Universitas Muhammadiyah Gresik

University of Muhammadiyah Gresik: UMG Repository
Not a member yet
    8938 research outputs found

    Pengaruh Proporsi Tepung Ubi Ungu, Tepung Beras dan Maizena Terhadap Karakteristik Fisikokimia Edible Spoon

    Get PDF
    Limbah plastik dari peralatan makan sekali pakai menjadi permasalahan lingkungan yang signifikan di indonesia. Sebagian besar alat makan dari plastik karena sifat bahan yang ringan dan kuat, namun akan berdampak negatif bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan edible spoon, yaitu sendok yang dapat dimakan atau terurai secara alami sebagai alternatif ramah lingkungan dengan menggunakan bahan yang mudah terurai yaitu tepung ubi ungu sebagai bahan utama serta tepung beras dan maizena sebagai bahan pengikat. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan yang berbeda dari proporsi tepung beras, tepung ubi ungu dan maizena [P1 60:20:20], [P2 50:20:30], [P3 40:20:40], [P4 30:20:50], [P5 20:20:60], [P6 10:20:70]. Parameter uji meliputi kadar air, karbohidrat, daya rehidrasi dan daya patah, dengan analisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) pada α = 5%. Hasil menunjukkan bahwa proporsi tepung ubi ungu, tepung beras dan maizena berpengaruh signifikan terhadap kadar air, karbohidrat dan daya rehidrasi, tetapi tidak terhadap daya patah. Formulasi terbaik untuk kadar air ditemukan pada P3 (6,34%), kadar karbohidrat pada P4 (36,22%), daya rehidrasi pada P6 (0,10%), dan daya patah pada P2 (2.670,94 N). Formulasi ini unggul pada kadar air dan daya patah yang merupakan faktor penting dalam menentukan karakteristik edible spoon

    Efektivitas Metode Bercerita Pewayangan Dewa Ruci Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pendidikan Akhlak Murid UPT SD 47 Gresik

    Get PDF
    Sebuah Pembelajaran dapat dikatakan berhasil berdasarkan tingkat efektivitasnya. Dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran diperlukan strategi atau metode yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode bercerita menggunakan Serat Pewayangan Dewa Ruci dalam meningkatkan pengetahuan pendidikan akhlak pada siswa kelas 6 UPT SDN 47 Gresik. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain eksperimen, penelitian ini melibatkan 35 siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post-test, yang kemudian dianalisis menggunakan Uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode bercerita pewayangan Dewa Ruci memiliki efektifitas dalam peningkatan pengetahuan pendidikan akhlak siswa UPT SDN 47 Gresik. Metode bercerita ini secara signifikan meningkatkan pengetahuan pendidikan akhlak siswa, dengan sebagian besar siswa mencapai peningkatan nilai dalam post-test. Siswa juga dapat belajar mengenai implementasi sifat tawakal, jujur, kreatif, kerja keras, disiplin, serta menghormati guru. Selain itu juga ada kemungkinan terjadinya pengembangan kemampuan bahasa pada anak

    Dominant Factors Influencing The Level Of Compliance With The Use Of Ppe (Among Construction Workers In Rehabilitation And Maintenance Of Community Health Center In Tuban District)

    Get PDF
    Compliance to always wear personal protective equipment is one of the important factors in reducing the number of work accidents. Factors that become the basis for compliance behavior in wearing personal protective equipment are very diverse, one of which is company regulations, supervision, worker knowledge, availability of personal protective equipment, rewards and punishments, and worker attitudes. Research at the Tuban Regency Health Center aims to analyze the dominant factors that influence the level of compliance with the use of PPE in rehabilitation and maintenance construction workers. Quantitative research using observational methods and cross-sectional design. The study population involved rehabilitation and maintenance construction workers of Puskesmas in Tuban Regency, with a sample of 53 workers selected using probability sampling technique with simple random sampling. The level of compliance with the use of PPE as the dependent variable while knowledge, attitude, peer encouragement, HSE inspection, reward, and punishment as independent variables. The instrument used a questionnaire. Data analysis using Multiple Logistic Regression statistical test with SPSS. The test results obtained ap value <0.05, with the attitude variable having the highest Exp(B) value (14.423) compared to other variables, meaning that there is an influence of knowledge, attitude, peer encouragement, reward and punishment on the level of compliance with the use of PPE, and attitude is the most dominant factor. The suggestion for improvement is for the workforce to be more open to the concept of safety culture in the workplace

    Hubungan Faktor - Faktor Individu Dengan Kejadian Sick Building Syndrome (SBS) (Studi Kasus: PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik)

