Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGAWASAN DAN DISIPLIN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTOR PUSAT PDAM MAJALENGKA
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum Majalengka (2) untuk mengetahui bagaimana disiplin karyawan Perusahaan Daerah Air Minum Majalengka (3) untuk mengetahui produktivitas kerja karyawan Perusahaan Daerah Air Minum Majalengka (4) untuk mengetahui besarnya pengaruh pengawasan terhadap produktivitas kerja karyawan (5) untuk mengetahui besarnya disiplin terhadap produktivitas kerja karyawan.Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif verifikatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pemberian kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Kuesioner diberikan kepada 39 responden. Uji validitas menggunakan rumus Pearson Product Moment (PPM) dan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha. Rancangan analisis data digunakan analisis regresi ganda dan korelasi parsial dan uji t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pengawasan dengan total skor 1566 termasuk kategori baik. Pengawasan berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung > nilai t tabel (3,943 > 2,041) serta memberikan kontribusi pengaruh sebesar 4,71% terhadap produktivitas kerja dan sisanya 95,29% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang diteliti. Disiplin dengan skor total 2349 termasuk kategori baik, Disiplin berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung > nilai t tabel (2,706 > 2,041) serta memberikan kontribusi pengaruh sebesar 9,67% terhadap produktivitas kerja pegawai dan sisanya 90,33% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang diteliti. Produktivitas kerja karyawan dengan skor total 1636 termasuk kategori baik. Kata Kunci : Pengawasan, Displin Karyawan, Produktivitas, PDAM Majalengk
PENGARUH PERENCANAAN STRATEGIS TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAIPADABADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KABUPATEN MAJALENGKA
Penelitian ini berjudul Pengaruh Perencanaan Strategis Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Badan Pusat Statistik (BPS)  Kabupaten Majalengka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Perencanaan Strategis terhadap Efektivitas Kerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka, kemudian untuk mengungkap pengaruh tersebut penyusun menggunakan pendapat Bryson & Alston (2004) untuk proses Peerencanaan Strategis, sedangkan untuk Efektivitas Kerja menggunakan pendapat dari Sondang P. Siagian (1985:151).Desain penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner sebagai instrument pertama, disamping wawancara, observasi dan dokumentasi yang diolah menggunakan program SPSS 17.0 dengan cara pendekatan kuantitatif menggunakan teknik Sampling jenuh. Responden penelitian iniadalah pegawai/karyawan pada Badan Pusat Statistik (BPS) KabupatenMajalengka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Perencanaan strategis mempunyai pengaruh terhadap Efektivitas Kerja pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka dengan tingkat kepercayaanya itu ada pengaruh yang signifikan tetapi masih rendah.Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa untuk mencapai efektivitas kerja dengan tepat maka dilakukan kegiatan mengembangkan data dan informasi sejauhmana proses perencanaan strategis terhadap efektivitas kerja Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka dapat dijalankan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan metode deskrisianalisis, Perencanaan strategis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka terhadap efektivitas kerja pegawai berpengaruh positif dan signifikan, namun teruji masih rendah. Sedangkan faktor lain yang tidak terdefinisi, cukup besar mempengaruhi variable Efektivitas Kerja, selain variable perencanaan strategis
EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIK TENTANG PROGRAM PEMANTAPAN PEMAHAMAN WAWASAN KEBANGSAAN DI KABUPATEN MAJALENGKA
Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Majalengka adalah sebagai pelaksana Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan. Fenomena Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 di Kabupaten Majalengka ditinjau dari pelaksanaan program Pemantapan Pemahaman Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Majalengka berkerjasama dengan Kodim 0617 Majalengka serta Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.Program Pemantapan Pemahaman Wawasan Kebangsaan ini sangatlah penting mengingat perkembangan Era Globalisasi, Masyarakat Ekonomi Asean yang diiringi dengan AFTA ( Pasar Bebas Kawasan Asia Tenggara) tidak luput pula permasalahan – permasalahan Disintegrasi Bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini bermunculan dan berkembang dengan luas merupakan suatu kewajiban bagi penyelenggara Negara memberikan pelayanan publik untuk memberikan wawasan agar masyarakat dapat memahami serta mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai benteng diri dari sagala bentuk disintegrasi bangsa.Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi, menguraikan, menggambarkan serta menganalisis suatu fenomena impelementasi kebijakan publik yang berkembang dalam masyarakat dengan cara mendepenelitiankan bagaimana Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan dengan menyelenggarakan Pendidikan Wawasan Kebangsaan, Pembentukan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan serta Pembinaan dan Pengawasan.Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, maka dalam pemilihan informen peneliti menggunakan cara sample tujuan (purposeful sample). Adapun teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data adalah studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini memperlihatkan masih kurangnya sosialisasi pelaksanaan program secara menyeluruh, kemudian keterbatasan anggaran, serta terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga sulit untuk dapat melayani masyarakat luas. Penelitian ini membuat peneliti mengerti betapa sulitnya mengukur dalam pembangunan makro, dengan adanya Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 ini sebagai pemicu agar senantiasa mengingatkan kembali nilai-nilai bangsa yang dirasa telah luntur di masyarakat dibutuhkan kerjasama yang sinergi dengan pihak lain untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki jiwa nasionalisme, cinta akan tanah air dan bangsa Indonesia.  Kata Kunci : Evaluasi Kebijakan, Wawasan Kebangsaan
KEBERADAAN ASAS HUKUM BARAT DALAM QAWAID AL-AHKAM
Hukum barat (hukum positif) dan hukum Islam, tidak terlepas dari prinsif-prinsif atau asas-asas hukum. Keberadaan tersebut mempunyai titik tolak yang sangat signifikan dalam penentuan hukum, ini artinya prinsif atau asas itu menjadi penentu dalam menentukan hukum yang kemudian hari akan diputuskan oleh seorang hakim (qadhi). Menimbang fungsi yang sangat signifikan baik dalam mengambil menentukan dan penentuan hukum, maka, hukum Barat (positif) maupun hukum Islam, semuanya tidak akan terlepas dari keberadaan prinsif dasar yang terdapat dalam wilayah hukum tersebut. Wilayah hukum artinya keberadaan yang menjadikan objek hukum antara lain pidana dan perdata—ini yang dikenal dalam hukum Barat—dalam hukum Islam wilayah tersebut menyangkut pada hal yang bersifat muamalah yang menempati dua unsur yaitu hukum keluarga dan hukum pidana Islam
ANALISA PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PENGADAAN MATERIAL PADA PROYEK KONSTRUKSI JARINGAN AIR MINUM (SUB PEKERJAAN RESERVOIR KAPASITAS 150M3) (Studi Kasus di Proyek Jaringan Air Minum PDAM Kab. Majalengka)
Setiap proyek konstruksi mempunyai jangka waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan di dalam dokumen kontrak pekerjaan. Namun, tidak semua proyek konstruksi dapat selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Begitu juga di Kabupaten Majalengka, dimana perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi yang menangani proyek-proyek bangunan keairan juga terkadang mengalami keterlambatan. Keberhasilan melaksanakan proyek konstruksi tepat pada waktunya adalah suatu tujuan terpenting, baik bagi pemilik maupun kontraktor. Keterlambatan adalah sebuah kondisi yang sangat tidak dikehendaki, karena akan sangat merugikan kedua belah pihak dari segi biaya dan waktu.Proyek konstruksi juga semakin hari semakin kompleks sehubungan dengan standar-standar baru yang ditetapkan, teknologi yang canggih, dan keinginan owner untuk melakukan penambahan ataupun perubahan lingkup pekerjaan. Suksesnya sebuah proyek tak lepas dari kerja sama antara pihak-pihak yang terlibat didalamnya yaitu owner, engineer, dan kontraktor. Pihak-pihak tersebut mempunyai kepentingan dan tujuan yang berbeda, sehingga konflik/perselisihan dapat mengakibatkan keterlambatan yang selalu timbul akibat perbedaan pendapat pada saat perencanaan dan pembangunan proyek.Berdasarkan latar belakang tersebut diatas dan berdasarkan penelitian sebelumnya yang penulis lakukan pada Kerja Praktek tentang Pembangunan Konstruksi Jaringan Air Minum PDAM Kabupaten Majalengka, penulis akan menganalisa keterlambatan proyek tersebut secara empiris, yaitu dengan menggunakan metode CPM (Critical Path Method) dan metode PERT (Program Evaluation and Review)
