Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
    2089 research outputs found

    ANALISIS PROBLEMATIKA PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR (Studi Pada SD Negeri Sangiang Pulau Kabupaten Bima)

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk 1) mendeskripsikan kegiatan guru dalam merencanakan pendidikan karakter di sekolah, 2) mendeskripsikan kegiatan guru dalam melaksanakan pendidikan karakter di sekolah, 3) mendeskripsikan kegiatan guru dalam mengevaluasi pendidikan karakter di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru dan peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Selanjutnya data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dilakukan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah perncanaan pendidikan karakter di sekolah meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan silabus. Pada pelaksanaan pendidikan Karakter dilakukan dengan menekankan pada penanaman nilai-nilai karakter melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler dan pembiasaan. Dalam mengevaluasi pendidikan karakter dilakukan dengan ulangan harian, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester serta penilaian langsung perilaku siswa dilapangan dalam kehidupan sehari-hari

    PENDIDIKAN KARAKTER DAN NILAI KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH

    Get PDF
    Kecerdasan intelektual tanpa diikuti oleh akhlak dan kepribadian yang baik itu tidak ada gunanya. Pada era globalisasi ini tingginya moral seseorang juga menjadi salah satu kunci sukses dalam menjalin koneksi di dunia sosial. Dalam membentuk suatu akhlak dan kepribadian yang baik tidak dapat dilakukan secara otodidak, namun perlu adanya bimbingan dan arahan dari orang lain. Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang mendukung  perkembangan sosial, emosional dan etis peserta didik. Kedisiplian yang dimiliki seseorang bisa dilihat dari kepribadian yang dimilikinya. Pengembangan nilai kedisiplinan perlu adanya latihan dan pembiasaan yang dilakukan setiap hari secara konsisten agar menjadi sebuah karakter atau kepribadian baik yang tertanam dalam diri peserta didik. Oleh sebab itu pendidikan karakter sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan peserta didik didalam kelas. Namun disetiap proses yang terjadi di dunia ini tentu tidak akan terlepas dari permasalahan yang menghambat, begitu juga dalam proses pembentukan karakter. Permasalahan tersebut terdapat dari dalam dan luar lingkungan sekolah. Permasalahan yang terjadi dari dalam lingkungan sekolah adalah pendidik yang kurang memahami karakteristik setiap peserta didik. Sedangkan dari luar lingkungan sekolah yaitu kurangnya dukungan dari orangtua, terlebih lagi peserta didik lebih banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga, oleh karena itu peranan guru dan orang tua harus lebih diperhatikan dalam proses pembentukan karakter

    MODEL MULTILITERASI: RE ORIENTASI GURU DALAM MENGEMAS KONSEP PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR PADA ABAD KE-21

    Get PDF
    Sejalan dengan perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi, revolusi industry 4.0, serta gencarnya pergerakan arus globalisasi menyisakan sejumlah tantangan  khususnya bagi pendidikan Indonesia. Maraknya penggunaan teknologi bagi manusia dewasa ini sudah menjadi suatu kebutuhan pokok sehingga setiap detik tidak lepas dari yang namanya teknologi. Dewasa ini penggunaan alat komunikasi atau smarphone, mengakses internet, menggunakan laptop, dan perangkat teknologi lainya sudahn menjadi suatu kebutuhan bagi manusia modern hari ini. Segala sesuaitu kebutuhan hidup berada di ujung jari maka semua yang kita harapkan dan inginkan dengan mudah hadir di depan  mata kita. Bertemali dengan hal tersebut, sebuah konsep pembelajaran seyogianya harus mampu mengakomodasi kebutuhan sesuai dengan tuntutan zaman. Hari dari mulai orang dewasa hingga anak-anak sudah sangat akab dengan teknologi. Sehingga orientasi dalam menghadirkan pembelajaran secara menarik dan menyenangkan bagi siswa dengan dikolaborasikan dengan teknologi. Namun demikian ada sebuah kekhawatiran terkait dengan masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia akan mempengaruhi karakteristik masa depan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, pembelajaran berbasis nilai-nilai budaya lokalpun harus digalakan oleh setiap guru sehingga bangsa ini tidak kehilangan jati diri sebagai sebuah bangsa yang mempunyai keberagaman budaya yang sangat kental. Odal pembelajaran multiliterasi mempunyai karakteristik menghadirkan pembelajaran yang yang mempunyai nilai-nilai multi modalitas, multi budaya, dan multi gaya belajar. Dengan demikian, model multiliterasi apabila kita kita tinjau dari sintaks dasarnya akan mampu mengakomodir kebutuhan belajar guru dan siswa untuk mengembangkan pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan zaman. Selain daripada itu, model ini juga akan mampu menghadirkan pembelajaran dengan nilai-nilai budaya lokal sehingga dapat mengembangkan manusia Indonesia yang unggul dan memiliki jiwa futuristik dengan memiliki karakter dan ciri khas sesuai dengandalam konteks keIndonesiaan

    PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Kesulitan akan memahami suatu konsep pembelajaran merupakan suatu permasalahan fundamental bagi kalangan siswa. Seperti halnya dalam penelitian ini, kemampuan siswa akan memahami suatu konsep dasar pembelajaran masih menyisakan masalah yang harus segera dibenahi dan diselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada mata pelajaran IPS dikelas VI SDN Kawunggirang 1 Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas. Desain penelitian menggunakan model Jhon Elliot. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes, observasi, wawancara, catatan lapangan studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknikan alisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan data kualitatif. Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah soal uraian yang disusun berdasarkan indikator pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Hal ini berdasarkan hasil persentase ketuntasan belajar siswa pada kondisi awal adalah 20%, kemudian adanya penaikan pada siklus I menjadi 24%. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa meningkat mencapai 30% sehingga terjadi peningkatan dari siklus I sebesar 6%. Selanjutnya, pada siklus III ketuntasan belajar siswa mencapai 77% sehingga terjadi peningkatan dari siklus II sebesar 47%.  Sehingga dapat dinyatakan siswa telah berhasil mencapai ketuntasan belajar dan berhasil mencapai persentase di atas standar mastery learning yang telah ditetapkan yaitu 75%. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa

    PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan hasil belajar setelah menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching pada siswa kelas V SD Negeri Sindang IV Sumedang. Subjek penelitian ini adalah ssiwa kelas V yang berjumlah 36 siswa. Metode penelitian yang diguanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan desain penelitian Kemist Tagart yang tediri dari 3 siklus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Adapun rata-rata kelas pada siklus I (61,7), siklus II (68,6) dan siklus III (74,2). Jika dipersentasekan ketuntasan belajar pada setiap siklus dapat dijelaskan bahwa pada siklus I sebesar (53,8%), siklus II sebesar (73,1%), dan siklus III sebesar (88,5%). Hal tersebut didukung oleh perencanaan dan pelaksanaan. Untuk perencanaan terjadi peningkatan yang signifikan mulai dari siklus I-III yaitu 100% dari seluruh indikator. Untuk pelaksanaan yaitu kinerja guru mencapai 100% di siklus III sedangkan untuk aktivitas siswa di siklus III mencapai 14 siswa tergolong kategori baik (53,8%) dan 12 siswa tergolong cukup (46,2%). Bedasarkan hal tersebut jadi penerapan model pembelajaran Quantum Teacihng dapat meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran IPS materi peristiwa alam di kelas V SD Negeri Sindang IV

    Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis ditinjau dari Self Esteem

    Get PDF
    Rasa Penghargaan diri (self esteem) dapat ditunjukkan dengan pengakuan dari guru atau teman sekelas yang menyebabkan respon yang berbeda-beda dari siswa. Tujuan penelitian ini adalah menemukan pencapaian Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis (KBKM) siswa dalam memecahkan masalah ditinjau dari self-esteem. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods dengan desain sequential explanatory. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Kesatrian 1 Semarang Tahun Akademik 2017/2018. Subjek penelitian diambil dengan cara memilih 6 siswa berdasarkan tingkat self-esteem. Pengumpulan data dilakukan dengan kuosioner, observasi, tes, dan interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian KBKM siswa dengan self-esteem tinggi dalam memecahkan masalah dapat memenuhi indikator keaslian sedangkan pada siswa dengan self-esteem rendah belum dapat memenuhi indikator keaslian. Baik siswa dengan self-esteem tinggi maupun rendah untuk pencapaian indikator kelancaran, keluwesan, dan keterincian masing-masing siswa berbeda. Berdasarkan hasil penelitian perlu digali lebih lanjut alasan perbedaan pencapaian KBKM siswa dengan cara diberikan soal sejenis atau menambah subjek penelitian untuk masing-masing tingkat self-esteem

    Pengembangan Modul Integral Menggunakan Geogebra berbasis revolusi 4.0

    Get PDF
    Penelitian ini menggunakan aplikasi geogebra dalam membuat materi integral, dengan tujuan mempermudah dalam memberikan materi kepada mahasiswa. Karena banyak kendala yang dialami dalam memberikan materi integral yang sifatnya dimensi tiga jika dalam menulis manual di whiteboard. Pada penelitian ini, peneliti mengembangkan modul integral dengan menggunakan aplikasi GeoGebra berbasis revolusi 4.0 sesuai dengan perkembangan zaman. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan model ADDIE (Analisys, Desaign, Development, Implementation, Evaluation). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Banten Jaya, sedangkan sampel yang diambil adalah mahasiswa program studi teknik sipil pada fakultas teknik. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa modul yang dikembangkan oleh peneliti sudah layak digunakan dengan uji ahli dan bisa dilanjutkan untuk dijadikan bahan ajar

