Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PROTOTIPE ALAT TES GOLONGAN DARAH DENGAN METODE ABO MENGGUNAKAN ARDUINO MEGA ( Studi Kasus PMI Kabupaten Majalengka )
Blood type testing at the Palang Merah Indonesia (PMI) in Majalengka Regency still uses manual methods and is carried out by an expert. The accuracy of the data obtained still relies on the eyes of the examiner, meanwhile the eyes are strongly influenced by the factor of saturation or fatigue so that this method is less profitable for testing large quantities of blood samples. Experimental research method is to perform with dripped blood type reagent anti-A and anti-B reagents on blood type A, B, O and AB then the reaction will occur at blood samples in the form of agglutination and nonaglutinasi. This blood type test system uses LDR (Light Dependent Resistor) sensor components, LED lights, 16x2 Push Button and LCD integrated with the Arduino Mega microcontroller. So that the assay can detect blood type blood type automatically.Keywords : Blood Type Test, Microcontroller, Arduino Mega 256
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT UMUM PADA ANAK DENGAN SOLUSI HERBAL SEBAGAI OBAT BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR
An expert system is one part of artificial intelligence that contains knowledge and experience that is entered by one or many experts into one particular area of knowledge so that everyone can use it to solve a variety of specific problems, in this case is the expert system of diagnosis of common diseases in children with treatment solutions using herbs (traditional ingredients) using the Certainty Factor (CF) method. Certainty Factor method is a method used to solve problems from uncertain answers, and produce uncertain answers. This uncertainty is influenced by two factors: uncertain rules and uncertain user answers.With this expert system, it is expected to be able to help the user in the initial handling of diagnoses of common diseases in children become easier and help provide treatment solutions from the results of these diagnoses in herbal (traditional herbs).Keywords: Expert System, Diagnosis of Common Diseases, Children, Herbal Solutions, Android, Certainty Factor Metho
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan BUMDes di Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Untuk menentukan sampel pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor pendorong menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengembangan BUMDes. Hal ini dapat terlihat dari BUMDes Banjaran sebagain besar modal berasal dari dana desa dan pemerintah desa dapat ikut mengawasi dan mengbimbing BUMDes. Sementara faktor penghambat hasil dari penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengembangan BUMDes. Hal ini dijelaskan terbatasnya sumber daya manusia dikarenakan kurangnya minat dan pengetahuan mengenai BUMDes, manajemen yang belum optimal dalam melaksanakan perencanaan dan pengawasan serta perlengkapan kantor yang belum mendukung. Sehingga kinerja para pengurus tidak maksimal dalam bekerja dan pengembangan BUMDes pun akan terhambat
RESIDU PESTISIDA ORGANOPHOSPHATES DAN CARBAMATES PADA CABAI RAWIT MERAH (Capsicum frutescens L.) DI BOGOR
Penelitian telah dilaksanakan pada bulan juli 2018 di wilayah bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui residu pestisida pada produk segar asal tumbuhan dari golongan Organophosphates dan Carbamat. Sampel cabai segar diambil dari pasar tradisional, pasar modern dan petani sentra produksi. Uji residu dilakukan menggunakan metode GC (Gas Chromatography) di balai uji agrokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu organophospates dan carbamat ditemukan pada produk cabai baik yang berasal dari pasar tradisional, pasar modern, dan petani sentra produksi. Residu pestisida tergolong dibawah batas minimum residu (BMR) berdasarkan SNI 7317:2008, SNI 4480:2016, dan Permentaan No. 88/201
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS EKONOMI PEMBUATAN BIOURIN KELINCI DENGAN BERBAGAI DEKOMPOSER
 Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Penambahan berbagai Jenis Dekomposer Terhadap Kualitas Biourine Kelinci meliputi Warna, Aroma, kekentalan dan pH dan Mengetahui analisis ekonomidari pembuatan Biourin Kelinci dengan berbagai jenis dekomposer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat empat jenis perlakuan (P1=Mol Bonggol Pisang, P2 = Mol Nasi, P3 = Mol Feses Kelinci, dan P4 = EM4) dengan 5 kali ulangan. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukan bahwa penggunaan berbagai jenis dekomposer pada produksi biourin kelinci berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Karakteristik Biourin Kelinci (Aroma, Warna kekentalan dan pH). Penggunaan dekomposer terbaik yaitu pada perlakuan P4 (EM4). Secara ekonomi biourin yang paling menguntungkan yaitu P3(Mol Feses Kelinci). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Penambahan berbagai Jenis Dekomposer Terhadap Kualitas Biourine Kelinci meliputi Warna, Aroma, kekentalan dan pH dan Mengetahui analisis ekonomidari pembuatan Biourin Kelinci dengan berbagai jenis dekomposer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat empat jenis perlakuan (P1=Mol Bonggol Pisang, P2 = Mol Nasi, P3 = Mol Feses Kelinci, dan P4 = EM4) dengan 5 kali ulangan. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukan bahwa penggunaan berbagai jenis dekomposer pada produksi biourin kelinci berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Karakteristik Biourin Kelinci (Aroma, Warna kekentalan dan pH). Penggunaan dekomposer terbaik yaitu pada perlakuan P4 (EM4). Secara ekonomi biourin yang paling menguntungkan yaitu P3(Mol Feses Kelinci)
