8938 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengawasan Dengan Kepatuhan APD (Studi Kasus: Pekerja Di Pt. X)
Latar Belakang: Pengawasan merupakan suatu proses untuk mengukur penampilan atau pelaksanaan suatu kegiatan atau suatu peraturan yang telah ditetapkan apakah terlaksana sebagaimana yang telah ditetapkan atau tidak, tujuan dari dilakukannya pengawasan adalah memaksimalkan tingkat disiplin pada tenaga kerja dalam memakai APD ketika bekerja dan pengawas bisa pula memberi sanksi kepada para tenaga kerja yang melakukan pelanggaran. Kepatuhan berasal dari kata dasar patuh, yang berarti disiplin dan taat, kepatuhan pekerja terhadap praktik K3 memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan umum di tempat kerja. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengawasan dengan kepatuhan APD pada pekerja di PT. X. Metode: Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan desain cross-sectional serta instrumen penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dan rumus Slovin. Hasil: Hasil penelitian ini diolah menggunakan uji statistik Chi-square yang diperoleh nilai p-value 0,025 yang artinya terdapat hubungan antara pengawasan dengan
kepatuhan APD. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengawasan dengan kepatuhan APD pada pekerja zona 2 PT. X. Saran perbaikan yang diberikan adalah dilakukannya patroli secara rutin, memastikan kehadiran pengawas di setiap kegiatan kerja, serta memberikan teguran tegas terhadap pelanggaran penggunaan APD
The Relationship between Supervision and PPE Compliance (Case Study: Workers at PT. X)
Background:Human resources are a factor for an agency or company that plays an important role, because humans are living assets that need to be fostered and developed. Supervision is a process to measure the performance or implementation of an activity or a regulation that has been established whether it is implemented as stipulated or not, the purpose of supervision is to maximize the level of discipline in the workforce in using PPE when working and supervisors can also give sanctions to workers who commit violations. Compliance comes from the basic word obey, which means discipline and obedience, worker compliance with K3 practices has a significant impact on productivity, efficiency, and general welfare in the workplace. Purpose:The purpose of this study is to analyze the relationship between supervision and PPE compliance in workers at PT. X. Method:This research method is qualitative with a cross-sectional design and this research instrument uses the Simple Random Sampling technique and the Slovin formula. Results:The results of this study were processed using the Chi-square statistical test which obtained a p-value of 0.014 which means there is a relationship between supervision and PPE compliance. Conclusion: There is a significant relationship between supervision and PPE compliance in zone 2 workers at PT. X. Suggestions for improvement given are to carry out routine patrols, ensure the presence of supervisors at every work activity, and provide firm warnings for violations of the use of PPE
Optimisation Of Vacin And Went (VW) Culture Media With Potato And Bean Sprouts Addition On The Growth Of Dendrobium SP Orchid Planlets In Vitro
Anggrek adalah tanaman hias yang cukup banyak diminati oleh kalangan masyarakat Indonesia. Untuk menghasilkan tanaman anggrek dengan kualitas terbaik, perlu adanya penambahan bahan organic dalam media kultur jaringan. Oleh karena itu mengetahui optimasi media MS kombinasi dan konsentrasi yang tepat daru kombinasi bahan organic ekstrak kentang dan tauge pada media VW untuk pertumbuhan planlet Anggrek Dendrobium Sp. Dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), Kentang dan tauge dicampur kedalam media. Ekstrak kentang dengan 3 konsentrasi berbeda: 100 g/L, 150 g/L, dan 200 g/L. Ekstrak tauge dalam tiga konsentrasi: 150 g/L, 200 g/L, dan 250 g/L. Masing-masing terdapat 9 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Parameter penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, dan jumlah tunas. Hasil data pengamatan yang di peroleh akan diolah menggunakan F- ANNOVA (Fingerprint Analysis of Variance) untuk melihat data observasi dan menggunakan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% untuk melihat apakah ada perubahan nyata pada pertumbuhan. Tanaman anggrek yang paling tinggi dan mempunyai daun paling banyak terdapat pada kombinasi taraf 100 gL ekstrak kentang dan 150 g/L ekstrak tauge. Pertambahan jumlah akar yang terbaik yaitu ekstrak kentang 100 g/L dan ekstrak tauge 150 g/L. dan pertumbuhan tunas yang terbaik adalah ekstrak kentang 100 g/L dan 250 g/L ekstrak tauge. Penambahan bahan organic sangat berpengaruh dalam pertumbuhan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja Pada Karyawan Salon Di Kecamatan Lamongan
