8938 research outputs found
Sort by
Sikap Kerja Dengan Unsafe Action Pada Karyawan Di PT. Bumi Persada Karya
Kecelakaan kerja pada pekerja satu diantara penyebab utamanya adalah tindakan tidak aman (unsafe action), isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sering kali kurang mendapat perhatian, terbukti dari meningkatnya angka kecelakaan di tempat kerja yang terjadi di Indonesia memiliki dampak negatif yang signifikan. Faktor utama dalam unsafe action adalah sikap. Kebaruan penelitian ini meneliti unsafe action pada pekerja. Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan antara sikap dengan tindakan tidak aman (unsafe action) di PT. Bumi Persada Karya. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini ialah kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 130 pekerja, dan sampel yang diambil sebanyak 99 pekerja menggunakan rumus slovin dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yang diadopsi ialah kuesioner, dan analisis statistik dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil membuktikan bahwasannya mayoritas pekerja mempunyai sikap negatif, dengan kategori tindakan tidak aman berisiko lebih banyak, yaitu 83%, dibandingkan dengan pekerja yang memiliki sikap negatif namun tidak berisiko, yaitu 55%. Uji Chi Square, terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan tindakan tidak aman dengan P-value 0,009 (<0,05), terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan tindakan tidak aman di PT. Bumi Persada Karya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Tindakan tidak aman disebabkan oleh sikap negatif pekerja. Kata kunci: Kecelakaan kerja; Sikap; Unsafe action
Perencanaan Dan Pengendalian Produksi Ikan Swangi Menggunakan Metode EPQ (Studi Kasus PT. Hatni Tlogosadang, Lamongan)
Strategi Pengendalian Persediaan Bubuk Kopi Berbasis EOQ: Studi Kasus Pada UD. Asrob Coffee Gresik
Analisis Pengendalian Biaya Pada Perusahaan Konstruksi Di Kabupaten Gresik
Industri konstruksi di Kabupaten Gresik saat ini tengah mengalami pembangunan infrastruktur yang intensif. Perusahaan konstruksi yang kompeten memegang peranan penting dalam mendukung proyek infrastruktur tersebut. Penelitian ini berfokus pada analisis pengendalian biaya pada perusahaan konstruksi di Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya selisih antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan biaya aktual, serta dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan. Fluktuasi harga bahan baku, keterlambatan penyelesaian proyek, perubahan nilai tukar, dan faktor-faktor yang tidak terduga seperti kondisi cuaca buruk turut menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya pada proyek. Hasil penelitian menunjukkan adanya selisih yang signifikan antara biaya yang direncanakan dengan biaya aktual, sehingga mengakibatkan menurunnya profitabilitas dan efisiensi operasional. Rekomendasi yang diberikan antara lain diversifikasi sumber bahan baku, perbaikan perencanaan dan pengelolaan proyek, pelaksanaan kontrak pembelian jangka panjang, dan pembentukan dana cadangan untuk mengatasi pembengkakan biaya. Penerapan rekomendasi tersebut sangat penting untuk mengatasi tantangan, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjaga stabilitas keuangan dalam lanskap industri konstruksi yang kompetitif
Analisa Kerusakan Komponen Pada Pompa Sentrifugal Tipe 6/4 E-AH Di PT Antam UBPE Pongkor
Dalam proses pengolahan bijih emas di PT Antam UBPE Pongkor menggunakan pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal adalah alat mekanis yang di rancang untuk mengirim (transfer) fluida dari satu tempat ke tempat lain dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Jenis pompa sentrifugal yang di gunakan yaitu tipe 6/4 E-AH yang sering mengalami masalah karena terjadinya kavitasi. Kavitasi yaitu fenomena pembentukan dan pecahnya gelembung udara di dalam aliran fluida yang terjadi ketika tekanan di sisi hisap pompa. Kavitasi dapat mengakibatkan kerusakan komponen pompa yang menyebabkan penurunan pada kinerja pompa secara tiba-tiba. Metode yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data yaitu melakukan observasi atau pengamatan terhadap kondisi operasional pompa dan memcatat hasil dari kondisi operasional di lapangan. Selain itu metode yang di gunakan penulis dalam pengumpulan data yaitu survey atau wawancara kepada teknisi metode perawatan dan kerusakan pada pompa serta kepada operator sebagai pengoperasi di lapangan. Hasil pengamatan dan wawancara tersebut yaitu apabila nilai NPSHA yang di peroleh lebih kecil dari nilai NPSHR maka pompa akan mengalami kavitasi. Dampak dari kavitasi yaitu terdapat kerusakan atau keausan (erosi) pada beberapa komponen, sehingga mengakibatkan kerusakan pompa dan terjadi penurunan efektivitas dan efisiensi pompa. Untuk mengurangi kerusakan pada pompa sebaiknya melakukan pengembangan teknologi dan design yaitu mengkaji ulang design kontruksi perpipaan dan implementasi penggunaan teknologi modern yang canggih guna pemantauan dan mengetahui tanda-tanda kavitasi. Selain itu melakukan pelatihan khusus untuk operator dan mekanik guna mengetahui tanda-tanda dan cara mencegah kavitasi, seperti mengadakan pelatihan soft skills untuk mendorong mereka untuk memperoleh sertifikasi profesional
Sistem Algoritma Apriori Untuk Menentukan Pola Pembelian Customer (Studi Kasus: Kedai Wiewiz)
Dalam bisnis kuliner, memahami pola pembelian customer sangat penting untuk meningkatkan penjualan. Kedai Wiewiz merupakan salah satu bisnis kuliner yang menawarkan berbagai pilihan menu kepada customernya, namun jika dilihat dari data transaksi penjualan kedai menunjukkan bahwa pola pembelian cenderung monoton, sehingga beberapa menu kurang diminati dan mengakibatkan penumpukan stok bahan baku. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan analisis data transaksi untuk menemukan aturan asosiasi yang menghubungkan menu-menu yang sering dibeli secara bersamaan oleh customer
menggunakan algoritma apriori. Penelitian ini menggunakan 516 data transaksi penjualan selama satu tahun, yang diolah melalui tahapan preprocessing, perhitungan support dan confidence, serta korelasi lift untuk menentukan kekuatan
hubungan antar item yang dibeli. Analisis dilakukan dengan nilai minimum support sebesar 20% dan minimum confidence sebesar 70% untuk menemukan pola yang sering terjadi namun tetap signifikan dalam data yang lebih besar. Sehingga dari
tahapan proses yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 kombinasi menu dengan tingkat
asosiasi yang tinggi dengan nilai korelasi lebih dari satu. Implementasi algoritma apriori dalam sistem ini membantu owner dalam mengidentifikasi pola pembelian customer, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan stok bahan baku dan optimalisasi penjualan.
