E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
19582 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI INDUSTRI MAKANAN HALAL DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MAKASSAR (KASUS DI KAWASAN BTP)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi industri makanan halal dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Makassar, khususnya di Kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Makanan halal memiliki potensi besar dalam perekonomian daerah, mengingat permintaan yang tinggi dari pasar domestik maupun internasional, terutama di daerah dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Kota Makassar. Namun, sektor industri makanan halal di Kawasan BTP masih menghadapi berbagai kendala, seperti terbatasnya fasilitas produksi, rendahnya kapasitas produksi, dan kurangnya kebijakan yang mendukung pengembangan industri ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah daerah, pelaku industri makanan halal, dan ahli ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga melakukan observasi langsung di Kawasan BTP untuk mengidentifikasi potensi dan kendala yang dihadapi oleh pelaku industri makanan halal. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa meskipun terdapat potensi besar di Kawasan BTP, kontribusi sektor ini terhadap PAD Kota Makassar masih terbatas. Beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan untuk pengoptimalan sektor ini antara lain peningkatan infrastruktur, dukungan kebijakan yang lebih kuat, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan distribusi produk halal.
Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah meningkatkan fasilitas produksi, mempercepat proses sertifikasi halal, memberikan insentif kepada pelaku industri makanan halal, serta menyediakan pelatihan untuk UMKM di sektor ini. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan industri makanan halal di Kawasan BTP dapat berkontribusi lebih besar terhadap PAD dan mendorong perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Kata kunci: Industri makanan halal, Pendapatan Asli Daerah (PAD), UMKM
Abstract
This study aims to analyze the optimization of the halal food industry in supporting the increase of Regional Original Revenue (PAD) in Makassar City, especially in the Bumi Tamalanrea Permai (BTP) area. Halal food has great potential in the regional economy, given the high demand from both domestic and international markets, especially in areas with a Muslim majority population such as Makassar City. However, the halal food industry sector in the BTP Area still faces various obstacles, such as limited production facilities, low production capacity, and lack of policies that support the development of this industry.
This research uses a qualitative approach with a case study method, where data is collected through in-depth interviews with local governments, halal food industry players, and economists. In addition, this study also conducts direct observations in the BTP Area to identify the potentials and obstacles faced by halal food industry players. Based on the results of the analysis, it was found that although there is great potential in the BTP Area, the contribution of this sector to the Makassar City PAD is still limited. Some of the opportunities that can be used to optimize this sector include improving infrastructure, stronger policy support, and utilizing digital technology in the marketing and distribution of halal products.
This study recommends that local governments improve production facilities, accelerate the halal certification process, provide incentives to halal food industry players, and provide training for SMEs in this sector. With these steps, it is hoped that the halal food industry in the BTP Area can contribute more to PAD and encourage the regional economy in a sustainable manner.
Keywords: Halal food industry, Regional Original Revenue, SMEsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi industri makanan halal dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Makassar, khususnya di Kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Makanan halal memiliki potensi besar dalam perekonomian daerah, mengingat permintaan yang tinggi dari pasar domestik maupun internasional, terutama di daerah dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Kota Makassar. Namun, sektor industri makanan halal di Kawasan BTP masih menghadapi berbagai kendala, seperti terbatasnya fasilitas produksi, rendahnya kapasitas produksi, dan kurangnya kebijakan yang mendukung pengembangan industri ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah daerah, pelaku industri makanan halal, dan ahli ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga melakukan observasi langsung di Kawasan BTP untuk mengidentifikasi potensi dan kendala yang dihadapi oleh pelaku industri makanan halal. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa meskipun terdapat potensi besar di Kawasan BTP, kontribusi sektor ini terhadap PAD Kota Makassar masih terbatas. Beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan untuk pengoptimalan sektor ini antara lain peningkatan infrastruktur, dukungan kebijakan yang lebih kuat, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan distribusi produk halal.
Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah meningkatkan fasilitas produksi, mempercepat proses sertifikasi halal, memberikan insentif kepada pelaku industri makanan halal, serta menyediakan pelatihan untuk UMKM di sektor ini. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan industri makanan halal di Kawasan BTP dapat berkontribusi lebih besar terhadap PAD dan mendorong perekonomian daerah secara berkelanjutan.
