8938 research outputs found
Sort by
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Pada Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (Pgpr) Dan Pupuk Npk
Tanaman bawang merah termasuk dalam famili Liliaceae dan merupakan tanaman sayuran semusim, berumur pendek dan diperbanyak baik secara vegetatif menggunakan umbi, maupun generatif dengan biji. Upaya dalam mengatasi peningkatan produksi bawang merah dengan menggunakan pupuk yang sesuai
standar dalam budidaya tanaman bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil terbaik dan optimal pemberian pupuk PGPR dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan
pada bulan Januari 2025 sampai April 2025 di desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Gresik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor. Perlakuan satu faktor dengan taraf sebagai berikut P0 = 0 tanpa pemupukan, P1 = 1,2 ml/polybag PGPR, P2 = 1,6 ml/polybag PGPR, P3 =
2,1 ml/polybag PGPR, P4 = 378 g/polybag (150 kg) NPK, P5= 646 g/polybag (250 kg) NPK, P6= 904 g/polybag (350 kg) NPK, terdapat 7 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan (rumpun), bobot basah umbi per polybag (g), estimasi bobot umbi basah per hektar (ton/ha), bobot umbi kering per polybag (g), bobot umbi kering per hektar (ton/ha). Analisis data yang digunakan adalah
ANOVA, uji BNT 5% dan uji korelasi. Dari hasil penelitian terdapat perbedaan nyata pada pemberian dosis pupuk PGPR dan pupuk NPK terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah umbi per polybag, bobot kering umbi per polybag, estimasi bobot basah umbi per hektar, estimasi bobot kering
umbi per hektar, dan diameter umbi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.)
Hubungan Kejadian Acne Vulgaris dengan Tingkat Kepercayaan Diri pada Remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik
Latar Belakang : Acne Vulgaris timbul akibat peradangan folikel pilosebasea yang ditandai dengan munculnya komedo, pustule, dan nodule pada wajah, bahu, dada, dan punggung bagian atas, lengan atas. AV sering terjadi pada remaja. AV bukan penyakit berbahaya namun jika tidak ditangani dengan tepat dapat memberikan dampak psikologis seperti penurunan kepercayaan diri pada penderitanya.
Tujuan : Menganalisis hubungan kejadian Acne Vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik
Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data yang diambil yakni kejadian Acne Vulgaris dan tingkat kepercayaan diri pada remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik pada bulan Maret 2025. Sampel pada penelitian ini adalah remaja usia 10-19 tahun dengan jumlah 50 remaja dan menggunakan teknik total sampling dengan teknik analisa data menggunakan Spearman Rank. Hasil : Sebagian besar remaja mengalami Acne Vulgaris derajat ringan sebanyak 28 remaja (56%) dan hampir seluruhnya sebanyak 38 remaja (76%) memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Hasil uji statistic didapatkan p value 0,000 < α 0,05 dengan nilai korelasi -0,789 yang menyatakan bahwa kekuatan korelasinya sangat lemah.
Kesimpulan : Ada hubungan kejadian Acne Vulgaris dengan Tingkat Kepercayaan Diri pada Remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terutama untuk remaja untuk mencegah terjadinya Acne Vulgaris, seperti menjaga pola makan dan pola kebersihannya.