PELAKSANAAN KOORDINASI OLEH KEPALA DESA DALAM UPAYA MENCAPAI EFETIVITAS PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN DI DESA RANJI WETAN KECAMATAN KASOKANDEL KABUPATEN MAJALENGKA
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 14 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa , Pemerintahan Desa adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI.Pemerintah Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan,pembangunan dan kemasyarakatan.Berdasarkan pengamatan penyusun selama penelitian pada Kantor Kepala Desa Ranji Wetan Kecamatan Kasokandel , ternyata efektivitas penyusunan program pembangunan di Desa Ranji Wetan Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka belum tercapai.Berdasarkan pengamatan penyusun selama penelitian, permasalahan tersebut diduga karena Kepala Desa dalam pelaksanaan koordinasinya belum optimal.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analistis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, diperoleh hasil sebagai berikut :1.     Kepala Desa belum dapat melaksanakan koordinasi secara optimal, khususnya dalam menerapkan prinsip-prinsip koordinasi yang baru mencapai 57,83 % , berpredikat cukup baik.2.     Begitu pula pencapaian efektivitas penyusunan program pembangunan baru mencapai 62 % atau berpredikat cukup baik.3.     Belum tercapainya efektivitas penyusunan program pembangunan tersebut , selain karena belum dilaksanakannya prinsip-prinsip koordinasi , juga dihadapkan dengan beberapa kendala, yaitu : adanya perbedaan tingkat pendidikan, kemampuan , pengetahuan serta penguasaan masalah diantara para penyusun program pembagunan , adanya keterbatasan dana, terbatasnya fasilitas kerja, adanya perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat pengetahuan diantara para pengelola tersebut.4.     Untuk menanggulangi hambatan-hambatan tersebut, Kepala Desa melakukan berbagai upayaBerdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang berupa jawaban angket dan hasil wawancara , hipotesis yang diajukan penyusun : “Jika pelaksanaan koordinasi oleh Kepala Desa berdasarkan prinsip-prinsip koordinasi , maka efektivitas penyusunan program pembangunan di Desa Ranji Wetan Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka tercapaiâ€, dapat diterima dan teruji
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH KEPALA DINAS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MAJALENGKA
Berkaitan dengan penulisan penelitian yang diberi judul ,†Pelaksanaan Motivasi Oleh Kepala Dinas Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Majalengka “ , penyusun melaksanakan penelitian untuk mengetahui sejauhmana hubungan motivasi dengan kinerja pegawai Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Majalengka yang merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan dari pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Humas.Berdasarkan pengamatan penyusun selama penelitian pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil  Kabupaten Majalengka, ternyata masih ditemui beberapa indikasi masalah yang menunjukan bahwa kinerja pegawainya  masih rendah. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, mengolah dan menilai jawaban angket, diperoleh hasil sebagai berikut :1.     Kepala Dinas belum optimal dalam menerapkan asas-asas motivasi , dan berpengaruh terhadap kinerja pegawai yang masih rendah2.     Kepala Dinas menemui beberapa hambatan dalam menerapkan asas-asas motivasi3.     Kepala Dinas telah mengatasi hambatan dengan melakukan berbagai upaya     Berdasarkan hasil analisa data dari jawaban angket yang disebarkan kepada responden, ternyata penerapan asas-asas motivasi oleh Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Majalengka baru mencapai rata-rata 62,70 % dengan rincian sebagai berikut :1.       Asas mengikutsertakan                          68,00 %2.       Asas Komunikasi                                   60,00 %3.       Asas pengakuan                                     62,30 % 4.       Asas wewenang yang didelegasikan      61,00 %5.       Asas perhatian timbal balik                   62,30 %Selanjutnya mengenai tingkat pencapaian kinerja pegawai baru mencapai rata-rata 63,00 %.Memperhatikan hasil penerapan asas-asas motivasi yang baru mencapai rata-rata 62,70 % ternyata berpengaruh terhadap pencapaian kinerja pegawai yang baru mencapai 63,00 %.Dengan demikian hipotesis yang penyusun ajukan yaitu : “Jika pelaksanaan motivasi oleh Kepala Dinas  berdasarkan asas-asas motivasi, maka kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Majalengka meningkat â€, teruji dan dapat diterima
