Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS BLENDED LEARNING PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KHUSUS DI UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk (1) menghasilkan bahan ajar berbasis blended learning, (2) mengetahui kelayakan bahan ajar berbasis blended learning. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang diadaptasi dari Dick and Carrey yakni: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, dan (4) implementasi. Penilaian kelayakan bahan ajar dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran. Subjek ujicoba bahan ajar adalah mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Khusus. Ujicoba bahan ajar berbasis blended learning dilakukan dengan dua tahap ujicoba. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket untuk memperoleh data kuantitatif sebagai data primer dan data kualitatif berupa saran atau komentar sebagai data untuk perbaikan bahan ajar. Data kuantitatif yang diperoleh kemudian dikonversi menjadi data kualitatif menggunakan kriteria penilaian ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Bahan ajar berhasil dikembangkan melalui tahap analisis, desain, pengembangan, dan implementasi; (2). Media yang dikembangkan memiliki kriteria “Baik†dengan rerata penilaian 4.0; (3). Materi dalam bahan ajar pendidikan jasmani adaptif memiliki kriteria “Sangat Baik†dengan rerata penilaian 4.25; (4). Bahan ajar pendidikan jasmani adaptif memperoleh kriteria “Sangat Baik†dengan rata-rata penilaian 4.27. hasil ujicoba bahan ajar tahap satu menunjukkan bahwa bahan ajar memiliki kriteria “Baik†dengan rerata penilaian 3.98, sedangkan pada hasil ujicoba bahan ajar tahap dua menunjukan bahwa bahan ajar memiliki kriteria “Sangat Baik†dengan rerata penilaian 4.08. Berdasarkan hasil dari penelitian pengembangan yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis blended learning pada mata kuliah pendidikan jasmani adaptif layak untuk dikembangkan
Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode RGEC (Studi Empiris Pada Bank BRI Tahun 2015-2019)
Krisis keuangan global yang terjadi beberapa tahun terakhir memberi pelajaran berharga bahwa inovasi dalam produk, jasa, dan aktivitas perbankan yang tidak diimbangi dengan penerapan Manajemen Risiko yang memadai dapat menimbulkan berbagai permasalahan mendasar pada Bank maupun terhadap sistem keuangan secara keseluruhan. Bank Indonesia melakukan langkah strategis dalam mendorong penerapan manajemen risiko bank yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011 tentang penilaian Tingkat Kesehatan Bank secara individual dengan menggunakan pendekatan risiko (Risk-based Bank Rating) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3), dengan cakupan penilaian terhadap factor- factor sebagai berikut: Profil risiko (risk profile), Good Corporate Governance (GCG), Earnings (Rentabilitas), dan Capital (Permodalan). Penelitian ini menganalisis tingkat kesehatan bank BRI tahun 2015-2019 dengan menggunakan metode penelitian analisis deskriptif. Hasil analisis terhadap aspek Risiko, Good Corporate Governace, Earnings dan Capital menunjukan penilaian tingkat komposit kesehatan Bank BRI tahun 2015-2019 sebesar 87,50% dengan kata lain tingkat kesehatan Bank BRI “Sangat Sehatâ€. Kata kunci: Permodalan, Rentabilitas, Risiko Profile, Tata Kelola
PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING, BRAND AWARENESS DAN WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT BELI SMARTPHONE SAMSUNG
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Social Media Marketing, Brand Awareness, Word of Mouth dan minat beli di Universitas Majalengkasecara parsial.Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode survey dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 120 responden. Teknik pengambila sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan skala pengukuran Likert. Uji instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji realibilitas. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien determinasi dan uji hipotesis untuk uji parsial menggunakan uji t.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Social Media Marketing, Brand Awareness, dan Word of Mouth berada pada kategori baik, dan minat beli dalam kategori cukup. Social Media Marketingberpengaruh signifikan terhadap minat beli.Brand Awarenessberpengaruh signifikan terhadap minat beli. Word of Mouth berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Kata kunci : Social Media Marketing, Brand Awareness, Word of Mouth, Minat Bel
PENGARUH PSYCHOLOGICAL CAPITAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PABRIK KECAP DI KABUPATEN MAJALENGKA