    Get PDF
    Sick Building Syndrome (SBS) ialah suatu kondisi ketika bangunan industri menyebabkan gejala penyakit pada pekerja, yang terkait durasi mereka berada di dalam gedung. Kebaruan penelitian ini ditemukannya hubungan faktor-faktor individu dengan kejadian sick building syndrome. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis hubungan faktor-faktor Individu dengan kejadian Sick Building Syndrome (SBS) pada pekerja Di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui desain cross-sectional, serta instrumen atas kajian ini memanfaatkan kuesioner, populasi penelitian melibatkan pekerja dalam kantor, disertai sampel yang melibatkan 92 pekerja dan dipilih melalui pengapdosian teknik probability sampling dan rumus Slovin. Hasil penelitian ini diolah mengunakan uji statistik kotingensi dengan membuktikan jika ditemukan hubungan antara faktor individu dengan kejadian SBS yang artinya (p-value < signifikan) yaitu umur (p-value 0,000), Jenis kelamin (p-value 0,047), masa kerja (p-value 0,039), perilaku merokok (p-value 0,002), dan kondisi psikososial (p-value 0,012). Dari hasil ini dapat dikatakan jika terdapat hubungan signifikan antara (umur, jenis kelamin, masa kerja, perilaku merokok, dan kondisi psikososial) dengan Sick Building Syndrome. Sebelum beraktivitas, diharapkan pekerja untuk melakukan stretching serta kegiatan lainnya yang dapat berguna untuk mengurangi stress pekerja. Pekerja juga dapat membangun relasi antar pekerja guna menunjang terjaganya kondisi psikososial pegawai, menjatuhkan sanksi tegas yang selaras atas regulasi terkait merokok di ruangan, serta memperhatikan kondisi tubuh melalui olahraga yang selaras dengan ketentuan yang disarankan

    Hubungan Dukungan Sosial dengan Burnout Syndrome Pada Perawat Rumah Sakit RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik

    Get PDF
    Burnout syndrome basically refers to the psychic withdrawal reaction of workers from the workplace, which includes frequent absences, distancing from the environment, being cynical, and even tending to no longer actively engage in work. The main purpose is to find out how the relationship between social support and burnout syndrome in nurses at Ibnu Sina Hospital, Gresik Regency. The study wast conducted cross-sectionally and quantitative. Total population involved was 300 nurses were assigned to the Medical Support Installation, Emergency Department (IGD), Inpatient Installation, and Outpatient Installation. The selected participants were randomized using (probability sampling) and Slovin's formula, resulting in a total of 198 nurses as respondents. Primary data were collected through the answers to the Social Provision Scale (SPS) questionnaire to directly assess the level of social support. The variables used were social support (independent), while burnout syndrome (dependent). Data analysis used nonparametric statistical testing (Spearman). The analysis has showed (p = 0.000), which indicates a significant relationship between social support and burnout syndrome in nurses at Ibnu Sina Hospital, Gresik Regency. Improvements should include giving awards, organizing family gatherings, workshops and seminars to strengthen positive social support between superiors, family members and even colleagues

    Hubungan Antara Kinerja Keselamatan Dengan Perilaku Tidak Aman Di PT. X

    Get PDF
    Latar belakang: Setiap lingkungan kerja memiliki potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Salah satu faktor utama penyebab kecelakaan kerja adalah perilaku tidak aman (unsafe behavior),yang dapat dipengaruhi oleh budaya kerja dan kurangnya kesadaran terhadap keselamatan. Metodologi:penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan metode crosssectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada 72 karyawan di bagian Plant Acid PT. X. Analisis data menggunakan uji korelasi Kendall Tau. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa 44,4% responden memiliki perilaku tidak aman dalam bekerja. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perilaku tidak aman meliputi ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan, kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD), dan kelelahan akibat beban kerja. Dari degi kinerja keselamatan 47,2% responden menunjukkan kinerja yang kurang baik. Uji korelasi kendall tau menunjukkan hubungan yang signifikan antara perilaku tidak aman dan kinerja keselamatan dengan koefisien korelasi sebesar 0,846 (p<0,01), yang menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel tersebut. Kesimpulan: perilaku tidak aman memiliki dampak signifikan terhadap kinerja keselamatan kerja. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan, penguatan kebijakan keslamatan kerja, serta peningkatan pengawasan dan pelatihan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif

    Analisis Manajemen Proyek Pada Proyek Instalasi Pipa Dengan Metode CPM Dan Metode PERT Di PT. Cahya Mandiri Gemilang