 
ANALISIS KOLABORASI BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA DENGAN KANWIL KEMENTERIAN AGAMA DALAM PENENTUAN HILAL PERSPEKTIF ILMU FALAK DI SULAWESI SELATAN
Abstrak
This examination talks about the Joint effort Investigation between the Meteorology, Climatology and Geophysics Organization and the Service of Religion in Deciding the Hilal Point of view of Falak Science in South Sulawesi. The fundamental issue is depicted in a few issue details, in particular: 1) What is the coordinated effort process between the Meteorology, Climatology and Geophysics Organization and Service of Religion in deciding the new moon?, 2) What are the elements that impact the cooperation between the Meteorology, Climatology and Geophysics Office and the Service of Religion in deciding the new moon? also, 3) What is the job of Falak Science innovation in supporting coordinated effort between the Meteorology, Climatology and Geophysics Organization and the Service of Religion? . The examination is named subjective , clear exploration with the exploration approaches utilized being: cosmic methodology, relative methodology, and juridical methodology. The data sources in this examination are essential data sources got from perceptions and meetings, while optional data sources are data acquired from books, diaries, propositions and logical compositions connected with the exploration object. The data assortment techniques utilized in this exploration are interview perception, documentation and writing study. Data the board and investigation: gathering subjective data and illustrative examination methods. The consequences of the exploration show that: 1) Deciding the new moon through a long interaction starts with holding a joint gathering to frame a rukyatul hilal group , gathering weather conditions conjecture data, setting up the devices utilized, deciding the area for doing rukyatul hilal exercises. 2) Can be isolated into two, in particular interior and outer elements. The inner variables alluded to are factors starting from the hilal or the moon, while outside factors are the area elements of the rukyat and perukyat. 3) advanced innovation in space science will give schooling to the general population in regards to deciding the new moon, that in a joint effort with the BMKG and the Service of Religion, it can add to the logical information on the's comprehension public might interpret the position and choices of the new moon. Gives understanding into stargazing and space science so this information can be valuable later on. The ramifications of this examination are: This exploration is about the cooperative investigation of the BMKG and the Service of Religion in deciding the hilal according to a cosmic point of view in the city of Makassar. It is trusted that the Middle for Meteorology, Climatology and Geophysics (BMKG) IV Makassar and the Territorial Office of the Service of Religion of South Sulawesi Area will focus closer and give data to the general population with respect to deciding the new moon, so the public will get genuine data. So issue focuses and answers for these issues can be gotten through interviews, direct perception, etc. In the event that there are numerous deficiencies, the creator requests information and upgrades
Pertimbangan Hakim terhadap Pemufakatan Jahat dalam Tindak Pidana Narkotika Golongan I: Studi Putusan Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Nomor 247/Pid.Sus/2024 dalam Perspektif Hukum Islam
Criminal conspiracy in narcotics offenses represents a form of organized crime that poses a serious threat to society and the state. This research aims to analyze the criminal liability of the defendant involved in a conspiracy to possess Class I non-plant-based narcotics, as examined in the High Court Decision No. 247/Pid.Sus/2024/PT Tjk. This study uses a normative juridical and empirical juridical approach. The normative juridical method is based on the review of relevant legal sources, particularly Law No. 35 of 2009 on Narcotics. The empirical juridical method includes interviews with law enforcement officers to understand the application of the law in practice. The results show that the defendant was proven legally and convincingly to have engaged in a criminal conspiracy to unlawfully possess Class I narcotics, specifically methamphetamine (sabu). The judge applied Article 112 paragraph (1) in conjunction with Article 132 paragraph (1) of the Narcotics Law, sentencing the defendant to 7 years of imprisonment and a fine of IDR 1,000,000,000 with a subsidiary of 3 months of detention. This ruling reflects an integrated criminal justice process—investigation, prosecution, and sentencing—that prioritizes fairness and legal certainty. This research recommends that law enforcement officials improve professionalism, independence, and consistency in applying conspiracy provisions to enhance deterrence and combat narcotics distribution more effectively.Pemufakatan jahat dalam tindak pidana narkotika merupakan salah satu bentuk kejahatan terorganisir yang memberikan ancaman serius terhadap masyarakat dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap terdakwa yang terlibat dalam pemufakatan jahat memiliki narkotika golongan I bukan tanaman berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Nomor 247/Pid.Sus/2024/PT Tjk. