PEMBENTUK STRUKTUR DASAR TATA RUANG PUSAT PERMUKIMAN DI KOTA KOTAMOBAGU
This research explains that a belief that lives and is believed by the community can be the basic structure of the spatial formation of a settlement center. As one of the cities in North Sulawesi Province, Kotamobagu City is synonymous with the history and culture of the Bolaang Mongondow tribe. The attachment to the Bolaang Mongondow culture can also be seen from the community's unique settlement tradition because it has uniformity and consistency of space for government functions, schools, mosques and fields in one area located in settlement centers. This can be found in 16 villages and sub-districts in Kotamobagu City. This unique phenomenon was investigated more deeply using the inductive-qualitative-phenomenological method, which found that the monibi belief value is the basis for forming the basic spatial structure of the settlement center with a classification consisting of spiritual space and open space. The simultaneous relationship between spiritual space and open space centered in the same landscape gives birth to a settlement center at the central point of the settlement space. The basic spatial structure formed through the monibi belief value has crossed the passage of time with different actors but its spatial manifestation can still be maintained today not only at the micro scale of the settlement center but also can be identified at the macro scale, namely the city service center of Kotamobagu.Penelitian ini menjelaskan bahwa sebuah kepercayaan yang hidup dan diyakini oleh masyarakat dapat menjadi struktur dasar dari terbentuknya tata ruang pusat permukiman. Sebagai salah-satu kota di Propinsi Sulawesi Utara, Kota Kotamobagu sangat identik dengan sejarah dan kebudayaan dari suku Bolaang Mongondow. Keterikatan pada budaya Bolaang Mongondow juga dapat dilihat dari tradisi bermukim masyarakatnya yang unik karena memiliki keseragaman serta konsistensi ruang untuk fungsi pemerintahan, sekolah, masjid dan lapangan dalam satu kawasan yang terletak di pusat-pusat permukiman. Hal ini dapat ditemui pada 16 desa dan kelurahan yang ada di Kota Kotamobagu. Fenomena keunikan tersebut diteliti lebih mendalam menggunakan metode induktif-kualitatif-fenomenologi, yang menemukan bahwa nilai kepercayaan monibi merupakan dasar pembentuk struktur dasar tata ruang pusat permukiman dengan klasifikasi terdiri dari ruang spiritual dan ruang terbuka. Hubungan simultan antara ruang spiritual dan ruang terbuka yang terpusat dalam suatu bentang ruang yang sama melahirkan adanya pusat permukiman di titik sentral dari ruang permukiman. Struktur dasar tata ruang yang terbentuk melalui nilai kepercayaan monibi telah melintasi lorong waktu dengan aktor yang berbeda namun perwujudan ruangnya masih dapat dipertahankan hingga saat ini tidak hanya pada skala mikro pusat permukiman namun juga dapat teridentifikasi pada skala makro yaitu pusat pelayanan kota kotamobagu
HARNESSING VERBAL ABILITY AND INTERACTION TO TRANSFORM CHILDREN'S LANGUAGE SKILLS IN ENGLISH READ-ALOUD ACTIVITIES
This study explores the impact of verbal ability and interaction on children’s language skills during English read-aloud activities. Read-aloud sessions are widely recognized as a pivotal method to enhance children’s cognitive and linguistic development. The research employed a structural equation modeling approach to analyze data from 108 children aged 6 to 9 years participating in interactive English storytelling sessions. Key variables included verbal ability, interaction, and language skill development. Findings reveal that verbal ability significantly influences language skills, with a path coefficient of 0.400 (p = 0.001), underscoring its critical role in vocabulary acquisition and sentence construction. Interaction, though showing a moderate effect (0.185, p = 0.068), highlights the importance of collaborative learning and engagement in strengthening comprehension and contextual language use. Additionally, the response to read-aloud stories demonstrate a meaningful contribution (0.331, p = 0.009), emphasizing the role of narrative exposure in fostering linguistic competence. These findings provide actionable insights for educators and parents, suggesting that incorporating interactive elements and verbal practice into English read-aloud sessions can significantly boost children’s language skills. This research contributes to the growing body of literature on effective language development strategies and emphasizes the importance of creating engaging, communicative learning environments.
Penelitian ini menyelidiki pengaruh kemampuan verbal dan interaksi terhadap perkembangan bahasa anak selama aktivitas membaca nyaring dalam bahasa Inggris. Sesi membaca nyaring diakui secara luas sebagai metode penting dalam mendorong perkembangan kognitif dan linguistik anak. Dengan menggunakan teknik pemodelan persamaan struktural, penelitian ini menganalisis data dari 108 anak berusia 6 hingga 9 tahun yang berpartisipasi dalam sesi bercerita interaktif dalam bahasa Inggris. Variabel utama yang dianalisis mencakup kemampuan verbal, interaksi, dan perkembangan keterampilan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan verbal berperan penting dalam perolehan bahasa, dengan koefisien jalur sebesar 0,400 (p = 0,001), yang menegaskan signifikansinya dalam perluasan kosakata dan pembentukan kalimat. Meskipun interaksi menunjukkan efek sedang (0,185, p = 0,068), temuan ini menyoroti pentingnya pembelajaran kolaboratif dan keterlibatan aktif dalam meningkatkan pemahaman serta penggunaan bahasa dalam konteks. Selain itu, respons anak terhadap cerita yang dibacakan secara nyaring memberikan kontribusi yang berarti (0,331, p = 0,009), menunjukkan bahwa paparan terhadap narasi memiliki dampak besar terhadap kompetensi linguistik. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik dan orang tua, dengan menyarankan bahwa mengintegrasikan elemen interaktif dan latihan verbal dalam sesi membaca nyaring bahasa Inggris dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan berbahasa anak. Studi ini menambah wawasan terhadap penelitian yang berkembang mengenai strategi efektif dalam pengembangan bahasa serta menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan komunikatif