Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
    2089 research outputs found

    KOGNISI ORANG INDONESIA TERHADAP KETERLAMBATAN: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF

    Get PDF
    Keterlambatan adalah kejadian yang cukup populer di Indonesia, bukan hanya satu dua kejadian sehingga disebut fenomena, melainkan kejadian yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari orang Indonesia sehingga bisa disebut sebagai kebiasaan meskipun tidak semua orang atau sebagian besar orang selalu terlambat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengungkapkan kognisi orang Indonesia terhadap keterlambatan. Agar dapat menjawab permasalahan dengan komprehensif, penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yakni survei dan korpus bahasa. Data dari kedua metode tersebut kemudian dideskripsikan dan diinterpretasi dalam kaitannya dengan literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang Indonesia mempunyai persepsi yang cenderung negatif terhadap keterlambatan Meskipun demikian, pada praktiknya keterlambatan adalah hal yang lumrah terjadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penutur bahasa Indonesia lebih peduli pada keharmonisan hubungan personal dan sosial daripada kemoderenan yang tersistem seperti waktu.Kata kunci: keterlambatan, survei, korpus, kognisi, waktu Unpunctuality is a notorius concept or lifestyle in Indonesia; it is not only a phenomenon, but it also happens pretty frequently in everyday life (albeit not everyone is always late) that it becomes a habit. This study aims to examine the actual cognition of Indonesian towards unpunctuality. This study employs two approaches, namely survey and corpus. The data were then analyzed descriptively and interpreted in relation to other relevant literature. The results of the study show that Indonesian people tend to perceive unpunctuality negatively. However, unpunctuality is something that commonly and normally happens in daily life of Indonesians. It seems that Indonesians are more concerned with the harmony of personal and social relations rather than systemized modernity concept like time.Keywords: unpunctuality, survey, corpus, perception, tim

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE THINK TALK WRITE

    Get PDF
    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan  meningkatkan kemampuan dan keaktifan siswa dalam   menulis teks eksposisi pada kelas VIII SMP Kartika XIX-2 Bandung melalui penggunaan metode Think Talk Write.  Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan menulis teks eksposisi  dan  keaktifan belajar siswa. Ketuntasan  kemampuan menulis teks eksposisi siswa pada siklus I mencapai 48%,  siklus II  52%, dan  siklus III 60%.  Demikian juga keaktifan siswa, pada siklus I mencapai 24%, siklus II 36 %, dan siklus III 56%. Dengan demikian, penggunaan metode think talk write dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi  dan meningkatkan keaktifan  siswa dalam pelaksanaannya.Kata kunci: menulis, teks eksposisi, think talk writeThis classroom action research aims to improve students' ability and activeness in writing exposition text in class VIII SMP Kartika XIX-2 Bandung through the use of the Think Talk Write method. The results showed that there was an increase in the ability to write exposition text and students' learning activeness. The completeness of the students' exposition text writing ability in cycle I reached 48%, cycle II 52%, and cycle III 60%. Likewise, the activeness of students, in cycle I reached 24%, cycle II 36%, and cycle III 56%. Thus, the use of the think talk write method can improve the ability to write exposition text and increase students' activeness in its implementation. Keywords: writing, exposition text, think talk writ

    KOMUNIKASI KESEHATAN DALAM PEMBERIAN INFORMASI MENGENAI GIZI BALITA PADA KADER POSYANDU MELATI DESA SUKARAJA KULON KECAMATAN JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA

    No full text
    In 2014, Indonesia was placed as the fifth largest country contributing to the growth of malnutrition babies in the world. Therefore, as a measure to prevent malnutrition in babies, the process of communicating health to the community needs to be done from prevention to treatment. One of them was done by Posyandu Melati who was one of posyandu in Blok Pajaten Desa Sukaraja Kulon, Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka. This research aims to describe how health communication in the provision of information about nutrition for children under five on Kader Posyandu Melati Desa Sukaraja Kulon Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka through how the process of health communication by kader Posyand Melati, what media is used by kader Postyandu Melati, and what any communication barriers faced by kaders Posyanda Melati in realizing the quality of gizi balita in the Desa sukaraja kulon Kabupaten Jativangi Desa. The paradigm used is post-positivism with a type of descriptive qualitative research. The results of the research showed that the communication process was carried out with the provision of information on each postyandu activity with three communication media, namely, KIA (Mother and Child Health) / KMS (Healthy Guide Card), Supplementary Food (PMT), and BKB. (Bina Keluarga Balita). The communication obstacle faced during the health communication process is the participation of the community that participates in the activities of posyandu has not reached a hundred percent