    Model Pembelajaran Problem Base Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) (PenenlitianTindakan Kelas di Kelas VII C SMPN 1 Tasikmalaya Tahun Ajaran 2013/2014)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematik peserta didik dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada pelajaran Matematika materi Persamaan Linear Satu Variabel  Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif yang bersifat developmental, penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian tindakan (action reserch) yang berbasis kelas. Subyek Penelitian adalah siswa kelas 7C SMP Negeri 1 Kota Tasikmalaya dengan  jumlah total 36 orang  siswa. Penerapan model Problem Base Learning  telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman peserta didik. 1) Keefektifan tersebut terlihat dengan meningkatnya partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Pada siklus I dari 36 peserta didik persentase peserta didik yang dikategorikan baik sebesar 27,78%, untuk peserta didik yang dikategorikan cukup dalam pembelajaran di kelas sebesar 55,55%Sedangkan untuk peserta didik yang dikategorikan kurang sebesar 16,67%.Jumlah keaktifan peserta didik dinilai cukup, hal ini karena jumlah peserta didik yang dikategorikan kurang hanya 16,67%.   Pada siklus II persentase peserta didik yang aktif dinilai lebih tinggi. Hal ini terlihat dari persentase peserta didik yang aktif sebanyak 77,78%, untuk persentase peserta didik yang cukup aktif sebanyak 22,22%, dan tidak ada peserta didik yang kurang aktif.2) Proses peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Problem Base Learning  berpengaruh pada peningkatan kemampuan pemahaman peserta didik. Pada pra PTK rata-rata hasil belajar peserta didik hanya sebesar 64,44, pada siklus I meningkat menjadi 78,31, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 82,05.3) Besarnya peningkatan kemampuan pemahaman peserta didik melalui penerapan model Problem Base Learning  diketahui dari peningkatan nilai ketuntasan belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik pada siklus I lebih baik atau ada peningkatan bila dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik pada pra siklus. Pada pra siklus ketuntasan peserta didik hanya 22,22%, melalui tindakan siklus I meningkat menjadi 55,56%, dan pada siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 100.00% peserta didik sudah mencapai ketuntasan

    KONTRIBUSI LATIHAN DEPTH JUMP, PUSH UP, DAN WRIST CURL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN SMASH

    Get PDF
    abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kontribusi latihan Depth jump, Push up, dan Wrist curl terhadap peningkatan keterampilan smash. Adapun metode penelitian yang digunakan peneliti dalam menjawab dan memecahkan suatu permasalahan ini adalah dengan metode penelitian korelasi dan regresi. Subjek dalam dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMK Korpri Majalengka yang berjumlah 20 orang. Instrumen tes yang digunakan adalah vertical jump test, push up, tes statis pergelangan bahu dan lengan, serta tes keterampilan smash. Teknik analisis data menggunakan deskriptif presentasi dan regresi korelasi. Hasil dari penelitian ini di dapat kontribusi depth jump 36,129%, kontribusi push up 6,797% dan kontribusi wrist curl sebesar 17,396%. Kata kunci: latihan Depth jump, Push up, Wrist curl, dan keterampilan smas

    MODEL PEMBELAJARAN PASSING BAWAH BOLA VOLI UNTUK USIA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Rudi dan Sandra Arhesa Universitas Majalengka, Indonesia email: [email protected] Abstrak Tujuan dari penelitian adalah untuk menghasilkan model pembelajaran passing bawah bola voli untuk usi6a SD. Selain itu, penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang pengembangan dan penerapan model passing bawah bola voli untuk usia sekolah dasar dan mengetahui efektivitas, efisiensi serta daya tarik anak terhadap model yang dibuat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan Research & Development (R&D) dari Borg and Gall. Subyek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah siswa-siswi SD yang terdiri dari 35 anak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah angket, kuisioner, serta instrumen test passing bola voli yang digunakan untuk mengumpulkan data passing bawah bola voli anak usia SD. Uji efektifitas model menggunakan tes passing bawah untuk mengetahui tingkat kemampuan passing bawah bola voli untuk usia SD sebelum pemberian treatmen berupa model passing bawah yang dikembangkan dan untuk mengetahui tingkat kemampuan passing bawah setelah perlakuan atau treatmen model passing bawah yang dikembangkan, dari tes awal yang dilakukan diperoleh tingkat passing bawah siswa sebesar 65,83 kemudian setelah diberikan perlakuan berupa model passing bawah diperoleh tingkat kemampuan passing bawah siswa sebesar 91,66 Maka model passing bawah bola voli ini efektif dalam meningkatkan pembelajaran passing bawah bola voli untuk usia sekolah menengah pertama. Berdasarkan hasil pengembangan dapat disimpulkan bahwa diperoleh bukti adanya peningkatan ini di tunjukan pada hasil pengujian data hasil pretes dan posttest adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah adanya perlakuan model. Kunci: Model, Pembelajaran, Passing Bawah

    1,892

    full texts

    2,089

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Majalengka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