Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
SUDUT PANDANG FEMINISME PENGARANG PEREMPUAN DAN PENGARANG LAKI-LAKI TERHADAP TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL ANGKATAN 2000
Penelitian ini bertujuan mengungkap sudut pandang feminisme antara pengarang perempuan dan pengarang laki-laki terhadap tokoh perempuan dalam novel Angkatan 2000. Metode penelitian yang diggunakan dalam penelitiann ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data Miles dan Huberman. Data penelitian yaitu teks isi novel. Sumber data penelitian yang digunakan adalah dua buah novel dari pengarang perempuan karya Abidah El Khalieqy dan Oka Rusmini, beserta dua buah novel dari pengarang laki-laki karya Habiburrahman El Shirazy dan karya Andrea Hirata. Hasil penelitian menunjukan pengarang perempuan Angkatan 2000 tidak lagi terjebak ke dalam bayang-bayang pengarang laki-laki di dalam menggambarkan feminisme perempuan, yaitu dalam angkatan sastra sebelumnya sosok perempuan selalu digambarkan sebagai mahluk pasif, lemah, patuh, dan tanpa pamrih. Selain itu, bahasa yang digunakan mereka tidak lagi terpaku pada bahasa yang distandarkan oleh sistem patriarkhi. Sementara feminisme sosok perempuan dalam sudut pandang pengarang laki-laki Angkatan 2000, yaitu berupaya menggambarkan feminisme sebagai bagian dari pengalaman batin. Tidak ada simbol bahasa pembebasan dari sistem patriarkhi dengan pemahaman bahwa pengarang laki-laki tidak mencoba menggali pergolakan bathin tokoh perempuan dengan mendalam, karena hal tersebut semacam bagian dari pengalaman batin yang hanya bisa dialami oleh kaum perempuan.Kata kunci: feminis, feminisme perempuan, feminisme laki-laki, angkatan 2000  This study aims to uncover the point of view of feminism between female authors and male authors of female characters in the Angkatan 2000 novel. The research method used in this research is descriptive qualitative with Miles and Huberman qualitative data analysis techniques to analyze the data. The research data are the text of the contents of the novel. The research data sources were taken from two novels by female authors by Abidah El Khalieqy and Oka Rusmini, along with two novels by male authors by Habiburrahman El Shirazy and by Andrea Hirata. The results of the study show that female authors of the Angaktan 2000 are no longer trapped in the shadows of male authors in describing female feminism, that is in the previous literary generation women are always portrayed as passive, weak, submissive, and selfless creatures. In addition, the language they use is no longer fixed on the language standardized by the patriarchal system. While women's feminism in the perspective of the male author in Angkatan 2000, which seeks to describe feminism as part of inner experience. There is no symbolic language of liberation from the patriarchal system with the understanding that male authors do not try to explore the inner turmoil of female characters in depth, because it is a kind of inner experience that can only be experienced by women.Keywords: feminist, female feminism, male feminism, Angkatan 200
USING GOOGLE MEET IN TEACHING SPEAKING
The aim of this research was to investigate how the use of google meet could improve students’ speaking skills of English deparments’ students in semester four of Universitas Majalengka. This particular research was categorized as action research. The actions were implemented in two cycles based on the class schedule. This research involved the twenty two students. The data of the study were in the forms of qualitative and quantitative data. The qualitative data were obtained by observing the teaching and learning process of speaking. Meanwhile, the quantitave data were acquired through test. The research findings showed that the use of google meet as the teaching media combined with the use of speaking activities and classroom English was proven to be effective to improve the students’ speaking skills
MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar siswa, bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dikelas IV SD Negeri Cingambul III Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Peneliti bekerjasama dengan guru kelas IV SD Negeri Cingambul. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Cingambul III sebanyak 26 siswa terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model kontekstual berbantuan media puzzle dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri Cingambul III. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan hasil belajar dari siklus I sampai siklus III. Kesimpulan, penerapan pembelajaran kontekstual berbantuan media puzzle dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri Cingambul III