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dan yuridis empiris. Pendekatan yuridis normatif dilakukan melalui kajian literatur terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan, khususnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pendekatan yuridis empiris dilakukan melalui wawancara dengan aparat penegak hukum untuk memperoleh gambaran penerapan hukum di lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pemufakatan jahat untuk memiliki narkotika golongan I bukan tanaman, yakni sabu, tanpa hak dan melawan hukum. Hakim menerapkan Pasal 112 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika, dan menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun serta denda sebesar Rp1.000.000.000,00 subsider 3 bulan kurungan. Putusan tersebut mencerminkan integrasi antara penyidikan, penuntutan, dan pemidanaan yang berorientasi pada penegakan hukum yang adil dan tegas. Penelitian ini merekomendasikan agar penegak hukum meningkatkan profesionalisme, independensi, dan konsistensi dalam menerapkan pasal pemufakatan jahat guna memberikan efek jera dan menekan peredaran narkotika secara sistematis
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dalam Pencegahan Manipulasi Data Perkawinan di KUA Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng: Analisis Maslaḥah
The implementation of marriage administration digitization through the Marriage Management Information System (SIMKAH) is part of efforts to reform marriage registration governance to ensure data accuracy and integrity. However, the effectiveness of SIMKAH cannot be assessed solely from a technical-administrative perspective, but must also be analyzed within the normative framework of Islamic law. This study aims to examine the implementation of SIMKAH in preventing marriage data manipulation at the Gantarangkeke Subdistrict KUA in Bantaeng Regency using the maslaḥah perspective as the basis for analysis. The focus of the research is on ensuring the security and protection of marriage data, the impact of SIMKAH implementation on preventing data manipulation, and the operational mechanisms of SIMKAH in realizing the principle of maslahah. This study uses a qualitative method with theological, sociological, and syar'i approaches. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed descriptively-analytically with an emphasis on the relationship between empirical practices and normative principles of Islamic law. The results of the study show that SIMKAH provides an integrated system-based recording mechanism, automatic data validation, tiered access control, and audit trails that enable continuous administrative supervision, thereby significantly limiting the opportunities for manipulation of marriage data. The implementation of this system has had an impact on increasing the transparency, accountability, and reliability of marriage data at the KUA level. From a maslahah perspective, SIMKAH functions as an instrument for protecting the public interest (ḥifẓ al-maṣlaḥah al-‘āmmah) by preventing mafsadah in the form of data falsification and ensuring legal certainty for all parties. The novelty of this research lies in the integration of the analysis of the marriage administration information system with the maslahah framework in Islamic law. This research has implications for strengthening the policy of digitizing religious services and developing fair, accountable, and maslahah-oriented marriage registration governance.Implementasi digitalisasi administrasi perkawinan melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) merupakan bagian dari upaya reformasi tata kelola pencatatan perkawinan untuk menjamin akurasi dan integritas data. Namun, efektivitas SIMKAH tidak dapat dinilai semata dari aspek teknis-administratif, melainkan juga perlu dianalisis dalam kerangka normatif hukum Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi SIMKAH dalam pencegahan manipulasi data perkawinan di KUA Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng dengan menggunakan perspektif maslaḥah sebagai basis analisis. Fokus permasalahan penelitian diarahkan pada jaminan keamanan dan perlindungan data perkawinan, dampak penerapan SIMKAH terhadap pencegahan manipulasi data, serta mekanisme operasional SIMKAH dalam merealisasikan prinsip maslaḥah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologis, sosiologis, dan syar‘i. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan penekanan pada keterkaitan antara praktik empiris dan prinsip normatif hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIMKAH menyediakan mekanisme pencatatan berbasis sistem terintegrasi, validasi data otomatis, kontrol akses berjenjang, dan audit trail yang memungkinkan pengawasan administratif secara berkelanjutan, sehingga secara signifikan membatasi peluang terjadinya manipulasi data perkawinan. Penerapan sistem ini berdampak pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan keandalan data perkawinan pada tingkat KUA. Dalam perspektif maslaḥah, SIMKAH berfungsi sebagai instrumen perlindungan kepentingan publik (ḥifẓ al-maṣlaḥah al-‘āmmah) dengan mencegah mafsadah berupa pemalsuan data serta menjamin kepastian hukum bagi para pihak. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis sistem informasi administrasi perkawinan dengan kerangka maslaḥah dalam hukum Islam. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan kebijakan digitalisasi layanan keagamaan dan pengembangan tata kelola pencatatan perkawinan yang berkeadilan, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan
Ketidakadilan Distribusi Manfaat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Kalimantan Timur: Telaah Kritis atas Implementasi Pasal 33 UUD 1945
The unfair distribution of benefits in natural resource management is a persistent legal and institutional problem in Indonesia, particularly in East Kalimantan, even though Article 33 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia explicitly places state control over natural resources as a constitutional instrument for realizing the welfare of the people. This study focuses on the gap between the constitutional norms of Article 33 of the 1945 Constitution and the practice of natural resource management, which is still rife with abuse of authority and unequal distribution of benefits. This study aims to critically analyze the implementation of Article 33 of the 1945 Constitution in the policies and practices of natural resource management in East Kalimantan and to identify the institutional factors that influence distributive injustice. The main problems of this research lie in the weak design of natural resource management institutions, the fragmentation of authority among state actors, and the strong intervention of political and economic interests that open up opportunities for corruption. This study uses a qualitative research method with a normative juridical approach combined with institutional analysis. Data was obtained through a literature study of laws and regulations, relevant court decisions, official reports from the Corruption Eradication Commission related to the evaluation of the National Movement for the Preservation of Natural Resources (GNP SDA), and academic literature, which was analyzed using the Institutional Analysis and Development (IAD) framework. The results of the study show that the inconsistency between constitutional rules and policy implementation is reflected in weak oversight mechanisms, overlapping sectoral regulations, and low community participation in decision-making on natural resource management. These conditions lead to the concentration of economic benefits in certain groups, while local communities bear the social, economic, and ecological burdens. The novelty of this study lies in the use of the IAD framework to explain the unfair distribution of natural resource benefits from a constitutional law perspective. This study implies the need for institutional reform, strengthening legal accountability, and restructuring natural resource management policies to be in line with the principles of distributive justice and the constitutional mandate of Article 33 of the 1945 Constitution.Ketidakadilan distribusi manfaat dalam pengelolaan sumber daya alam merupakan problem hukum dan kelembagaan yang persisten di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, meskipun Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara tegas menempatkan penguasaan negara atas sumber daya alam sebagai instrumen konstitusional untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pokok bahasan penelitian ini difokuskan pada kesenjangan antara norma konstitusional Pasal 33 UUD 1945 dan praktik pengelolaan sumber daya alam yang masih sarat dengan penyalahgunaan kewenangan dan ketimpangan distribusi manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implementasi Pasal 33 UUD 1945 dalam kebijakan dan praktik pengelolaan sumber daya alam di Kalimantan Timur serta mengidentifikasi faktor-faktor kelembagaan yang memengaruhi terjadinya ketidakadilan distributif. Permasalahan utama penelitian terletak pada lemahnya desain institusi pengelola sumber daya alam, fragmentasi kewenangan antaraktor negara, serta kuatnya intervensi kepentingan politik dan ekonomi yang membuka ruang terjadinya korupsi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif yang dikombinasikan dengan analisis kelembagaan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan yang relevan, laporan resmi Komisi Pemberantasan Korupsi terkait evaluasi Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNP SDA), serta literatur akademik, yang dianalisis menggunakan kerangka Institutional Analysis and Development (IAD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakselarasan antara aturan konstitusional dan implementasi kebijakan tercermin dalam lemahnya mekanisme pengawasan, tumpang tindih regulasi sektoral, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan pengelolaan sumber daya alam. Kondisi tersebut menyebabkan konsentrasi manfaat ekonomi pada kelompok tertentu, sementara masyarakat lokal menanggung beban sosial, ekonomi, dan ekologis. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan kerangka IAD untuk menjelaskan ketidakadilan distribusi manfaat sumber daya alam dalam perspektif hukum tata negara. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya reformasi kelembagaan, penguatan akuntabilitas hukum, dan penataan ulang kebijakan pengelolaan sumber daya alam agar selaras dengan prinsip keadilan distributif dan mandat konstitusional Pasal 33 UUD 1945
Analisis Faktor Dominan yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Jawa Barat
One of the unresolved health problems in Indonesia is undernutrition in toddlers which contributes to the low quality of human resources in Indonesia. Factors associated with the onset of undernutrition in toddlers include low birth weight (LBW), exclusive breastfeeding, basic immunization coverage in toddlers, and also have a close correlation with maternal characteristics in these toddlers such as maternal education, maternal employment, maternal nutritional status, gestational age and history of pre eclampsia during pregnancy. The study aims to see the dominant factors associated with the incidence of malnutrition in children under five so that appropriate intervention and prevention efforts can be determined so that there is no increase in cases of malnutrition. This study is an analytic obesrvational study with a cross-sectional approach and chi square test design. This research was conducted in September 2024. This research data comes from primary data, which includes, nutritional status of toddlers, mother's education, mother's work, mother's age during pregnancy and the addition of secondary data in the form of LBW history, history of pre eclampsia during pregnancy, and nutritional status of the mother during pregnancy. The population of this study was toddlers in Pancoran Mas village which amounted to 1,921 toddlers. The sampling technique used was cluster random sampling with a total sample of 97. Based on the results of research on the dominant factors associated with the nutritional status of toddlers, it was found that the dominant factor associated with the nutritional status of toddlers is the nutritional status of the mother
Norma Inovasi Selama Covid-19 Dan Kinerja Hotel Kota Makassar Penggunaan Energi Inovatif Sebagai Variabel Mediasi
ABSTRAK
Penelitian ini menyelidiki efek strategis dari norma-norma inovasi dengan kesadaran akan peluang, serta lingkungan kreatif dapat membantu hotel dalam menggunakan energinya secara lebih efisien dan mencapai kinerja yang lebih baik selama pandemi covid 19. Penelitian ini merancang sebuah survei dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Metode perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus Joseph Hair dan teknik pengambilan sampel dengan cara non probability sampling dengan teknik purposive sampling, sehingga jumlah sampel yang digunakan yaitu 110 orang dari para pengelola hotel berbintang dua hingga lima di Kota Makassar. Data diolah dengan menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa norma inovasi berpengaruh positif dan signifikkan terhadap penggunaan energi inovatif, kinerja hotel. Penggunaan energi inovatif berpengaruh positif dan signifikkan terhadap kinerja hotel, dan penggunaan energi inovatif memediasi norma inovasi terhadap kinerja hotel.
Kata kunci: Inovasi; penggunaan energi; kinerja hotel
ABSTRACT
This study explored how innovation norms and opportunity awareness, supported by a creative environment, helped hotels use energy more efficiently and improve performance during the COVID-19 pandemic. A quantitative survey method was applied, and data were collected through structured questionnaires. The sample was determined using the Joseph Hair formula and selected through purposive sampling. In total, 110 managers from two- to five-star hotels in Makassar City participated in the study. The data were analysed using SmartPLS 4. The findings showed that innovation norms had a positive and significant effect on innovative energy use and hotel performance. Innovative energy use also positively influenced hotel performance and was found to mediate the relationship between innovation norms and hotel performance.
