Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
PENGARUH PROGRAM SILENT READING TERHADAP NILAI KETERAMPILAN MEMBACA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP ISLAM CITRA BUNDA TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program silent reading terhadap nilai keterampilan membaca mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Islam Citra Bunda tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Citra Bunda, Ciputat-Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data diolah melalui regresi berganda dengan bantuan SPSS 16. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, tes, dan studi dokumenter. Subjek penelitian adalah siswa SMP Islam Citra Bunda berjumlah 37 siswa. Objek penelitian adalah program silent reading. Hasil yang diperoleh melalui regresi berganda dengan bantuan SPSS 16 adalah Fhitung sebesar 2,435 dan Ftabel = 1,854, dengan demikian Fhitung> Ftabel. Artinya berdasarkan uji F secara bersama-sama (simultan) variabel jumlah kehadiran siswa (X1) dan variabel rata-rata jumlah bacaan siswa (X2) berpengaruh terhadap nilai keterampilan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (Y). Hasil penelitian secara parsial dalam uji T pertama diperoleh nilai Thitung jumlah kehadiran sebesar 1,186 dan Ttabel = 1,697, dengan demikian Thitung < Ttabel. Pada uji t kedua diperoleh nilai Thitung rata-rata jumlah bacaan sebesar 0,248 dan Ttabel = 1,697, dengan demikian Thitung < Ttabel. Artinya variabel jumlah kehadiran siswa (X1) dan variabel rata-rata jumlah bacaan siswa (X2) tidak berpengaruh terhadap nilai keterampilan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (Y). Hasil rata-rata nilai keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui pretest adalah 62 dan posttest adalah 75 dengan peningkatan presentasi sebesar 13%. Rata-rata jumlah bacaan siswa pada program silent reading adalah 14 lembar dalam satu kali pertemuan.Kata kunci: program Silent reading, keterampilan membaca, bahasa Indonesia This study aims to determine the effect of the Silent reading program on the value of reading skills of Indonesian subjects at Citra Bunda Islamic Middle School in 2018/2019. This research was conducted at Citra Bunda Islamic Middle School, Ciputat, South Tangerang. The research method used descriptive quantitative. The data is processed through multiple regression using SPSS 16. Data collection techniques used observation, test, and documentary studies. The research subjects were 37 students of Citra Bunda Islamic Middle School. The object of research is the Silent reading program. The results obtained through multiple regression using SPSS 16 are Fhitung of 2.435 and Ftabel = 1.854, thus Fcount> Ftable. This means that based on the F test together (simultaneously) variable number of student attendance (X1) and the average variable number of student readings (X2) affect the value of students' reading skills in Indonesian subjects (Y). The results of partial research in the first T test obtained the value of Tcount of the presence of 1.186 and Ttabel = 1.697, thus Thitung<Ttabel. In the second T test obtained an average value of Tcount the number of readings of 0.248 and Ttabel = 1.697, thus Thitung<Ttabel. This means that the number of student attendance (X1) and the average number of students reading (X2) does not affect the value of students' reading skills in Indonesian (Y) subjects. The average value of reading skills in Indonesian subjects through pretest is 62 and posttest is 75 with an increase in presentation by 13%. The average number of students reading in the Silent reading program is 14 sheets in one meeting.Keywords: Silent reading program, reading skills, Indonesian languag
CERITA RAKYAT JAWA TENGAH TUJUH BIDADARI DARI KAYANGAN DENGAN THE SWAN MAIDENS DARI LONDON ANALISIS UNSUR INTRINSIK SASTRA BANDINGAN
Cerita rakyat merupakan salah satu topik yang menarik untuk diteliti, cerita rakyat berkaitan dengan budaya yang terkandung dalam sekelompok orang yang merupakan kisah yang kehadirannya dapat dirasakan sampai sekarang. Karya sastra terkadang memiliki kesamaan antara karya yang satu dengan yang lain, bahkan persamaannya terjadi pada dua negara yang berbeda, seperti cerita rakyat Jawa Tengah tujuh bidadari dari kayangan dan cerita rakyat The Swan Maidens dari London. Penelitian perlu dilakukan guna melihat persamaan dan perbedaan unsur intrinsik yang terdapat dalam kedua cerita rakyat tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah sastra bandingan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari kedua cerita rakyat tersebut adalah terdapat kesamaan dari segi tema dan sudut pandang. Selain itu juga terdapat perbedaan yang terdapat cerita rakyat dari segi tohog dan penokohan, alur dan amanat
ANALISIS BUKU AJAR BAHASA INDONESIA DALAM PENDEKATAN SCIENTIFIC APPROACH DI PERGURUAN TINGGI