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH KEPALA UPTD DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN MALAUSMA KABUPATEN MAJALENGKA
Penulisan laporan penelitian ini di latar belakangi dari hasil pengamatan pada saat pra penelitian, ternyata efektivitas kerja pegawai pada Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka masih rendah, gejala tersebut diduga terjadi karena Kepala UPTD dalam pelaksanaan motivasi belum berusaha secara optimal dalam penerapan asas-asas motivasi.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analitis, dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, dimana yang dijadikan responden adalah sebanyak 10 orang dari keseluruhan jumlah populasi 11 orang pada Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, dengan menggunakan metode sensus, diperoleh hasil sebagai   berikut :Dalam pelaksanaan motivasi, ternyata Kepala UPTD berdasarkan “kriteria pengukuran analisis data†baru mencapai predikat “cukup baikâ€. Kondisi demikian jelaa akan menghambat di dalam meningkatkan semangat kerja serta gairah kerja pegawai di dalam pelaksanaan tugasnya, yang pada akhirnya akan menghambat dalam peningkatan efektivitas kerja pegawai. Hal ini terbukti dari hasil penelitian tentang tingkat efektivitas kerja pegawai pada Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, yaitu baru berada pada interval terendah dari predikat “cukup baikâ€, berdasarkan “pengukuran analisis dataâ€.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka penyusun dapat menarik suatu kesimpulan, yaitu pelaksanaan motivasi oleh Kepala UPTD yang didasarkan pada asas-asas motivasi mempunyai hubungan serta pengaruh terhadap peningkatan efektivitas kerja pegawai berada pada Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka.Dengan demikian, maka hipotesis yang penyusun ajukan dapat diterima dan terbukti kebenarannya
PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT TALAGA KABUPATEN MAJALENGKA
Laporan Hasil Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang telah penyusun lakukan pada Kantor Camat Talaga Kabupaten Majalengka.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa prestasi kerja pegawai pada kantor Camat Talaga masih rendah, hal ini terlihat dari indikator diantaranya,masih ada pegawai yang kurang atau belum memiliki kecakapan atau kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya, sehingga masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan sesuai target yang telah ditentukan.Masih ditemukan beberapa pegawai yang lamban dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Permasalahan tersebut di atas diduga karena kepemimpinan Camat Talaga  belum dilakukan secara optimal, hali ini terlihat dari gejala masalah Jarangnya memberikan Solusi terhadap masalah pekerjaan pegawai, sehingga masalah tidak bisa dipecahkan.Penyusun menduga, masalah tersebut disebabkan kepemimpinan Camat belum dilaksanakan secara optimal.Adapun yang dijadikan populasi maupun sampel dalam penelitian penyusun adalah pegawai pada Kantor Camat Talaga berjumlah 16 orang.Metode penelitian yang penyusun gunakan adalah Metode Deskriptif Analisis. Sedangkan Teknik Pengumpulan Datanya yang penyusun gunakan, yaitu; studi kepustakaan ,Observasi, Wawancra dan Angket.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :bahwa Camat dalam pelaksanaan Kepemimpinannya belum sepenuhnya berdasarkan teknik-teknik kepemimpinan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil rekapitulasi secara keseluruhan baru mencapai nilai 64,06% dengan predikat “Cukup Baikâ€.Kondisi demikian jelas akan berpengaruh terhadap rendahnya prestasi kerja pegawai pada Kantor Camat Talaga Kabupaten Majalengka,dimana secara keseluruhan berdasarkan rekapitulasi hasil tanggapan responden tentang pencapaian prestasi kerja pegawai sebesar 66,83 %.dengan predikat “Cukup Baikâ€Dari uraian tersebut maka Kepemimpinan dengan Prestasi kerja Pegawai terdapat hubungan sebab akibat, hal ini berarti hipotesis yang penyusun rumuskan, yaitu “Jika Kepemimpinan Camat Dilaksanakan Berdasarkan Pada Teknik-teknik Kepemimpinan, Maka Prestasi kerja Pegawai Pada Kantor Camat Talaga Kabupaten Majalengka Meningkatâ€.dapat diterima kebenaranny