8938 research outputs found
Sort by
Proposed Improvements to Production Facility Layout Using ARC and ARD atHome Industry Aurora Official
Home Industry Aurora Official, which is engaged in the manufacture of pillows and baby mattresses, faces problems related to inefficient facility layouts in the workflow. Suboptimal layouts result in excessive waste of distance, which affects production time and reduces operational efficiency. This study aims to design a more efficient facility layout by minimizing the distance between production processes. The methods used in this study are the ARC (Activity Relationship Chart) and ARD (Activity Relationship Diagram) methods, which can help design layouts based on the relationships between production activities and determine the relationships between activities based on their priority level of proximity. Based on the analysis results, the initial layout produces a total distance of 940 meters, while the two alternative proposed layouts produce distances of 310 meters and 405 meters respectively. Of the two proposed layouts, proposed layout 1 was chosen as the proposed layout for the company with a total distance of 310 meters, with a decrease of 67% from 100% of the total distance of the initial layout. The results of this study indicate that the application of proposed layout 1 can improve workflow efficiency and reduce waste time in the production proces
Pengaruh Suhu Penyeduhan Minuman Herbal Kombinasi Daun Kelor Dengan Buah Belimbing Wuluh Terhadap Kadar Total Fenol
Senyawa fenolik sebagai senyawa biologik aktif sangat penting bagi manusia. Senyawa ini berperan sebagai aktivitas antioksidan yang membantu melawan penyakit akibat radikal bebas, mencegah penumpukan lemak, mengatasi obesitas serta penyakit degeneratif yang lain. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh suhu penyeduhan dan variasi formulasi minuman herbal daun kelor dan buah belimbing wuluh terhadap kadar total fenol. Penelitian ini menggunakan design Acak Faktorial, data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilakukan uji lanjut Duncan apabila terdapat perbedaan dengan software SPSS. Berdasarkan hasil uji, pengaruh suhu penyeduhan padda setiap variasi formulasi memberikan hasil berbeda signifikan dengan Pvalue 0,05. Begitu juga dengan pengaruh variasi formulasi pada setiap suhu penyeduhan yang juga menunjukkan hasil yang berbeda signifikan, akan tetapi pada suhu penyeduhan 700C mununjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Kadar fenol tertinggi terdapat pada formulasi (F190) 100% daun kelor (18,655 mg GAE/100g) dan kadar total fenol paling rendah terdapat pada formulasi (F570) 100% buah belimbing wuluh (6,265 mg GAE/100g). Untuk mengurangi rasa dan aroma langu dari daun kelor, dapat ditambahkan buah belimbing wuluh dengan kombinasi 25% dari berat total (0,5 gr/2 gr) dan diseduh dengan suhu 900C. Kesimpulannya, Terdapat pengaruh antara perbedaan suhu penyeduhan dan perbedaan variasi formulasi terhadap kadar total fenol. Untuk penelitian lebih lanjut, dapat dilakukan uji dengan parameter lain serta uji pre-klinis pada hewan uji coba
Prarancangan Pabrik Amil Alkohol Dari Amil Klorida Dan Naoh Dengan Kapasitas 30.000 Ton/Tahun
Pabrik Amil Alkohol dirancang pada kapasitas 30.000 ton/tahun yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Amil Alkohol dalam negeri dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan Amil Alkohol, dengan menggunakan bahan utama Amil Klorida dan Natrium Hidroksida serta bahan pendukung Natrium Oleat, pabrik ini direncanakan didirikan di kawasan industri Cilegon, Banten.