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA HASIL BELAJAR SISWA: Studi pada materi Qur’an Hadist di MA Ar-Rahma Desa Air Meles Atas
Learning outcomes certainly depend on the learning process. The process significantly influenced by several factors. It is proven that the description of student learning outcomes in the subjects of the Qur'an and the hadith in the Arrahmah Air Meles Atas MA as objects of research is not good, of course there are factors that influence it. In order to answer these questions, a study was conducted with a qualitative approach by observing learning activities and conducting interviews with teachers as research subjects. It was concluded that there were several factors that caused the low student outcomes, namely low motivation, lack of ability to read and write verses, and hadiths, Â learning media is not complete and the allocation of time is too minimal contributed to learning outcomes of the subjects of the Koran and hadith are low.Keywords: Learning Outcomes, learning readiness, motivation, learning medi
Penerapan Media Gambar Terhadap Konsep Bilangan Pada Anak Usia Dini Di Tk Budi Asih Kartini Desa Jatitengah Kabupaten Majalengka Tahun Ajar 2020-2021
Anak didik sedang menghadapi kesulitan belajar, terlihat sedang mempunyai masalah, anak yang kurang perhatian orang tua,anak yang memiliki cacat secara fisik,sehingga masalah-masalah seperti itu dampaknya berpengaruh terhadap belajar anak itu sendiri, belajarnya cenderung lemah dibandingkan anak-anak yang tidak bermasalah. Metode yang digunakan dalam langkah penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif, yakni memaparkan apa yang sedang berlangsung saat ini. Lokasi penelitian dilaksanakan di TK Budi Asih Kartini Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka Tahun Ajar 2020-2021 Kabupaten Majalengka, Kelompok A. Populasi yang akan dijadikan penelitian adalah seluruh siswa yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 9 anak perempuan seluruhnya 15 anak sebagai objek penelitian di TK Budi Asih Kartini Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka Tahun Ajar 2020-2021. Berdasarkan hasil observasi sebelum dilaksanakannya pembelajaran,terhadap seluruh tahapan dan permasalahan pelaksanaan pembelajaran tingkat keberhasilan berkembang sangat baik dengan nilai jumlah 6, nilai rata-rata 1,2. Tingkat keberhasilan berkembang sesuai harapan dengan jumlah nilai 44,nilai rata-rata 8,8. Tingkat keberhasilan mulai berkembang dengan jumlah 14, nilai rata-rata 2,8 dan tingkat keberhasilan belum berkembang dengan jumlah 2 dengan rata rata 0,4. maka pembelajaran mengenalkan konsep angka dengan media gambar kartu angka berkembang sesuia harapa
The Use of PLEASE Strategy in Teaching Writing Descriptive Text for the Tenth Grade
The paper aimed at finding out the significant different between the students’ writing skill taught with and without using PLEASE strategy. The researchers used quasi-experimental research with two groups. The population of the research was the tenth grade students of SMKN Jenawi. The researchers took two classes as experimental class and control class. The researchers gave post-test only for each class and the treatment to the experimental class. To collect the data, the researchers used essay test. The mean of the post-test in experimental class was 83.5 and the mean of the post-test of control class was 62.3. Then the result was calculated quantitatively using SPSS. It showed that there were any significant difference. The researchers concluded that PLEASE strategy can improve students writing descriptive text. Eventually, pedagogical implication of the research, hopefully, can be used as a supplementary reference with different discussion
Communicative Compentences in EFL Learning