    SMART GREENHOUSE MONITORING SYSTEM BASED ON INTERNET OF THINGS

    Get PDF
    The development of technology and science which is increasingly rapid led to the birth of the industrial revolution 4.0 which prioritizes communication between devices using the internet and the use of big data. The Internet of Things (IoT) is one of the main elements in the development of this revolution. With the existence of the IoT is very useful in various fields of life, one of which is in agriculture. Utilization of the IoT in agriculture can be applied to greenhouse technology. Greenhouse is a building that serves to create environmental conditions suitable for plant growth and maintenance. The application of  IoT in this greenhouse system can monitor temperature, humidity, soil moisture, watering and fertilizing existing plants in the greenhouse automatically and in real time and farmers can control the plants remotely. This system uses a microcontroller as the control center of the sensors used. Soil moisture sensor and DHT22 sensor are used as input parameters that will send data to the microcontroller to be processed and produce output parameters such as fan exoust, water pump, and full spectrum leds. With this system can help farmers in caring for plants in the greenhouse so that plant growth can be optimized.Keywords: greenhouse, monitoring system, microcontroller, internet of things, agricultur

    ANALISIS OPTIMALISASI PRODUKSI DURIAN SINAPEUL (Durio zibethinus Murr) DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LINEAR PROGRAMMING

    Get PDF
    ABSTRACTDurian Sinapeul is one of the local superior fruits in Majalengka. To be able to achieve optimum production results and profits, it is necessary to know the level of production combination. Therefore, this study aims to analyze the optimization of production output by using analysis techniques linear programming. The selection of respondents was carried out using a probability sampling of 35 respondent farmers in the Saritani Farmers Group. The results showed that the actual conditions were far different from the optimal conditions in which the optimal scheme included only durian sinapeul bokor varieties with an optimal production of 324 items. While other varieties such as officers and cangpis if forced into the optimal scheme there are additional production costs or reduced profits for the value of the reduced cost. For siriwig varieties, if included in the optimal scheme does not effect to increasing production costs or decreasing profits. The obstacles faced by durian sinapeul farmers to maximize profits is in the form of the use of production factors in the form of excess resources.  Keywords: durian sinapeul, optimization, production, linear programmin

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MACROMEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Salah satu masalah yang dihadapi dalam lingkup pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran yang pada umumnya cenderung diarahkan kepada kemampuan anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif. Salah satu upaya yang dapat ditempuh yaitu dengan cara penerapan model pembelajaran yang inovatif yakni model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan pembelajaran menggunakan model problem based learning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi experimental designs yang dalam penelitiannya menggunakan nonequivalent control group design. Hasil penelitian ini juga akan menjadi dasar pengembangan pembelajaran berbantuan komputer sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan siswa, sehingga membantu guru untuk mengajarkan konsep multimedia atau yang lainnya yang membutuhkan kemampuan visualisasi yang baik bagi siswa. Berdasarkan hasil perhitungan uji NGain skor menunjukan bahwa rata – rata NGain Skor Kelas Kontrol adalah sebesar 11.67 atau 12% termasuk kedalam kategori tidak efektif. Dengan Ngain skor minimal 0.00 dan maksimal 50.00. Sementara rata – rata NGain skor untuk kelas eksperimen adalah sebesar 46.90 atau 47% termasuk kedalam kategori cukup efektif dengan NGain skor minimal 0.00 dan maksimal 100.00. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran PBL berbantuan Macromedia flash cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada siswa kelas IV sekolah dasar tahun pelajaran 2019-2020