Dermatitis Kontak Akibat Kerja (DKAK) merupakan penyakit dermatitis kontak yang didapatkan dari pekerjaan, akibat interaksi antara kulit dengan substansi yang digunakan di lingkungan kerja. Substansi tersebut mengiritasi kulit, menjadikannya rusak dan merangsang reaksi peradangan, sehingga iritasi kulit merupakan penyebab tersering dermatitis. Oleh sebab itu, untuk mengetahui dan memahami lebih mendalam tentang dermatitis kontak akibat kerja khususnya pada penata rambut maka dirasakan perlu dilakukan suatu penelitian tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada karyawan salon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian DKAK pada pekrja salon di Kecamatan Lamongan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan desain cross-sectional serta instrumen penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dan rumus Slovin. Hasil penelitian ini diolah menggunakan uji statistik Regresi Logistik Ganda yang diperoleh nilai p-value < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh antara lama kontak (p-value 0,044) dan perosnal hygiene (p-value 0,033) dengan kejadian DKAK. Terdapat hubungan signifikan antaralama kontak dan personal hygiene dengan kejadian DKAK pada pekerja salon di Wilayah Kecamatan Lamongan.Perbaikan yang diberikan adalah dilakukannya edukasi secara rutin, memastikan kehadiran pengawas di setiap kegiatan kerja, serta melakukan kerjasama dengan puskesmas setempat terkait pemeriksaan kulit berkala
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) Berbasis Liveworksheet dengan Model Discovery Learning Berdasarkan Kesiapan Belajar
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) berbasis Discovery Learning menggunakan platform liveworksheet, serta menganalisis efektivitas penggunaannya berdasarkan kesiapan belajar siswa. E-LKPD dikembangkan untuk mendukung pembelajaran matematika pada materi aritmetika sosial kelas VII di SMP Negeri 1 Gresik. Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika serta kurangnya bahan ajar interaktif yang sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan belajar siswa.
Pengembangan E-LKPD dilakukan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada tahap implementasi, E-LKPD diujicobakan pada kelompok kecil siswa yang diklasifikasikan berdasarkan tingkat kesiapan belajar menjadi tiga kategori: butuh bantuan, berkembang, dan mahir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar tes diagnostik kesiapan belajar, lembar validasi ahli, tes hasil belajar, dan angket respon siswa. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media untuk memastikan kelayakan isi, tampilan, dan interaktivitas dari produk yang dikembangkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan
tergolong sangat valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. ELKPD ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan hasil belajar siswa pada setiap tingkat kesiapan belajar. Siswa dengan kesiapan belajar
yang rendah terbantu melalui bantuan visual dan instruksi yang jelas, sedangkan siswa dengan kesiapan belajar mahir merasa tertantang melalui soal eksploratif dan pemecahan masalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa E-LKPD berbasis
liveworksheet dengan model Discovery Learning mampu menunjang pembelajaran matematika yang lebih interaktif, adaptif, dan bermakna
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik Smp Ditinjau Dari Kemandirian Belajar
Penalaran matematis termasuk salah satu dari elemen proses yang ditetapkan berdasarkan BSKAP Kemendikbudristek No. 032 2024. Penalaran Matematis adalah salah satu kemampuan penting dalam matematika untuk proses penarikan sebuah kesimpulan yang sudah terbukti kebenarannya. Sedangkan kemandirian belajar adalah proses pemantauan diri peserta didik secara aktif agar mampu menghadapi masalah dalam proses belajarnya dan kemauan dalam menentukan pilihan dan tanggung jawab. Dalam penelitian ini, kemandirian belajar peserta didik dibagi menjadi 3, yaitu kemandirian belajar tinggi, sedang,dan rendah.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis penalaran matematis peserta didik kelas IX UPT SMP Negeri 5 Gresik menurut kemandirian belajar, baik peserta didik yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX F UPT SMP Negeri 5 Gresik tahun ajaran 2024-2025. Subjek dipilih dengan membagikan Kuesioner kemandirian belajar. Dari hasil kuesioner, diperoleh peserta didik yang memiliki kemandirian belajar tinggi dengan skor 95, peserta didik yang memiliki kemandirian belajar sedang dengan skor 70, dan peserta didik yang memiliki kemandirian belajar rendah dengan skor 54. Setelah itu, subjek diberi soal tes penalaran matematis baik secara tulis maupun lisan (wawancara). Sedangkan instrumen yang digunakan adalah kuesioner kemandirian belajar, soal tes penalaran matematis, dan pedoman wawancara.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Penalaran matematis peserta didik yang memiliki kemandirian belajar tinggi mampu memenuhi 7 indikator penalaran matematis yang digunakan oleh peneliti. (2) Penalaran matematis peserta didik yang memiliki kemandirian belajar sedang mampu memenuhi 2 indikator penalaran matematis yang digunakan oleh peneliti. (3) Penalaran matematis peserta didik yang memiliki kemandirian belajar rendah mampu memenuhi 1 indikator penalaran matematis yang digunakan oleh peneliti
Pengaruh Edukasi First Aid Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Efikasi Diri Layperson Di MI Ma'arif Sidomukti
Siswa Sekolah Dasar (SD) merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap kejadian cedera yang memiliki dampak ringan hingga fatal. Cedera yang terjadi membutuhkan penanganan yang tepat, keterlambatan dalam pemberian pertolongan bisa berakibat fatal dan mengakibatkan komplikasi. Dalam melakukan pertolongan pertama, diperlukan pengetahuan dan efikasi diri yang baik sehingga mengurangi tingkat kesakitan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh edukasi first aid terhadap tingkat pengetahuan dan efikasi diri layperson. Penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan pendekatan One Grup Pre Test-Post Test. Populasi penelitian ini 185 siswa. sampel penelitian ini yaitu 53 siswa kelas 5 dan 6 dengan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan memberikan edukasi first aid dan kuesioner tingkat pengetahuan serta efikasi diri. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon. Tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi first aid sebanyak 30 (56,6%) cukup. Tingkat pengetahuan sesudah diberikan edukasi first aid sebanyak 47 (88,7%) baik. Efikasi diri sebelum edukasi first aid sebanyak 27 (50,9%) tinggi. Efikasi diri sesudah edukasi first aid sebanyak 48 (90,6%) tinggi. Hasil uji wilcoxon didapatkan p value 0,000 < 0,05. Ada pengaruh edukasi first aid terhadap tingkat pengetahuan dan efikasi diri layperson di Mi. Ma’arif Sidomukti. Saran bagi sekolah untuk mengadakan pelatihan first aid secara berkala bagi siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus cedera
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Tahapan Polya Ditinjau dari Self-Efficacy Peserta Didik
This study aims to describe students’ mathematical problem solving abilities on the topic of Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV) based on Polya’s problem solving stages in relation to their levels of self-efficacy. The research employed a descriptive qualitative approach with three ninth-grade students from SMP Negeri 5 Gresik in the 2024/2025 academic year, selected through purposive sampling to represent high, medium, and low levels of self-efficacy. Data were collected using a self-efficacy questionnaire, problem-solving tests consisting of two contextual essay items on SPLDV, and semi-structured interviews. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, encompassing data reduction, display, and conclusion drawing, referring to Polya’s four stages: understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and looking back. The results revealed that students with high self-efficacy were able to complete all four stages comprehensively and reflectively, demonstrating systematic and accurate reasoning. Students with medium self
efficacy successfully performed the first three stages but failed to verify their final results, while students with low self-efficacy only reached the stage of understanding the problem and struggled to plan or execute solutions. In
conclusion, the level of self-efficacy influences students’ mathematical problem-solving performance, particularly in terms of strategic accuracy, procedural precision, and reflective evaluation
Analisa Kinerja Ruas Jalan Pada Jalan Legundi Kabupaten Gresik
Jalan Legundi di Kabupaten Gresik merupakan ruas penghubung penting antara Lamongan di sebelah barat, Laut Jawa di utara, Sidoarjo dan Mojokerto di selatan, serta Surabaya dan Selat Madura di timur. Kawasan ini berpenduduk padat dan menjadi pusat aktivitas industri, sehingga arus kendaraan pribadi maupun kendaraan berat industri sangat tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan volume lalu lintas sering melampaui kapasitas jalan, menimbulkan kemacetan, penurunan kecepatan, serta hambatan mobilitas pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Legundi menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023) serta mengevaluasi alternatif peningkatan kapasitas. Data penelitian mencakup volume lalu lintas, hambatan samping, dan kondisi geometrik jalan, yang dianalisis berdasarkan kapasitas, volume, derajat kejenuhan (DJ), dan tingkat pelayanan (LOS). Hasil analisis menunjukkan kapasitas eksisting sebesar 4384 smp/jam dengan volume puncak 2883 smp/jam, menghasilkan DJ = 1,52 yang termasuk kategori LOS F (arus dipaksakan dengan kecepatan rendah). Alternatif perubahan tipe jalan dari 2/2–TT menjadi 4/2–TT meningkatkan kapasitas menjadi 3400 smp/jam dan menurunkan DJ menjadi 0,84, sehingga tingkat pelayanan membaik ke LOS D (arus masih stabil). Dengan demikian, pelebaran jalan dan pengendalian hambatan samping merupakan solusi penting untuk meningkatkan kinerja lalu lintas di Jalan Legundi. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi perencanaan transportasi daerah, khususnya dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat di kawasan industri Kabupaten Gresik
OPTIMALISASI VOLUME MEDIA DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.)
Tanaman melon merupakan komoditi buah-buah semusim yang mempunyai keunggulan pada rasanya yang manis, tekstur daging renyah, warna daging yang bervariasi dan mempunyai aroma yang khas. Penurunan produksi tanaman melon diakibatkan oleh kualitas media tanam yang sedang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan volume media dan dosis pupuk kandang ayam yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitiandilaksanakan di polybag pada lahan terbuka Desa Baron, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik dengan ketinggian tempat 15 meter di atas permukaan laut. Waktu pelaksanaan dimulai pada bulan November 2024 –Februari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri atas 3 ulangan. Faktor yang digunakan adalah volume media (P) dan dosis pupuk kandang ayam (A). Variabel yang diamati meliputi panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot buah tanaman, diameter buah, tingkat kemanisan buah dan bobot brangkasan basah. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam 5%, jika adanya perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (duncan multiple range test) 5% dan uji korelasi untuk mengetahui keeratan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi di semua variabel perlakuan. Perlakuan tunggal volume media menunjukkan berbeda sangat nyata terhadap variabel bobot buah tanaman, diameter buah dan tingkat kemanisan buah. Perlakuan tunggal dosis pupuk kandang ayam menunjukkan berbeda sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal volume media terbaik ditunjukkan oleh perlakuan P3¬ (volume media 7kg/polybag), serta perlakuan tunggal dosis pupuk kandang ayam terbaik ditunjukkan oleh perlakuan A2(dosis pupuk 20 ton/ha)