PENERAPAN APLIKASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan disposisi matematis siswa dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pemahaman siswa yang menggunakan aplikasi CABRI 3D dan siswa yang menggunakan Microsoft Powerpoint Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan Nonequvalent Control Group Design dan teknik pengambilan sampelnya SamplingPurposive. Populasinya adalah siswa kelas XI SMKS Veteran Kota Cirebon Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel penelitian ini melibatkan siswa kelas XI yaitu 25 siswa kelas XI AKL sebagai kelas eksperimen dan 26 siswa kelas XI OTKP sebagai kelas control. Berdasarkan hasil uji perbedaan rerata post-test menggunakan Uji Independent Sampel t-Test menghasilkan nilai sig (2-tailed) 0,609>0,05. Artinya H0 diterima. Hasil penelitian menunjukan bahwa : Kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran berbantuan cabri 3d sama dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran berbantuan powerpoint.Kata kunci: Pemahaman Konsep Matematika, Cabri 3D , Microsoft PowerPoin
CERITA RAKYAT TANJUNG MENANGIS MASYARAKAT SAMAWA: KAJIAN STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi yang mengandung dan mengungkapkan nilai-nilai pragmatis sehingga dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk dapat memperoleh manfaat dari cerita jenaka tersebut perlu dilakukan analisis terhadap teks-teks cerita legenda tersebut menggunakan teori-teori struktural naratif. Struktur adalah hubungan antara unsur-unsur pembentukan dalam susunan keseluruhan. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu Struktural Naratif Vladimir Propp dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menggambarkan struktur naratif legenda Tanjung Menangis yang dimulai dari lingkaran pertama yaitu pengenalan, hingga berakhir di rangkaian Keempat kembalinya sang pahlawan. Keempat lingkaran tersebut teridentifikasi dari munculnya 9 fungsi yaitu penipuan (trickery), kejahatan (villainy), fungsi bantuan pertama (first function of the donor), reaksi pahlawan (hero’s reaction), bimbingan (guidence), kepulangan (return), pencarian (pursuit), perubahan penampilan (transfiguration), dan penghukuman (punishment).Kata kunci: legenda, fungsi, struktur naratif, Vladimir ProppLegend is a people's prose story that is considered by those who have a story as something that actually happened that contains and expresses pragmatic values so that it is used as a guide in social life. To be able to benefit from the humorous stories, it is necessary to analyze the texts of the legendary stories using structural narrative theories. Structure is the relationship between the elements of form in the overall order. The approach used in the study is Vladimir Propp's Structural Narrative with qualitative descriptive research methods. The results of this study illustrate the narrative structure of the Tanjung Menangis legend which starts from the first circle that was introduced, ends in the Fourth circle of return of the hero. Replacing the 9 functions as trickery, crime, donor's first reaction, hero reaction, guidance, return, pursuit, transfiguration, and punishment. Keywords: legend, function, narrative structure, Vladimir Prop
TUTURAN ADAT DALAM UPACARA MASO SA’O NGGUA BARU PADA MASYARAKAT ENDE DESA NDUNGGA KECAMATAN ENDE TENGAH KABUPATEN ENDE
Kebudayaan masyarakat dalam suatu daerah atau wilayah yang terdiri atas kelompok-kelompok suku tertentu dan memiliki bahasa daerahnya tersendiri. Demikian pula dengan masyarakat Ndungga, termasuk yang tinggal dan berdomisili di wilayah Desa Ndungga Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende memiliki bahasa daerahnya tersendiri yang dikenal dengan bahasa Ende. Sebagai alat komunikasi, bahasa Ende digunakan dalam berbagai ragam interaksi dalam kehidupan masyarakat Ende (khususnya masyarakat Ndungga), mulai dari ragam komunikasi sehari-hari sampai pada komunikasi dalam berbagai upacara adat. Salah satu diantara sekian banyak seremonial adat yang menggunakan bahasa Ende (khususnya masyarakat Ndungga) sebagai media komunikasi yang efektif adalah pada bentuk upacara dalam bahasa Ende saat menempati rumah baru yang disebut dengan Upacara Maso Sa’o Nggua Baru yang berarti menempati rumah baru. Maso Sa’o ini merupakan acara  yang dibuat masyarakat setempat secara turun temurun dan bersifat mengikat atau wajib. Hewan yang disembelih untuk memberi makan nenek moyang saat acara Maso Sa’o yaitu ayam, tetapi bagi orang yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi bisa juga hewan lain seperti babi. Acara ini harus disaksikan oleh sanak keluarga dari pemilik rumah, ari kae berserta anak perempuan dan anak  laki-laki. Tujuan dari upacara Maso Sa’o Nggua Baru ini, ialah untuk mendamaikan pemilik rumah dengan roh penjaganya serta ucapan syukur pemilik rumah kepada Tuhan dan para leluhur, seraya memohon