Abstract: In terms of communication, it requires a number of competences that develop the cognitive as well as metacognitive skills. This deals with the communicative competences which lead to the effectiveness of not only having communication but also acquiring the knowedge inside it. Thus, this study is concerned with how the communicative competences (Celce Murcia, 2007) influence the students’ cognitive and metacognitive skills in terms of learning English. The findings reveal that they way they communicate should reflect the socio-cultural norms of the target language (English) and they also have different background in terms of learning English as well as knowledge in understanding how to communicate using English politely. In addition, the students closely engage with how to construct the written or spoken text. In this case,  they need to have the relevant schemata in terms of selecting, sequencing, and also arranging the words, phrases, clauses, sentences, and also utterances in order to create unified information to convey in the context of communication. In brief, communicative competences reflect a number of cources in order to educate learners to be leading and professional.Keywords: communicative competences, EFL LearningÂ
PENGARUH BAHAN AJAR ETNOSPEM (ETNOSAINS PEMPEK) TERHADAP KEEFEKTIFAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Bahan ajar ETNOSPEM merupakan salah satu sumber ajar yg sangat baik untuk membantu siswa dalam belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan hasil belajar siswa sekolah dasar melalui bahan ajar ETNOSPEM. Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang sudah dilakukan dan menghasilkan data yang relevan dari bahan ajar serta melihat tanggapan siswa dan guru melalui penelitian. Hasil penelitian validasi produk bahan ajar ETNOSPEM dari pakar materi, ahli budaya daerah, dan praktisi yang memperoleh skor rata-rata 4,42 dengan kriteria sangat baik atau layak digunakan. Sedangkan untuk efektifan hasil belajar siswa mengalami peningkatan terlihat melalui hasil pretest yang memperoleh nilai rata-rata 58,67 menjadi 88,37 pada nilai rata-rata posttest. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ETNOSPEM layak digunakan, memiliki respon yang positif dari siswa dan guru, serta sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam belajar
PEMBINAAN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER BAGI SISWA SEKOLAH DASAR
Abstrak  Pembinaan karakter dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda. Oleh karena tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki korelasi positif untuk pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan untuk memfasilitasi perkembangan pemikiran para ahli dengan memakai metode deskriptif dengan cara mendeskripsikan kajian dari beberapa ahli kemudian dianalisis. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan studi pustaka dimana peneliti mengumpulkan data dengan cara membaca, mempelajari, dan menganalisis jurnal-jurnal nasional maupun internasional, buku, artikel dari peneliti terdahulu yang ada hubungannya dengan obyek penelitian. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat untuk mencegah timbulnya problem-problem moral siswa di sekolah.Â
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM IPA BERBASIS KURIKULUM 2013 UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Pembelajaran IPA di SD dapat dilakukan dengan serangkaian proses ilmiah, yaitu penyelidikan, penyusunan, dan penyajian hasil. Praktikum merupakan proses ilmiah dimana siswa dapat melakukan pembuktian konsep, penyelidikan, penemuan, penyusunan, serta penyajian hasil praktik. Fokus masalah yang dikaji adalah kemampuan mahasiswa PGSD (calon guru SD) melakukan praktikum pada materi pembelajaran IPA di SD berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul praktikum IPA serta mengetahui keefektifan modul praktikum IPA berbasis Kurikulum 2013 tingkat SD untuk meningkatkan keterampilan proses dan keaktifan mahasiswa PGSD. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang dikembangkan Borg and Gall. Data dikumpulkan dari penilaian ahli materi, angket mahasiswa, dan penilaian keterampilan proses dan keaktifan mahasiswa. Pengembangan modul praktikum IPA dilakukan berdasarkan Kurikulum 2013 tingkat Sekolah Dasar revisi terbaru yaitu tahun 2018. Teknik pengumpulan data dilakukan lewat angket untuk validasi produk dan tes untuk uji coba di lapangan, sedang teknik analisis data dilakukan lewat teknik statistik deskriptif dan t-tes untuk uji beda rata-rata lewat bantuan SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul praktikum yang dikembangkan layak dan efektif untuk digunakan. Kelayakan tersebut dilihat dari penilaian ahli materi dan respon mahasiswa yang sama-sama menilai sangat baik. Sementara itu, keefektifan modul praktikum dalam meningkatkan keterampilan proses dan keaktifan didasarkan adanya peningkatan dan perbedaan rata-rata keterampilan proses dan keaktifan mahasiswa yang signifikan setelah perlakuan