ABSTRAKSumber daya manusia merupakan satu komponen penting dalam manajemen. Penelitian adalah sarana fundamental untuk memenuhi pemecahan masalah secara ilmiah, untuk itu penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui deskripsi Psychological Capital dan Produktivitas Kerja Karyawan Pabrik Kecap  Di Kabupaten Majalengka dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengaruh Psychological Capital Terhadap  Produktivitas Kerja Karyawan Pabrik Kecap  Di Kabupaten Majalengka.Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang manajemen sumber daya manusia, artinya dapat memperkuat teori-teori tentang Psychological Capital dan produktivitas kerja maupun untuk merespon penelitian terdahulu.Objek penelitian ini adalah pabrik kecap di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini dilakukan pada karyawan pabrik kecap di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian survey dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif. Pengujian hipotesis menggunakan pengujian uji t. Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa secara parsial phisicological capital terhadap produktivitas kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti. Kata kunci : Psychological Capital, Produktivitas Kerja Karyawan  ABSTRACTHuman resources are an important component in management. Research is a fundamental means to meet scientific problem solving, for this research aims to find out the description of Psychological Capital and Employee Productivity of Kecap Factory Employees in  Kabupaten Majalengka and to find out how much influence the influence of Psychological Capital on Employee Productivity of Ketap Factory Employees in Kabupaten Majalengka. The results of this study are expected to be useful for the development of science, particularly in the field of human resource management, meaning that it can strengthen theories about Psychological Capital and work productivity and to respond to previous research. The object of this research is soy sauce factory in Kabupaten Majalengka. This research was conducted on soy sauce factory employees in Kabupaten Majalengka. This research was designed as a survey research with descriptive and quantitative approaches. Hypothesis testing using t test. Based on hypothesis testing, the results show that partially psychological capital on employee productivity has a positive and significant effect, the rest is influenced by other factors outside the variables studied. Keywords: Psychological Capital,  employee work productivityÂ
KONSEP DISTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PERSFEKTIF ISLAM
ABSTRAKIslam adalah pedoman dalam segala aktivitas rumah tangga seorang Muslim, mulai dari produktivitas (kerja), kepemilikan, konsumsi, investasi, bahkan distribusi. Aktivitas yang berkaitan tersebut akan bermuara pada terciptanya mashlahah hidup demi mencapai falah. Artikel ini akan mencoba memaparkan skema distribusi pendapatan dalam sebuah rumah tangga Muslim perspektif Islam yang didasarkan atas daur hidup pencarian kekayaan masyarakat pada umumnya yang tak lain tujuannya adalah mencapai mashlalah bersama. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan mengkaji kepustakaan dari berbagai sumber buku. Hasil dalam penelitian ini adalah bahwasanya penditribusian pendapatan dalam rumah tangga digolongkan menjadi dua jenis, yaitu shadaqah wajibah dan shadaqah nafilah, yang masing masing akan disesuaikan dengan daur hidup masyarakat pada umumnya yang terdiri dari fase akumulasi, konsolidasi dan pemnafaatan. Kesimpulannya, dalam Islam distribusi pendapatan rumah tangga muslim adalah sebuah kewajiban yang wajib dipenuhi sesuai dengan skala prioritas yang ditetapkan oleh Islam demi mencapai mashlahah.Kata Kunci: Distribusi Pendapatan, Islam, Rumah Tangga.Â
Efektivitas Discovery Learning Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA 1 Bengkulu Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan penerapan model discovery learning ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dimana sasaran penelitian berupa kelompok yang sudah ada. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan kelas yang terpilih yaitu kelas X IPA-3 sebagai kelas eksperimen dan X IPA-1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Analisis data untuk menguji keefektifan discovery learning ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan  Uji independent t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa, penerapan discovery learning efektif. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t diperoleh nilai t hitung sebsar 4,702 dengan signifikansi sebesar 0,002 pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran discovery yaitu sebesar 80,20 dan lebih tinggi dari kelas deengan pembelajaran ekspisitoru yaitu sebesar 62,00
Pendekatan Saintifik Dalam Perspektif Teori Belajar Vygotsky
