8938 research outputs found
Sort by
Damage Analysis and Repair in Overhaul Motor Pump Water Treatment Plant (WTP) PT Petrokimia Gresik Sub Babat Lamongan Plant using FMEA Method
Abstract—In the Water Treatment Plant (WTP) industry,
motor pump maintenance is very important to maintain system
performance. PT Petrokimia Gresik Sub Babat Lamongan
Plant faces challenges in maintaining motor pumps that are
crucial to their operations. To improve maintenance and
reduce failures, a damage analysis was conducted using the
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. This study
aims to evaluate the potential for motor pump damage by
identifying various failure modes, their impacts, and
appropriate repair steps. FMEA is used to assess the risk of
each failure mode, focusing on early detection and repair
recommendations to improve motor pump reliability and
efficiency. From 430 data analyzed, several main failure modes
were found: lights out (27.6%), motor cable broken (19.6%),
Motor fault (17.3%), crane jammed (9.2%), and pump
jammed (6.9%). Other damages such as broken light switches,
oil leaks, and abnormal sounds have a smaller percentage. The
average Severity value of 6.75, Occurrence 4.5, Detection 5,
and the highest Risk Priority Number (RPN) value of 252 were
found in Motor Fault mode, indicating that Motor fault is the
biggest risk that must be the main priority in handling and
repair
Pengendalian Kualitas Dan Analisis Produk Margarine Blue Team Dengan Menggunakan Peta Kontrol Dan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Guna Meminimalkan Produk Cacat
Strategi Marketing Mix untuk Mempertahankan Penjualan di Hotel XYZ Gresik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing mix dalam mempertahankan penjualan di Hotel XYZ Gresik, dengan fokus pada permasalahan keterbatasan kamar yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder dari Month-to-Date (MTD) kamar terjual periode Januari-September 2024 dan kajian literatur komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam permintaan kamar, mencapai puncak 3.031 unit dibulan Juli 2024, yang mengindikasikan pengembangan strategi marketing mix yang efektif. Implementasi strategi 8P meliputi: (1) Product: kualitas kamar, fasilitas, dan layanan khas Indonesia, (2) Price: penetapan harga berdasarkan seasonality, (3) Place: lokasi dan pengoptimalan saluran distribusi, (4) Promotion: implementasi strategi digital marketing, (5) People: SDM profesional, (6) Process: optimalisasi layanan pelanggan, (7) Physical Evidence: konsistensi citra merek, dan (8) Participant: keterlibatan aktif dalam pelayanan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen hotel dalam merancang strategi pemasaran yang efektif untuk mengoptimalkan okupansi dan pendapatan ditengah keterbatasan kapasitas
Pengaruh Rasio Profitabilitas, Likuiditas, dan Leverage Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan BUMN yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023
This research aims to examine the effect of profitability, liquidity and leverage ratios on financial distress. The dependent variable in this research is financial distress which is measured using the Springate S-score. The independent variables in this research are profitability, liquidity and leverage. The population in this study consists of state-owned companies listed on the IDX. Samples were taken for 2019-2023 and collected using the purposive sampling method. The total sample for this research is 9 companies. The test was carried out using logistic regression using SPSS 27 software. The results of the analysis showed that the profitability variable had a negative and significant influence on financial distress. The liquidity and leverage variables have a positive and significant influence on financial distres
Pengukuran Postur Tubuh dan Mental Pada Pekerja Parutan Kelapa dan Penggilingan Kopi Menggunakan Metode OWAS dan Nasa TLX Pada PT.XYZ
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban fisik dan mental yang dialami oleh pekerja di CV. XYZ, Gresik, menggunakan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) untuk menganalisis postur tubuh dan NASA Task Load Index (NASA TLX) untuk mengukur beban mental. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan distribusi kuesioner kepada empat responden yang merupakan pekerja di perusahaan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerja mengalami beban fisik yang signifikan, terutama pada area leher, lutut kanan, pinggang, dan kaki kiri, dengan keluhan pegal yang sering terjadi selama jam kerja. Selain itu, hasil pengukuran beban mental menunjukkan bahwa rata-rata pekerja mengalami tingkat stres yang cukup tinggi, dengan skor mencapai 31,3 pada skala NASA TLX. Berdasarkan temuan ini, peneliti mengusulkan perbaikan, yaitu rutin melakukan evaluasi kenyamanan ergonomis di tempat kerja serta menambah jumlah sumber daya manusia untuk meringankan pembagian tugas. Diharapkan dengan adanya usulan ini, keluhan fisik dan mental yang dialami oleh pekerja dapat diminimalkan, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas kerja di CV. XYZ
Analisis Proses Shipping Modern Retail pada Salah Satu Perusahaan Distributor di Gresik Menggunakan Root Cause Analysis
This study aims to analyze the delivery process in Modern Retail in tributary companies in Gresik using the Root Cause Analysis (RCA) method to identify the factors causing delays and propose improvement steps. The methods used include in-depth interviews and direct observation of the delivery process, as well as analysis of the 5 Why and Fishbone Diagram to explore the cause of the problem. The results of the study showed that delivery delays were caused by a lack of driver discipline, sudden permits, suboptimal fleet conditions, as well as external factors such as weather and traffic. This study was limited to the analysis of internal and external factors that influenced delivery in the last six-month period. Implications of the study include recommendations for improving driver discipline through training, the implementation of better fleet maintenance, and the use of technology to monitor traffic and weather conditions. With these measures, it is hoped that the distributor company can improve delivery efficiency, reduce delays, and increase customer satisfaction. This research also contributes to other companies facing similar challenges
Hubungan Postur Kerja Dan Durasi Kerja Dengan Kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pengemudi Bus Transjatim
Latar belakang: Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa MSDs menempati peringkat ke-2 penyakit akibat kerja (PAK) di Indonesia setelah gangguan pernapasan, dengan 52.500 kasus terdaftar dalam periode 2021-2023. Penelitian yang melibatkan 9.482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal (MSDs) merupakan kondisi paling umum dengan proporsi 16%, diikuti oleh penyakit kardiovaskular sebesar 8%, gangguan sistem saraf 5%, gangguan pernapasan 3%, serta penyakit pada telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) sebesar 1,5%.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara postur kerja
dan durasi kerja dengan kejadian MSDs.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 54 pengemudi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur keluhan MSDs dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur kerja. Analisis data menggunakan uji Spearman dan Somers’d.
Hasil: Mayoritas pengemudi memiliki postur kerja dengan risiko rendah (55,6%) dan durasi kerja lebih dari 10 jam per hari (77,8%). Sebagian besar responden mengalami keluhan MSDs ringan (59,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan kejadian MSDs (p = 0,000; ρ = 0,489) dan antara durasi kerja dengan kejadian MSDs (p = 0,000; r = 0,524).
Simpulan: Postur kerja dan durasi kerja berkontribusi terhadap kejadian MSDs pada pengemudi. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan aspek ergonomi kerja serta manajemen waktu kerja guna mengurangi risiko MSD
Analisis Perbandingan Produktivitas Usaha Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Sistem Tradisional Di Kabupaten Lamongan Dan Kabupaten Gresik
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji produktivitas dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas tambak di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mendorong perkembangan usaha budidaya tambak agar mendapatkan hasil yang optimal. Variabel penelitian ini yaitu aspek petambak, status kepemilikan lahan, aspek teknologi dan sistem budidaya, input produksi, dan output produksi. Variabel data penelitian ini dianalisis dengan bantuan software Excel 2010. Uji-t digunakan untuk menguji apakah variabel pada kedua populasi terdapat perbedaan yang nyata. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara hasil panen dengan usia, pendidikan, luas lahan, jumlah pakan, dan densitas benur. Regresi linier berganda untuk menguji pengaruh hasil panen terhadap (luas lahan, jumlah benur yang ditebar, densitas benur, dan jumlah pakan) dan pendapatan terhadap (biaya pakan, biaya pupuk, biaya input tambahan, dan biaya tenaga kerja). Kelayakan usaha dianalisis dengan perhitungan Break Even Point (BEP) dan B/C ratio dari pendapatan dan biaya yang dikeluarkan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Kabupaten Gresik dan Lamongan berbeda signifikan dalam hal penggunaan benih Kabupaten Lamongan (21±16 rean) Kabupaten Gresik (38±51 rean), harga benur Kabupaten Lamongan (Rp. 106.250±20.183) Kabupaten Gresik (Rp. 111.578±39.573), biaya pupuk Kabupaten Lamongan (Rp. 615.413±502.790) Kabupaten Gresik (Rp. 1.129.026±1.809.284) dan hasil panen Kabupaten Lamongan (262±250 kg) Kabupaten Gresik (520±736 kg) di kedua populasi berbeda nyata. Hasil korelasi membuktikan bahwa penggunaan benih berkorelasi tinggi terhadap hasil sedangkan usia petambak, pendidikan, dan jumlah pakan berkontribusi kecil terhadap hasil panen. B/C ratio Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik adalah 1 artinya usaha layak untuk dilanjutkan. BEP unit Kabupaten Lamongan (63,65 kg) Kabupaten Gresik (121,14 kg) dan BEP harga Kabupaten Lamongan (Rp. 3.182.148) Kabupaten Gresik (Rp. 10.871.209)
Sistem Prediksi Penjualan Produk Meubel Banyak Di Beli Menggunakan K-Nearest Neighbors
Meubel Sumber Rejeki adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi furnitur berbahan dasar kayu berkualitas, seperti kursi, meja, dan lemari. Dalam rangka meningkatkan efisiensi pengadaan bahan baku dan pengelolaan stok, penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem prediksi produk yang banyak dibeli menggunakan algoritma K-Nearest Neighbor (K-NN). Sistem ini menganalisis data penjualan tahun 2024 dan mengelompokkan produk ke dalam tiga kategori: Sangat Laris, Cukup Laris, dan Kurang Laris. Berdasarkan pengujian terhadap data uji tanpa normalisasi, algoritma K-NN dengan perhitungan jarak Euclidean memberikan hasil akurasi terbaik sebesar 70% pada nilai K = 7. Dengan penerapan sistem ini, Meubel Sumber Rejeki dapat mengetahui produk dengan potensi penjualan tinggi dan merencanakan pengadaan bahan baku secara lebih tepat waktu, sehingga menghindari kekurangan stok di masa mendatang.
Kata Kunci: Meubel, Prediksi Penjualan, K-Nearest Neighbor, Euclidean, Sistem Klasifikas