    SIMBOL JARI TANGAN SEDERHANA DALAM PEMBELAJARAN ANGKLUNG UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia yang dipelajari oleh beberapa Sekolah termasuk Sekolah Dasar, karena alat musik angklung memang memiliki nilai edukasi yang tinggi, selain untuk melatih rasa musikal, kreativitas juga bisa membuat siswa menjadi lebih tanggungjawab dan bekerjasama. Tetapi pada proses pembelajarannya tidak jarang siswa Sekolah Dasar mengalami kesulitan untuk memainkan angklung secara bersama-sama, hal ini merupakan permasalahan yang ada dilapangan, karena permainan angklung bukan permainan individu melainkan kelompok, jadi memerlukan waktu latihan yang cukup lama dalam proses pembelajarannya. hal ini sebenarnya bisa disiasati dengan metode pembelajaran angklung menggunakan simbol jari tangan sederhana, dimana guru nantinya bisa mengajarkan dengan simbol jari tangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana penulis menceritakan proses pembelajaran angklung berdasarkan fakta dilapangan. Diharapkan dengan menggunakan metode simbol sederhana kesulitan belajar angklung siswa Sekolah dasar bisa diatasi, dan nantinya akan mempermudah guru dalam mengajar angklung di Sekolah dasar

    MODEL PEMBELAJARAN UNTUK KEAKTIFAN BELAJAR

    No full text
    Proses pembelajaran yang baik dan berkualitas akan membantu siswa untuk lebih mudah mencapai hasil belajar yang baik. Agar memberi hasil yang baik maka kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara interaktif, menyenangkan, menginspirasi siswa, menantang, memotivasi secara aktif, memberi ruang bagi kreativitas dan kemandirian siswa sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa pada Materi Peluang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada siswa kelas IXD SMP Negeri 1 Sindang Kabupaten Majalengka. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian tindakan kelas (classroom action research) menggunakan model spiral Kemmis & Taggart. Penelitian yang dilakukan terdiri atas dua siklus dimana setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sindang. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IXD yang berjumlah 21 Siswa. Obyek dalam penelitian ini yaitu peningkatan keaktifan siswa pada Materi Peluang khususnya pada pokok bahasan Menentukan peluang suatu kejadian sederhana. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Metode yang digunakan dalam analisis data yaitu metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keaktifan siswa rata-rata 77,39%

    KAJIAN STRUKTUR DAN FEMINISME TOKOH PEREMPUAN PADA NOVEL AMBA KARYA LAKSMI PAMUNTJAK

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan struktur novel Amba karya Laksmi Pamuntjak, 2) mendeskripsikan eksistensi dan peran tokoh perempuan sebagai individu, anggota keluarga, dan anggota masyarakat serta pandandangan dan perlakuan dunia di sekitar tokoh perempuan mengenai tokoh perempuan dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Teori struktur yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktur Robert Stanton. Teori feminis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori feminisme menurut Sugihastuti bahwa dasar pemikiran dalam penelitain sastra berperspektif feminis adalah upaya untuk memahami peran dan kedudukan perempuan seperti pada karya sastra. Kajian Feminisme dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan refresentasi eksistensi dan peran tokoh perempuan sebagai individu, anggota keluarga, dan anggota masyarakat serta pandandangan dan perlakuan dunia di sekitar tokoh perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis.Kata Kunci: kajian struktur, kajian feminisme, Amb

    KESAMAAN DIALEK BAHASA THAILAND (PHASA THAI; ภาษาไทย) DAN BAHASA DAYAK BENAWAN KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Language as an object of sociolinguistic studies have the power when we discuss about the cultural roots. Language is not only used as a means of speaking, but also as a means to see the line and relations of a society with people outside of their communities, culturally. Indonesia society in general a little multiplicity has a history associated with the culture of the Thai community, and vice versa. The Association of this culture can be examined in terms of the language that is part of it. This paper examines about quasi dialect between Dayak languages phasa Thai Benawan West Kalimantan, where at some language line has equation. This paper uses qualitative approach method of Sociolinguistics as blade data analysis. Between Dayak languages Benawan and phasa Thai has some words in their pronunciation is similar to the meaning of the same word, then pronounced the same as the meaning of different words as well. This dialect can be outlined at the root of language between the Dayak clumps with phasa Thai which is similar or allied

    1,892

    full texts

    2,089

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Majalengka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