Diterapkannya Kuruikulum 2013 mengharuskan guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merubah paradigma bahwa peran guru dalam pembelajaran harus berkurang, hal ini sesuai dengan teori belajar Vygotsky mengenai Scaffolding. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik memiliki irisan dengan teori belajar Vygotsky. Bahwa di dalam pendekatan saintifik perlu adanya lingkungan social yang baik sangat sesuai dengan teori yang dikembangkan Vygotsky. Teory Vygotsky yang terkenal salah satu diantarnaya mengenai scaffolding. Teori ini sangat berhubungan sekali dengan pendekatan saintifik bahwa peran guru dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik harus menjadi fasilitator melalui bimbingan kepada siswanya
Tinjauan Berpikir Kreatif dalam Pemecahan Masalah Matematika
Dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah adalah matematika. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang ada sejak pendidikan dasar dan dapat membentuk pola pemikiran yang logis, sistematis, kritis, dan kreatif. Matematika pada dasarnya merupakan ilmu yang sistematis dan terstruktur sehingga dapat mengembangkan sikap berpikir kreatif dan memecahkan masalah secara urut atau sistematis. Dalam aktivitas pemecahan masalah, kemampuan berpikir kreatif diperlukan ketika menganalisis atau mengidentikasi masalah, memandang masalah dari berbagai perspektif, mengeksplorasi ide-ide atau metode penyelesaian masalah, dan mengidentifikasi berbagai kemungkinan solusi dari masalah tersebut. Meskipun aktivitas pemecahan masalah berperan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, tetapi tidak semua jenis masalah mempunyai potensi demikian hanya masalah terbuka yang memicu siswa untuk secara kreatif mengeksplorasi berbagai cara atau solusi dari masalah tersebut
Pembelajaran Aritmatika Sosial Melalui Metode Kerja Kelompok Di Kelas VII H SMP Negeri 1 Tukdana
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika agar menjadi lebih baik (maksimal) baik secara individu maupun klasikal. Proses pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga siswa merasa jenuh dan bosan untuk belajar khususnya mata pelajaran matematika dan hasil belajar yang tidak optimal.  Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran matematika dengan menerapkan Metode Kerja Kelompok yang menekankan aspek-aspek pembagian dalam kelompok besar, penyampaian melalui ceramah, demonstrasi, praktek mengamati dilapangan dan diskusi kelompok. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat kegiatan, yaitu ((1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi hasil penelitian tindakan. Subyek penelitian adalah siswa Kelas VII H SMP Negeri 1 Tukdana Kabupaten Indramayu pada semester genap Tahun pelajaran 2013/2018, yang berjumlah 37 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai, yaitu: 1.Hasil awal menunjukkan skor rata-rata 58,25. Hasil pada siklus I naik menjadi skor rata-rata: 70,25. Hasil pada siklus II naik menjadi skor rata-rata: 83,50.       Aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran Matematika pada materi “Aritmatika Sosial“ siswa yang mengajukan pertanyaan atau mengungkapkan permasalahan cukup meningkat. Siswa yang bisa menjawab pertanyaan atau permasalahan meningkat. Siswa yang menyampaikan pendapat meningkat. Siswa yang memperhatikan secara aktif meningkat. Siswa yang bekerja dan belajar secara aktif cukup meningkat
Membangun Kecerdasan Emosional Anak Dalam Tinjauan Pendidikan Agama Islam
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menjadikan manusia memiliki kekuatan spiritual dan kesalehan sosial. Dalam Islam pendidikan adalah upaya untuk meningkatkan keimanan sehingga menciptakan sikap dan kepribadian manusia yang sempurna menurut pandangannya. Pendidikan paling awal bagi manusia adalah pendidikan tentang ketauhidan. Karenanya melalui pendidikan tauhid akan tercermin manusia-manusia yang memiliki sifat Ketuhanan dengan keterbatasanya. Sebagaimana sifat-sifat yang tertuang dalam asma’ul husna. Sebagai contoh, pendidikan agama akan melahirkan sifat rohman dan rohim, manusia yang memiliki sifat kasih dan sayang terhadap sesama makhluk hidup di dunia.  Dalam usaha membangun kecerdasan emosional melalui Pendidikan Agama Islam pada dasarnya adalah pendidikan agama sebagai dasar sikap manusia dalam kehidupan sosialnya. Kesalehan sosial yang ada dalam diri seseorang akan tumbuh seiring dengan meningkatnya kekuatan spiritual pada seseorang tersebut. Dalam terminologi Islam hal tersebut disebut dengan istilah ‘hablum min Allah wa hablum min an Nas’. Kedua terminologi Islam ini tentu tidak dapat dipisahkan. Bahwa dalam Islam mengajarkan tentang membangun hubungan manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan alam lingkungannya. Karena itu pendidikan Agama Islam pada dasarnya memiliki tujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik itu sendiri.