Keywords: Innovation norms; innovative energy use; hotel performancePenelitian ini menyelidiki efek strategis dari norma-norma inovasi dengan kesadaran akan peluang, serta lingkungan kreatif dapat membantu hotel dalam menggunakan energinya secara lebih efisien dan mencapai kinerja yang lebih baik selama pandemi covid 19. Konstruksi ini membahas potensi memaksimalkan sumber daya dan pengaruh norma inovasi terhadap kinerja hotel.Penelitian ini merancang sebuah survei dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui survei menggunakan kuisioner. Metode perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus Joseph Hair dan teknik pengambilan sampel dengan cara non probability sampling dengan teknik purposive sampling, sehingga jumlah sampel yang digunakan yaitu 110 orang dari para pengelola hotel berbintang dua hingga lima di Kota Makassar. Data diolah dengan metode Patrial Least Sqaures (PLS) dan diterapkan menggunakan SmartPLS 4.Norma-norma inovatif dengan kesadaran akan peluang dan lingkungan kreatif yang menjadi dasar pelaksanaan penggunaan hemat energi dalam organisasi, hal ini memediasi hubungan antara norma inovasi dan kinerja hotel. Penelitian ini menunjukkan pentingnya sumber daya hijau untuk mengurangi konsekuensi negatif dari turbulensi ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa norma inovasi berpengaruh positif dan signifikkan terhadap penggunaan energi inovatif, norma inovasi berpengaruh positif dan signifikkan terhadap kinerja hotel, penggunaan energi inovatif berpengaruh positif dan signifikkan terhadap kinerja hotel, dan penggunaan energi inovatif memediasi norma inovasi terhadap kinerja hotel
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KEADILAN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PERUMDA TIRTA PANRANNUANGKU KABUPATEN TAKALAR: Budaya Organisasi, Keadilan Organisasi, Kepuasan Kerja, TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR
voluntary behavior shown by employees in supporting the effectiveness of the organization, outside of the expected formal role. This behavior is important because it can increase productivity, work efficiency, and strengthen solidarity between employees in a public service organization such as PERUMDA Tirta Panrannuangku. This study uses an associative research method with a quantitative approach. The entire population is 132 employees using the SPSS calculation system. The results of this study can be shown that the influence of organizational culture, organizational justice and job satisfaction has a very positive and significant influence on organizational citizenship behavior in Perumda tirta panrannuangku Takalar Regency, which is seen from the results of the discussion that has been shown. The discussion that has been shown to be able to make a theoretical contribution to the development of management science, especially in the realm of human resource management. Practically, these findings can be the basis for managerial considerations for PERUMDA Tirta Panrannuangku in improving employee OCB through strengthening organizational culture.
voluntary behavior shown by employees in supporting the effectiveness of the organization, outside of the expected formal role. This behavior is important because it can increase productivity, work efficiency, and strengthen solidarity between employees in a public service organization such as PERUMDA Tirta Panrannuangku. This study uses an associative research method with a quantitative approach. The entire population is 132 employees using the SPSS calculation system. The results of this study can be shown that the influence of organizational culture, organizational justice and job satisfaction has a very positive and significant influence on organizational citizenship behavior in Perumda tirta panrannuangku Takalar Regency, which is seen from the results of the discussion that has been shown. The discussion that has been shown to be able to make a theoretical contribution to the development of management science, especially in the realm of human resource management. Practically, these findings can be the basis for managerial considerations for PERUMDA Tirta Panrannuangku in improving employee OCB through strengthening organizational culture.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, keadilan organisasi, dan kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada pegawai PERUMDA Tirta Panrannuangku Kabupaten Takalar. OCB merupakan perilaku sukarela yang ditunjukkan oleh karyawan dalam mendukung efektivitas organisasi, di luar peran formal yang diharapkan. Perilaku ini menjadi penting karena dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta memperkuat solidaritas antarpegawai dalam suatu organisasi pelayanan publik seperti PERUMDA Tirta Panrannuangku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Seluruh populasi sebanyak 132 orang pegawai dengan menggunakan sistem perhitungan SPSS. Hasil dari penelitian ini dapat diperlihatkan bahwasanya pengaruh dari budaya organisasi, keadilan organisasi dan kepuasan kerja memiliki pengaruh yang sangat positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behaviour pada perumda tirta panrannuangku kabupaten takalar, dimana diliat daripada hasil pembahasan yang telah diperlihatkan. pembahasan yang telah diperlihatkan mampu memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan ilmu manajemen, khususnya dalam ranah manajemen sumber daya manusia. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi dasar pertimbangan manajerial bagi PERUMDA Tirta Panrannuangku dalam meningkatkan OCB pegawai melalui penguatan budaya organisasi
PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN ORGANIZATION LEARNING TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PERHOTELAN YANG ADA DI KOTA MAKASSAR: Total Quality Managemen, Organization Learning, Kinerja Perusahaan.