Kata Kunci : Acne Vulgaris, Tingkat Kepercayaan Diri, Remaj
The Relationship Between Knowledge And Economy With Client Interest In Performing Root Canal Treatment At One Icon Dental Clinic Gresik
Dental and oral health will be disturbed if hygiene is not maintained and will cause dental caries. If caries is left untreated, the bacteria will spread to the point of touching the nerves. The management is by performing root canal treatment. To Analyze the relationship between the client's knowledge and the client's economic status with the client's interest in performing root canal treatment at One Icon Dental Clinic Gresik. This type of research is an analytical survey using a survey research method with a cross sectional research design. The data collected are the level of client knowledge and the client's economic status as well as the client's interest in root canal treatment at OIDC Gresik in November 2024. The sample in this study is 108 respondents and uses a non- probability sampling data collection technique by means of purposive sampling with a data analysis technique using Spearman Rank. Most clients (58.3%) have a moderate level of knowledge. Most of the clients (74.1%) are high-income. Almost half of clients (47%) fall into the interest category. The relationship between the level of knowledge and the client's interest is that it has a significant relationship with p 0.000 (≤0.05) and has a moderate relationship and the direction of the correlation is positive (unidirectional). The relationship between economic status and client interest is that it has a significant relationship with p 0.000 (≤0.05) and has a very strong relationship and the correlation direction is positive (unidirectional). There is a relationship between the level of knowledge and economic status of the client and the client's interest in root canal treatment at One Icon Dental Clinic Gresik
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Karton Box Dengan Metode Six Sigma Dan RCA Pada PT. XYZ
PT. XYZ is a carton box manufacturer experiencing defect rate fluctuations in its production process. This research aims to analyze carton box product quality control using Six Sigma and RCA approaches to identify defect causes and formulate improvement strategies. The research methodology employs DMAIC stages integrated with RCA analysis. Production data from March-August 2025 shows an average DPMO value of 119,333.33 with sigma level 3. Pareto diagram identifies three dominant defect types: sheet warping 50.9%, sheet peeling 38.1%, and color mismatch 11%. RCA analysis reveals various causal factors from human, material, machine, method, and environmental aspects that contribute to defect occurrence. Improvement recommendations include material moisture monitoring, paper cleanliness inspection, and real-time roller temperature control to enhance production qualit
Analisis Perankingan Supplier Bahan Baku Menggunakan Metode Ahp Dan Topsis Di PT. XYZ
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemilihan pemasok tepung tapioka untuk PT. XYZ dengan menggabungkan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Perusahaan menghadapi kesulitan karena banyaknya pilihan pemasok yang berbeda dalam berbagai aspek, termasuk harga, jarak, kuantitas, kandungan pati, dan faktor teknis seperti keterlambatan pengiriman dan inkonsistensi kualitas. AHP digunakan untuk menentukan bobot setiap kriteria, sedangkan TOPSIS digunakan untuk memeringkat alternatif pemasok. Temuan menunjukkan bahwa kandungan pati memegang kepentingan tertinggi dengan bobot 0,58, diikuti oleh harga (0,24), kuantitas (0,13), dan jarak (0,06). Melalui metode AHP-TOPSIS terintegrasi, TCS diidentifikasi sebagai pemasok optimal dengan koefisien kedekatan 0,9122, diikuti secara berurutan oleh Super Yoko, Rose Brand, dan Gunung Agung
Analisis Beban Kerja Karyawan Untuk Menentukan Jumlah Pekerja Yang Optimal Menggunakan Metode Workload Analysis (WLA) Dan Full Time Equivalent (FTE)
This study aims to analyze the workload levels of employees in the project division at CV. XYZ, which consists of fitter, welder, and rigger divisions, in order to determine the optimal number of workers. Uneven workload distribution can affect employee productivity, safety, and job satisfaction; therefore, an objective measurement using the Workload Analysis (WLA) and Full Time Equivalent (FTE) methods is required. This research utilized primary data obtained from field observations and interviews, as wellas secondary data from company documents. The results showed that the WLA values for the fitter, welder, and rigger divisions were 69%, 77%, and 92%, respectively. Meanwhile, the FTE values were 0.81 for fitters, 0.94 for welders, and 1.16 for riggers. These findings indicate that the rigger division has the highest workload, exceeding the optimal capacity, while the fitter division has a low workload and the welder division is near optimal. Therefore, adjustments in the number of workers or redistributionof workloads, especially in the rigger division, are necessary to achieve a more balanced and efficient workload distribution
Pengendalian Kualitas Dan Analisis Produk Margarine Blue Team Dengan Menggunakan Peta Kontrol Dan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Guna Meminimalkan Produk Cacat (Studi Kasus: Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit)
Dalam sektor industri, salah satu hal yang diperhatikan oleh konsumen ketika memilih produk adalah mutu produk. PT. ABC adalah yang salah satu pabrik pengolah minyak kelapa sawit mentah dan menghasilkan banyak produk turunan, salah satunya adalah margarin Blue Team yang diekspor ke banyak negara. Untuk tetap kompetitif di pasar global, PT. ABC terus menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan menerapkan sistem pengendalian kualitas yang ketat. Penelitian ini bermaksud guna meminimalkan kecacatan dan menyusun prioritas perbaikan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) serta Peta Kendali P. Metode FMEA digunakan untuk menghitung Risk Priority Number (RPN) dari setiap mode kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk koyak mempunyai nilai RPN teratas sebesar 232, diikuti dengan produk keluar dari kardus sebesar 82, produk terkontaminasi bakteri sebesar 71, dan plastik produk rusak sebesar 23. Selanjutnya, Peta Kendali digunakan untuk mengatur proporsi barang-barang yang tidak sesuai syarat kualitas atau rasio dari produk yang gagal dalam suatu proses. Berdasarkan hasil analisis, strategi perbaikan difokuskan pada peningkatan pelatihan operator, program pemeliharaan, dan pengecekan secara berkala, dengan pendekatan ini, perusahaan diharapkan mampu menurunkan taraf kecacatan dan mengembangkan mutu produk margarin Blue Team secara kontinu
Analisis Pengendalian Kualitas Defect Produk Sandal Kulit Dengan Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analiysis (FMEA) Dan Root Cause Analiysis (RCA) (Studi Kasus di UMKM Chellbie)
UMKM Chellbie merupakan industri rumahan yang bergerak di bidang produksi sandal kulit dengan skala menengah. Dalam proses produksinya, perusahaan sering menghadapi masalah kecacatan produk (defect) yang melebihi batas toleransi
maksimal sebesar 5%, sehingga berdampak pada penurunan efisiensi, peningkatan biaya produksi, dan penurunan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dan mengendalikan jenis-jenis kecacatan produk sandal kulit dengan menerapkan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Root Cause Analysis (RCA). Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi mode kegagalan
dan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN) berdasarkan tiga parameter utama: Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D). Sementara itu, metode RCA digunakan untuk menelusuri akar penyebab dari jenis kegagalan dengan pendekatan 5 Whys dan diagram tulang ikan (fishbone diagram). Data yang digunakan diperoleh dari produksi bulan Juni hingga Desember 2024.
Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis defect yang paling dominan meliputi: aksesoris sandal rusak, sisa lem meluber di sisi sandal, katoan tidak melekat, sablon
meluber, dan upper yang tidak melekat sempurna dengan sol. Nilai RPN tertinggi ditemukan pada faktor material dan manusia, dengan nilai mencapai 900. Berdasarkan RCA, penyebab utama dari kegagalan tersebut berasal dari rendahnya kualitas bahan baku, tidak digunakannya SOP, serta kurangnya pelatihan operator. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi perbaikan berupa penerapan SOP secara konsisten,
pengawasan terhadap bahan baku dan supplier, perawatan mesin secara berkala, serta pengendalian lingkungan kerja. Implementasi metode FMEA dan RCA secara terpadu terbukti mampu menurunkan potensi defect dan meningkatkan mutu produk sandal kulit di UMKM Chellbie
Pengembangan Statistical Quality Control (SQC) Dengan Six Sigma DMAIC Untuk Mengurangi Cacat Pada Produk Finger Joint Laminated
Dalam kondisi persaingan industri yang semakin ketat, menjaga stabilitas kualitas produk merupakan aspek krusial untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan sekaligus daya saing perusahaan. Penelitian ini berfokus pada upaya menurunkan tingkat cacat pada produk Finger Joint Laminated (FJL) di PT XYZ melalui penerapan Statistical Quality Control (SQC) yang dikombinasikan dengan pendekatan Six Sigma DMAIC. Proses penelitian dilaksanakan dengan lima tahapan sistematis, yakni Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Data produksi serta kategori cacat seperti delaminasi, patahnya finger, pergeseran sambungan, ketidakteraturan permukaan, garis lem, lubang kecil, dan retakan—dianalisis menggunakan berbagai alat pengendalian kualitas, antara lain check sheet, control chart, diagram Pareto, serta fishbone diagram. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis cacat yang paling dominan adalah pergeseran sambungan, patah pada finger, dan delaminasi, yang dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode kerja, material, dan kondisi lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, strategi perbaikan yang diusulkan meliputi pelatihan bagi operator, penerapan pemeliharaan mesin secara preventif, serta penguatan sistem inspeksi kualitas. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan SQC yang terintegrasi dengan metodologi DMAIC terbukti efektif dalam menekan jumlah cacat produk, meningkatkan efisiensi proses, serta memperbaiki mutu produk secara menyeluruh. Selain itu, implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi perusahaan dalam membangun sistem pengendalian kualitas yang berkesinambungan, sekaligus dapat dijadikan acuan praktis bagi industri serupa dalam upaya peningkatan mutu dan produktivitas. sehingga Implementasi dari rekomendasi ini diproyeksikan dapat menurunkan tingkat cacat hingga di bawah 10% dan meningkatkan level sigma menuju 4.0.
Kata Kunci: SQC, Six Sigma DMAIC, Pengendalian Kualita