perlindungan bagi semua orang yang menghuni rumah baru tersebut.Kata kunci: tuturan adat, upacara, Maso Sa’o, Nggua Baru  The culture of society in a region or region consisting of certain ethnic groups and has its own regional language. Similarly, the Ndungga people, including those who live and reside in the Ndungga village area of Ende Central District of Ende Regency has its own regional language known as Ende language. As a means of communication, the Ende language is used in a wide variety of interactions in the lives of the people of Ende (especially Ndungga people), ranging from the various communication everyday to the communication in various traditional ceremonies. One of the many traditional ceremonial that used the language of Ende (especially the Ndungga community) as an effective communication medium is on the form of ceremonies in the Ende language when occupying a new home called the new Maso Sa'o Nggua ceremony which means occupying a new home. "Maso Sa'o" is an event made by the local community as a hereditary and binding or compulsory. Animals slaughtered to feed ancestors during the event “Maso sa'o†is chicken, but for people who have economic ability can also other animals such as pigs. This event must be witnessed by relatives of homeowners, Ari Kae with girls and boys. The purpose of Maso Sa’o Nggua Baru's ceremony, is to reconcile the homeowner with the spirit of the house owner and the thanksgiving of the Landlord to God and the ancestors, while applying for protection for all those who inhabit the new home.Keywords: uttearance of customs, ceremony, Maso Sa’o, Nggua Bar
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG
Karakter atau akhlak merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang universal yang meliputi seluruh aktivitas manusia, baik dalam rangka berhubungan dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dengan sesama manusia, maupun dengan lingkungan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat. Pembentukan karakter tidak dapat diakukan dalam waktu yang singkat karena membutuhkan proses panjang dalam waktu yang lama. Hal tersebut juga dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan metode yang tepat dan efektif. Salah satu cara menyenangkan yang dapat digunakan untuk membentuk karakter anak adalah melalui dongeng. Dongeng merupakan cerita yang tidak benar-benar terjadi atau cerita bohong. Salah satu unsur intrinsik yang ada dalam dongeng memiliki amanat atau pesan moral. Oleh karena itu, dongeng bisa dijadikan media untuk membentuk karakter anak, karena memiliki nilai budi pekerti yang bisa dipelajari oleh anak. Metode yang digunakan adalah kajian kajian pustaka dilengkapi dengan metode refleksi peneliti
KONSTRUKSI AYAH DAN DOMINASI MASKULINITAS DALAM NOVEL SABTU BERSAMA BAPAK KARYA ADHITYA MULYA
 Artikel ini bertujuan mengungkap konstruksi ayah melalui penghadiran tokoh Bapak secara virtual pada novel Sabtu Bersama Bapak. Meskipun bersifat virtual, nyatanya relasi yang terbangun tersebut bersifat sangat intens dan memunculkan dominasi ideologi maskulinitas. Bagaimana kontruksi ayah ditampilkan di dalam teks, hal tersebut menjadi pertanyaan yang memandu artikel ini. Artikel ini menempatkan teori maskulinitas dalam mengkaji kontruksi ayah dalam novel, sedangkan metode yang digunakan adalah naratalogi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tokoh Bapak memiliki peran sentral dalam keluarga meskipun melalui relasi virtual. Konstruksi nilai-nilai maskulinitas ayah dihadirkan tokoh Bapak dan disebarkan kepada anak-anaknya melalui pesan-pesan dalam rekaman. Konsep maskulinitas yang dikonstruksi pada tokoh Bapak adalah ayah yang seorang perencana matang, pelindung keluarga, penganut nilai-nilai harga diri laki-laki yang ditentukan melalui  performa fisik  dan mental. Ideologi maskulinitas yang dikonstruksi oleh tokoh Bapak dapat terus bertahan karena diinternalisasi, diduplikasi, dan direpetisi oleh anak-anaknya.Kata kunci: ayah, konstruksi, dominasi, maskulinitas, naratologi This article aims to reveal the father's construction through the virtual presence of your character in the novel Saturday with Bapak. Although it is virtual, in reality the relationship that is built is very intense and gives rise to the dominance of the ideology of masculinity. How father construction is displayed in the text, this is the question that guides this article. This article places theory of masculinity in studying the construction of fathers in the novel, while the method used is narratology. From the results of the study it can be seen that the character of Bapak has a central role in the family even though through virtual relations. The construction of father's masculinity values is presented by the character of Bapak and spread to his children through messages on the record. The concept of masculinity that is constructed on the character of Bapak is a father who is a mature planner, family protector, adherents of male self-esteem values which are determined through physical and mental performance. The ideology of masculinity constructed by the character of Bapak can continue to be endured because is internalized, duplicated, and repetitioned by his children.Keywords: father, construction, domination, masculinity, narratolog