Buku ajar bahasa Indonesia memegang peranan penting bagi keberhasilan penulisan karya ilmiah mahasiswa dalam proses pembelajaran. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengembangkan Buku Ajar Mata Kuliah Umum Lintas Program Studi Perguruan Tinggi di DKI Jakarta dengan Pendekatan Scientific Approach. Pentingnya buku ajar dalam proses perkuliahan memudahkan dan membantu pemahaman suatu mata kuliah yang dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa. Kemampuan dosen untuk memilih buku ajar yang baik sangat diperlukan. Buku ajar mahasiswa sangat banyak dan beragam yang tersedia di pasaran dan tentu dengan kualitas yang berbeda. Pada buku ajar menurut beberapa hasil penelitian dan pengalaman penulis sendiri masih ditemukan konsep-konsep yang kurang tepat, miskonsepsi dan memerlukan konsepsi alternatif. Karena, semua mahasiswa harus memiliki kemampuan dan pedoman untuk memilih buku ajar. Hasil kajian ternyata buku ajar harus dipilih berdasarkan kepada integritas dan literasi ilmiah.Kata Kunci: buku ajar, scientific approach, menulis, karya ilmiah. Indonesian textbooks play an important role for the success of writing student scientific papers in the learning process. The general objective in this research is to develop Textbooks for General Subjects across Higher Education Study Programs in DKI Jakarta with a Scientific Approach Approach. The importance of textbooks in the lecture process makes it easier and helps the understanding of a subject used by lecturers and students. The ability of lecturers to choose good textbooks is needed. There are many and varied student textbooks available in the market and of course with different qualities. In textbooks, according to some research results and the author's own experience, there are still inappropriate concepts, misconceptions and require alternative conceptions. Because, all students must have the ability and guidelines to choose textbooks. The results of the study show that textbooks must be selected based on integrity and scientific literacy.Keywords: textbook, scientific approach, writing, scientific work
PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika implementasi pendidikan multikultural, Metode kualitatif dirasa sangat sesuai untuk mampu menjawab tujuan penelitian ini yakni mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam implementasi pendidikan multikultural, serta apa saja upaya yang telah dilakukan guru untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk dapat mengantisipasi berbagai kelemahan yang ada, perlu dikembangkan model pendidikan multikultural yang sesuai, agar siswa mampu berkembang dan hidup harmonis di tengah-tengah beragamnya budaya, baik budaya etnis maupun budaya global. Penyelenggaraan pendidikan yang berbasis pada multikultural didasari oleh kerangka tujuan pendidikan nasional, yang tercermin dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang tersebut menyebutkan, bahwa “Pendidikan diselengarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak azasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsaâ€. Untuk dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, maka perlu segera dirancang dan ditetapkan kebijakan pendidikan yang sesuai dengan tantangan yang tengah dihadapi, baik tantangan dari dalam maupun dari luar. Di samping itu individu-individu yang ada dalam organisasi pendidikan harus memiliki kemampuan yang memadai untuk mengemban tugas nasional. Guru sebagai bagian dari organisasi sekolah memiliki kewajiban untuk melaksanakan serangkaian tugas sesuai dengan fungsi yang harus dijalankannya
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI BAGIAN-BAGIAN TUMBUHAN SD NEGERI SUKASARI SUMEDANG
Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran sains (IPA) menjadikan mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar Negeri Sukasari masih terkesan kurang menarik bagi  siswa.  Hal  ini dikarenakan guru  dalam  mengajar  cenderung  bersifat informatif atau hanya transfer  ilmu pengetahuan dari guru ke siswa sehingga siswa  belum terlibat  secara aktif dalam proses  pembelajaran.  Selan itu,  tidak adanya  sarana  dan  prasarana  belajar  yang  menunjang  seperti perpustakaan maupun laboratorium juga menjadi faktor yang mempengaruhi minat siswa maupun  hasil  belajar  yang  diperoleh  siswa.  Untuk  mengatasi permasalahan tersebut di atas, diperlukan strategi pembelajaran yang berguna untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa secara optimal yaitu dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Berdasarkan uraian tersebut, dapat dirumuskan permasalahan penelitian “Apakah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi Bagian-bagian Tumbuhan dapat meningkatkan hasil belajar IPA bagi siswa Kelas V SD Negeri Sukasari?â€. Analisis data yang digunakan yaitu hasil belajar siswa dianalisa dengan analisis diskriptif komperatif yaitu dengan membandingkan nilai tes antar siklus dengan indikator kinerja. Hasil observasi dianalisa dengan analisis deskriptif. Berdasarkan kajian yang dilakukan yaitu setelah menggunakan metode CTL. kenaikan hasil belajar materi bagian-bagian tumbuhan, dari rata-rata kelas 50 pada kondisi awal,  naik menjadi 60 pada Siklus I, kemudian pada Siklus II naik menjadi 70  (indikator kinerja 65 sudah tercapai). Dengan demikian penggunaan pendekatan CTL dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran bagian-bagian tumbuhan dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V SD pada materi bagian-bagian tumbuhan