    Get PDF
    Makalah ini membahas tentang penerapan Metode Jalur Kritis (Critical Path Method/CPM) dan Teknik Evaluasi serta Tinjauan Program (Program Evaluation and Review Technique/PERT) merupakan alat yang penting dalam manajemen proyek pemasangan pipa di PT Cahya Mandiri Gemilang yang bertujuan untuk menganalisis jalur kritis proyek, memperkirakan durasi proyek yang lebih realistis, dan mengidentifikasi potensi keterlambatan. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan studi dokumen proyek. Menggunakan metode CPM untuk menentukan jalur kritis dan total float dan metode PERT digunakan untuk menghitung estimasi waktu probabilistik penyelesaian proyek. Faktor utama penyebab keterlambatan antara lain pengadaan material yang tidak tepat waktu, kurangnya koordinasi tim, dan kendala teknis di lapangan. Sebagai solusinya, disarankan untuk meningkatkan pengawasan pada aktivitas kritis, memperbaiki sistem koordinasi tim, dan mengoptimalkan strategi pengadaan material dan alokasi sumber daya. Penerapan CPM dan PERT terbukti bermanfaat dalam mengembangkan perencanaan yang lebih akurat, mengelola risiko keterlambatan, dan meningkatkan pelaksanaan proyek secara keseluruhan

    Penerapan Ekonomi Hijau Pada UMKM Setiawan Putra Farm

    Get PDF
    Penelitian yang berjudul "Penerapan Ekonomi Hijau pada UMKM Setiawan Putra Farm" bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi ekonomi hijau dalam operasional UMKM di sektor peternakan. Dalam konteks pertumbuhan ekonomi yang pesat, UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun, banyak UMKM menghadapi tantangan dalam menerapkan konsep ekonomi hijau akibat kurangnya edukasi dan dukungan teknis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan analisis SOAR untuk mengetahui langkah-langkah yang diambil oleh Setiawan Putra Farm dalam mengelola limbah dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa Setiawan Putra Farm berhasil menerapkan prinsip prinsip ekonomi hijau dengan cara mengelola limbah secara efektif dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Pendekatan ekonomi hijau ini tidak hanya mengurangi pencemaran tetapi juga dapat memperbaiki hubungan dengan masyarakat sekitar. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan ekonomi hijau dapat dilakukan dalam skala kecil dan meningkatkan daya saing usaha serta memberikan manfaat sosial kepada komunitas lokal. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk mengadopsi praktik ramah lingkungan dan menambah literatur tentang penerapan ekonomi hijau di sektor peternakan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman bagaimana UMKM dapat menjalankan operasional yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat

    Penerapan Ekonomi Hijau Pada UMKM Setiawan Putra Farm

    Get PDF
    Penelitian ini membahas penerapan ekonomi hijau dalam operasional UMKM setor peternakan ayam broiler melalui observasi dan wawancara dengan Setiawan Putra Farm. Menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan analisis SWOT, hasilnya menunjukkan bahwa Setiawan Putra Farm berhasil mengelola limbah kotoran ayam dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Penerapan ekonomi hijau bukan hanya mengurangi pencemaran tapi juga memperbaiki hubungan dengan masyarakat sekitar. Ini menunjukkan bahwa penerapan ekonomi hijau bisa diterapkan pada skala kecil, meningkatkan daya saing usaha dan memberikan manfaat sosial komunitas lokal. Penelitian ini diharapkan sebagai inspirasi bagi UMKM lain untuk adopsi praktik ramah lingkungan dan tambahan literatur tentang aplikasi ekonomi hijau di sektor peternakan

    Analysis of Quality Improvement of Wood Powder Raw Materials at CV. NKM Using FMEA and FTA Methods

    Get PDF
    CV. NKM is a supplier company that takes manufacturing plant waste in the form of sawdust, especially waste from merbau wood, sent to factories whose main raw material is sawdust such as pallet factories, briquettes, etc. In every process there are defects such as powder mixed with other sizes, smelly and moldy powder, and wet powder. In every process there are defects such as powder mixed with other sizes, smelly and moldy powder, and wet powder. These defects are due to human factors, tools/machines, storage, etc. So this research was conducted using the FMEA (Failure Mode and Effect) method used to determine the severity, occurrence, and detection levels, so that the highest RPN value of 576 was obtained, namely powder mixed with other sizes and FTA produced basic events from the highest RPN value, namely lack of rest hours, lack of supervision, and lack of routine control. After the results are known, an improvement proposal will be given for the highest RPN value, namely providing sufficient hours of rest and enforcing routine control of the tool/machine

    8,714

    full texts

    8,938

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Muhammadiyah Gresik: UMG Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