Bentuk badan usaha pabrik Amil Alkohol adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line serta staff. Proses produksi Amil Alkohol menggunakan proses hidrolisis, reaksi berlangsung dalam reaktor jenis Continuous stirred-tank
reactor atau yang disebut reaktor berpengaduk yang berlangsung secara eksotermis dengan suhu 100 oC. Salah satu unit pendukung proses lainnya sebagian diperoleh dari kawasan industri Cilegon seperti unit pengolahan limbah serta pengadaan listrik, tetapi untuk unit pengolahan air steam, pendingin dan proses serta penyedia udara tekan direncanakan akan dikelola sendiri oleh pabrik. Sumber air diperoleh dari sungai cidanau dan danau kerenceng untuk kebutuhan produksi pabrik. Dari proses pembuatan Amil Alkohol menghasilkan limbah cair dan gas yang kemudian akan dikelola terlebih dahulu sebelum dialirkan ke unit pengolahan limbah. Dari hasil analisa ekonomi diperoleh pos Return On Investment (ROI) setelah pajak sebesar 52,43 %, Pay Out Time (POT) setelah pajak selama 1,4 tahun dengan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 55 % dan Shutdown Point (SDP) sebesar 38%. Dari analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik layak didirikan dan menguntungkan bagi investor untuk
menanamkan sahamnya dalam pabrik ini
Analisis Ketepatan Pemorsian Buah Pada Pasien Diabetes Mellitus di Instalasi Gizi Dr Soegiri Lamongan
Ketepatan pemorsian merupakan faktor kunci ketepatan diit pasien dan merupakan indikator standar pelayanan minimal pelayanan gizi di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan pemorsian buah pada pasien diabetes mellitus, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dengan pendekatan survey cross section. Jumlah sampel 68 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling kuota. Besar porsi rata-rata buah pisang 125,09 gram, buah papaya 121,04 gram dan buah melon 116,95 gram. Standar porsi buah DM 1500/1700 sebesar 125 gram, DM 1900 sebesar 150gram dan DM 2100 sebesar 175 gram. Hasil analisis ketepatan pemorsian pada pasien DM menunjukan hasil 41,18% tepat, sedangkan 58,82% tidak tepat. Hasil uji statistik independent T test pada diit DM 1500 nilai p-value 0,38, diit DM 1700 nilai p-value 0,01 pada diit DM 1900 dan 2100 nilai p-value 0.0001. Nilai p-value pada DM 1700/1900/2100 0.05, Ho diterima yang berarti tidak ada perbedaan besar porsi buah rata-rata dibandingkan standar porsi buah pada diit DM 1500
The Relationship between the Roles of Parents and Peers with Smoking Behavior among Adolescents in Sembungan Kidul Village
Pada pendataan mengkonsumsi rokok dari masyarakat tingkat elit sampai ke titik bawah. Prevalensi perokok berdasarkan tingkat pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), rata-rata sebesar 26,6 persen. Dengan tujuan Menganalisis hubungan pengaruh orang tua dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional Populasi penelitian ini sebanyak 50 remaja dan sampel yang digunakan 45 remaja dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Peran orang tua remaja hampir seluruhnya orang tua berperan terhadap perilaku merokok remaja dengan jumlah 39 remaja (86,7%). peran teman sebaya hampir seluruhnya teman sebaya berperan terhadap perilaku merokok dengan jumlah 41 remaja (91,1%). perilaku merokok remaja hampir seluruhnya remaja di Desa Sembungan Kidul merokok dengan jumlah 35 remaja (77,8%). Setelah dilakukan penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan Peran orang tua dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul Dukun Gresik dengan p value 0,003. Terdapat hubungan Peran orang tua dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul Dukun Gresik. Dan tidak terdapat hubungan dari Peran teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul Dukun Gresik
Faktor Ketepatan Pengukuran Tinggi Badan Balita Oleh Kader Posyandu di Desa Kedungwangi Kecamatan Sambeng
Kejadian stunting merupakan permasalahan yang menjadi prioritas nasional, dimana permasalahan stunting dapat disebabkan karena adanya kesalahan dalam melakukan pengukuran tinggi badan balita di posyandu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor ketepatan pengukuran tinggi badan balita yang dilakukan oleh kader posyandu di Desa Kedungwangi. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan responden dipilih dengan teknik pengambilan data Snowball Sampling sebanyak 5 responden, yang terdiri dari kader posyandu. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode in-depth interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil wawancara faktor ketepatan pengukuran terkait pengetahuan terhadap teknik, indikator, pelatihan, dan penerapan pengukuran tinggi badan balita terdapat kesesuaian dengan pedoman yang berlaku. Akan tetapi, faktor keikutsertaan ibu balita dalam mendampingi balita melakukan pengkuran masih ketidaksesuaian. Dapat disimpulkan bahwa faktor pengetahuan sudah sesuai dengan penerapan setiap posyandu. Adanya pembaruan informasi lebih mendalam dapat meningkatan pengetahuan pengukuran dan keakuratan pengukuran tinggi badan balita
