8938 research outputs found
Sort by
Identifikasi Tingkat Kecacatan Tabung Gas Industri Menggunakan Metode Six Sigma Dan FMEA Pada ASOGAS
ASOGAS adalah industri besar yang bergerak di bidang penyediaan gas industri. Dalam proses produksinya, perusahaan ini melibatkan tahapan perakitan tabung gas serta pengisian berbagai jenis gas industri. Namun demikian, pada prosedur tersebut ditemukan berbagai macam cacat produk, antara lain kerusakan pada katup tabung gas, kerusakan pelindung tangan pada tabung, serta tabung yang mengalami korosi. Penelitian ini bertujuan utama untuk mengurangi jumlah cacat produk dengan menerapkan metode Six Sigma dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Bersumber dari hasil analisis data, tabung gas memiliki nilai sigma sebesar 2,69. Adapun nilai Risk Priority Number (RPN) paling tinggi ditemukan pada permasalahan tabung berkarat, dengan faktor penyebab utama berasal dari aspek manusia (man), yaitu sebesar 432. Selain itu, kerusakan pelindung tangan pada tabung juga menunjukkan nilai RPN tinggi, yaitu sebesar 288, yang disebabkan dari faktor manusia
Pengaruh Pencahayaan Terhadap Unsafe Condition Di PT. PLN Nusantara Power Up Gresik
Pencahayaan merupakan salah satu faktor fisik penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3), di mana intensitas cahaya yang tidak sesuai dapat menyebabkan kelelahan visual, menurunkan konsentrasi, serta meningkatkan risiko unsafe condition di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pencahayaan terhadap unsafe condition di PT. PLN Nusantara Power UP Gresik. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 80 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, serta dianalisis menggunakan uji regresi logistik sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pencahayaan dan unsafe condition (p = 0,002), di mana pekerja yang berada di area dengan pencahayaan tidak sesuai memiliki risiko 4,95 kali lebih besar mengalami unsafe condition dibandingkan yang bekerja di area pencahayaan sesuai standar (Exp(B) = 4,951). Disimpulkan bahwa pencahayaan yang tidak sesuai berpengaruh signifikan terhadap terjadinya unsafe condition, sehingga diperlukan penyesuaian intensitas cahaya sesuai dengan Permenaker No. 5 Tahun 2018 guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman
Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Komisaris Independen dan Kualitas Audit terhadap Integritas Laporan Keuangan
This study aims to examine the effects of managerial ownership, independent commissioners, and audit quality on the integrity of financial statements. Using purposive sampling, the study focuses on manufacturing companies in the consumer goods industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2019–2022. A total of 195 financial statements from 52 companies were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression, with hypothesis testing conducted via SPSS. The findings reveal that managerial ownership and audit quality do not significantly affect the integrity of financial statements. In contrast, independent commissioners have a significant positive impact on financial statement integrity. These results highlight the critical role of independent commissioners in fostering transparent and reliable financial reporting. However, the low managerial ownership in the studied companies may limit the influence of this variable on decision-making and financial reporting quality. The study contributes to the literature on corporate governance by emphasizing the importance of independent oversight in improving financial reporting integrity. Future research is encouraged to explore other variables and broader contexts to provide a more comprehensive understanding
Analisis Perbandingan Produktivitas Usaha Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Sistem Tradisional Di Kabupaten Lamongan Dan Kabupaten Gresik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produktivitas dan kelayakan usaha tambak udang vanamei sistem tradisional di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu petambak udang vanamei di Kabupaten Lamongan dengan sampel (n=152) dan Kabupaten Gresik (n=152). Variabel penelitian ini yaitu aspek petambak, status kepemilikan lahan, aspek teknologi dan sistem budidaya, input produksi, dan output produksi. Variabel data penelitian ini dianalisis dengan bantuan software Excel 2010. Uji-t digunakan untuk menguji apakah variabel pada kedua populasi terdapat perbedaan yang nyata. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara hasil panen dengan usia, pendidikan, luas lahan, jumlah pakan, dan densitas benur. Regresi linier berganda untuk menguji pengaruh hasil panen terhadap (luas lahan, jumlah benur yang ditebar, densitas benur, dan jumlah pakan) dan pendapatan terhadap (biaya pakan, biaya pupuk, biaya input tambahan, dan biaya tenaga kerja). Kelayakan usaha dianalisis dengan perhitungan Break Even Point (BEP) dan B/C ratio dari pendapatan dan biaya yang dikeluarkan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Kabupaten Gresik dan Lamongan berbeda signifikan dalam hal penggunaan benih Kabupaten Lamongan (21±16 rean) Kabupaten Gresik (38±51 rean), harga benur Kabupaten Lamongan (Rp. 106.250±20.183) Kabupaten Gresik (Rp. 111.578±39.573), biaya pupuk Kabupaten Lamongan (Rp. 615.413±502.790) Kabupaten Gresik (Rp. 1.129.026±1.809.284) dan hasil panen Kabupaten Lamongan (262±250 kg) Kabupaten Gresik (520±736 kg) di kedua populasi berbeda nyata. Hasil korelasi membuktikan bahwa penggunaan benih berkorelasi tinggi terhadap hasil sedangkan usia petambak, pendidikan, dan jumlah pakan berkontribusi kecil terhadap hasil panen. B/C ratio Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik adalah 1 artinya usaha layak untuk dilanjutkan. BEP unit Kabupaten Lamongan (63,65 kg) Kabupaten Gresik (121,14 kg) dan BEP harga Kabupaten Lamongan (Rp. 3.182.148) Kabupaten Gresik (Rp. 10.871.209)
Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Kemandirian Belajar dan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP
This research is a correlational study with a quantitative approach which aims to determine the influence of self-efficacy on the self-regulated learning and mathematical communication abilities of class VII middle school students. The data analysis used is Structural Equation Modeling (SEM) using AMOS 23.The results of this research show that: (1) There is a positive and significant influence between self-efficacy and student self-regulated learning and C.R. scores. 6.942≥1.967 with a significance level of 0.000≤0.05. (2) There is an influence between self-efficacy and students' mathematical communication skills and C.R. scores. amounting to 2,851≥1,967 with a significance level of 0.004≤0.05. (2) There is a positive and significant influence between self-regulated learning and students' mathematical communication skills and C.R. scores. amounting to 2,752≥1,967 with a significance level of 0.006≤0.05. (4) Because all variables directly influence each other, this research did not find any intervening variables or intermediary variables