KONSEP DIRI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SEKOLAH DASAR
Masalah yang terjadi pada anak usia sekolah dasar salah satunya adalah memiliki rasa malu, merasa rendah diri dalam pergaulan antar sesama, malu diminta untuk tampil di depan kelas dan takut salah serta mendapatkan ejekan dari teman, hal ini dapat berdampak pada kondisi psikologis siswa dalam hal interaksi dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena itu perlu adanya dorongan dalam diri siswa agar memiliki kepercayaan diri yaitu dengan mengembangkan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kepercayaan diri Siswa SDN Se-Gugus 1 Kecamatan Karawang Timur. Penelitian ini merupakan jenis pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Teknis analisis data untuk menguji hipotesis dilakukan dengan perhitungan statistik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang sangat signifikan antara konsep diri dengan kepercayaan diri yang ditunjukkan dengan nilai thitung 9,275 > ttabel 1,665, dan rxy sebesar 0,725 dengan taraf signifikansi 0,05 dengan dk = 80 menunjukkan bahwa hipoteisi diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara konsep diri dengan kepercayan diri siswa
ANALISIS KESULITAN PENGELOLA LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PELAKSANAAN EMIS
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi implementasi pengelolaan dalam pelaksanaan EMIS oleh Lembaga pendidikan di MIN 1 Cangkoak Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan pengelola EMIS sekolah.. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data penelitian terdiri dari reduksi data, penyejian data, dan penarikan kesimpulan. Bersadarkan hasil penelitian, kesulitan yang dihadapi oleh pengelola EMIS sekolah antara lain yaitu; keterlambatan data dari Lembaga pendidikan, fasilitas TIK tidak sesuai dengan kebutuhan dalam mengaksses EMIS, format pendataan yang selalu berubah ubah, belum tersedianya honor untuk pengelola EMIS di Lembaga pendidikan serta system EMIS belum menjadi format baku software yang memudahkan operator, sinkronisasi data antara EMIS dan Dapodik belum maksimal
KEKERASAN VERBAL (VERBAL ABUSE) DAN PENDIDIKAN KARAKTER
Kekerasan verbal menjadi hal yang sering terjadi tanpa kita sadari. Hal ini bermula dari komunikasi yang merupakan kebutuhan pokok manusia untuk berinteraksi. Sayangnya, pemilihan kata yang tidak tepat menjadi pemicu kesalahpahaman yang diterima oleh lawan bicara. Selain itu kekerasan verbal merupakan kekerasan psikologi yang menyerang emosi serta mental, terutama pada anak-anak. Akibatnya perkembangan diri dan kompetensi sosial anak menjadi tidak baik. Oleh karena itu peran guru, orang tua, lingkungan, masyarakat, serta pemerintah diperlukan untuk menciptakan individu yang humanis dan memiliki budi pekerti luhur. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menerapkan pendidikan karakter. Melalui kerjasama stakeholder terkait, kekerasan verbal dapat ditanggulangi untuk menyiapkan generasi bermoral pada masa mendatang
PERSEPSI GURU TENTANG PELAKSANAAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH DASAR NEGERI 13 PANDEGLANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Guru tentang pelaksanaan pendidikan multikultural di Sekolah Dasar Negeri 13 Pandeglang. Penelitian ini berfokus pada persepsi Guru di Sekolah Dasar Negeri 13 Pandeglang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan Guru di Sekolah Dasar Negeri 13 Pandeglang. Diketahui bahwa guru cenderung memiliki pengetahuan yang kurang dalam hal konseptualisasi pendidikan multikultural. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pendidikan multikultural dilaksanakan terintegrasi pada beberapa mata pelajaran sekolah serta bahasa dalam kebijakan pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan bahwa pendidikan multikultural harus menjadi bagian dari kurikulum dalam pendidikan. Guru juga perlu diberikan pelatihan tentang pelaksanaan pendidikan multikultural untuk memberikan pemahaman kepada para guru tentang praktik pendidikan multikultural.Â
EFEKTIVITAS MODEL GUIDED INQUIRY DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
Keterampilan proses sains merupakan aspek penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun beberapa hasil studi mengungkap bahwa keterampilan proses sains siswa masih rendah sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat memfasilitasi keterampilan tersebut, diantaranya model pembelajaran Guided Inquiry. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan menerapkan model pembelajaran Guided Inquiry. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SD kelas III di Kecamatan Majalengka dengan sampel siswa kelas IV SD Negeri Sindangkasih III sebanyak dua kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry lebih baik dibanding kelas konvensional. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Guided Inquiry efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar