8938 research outputs found
Sort by
PENGARUH SELA TANAM KANGKUNG (Ipomoea reptans) DAN PERBEDAAN JARAK TANAM CABAI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens. L) SECARA TUMPANGSARI DI PEMATANG SAWAH
Pemanfaatan lahan pematang sawah yang dapat digunakan untuk penerapan pola tanam tumpangsari. Penelitian yang dilakukan di Dsn Klitih Ds Wajik Kecamatan Lamongan ini sebagai bagian dari Disertasi Rohmatin Agustina, SP., M.P dengan tujuan untuk mengevaluasi pengaruh pertumbuhan dan hasil cabai rawit dengan perbedaan jarak tanam dan waktu tanam kangkung secara tumpangsari. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Mei 2023. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan faktor pertama yaitu (P1) jarak tanam cabai 70x50 cm dan (P2) jarak tanam cabai 50x50 cm, faktor kedua yaitu (W0) waktu tanam kangkung bersamaan, (W1) waktu tanam kangkung lebih dari 1 MST cabai, (W2) waktu tanam kangkung lebih dari 2 MST cabai, diulang sebanyak 3 kali, terdiri dari 6 kombinasi, sehingga didapatkan 18 petak percobaan. Variabel pengamatan cabai meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang buah (cm), diameter buah (cm), bobot buah (g.tan-1), bobot buah (g.petak-1), prediksi bobot cabai (ku/500m2). Hasil bobot (kg/petak) dan analisis usaha tani pada seluruh perlakuan. Analisis data menggunakan ANOVA. Jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan DMRT 5% yang dilanjutkan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata perlakuan jarak tanam terhadap variabel jumlah daun cabai nilai DMRT 5% tertinggi yaitu 178,72 helai. Perlakuan waktu tanam menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap jumlah daun nilai DMRT 5% tertinggi yaitu 1155,33 helai, bobot buah (g.tan-1) nilai DMRT 5% tertinggi yaitu 15,2 (g.tan-1) , bobot buah (g.petak-1) nilai DMRT 5% tertinggi yaitu 129,6 (g.petak-1), bobot buah (ku/500m2) nilai DMRT 5% tertinggi yaitu 0,27 (ku/500m2). Perlakuan interaksi menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap variabel jumlah daun nilai DMRT 5% tertinggi yaitu 218,50 helai
Sulfuric Acid Demand Forecasting Analysis Using Double Moving Average and Double Exponential Smoothing Methods at PT Petrokimia Gresik
PT Petrokimia Gresik is the most complete fertilizer producer in Indonesia, offering a wide range of fertilizers and non-fertilizers for agro-industrial solutions. One of its key non-fertilizer products is Sulfuric Acid. In planning future production, forecasting sales demand is the first crucial step. However, the company faces a challenge with inconsistencies between sales forecasts and actual sales of Sulfuric Acid. Discrepancies between forecasted and actual sales can lead to significant differences, impacting production planning and inventory management. To address this issue, this studyaims to identify the most effective demand forecasting method. The study considers two alternative forecasting methods: Double Moving Average and Double Exponential Smoothing. Using a quantitative approach, with data collected through field observations, the study finds that the Double Exponential Smoothing method, with a smoothing constant (α) of 0.2, results in the lowest error rate. The Mean Absolute Deviation (MAD), which measures the average absolute difference between actual and forecasted sales, is 1.0185. Additionally, the Mean Squared Error (MSE), which gives more weight to larger errors through squaring, is calculated as 1.25681. Based on these results, the study recommends the Double Exponential Smoothing method as the most effective forecasting tool for the company
Analisis Sistem Pengendalian Internal Piutang pada PT ABC
Sistem pembayaran yang digunakan PT ABC keseluruhan dilakukan secara kredit setelah pekerjaan yang dilakukan tenaga kerja selesai dilakukan (Sales Purchase Order). Penjualan kredit tersebut menjadi faktor keterlambatan pembayaran piutang dikarenakan overbudget dari pihak vendor. Masalah ini terjadi karena sistem pengendalian piutang yang kurang efektif dalam PT ABC. Studi ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dalam pengendalian internal piutang serta dampak keterlambatan pembayaran terhadap arus kas dan operasional perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap kebijakan manajemen dan prosedur yang diterapkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT ABC belum menerapkan sistem pengendalian internal piutang yang baik, terbukti dengan sistem operasional yang digunakan dalam PT ABC belum sepenuhnya dilakukan secara otomatis dan masih menggunakan metode manual. Hal tersebut yang memperlambat verifikasi pembayaran tagihan dari pihak vendor. Adanya dampak eksternal overbudgeting dari pihak vendor juga membuat keterlambatan pembayaran, terbukti pada bulan Mei, Juni, Juli dimana penjualan kredit menurun akibat menurunnya permintaan tenaga kerja pada PT ABC dan pembayaran terlambat akibat sepinya permintaan dari vendor. Sehingga pembayaran dilakukan setelah kondisi keuangan vendor stabil
Startegi Pengembangan Usaha Melalui Business Model Canvas UD. Jayanti