This research is a quantitative study, and the type of research used is associative research. The study was conducted at hospitality companies located in the city of Makassar. The purpose of this research is to determine the influence of Total Quality Management and Organizational Learning on the performance of hospitality companies in Makassar, the influence of Total Quality Management on the performance of hospitality companies in Makassar, and the influence of Organizational Learning on the performance of hospitality companies in Makassar. This research uses primary data collected through questionnaires.
The population in this study consists of all employees of hospitality companies in Makassar. The sampling technique used is purposive sampling, based on specific characteristics. The sample includes five hospitality companies located in the city of Makassar.
In this research, data analysis was carried out using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) with tests including validity, reliability, classical assumptions, multiple linear regression, hypothesis testing, and the coefficient of determination. The results of the study show that Total Quality Management and Organizational Learning simultaneously have a positive and significant effect on the performance of hospitality companies in Makassar. Total Quality Management partially has a positive and significant effect on the performance of hospitality companies in Makassar, and Organizational Learning also partially has a positive and significant effect on the performance of hospitality companies in Makassar.Penelitian ini merupakan data kuantitatif, dan penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Lokasi penelitian ini dilakukan perusahaan perhotelan yang ada di kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Total Quality Managemen dan Organization Learning terhadap Kinerja Perusahaan Perhotelan yang ada di kota Makassar, pengaruh Total Quality Managemen terhadap Kinerja Perusahaan Perhotelan yang ada di kota Makassar dan Organization Learning terhadap Kinerja Perusahaan Perhotelan yang ada di kota Makassar. Pnelitian ini menggunakan data primer yang mengumpulkan datanya menggunakan kuisioner.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahan perhotelan yang ada di kota Makassar. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan berdasarkan pada suatu karakteristik tertentu. Adapun sampel yang diteliti sebanyak 5 perusahaan perhotelan yang ada di kota Makassar.Dalam penelitian ini mengguankan bantuan statistical package for social science (SPSS) dengan analisis data validitas, reabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji hipotesis dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu Total Quality Managemen dan Organization Learning secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan perhotelan yang ada di Kota Makassar, Total Quality Managemen secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan perhotelan yang ada di Kota Makassar dan Organization Learning secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan perhotelan yang ada di Kota Makassa
INTERNALISASI ADAB PESERTA DIDIK DI DALAM KELAS YANG MEMPENGARUHI PROSES PEMBELAJARAN DI MTS GUPPI
This study aims to analyze the dynamics of internalizing students' manners during the learning process in the MTs GUUPPI environment. The research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data was collected through in-depth interviews with teachers as well as documentation studies against various relevant written sources, such as books and scientific articles. Data is analyzed qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and systematic conclusion drawn. The results of the study show that the internalization of students' manners is influenced by class level and maturity level. Students in grades VIII and IX showed better manners and learning discipline than students in grade VII who were still in the adaptation stage and had difficulty maintaining concentration in learning. This study concludes that the role and consistency of educators play an important role in shaping students' polite behavior. The implications of this study emphasize the importance of strengthening the role of teachers in fostering adab in a sustainable manner in the school environment.Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika internalisasi adab peserta didik selama pembelajaran di MTs GUPPI. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru dan studi dokumentasi dari sumber tertulis relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi adab peserta didik dipengaruhi oleh jenjang kelas dan tingkat kedewasaan; peserta didik kelas VIII dan IX menunjukkan sikap adab dan kedisiplinan belajar yang lebih baik dibandingkan kelas VII yang masih dalam tahap adaptasi dan kesulitan mempertahankan konsentrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keteladanan, konsistensi, dan strategi pembinaan integratif pendidik berperan penting dalam membentuk perilaku sopan peserta didik. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran guru dalam pembinaan adab secara berkelanjutan di lingkungan sekolah