Analisis Pengendalian Kualitas Cacat Pada Produk Sandal Kulit Menggunakan Metode FMEA Dan FTA Study Kasus Di UMKM Chellbie
Implementasi New Seven Tools Dan Failure Mode And Effect Analysis Berbasis Six Sigma Guna Peningkatan Kualitas Demineralized Water (Studi Kasus: Unit Demin III A - PT. PETROKIMIA GRESIK)
PT Petrokimia Gresik merupakan produsen pupuk dan produk kimia terkemuka di Indonesia. Guna mendukung proses produksi, dibutuhkan pasokan listrik dan steam yang stabil. Listrik dan steam dihasilkan dari turbin dan boiler. Salah satu komponen utama dalam operasionalisasi boiler adalah demineralized water sebagai umpan penghasil uap. Kualitas demineralized water sangat penting karena dapat mempengaruhi kinerja sistem, efisiensi energi, dan kelangsungan proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kecacatan, penyebab kecacatan serta upaya pengendalian kecacatan. Integrasi New Seven Tools dan FMEA pada model Sig Sigma diusulkan. Hasil menunjukkan bahwa jenis kecacatan prioritas yaitu Total Hardness (TH), SiO₂, dan conductivity. Penyebab terjadinya kecacatan meliputi ketidaksesuaian proses regenerasi resin pada unit penukar ion, ketidakstabilan parameter operasional seperti laju alir dan suhu air, penurunan performa peralatan maupun kegagalan dalam proses kalibrasi serta lemahnya pengendalian mutu. Penerapan Six Sigma diperoleh nilai DPMO 20.673,48 dan nilai Sigma sebesar 3,5 yang menunjukkan bahwa proses belum mencapai tingkat kualitas optimal. Peta kontrol (X̄ & R Chart) menunjukkan bahwa proses masih dalam batas kendali meskipun masih terdapat cacat. Usulan perbaikan terdiri dari; (1). Optimalisasi proses regenerasi resin melalui SOP yang lebih terkontrol serta pelatihan ulang operator. (2). Penjadwalan kalibrasi alat analisa serta inspeksi berkala. (3). Pengembangan sistem monitoring online parameter kualitas secara real-time. (4). Revisi prosedur sampling dan pengujian laboratorium. (5). Penerapan preventive maintenance yang lebih disiplin pada unit kunci (anion, kation, dan filter)
Pengaruh Live Streaming Penjualan, Online Customer Review, dan Konten Marketing Terhadap Keputusan Pembelian pada Produk SHERIZ OFFICIAL di Tiktok Shop (Studi Pada Wilayah Gresik Jawa Timur)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh sosial media tiktok terhadap strategi
pemasaran produk kecantikan Sheriz dalam mencapai target penjualan mereka. Peneliti akan
mengeksplorasi bagaimana aktivitas pemasaran melalui sosial media tiktok live mempengaruhi
kinerja penjualan Sheriz Official. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kuantitatif dengan menyebarkan pertanyaan kuisioner sebagai bahan pengambilan data. Data
dilakukan analisis melalui bantuan software SPSS versi 30.Metode pengambilan sampel dilaksanakan
melalui penggunaan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel sebanyak 100 orang
konsumen yang memenuhi syarat kriteria penelitian yaitu laki laki atau perempuan dengan usia 17
tahun keatas dan yang menggunakan aplikasi tikto
Determinan Keputusan Pembelian Produk Fashion Pada Aplikasi Shopee: Persepsi Gen-Z
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi pembelian produk fesyen oleh anggota Generasi Z di situs e-commerce
Shopee. Variabel independen yang digunakan adalah “Perceived E-WOM”, “Perceived
Price,” “Perceived Quality,” “Perceived Emotional Value,” “Perceived Risk,” dan “Trust”,
sedangkan variabel dependen adalah “Purchase Decision”. Penelitian ini bersifat
kuantitatif dan mensurvei 350 konsumen setia Shopee di Kabupaten Gresik dengan
menggunakan kuesioner daring. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program
SmartPLS 4.0. “Perceived E-WOM, Perceived Price, Perceived Quality, Perceived Emotional
Value, dan Trust” merupakan lima dari enam faktor yang secara signifikan mempengaruhi
keputusan pembelian akhir konsumen. Di sisi lain, Perceived Risk tidak memberikan hasil
yang signifikan. Enam faktor tersebut mencakup 85,9% varians dalam pilihan pembelian,
menurut nilai R-kuadrat sebesar 0,859. Hasil ini memiliki konsekuensi signifikan bagi
kampanye pemasaran e-commerce fesyen yang menargetkan demografi Gen-Z