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha UD. Jayanti melalui pendekatan Business Model Canvas (BMC). UD. Jayanti merupakan Industri Mikro dan Kecil (IMK) yang bergerak di bidang produksi peralatan rumah tangga, mengalami kendala kekurangan stok bahan baku senar kuas kue, promosi secara direct selling, dan penjualan yang melalui agen dan tidak melalui customer. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan pencatatan. Fokus penelitian ini pada tiga elemen BMC, yaitu Customer Segment, Customer Relationship, dan Key Partner. Analisis Customer Segment yaitu untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan karakteristik dan perilaku yang dimana fokus pada permasalahan UD. Jayanti menjual langsung melalui agen tidak customer, Customer Relationship yaitu strategi interaksi perusahaan dengan pelanggan untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dimana fokus pada permasalahan UD. Jayanti mempromosikan secara direct selling, dan Elemen Key Partner yaitu pihak-pihak yang bekerjasama dengan perusahaan yang fokus pada permasalahan UD. Jayanti kekurangan stok bahan baku senar kuas kue. UD. Jayanti juga menerapkan strategi pengembangan usaha yaitu strategi produk, strategi harga, strategi lokasi, dan strategi promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi produk yaitu UD. Jayanti memproduksi berbagai peralatan rumah tangga yang harus tetap relevan memahami karakteristik dan preferensi konsumen yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Strategi harga dengan menerapkan harga yang fleksibel, misalnya dengan memberikan diskon untuk pembelian dalam jumlah besar atau program loyalitas bagi pelanggan tetap. Strategi lokasi yaitu UD. Jayanti perlu memastikan bahwa produk mudah diakses oleh pelanggan dengan memanfaatkan platform online untuk penjualan. Strategi promosi yaitu kolaborasi dengan influencer atau media lokal dapat membantu dalam memperkenalkan produk kepada khalayak yang lebih luas.
Kata Kunci : Strategi Pengembangan Usaha, IMK, Business Model Canvas
Peran Sistem Informasi Akuntansi dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Karyawan Divisi Purchasing di PT Semen Indonesia Distributor
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terhadap kinerja karyawan divisi purchasing di PT Semen Indonesia Distributor. Menerapkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), studi ini mengidentifikasi bahwa persepsi kemudahan penggunaan serta kegunaan SIA berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi, kecepatan, dan akurasi dalam proses kerja. Data diperoleh melalui kuesioner yang dianalisis menerapkan metode Partial Least Square (PLS). Perolehan studi ini mengidentifikasikan bahwasanya siap berdampak positif dengan kontribusi sebesar 93,4% terhadap variabilitas kinerja karyawan. Implementasi SIA yang efektif mengurangi kesalahan manual, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan kolaborasi antar divisi. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan karyawan, peningkatan otomatisasi, serta interaksi antar divisi untuk memaksimalkan manfaat SI
Pengaruh Suhu Penyeduhan Minuman Herbal Kombinasi Daun Kelor Dengan Buah Belimbing Wuluh Terhadap Kadar Total Fenol
Senyawa fenolik sebagai senyawa biologik aktif sangat penting bagi manusia. Senyawa ini berperan sebagai aktivitas antioksidan yang membantu melawan penyakit akibat radikal bebas, mencegah penumpukan lemak, mengatasi obesitas serta penyakit degeneratif yang lain. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh suhu penyeduhan dan variasi formulasi minuman herbal daun kelor dan buah belimbing wuluh terhadap kadar total fenol. Penelitian ini menggunakan design Acak Faktorial, data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilakukan uji lanjut Duncan apabila terdapat perbedaan dengan software SPSS. Berdasarkan hasil uji, pengaruh suhu penyeduhan padda setiap variasi formulasi memberikan hasil berbeda signifikan dengan Pvalue 0,05. Begitu juga dengan pengaruh variasi formulasi pada setiap suhu penyeduhan yang juga menunjukkan hasil yang berbeda signifikan, akan tetapi pada suhu penyeduhan 700C mununjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Kadar fenol tertinggi terdapat pada formulasi (F190) 100% daun kelor (18,655 mg GAE/100g) dan kadar total fenol paling rendah terdapat pada formulasi (F570) 100% buah belimbing wuluh (6,265 mg GAE/100g). Untuk mengurangi rasa dan aroma langu dari daun kelor, dapat ditambahkan buah belimbing wuluh dengan kombinasi 25% dari berat total (0,5 gr/2 gr) dan diseduh dengan suhu 900C. Kesimpulannya, Terdapat pengaruh antara perbedaan suhu penyeduhan dan perbedaan variasi formulasi terhadap kadar total fenol
Faktor Jumlah Sisa Makanan Bubur Halus Pada Pasien Ruang Bougenville 4 RSUD dr. Soegiri Lamongan