Kata kunci : Pola pembelian, Algoritma apriori, Aturan asosias
Efektivitas Program Suplementasi Zat Besi Terhadap Kadar Hemoglobin di MA Assa'idiyah Tanggulrejo
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018, prevelensi anemia di Indonesia mencapai 32%. Hal ini terbukti dari tingginya prevelensi anemia terjadi pada daerah wilayah Puskesmas Sembayat, yakni sebanyak 33,9%, sehingga diperlukan adanya distribusi Tablet Tambah Darah di sekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa adanya perbedaan pre dan post monitoring suplemtasi zat besi terhadap kadar hemoglobin. Jenis penilitian menggunakan quasi eksperimen dengan 52 responden yang dipilih dengan teknik cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pre dan post intervensi suplementasi zat besi terhadap kadar hemoglobin yang dianalisa menggunakan analisis non parametric test Wilcoxon dengan p value 0,016 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa efektivitas program suplementasi zat besi terhadap kadar hemoglobin terbukti adanya perbedaan sebelum dan sesudah monitoring konsumsi suplementasi zat besi. Rutinitas mengonsumsi suplementasi zat besi dapat mencegah terjadinya anemia pada remaja
Dampak Desain Interior dan Ambience Warung Kopi terhadap Keputusan Generasi Z
This research aims to analyze the influence of coffee shop interior design and ambience on the purchasing decisions of Generation Z consumers at Central Caffe Gresik. Using a survey method with 100 respondents, this study explores how elements of interior design and ambience affect visit frequency, visit duration, purchase amount, and intention to return and recommend. The results indicate that both interior design and ambience have a significant influence on purchasing decisions, with ambience having a slightly stronger impact. These findings provide valuable insights for coffee shop businesses in designing strategies to attract and retain Generation Z customers
Hubungan Faktor Individu Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Supir Bus
Buses are an essential mode of transportation that support human social needs; however, working as a bus driver carries high risks of occupational and traffic accidents. Individual factors such as fatigue, concentration levels, and knowledge of occupational safety significantly influence the risk of accidents, with fatigue being the primary cause as it reduces concentration and slows reaction times. This study aims to identify the relationship between individual factors and occupational accidents among bus drivers, as well as to offer practical solutions to improve workplace safety. The study adopts an explanatory research method with a quantitative approach to examine the causal relationship between independent and dependent variables, with data collected through questionnaires and analyzed using SPSS. The analysis includes statistical tests such as multiple linear regression, hypothesis testing, and determination coefficients to evaluate the effect of individual factors such as fatigue, concentration, and physical health on occupational accidents among bus drivers. The results of this study indicate that fatigue and concentration have a significant relationship with occupational accidents among bus drivers, with 67.9% of cases explained by these factors. High levels of fatigue and low concentration increase the risk of accidents due to reduced responsiveness to emergency situations. Driver behavior also has a significant relationship with accidents, although their behavior is generally categorized as good. Other factors such as fatigue and physical condition also contribute simultaneously to accidents. Workplace safety can be improved through work schedule adjustments, training, supervision, and providing incentives to encourage safe driving behavior
Pengaruh Disiplin Kerja, Pelatihan, Dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Divisi Produksi Pada PT.X
Abstrak. Keberhasilan suatu perusahaan tidak dapat dilepaskan dari tingkat produktivitas tenaga kerjanya. Produktivitas tersebut dapat terdorong oleh sejumlah aspek, di antaranya ketertiban disiplin kerja, program pelatihan, serta kondisi lingkungan kerja non-fisik. Penelitian ini berfokus pada karyawan Divisi Produksi PT. X dengan orientasi untuk menelaah seberapa besar pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap produktivitas kerja. Pendekatan yang dipilih adalah metode kuantitatif dengan pemanfaatan teknik analisis regresi linier berganda dan pengujian hipotesis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Data diperoleh melalui kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada 43 responden sebagai sampel penelitian. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa disiplin kerja serta lingkungan kerja non-fisik memberikan pengaruh yang nyata dan signifikan terhadap produktivitas karyawan. Sebaliknya, pelatihan justru menunjukkan pengaruh negatif namun tetap signifikan terhadap produktivitas kerja di PT. X. Lebih jauh, koefisien determinasi memperlihatkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan variasi produktivitas sebesar 55,3%, sementara sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak tercakup dalam studi ini