Penyelenggaraan makanan di rumah sakit mendukung dalam mempercepat kesembuhan pasien. Sisa makanan pasien adalah salah satu indikator mutu dalam pelayanan gizi. Karena itu penting untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap adanya sisa makanan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan menganalisis secara kualitatif mengenai faktor yang mempengaruhi pasien rawat inap yang mendapat diet bubur halus di ruang Bougenville 4 RSUD Dr. Soegiri Lamongan menyisakan makanan. Penelitian dilakukan pada 3 november-30 november 2024. Desain penelitian ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan fenomologi menggunakan wawancara semi terstruktur kepada pasien yang memiliki sisa makanan >20% melalui observasi langsung sisa makanan dengan pendekatan Comstock skala 7 poin pada 19 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap variabel yang diteliti antara lain rasa, besar porsi, variasi menu, tekstur, jadwal makan dan makanan dari luar berkaitan dengan sisa makanan. Pasien menyisakan makanan yang bentuk bubur halus dapat dikarenakan kondisi fisik, gangguan indera pengecap, kebiasaan makan dan jenis diet
Penentuan Penjadwalan Produksi Fabrikasi Baja dengan Pendekatan PDCA serta Metode FCFS dan SPT (Studi Kasus: PT. BSBMP)
Industri fabrikasi baja membutuhkan penjadwalan produksi yang efisien untuk meningkatkan produktivitas
dan menekan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan penjadwalan di PT. BSBMP dengan
mengintegrasikan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) serta metode First Come First Served (FCFS) dan
Shortest Processing Time (SPT). Empat pesanan utama yang dianalisis meliputi Link Arm, Single Hanger, Lip
Mount, dan Precast Skid, menggunakan perhitungan manual berbasis waktu proses aktual. Hasil penelitian
menunjukkan metode FCFS menghasilkan waktu produksi rata-rata 57 hari, utilisasi 48%, dan keterlambatan
rata-rata 9 hari. Sementara itu, metode SPT menurunkan waktu penyelesaian menjadi rata-rata 41 hari, tidak ada
keterlambatan, dan meningkatkan utilisasi menjadi 67%, dan menghilangkan keterlambatan. Temuan ini
menunjukkan metode SPT lebih optimal dalam efisiensi waktu dan kapasitas produksi, sementara integrasi
PDCA menjadi kerangka kerja penting untuk perbaikan berkelanjutan dalam sistem penjadwalan. Penelitian ini
memberikan kontribusi praktis bagi efektivitas manajemen produksi di industri fabrikasi baja
Implementation Of Seven Tools And FMEA Methods To Improve The Quality Of Ether Products At PT. XYZ
Quality control plays an important role in ensuring products meet set standards and minimize defects. The Seven Tools method and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) are effective approaches to improving quality in the production process. Seven Tools consists of statistical tools such as check sheets, Pareto diagrams, cause and effect diagrams, histograms, scatter diagrams, control charts, and stratification which are used to identify and monitor the causes of quality problems. Meanwhile, FMEA is a systematic method that focuses on identifying potential failures, analyzing impacts, and implementing mitigation measures. This research aims to apply a combination of these two methods to the production process to identify the main causes of defects and design improvement solutions. Results show that Seven Tools helps in data visualization and early problem detection, while FMEA strengthens risk analysis and improvement prioritization. Implementation of this method simultaneously succeeded in reducing the level of product defects and increasing process efficiency. Thus, the combination of Seven Tools and FMEA is recommended to support sustainable quality control, thereby increasing the company's competitiveness through high quality products
Leverage, Dividend Policy, and Profitability Effects on IDX30 Stock Price Volatility During 2019–2023
The capital market is an increasingly popular investment alternative among the public. One of
the factors that can affect stock price volatility is a company's financial statements, which serve as the
primary basis for analyzing its performance. This study aims to determine the effect of leverage,
dividend policy, and profitability on stock price volatility. This study employs a quantitative method
with data analysis conducted using multiple linear regression analysis. The variables used in this
study include leverage, dividend policy, and profitability as independent variables, while stock price
volatility serves as the dependent variable. Leverage is measured by the Debt-to-Equity Ratio,
dividend policy is measured by the Dividend Payout Ratio, and profitability is measured by Return
on Assets. The study focuses on companies listed in the IDX30 index on the Indonesia Stock
Exchange for the period 2019–2023, using a sample of 63 companies. The results indicate that
leverage and dividend policy do not have a significant effect on stock price volatility, while
profitability has a negative effect on stock price volatility. Furthermore, leverage, dividend policy,
and profitability, when analyzed simultaneously, do not have a significant effect on stock price
volatility in the IDX30 index during the 2019–2023 period