Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
    2089 research outputs found

    Praktik Baik (Best Practice) Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Program Guru Penggerak

    Get PDF
    Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai kebijakan dan program sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya adalah Program Guru Penggerak yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pengembangan kompetensi guru. Karena itulah tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat penerapan Program Guru Penggerak yang meliputi aspek nilai dan peran guru penggerak, tantangan atau hambatan yang dialami guru penggerak, dan best practice guru penggerak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi langsung kepada 6 guru penggerak di Kabupaten Bogor. Dari hasil yang didapatkan dapat dikatakan bahwa nilai yang didapat sebagai guru penggerak adalah nilai kolaboratif, kreatif, reflektif, mandiri, dan orientasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pada aspek peran, guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran, pendorong kolaborasi, penggerak komunitas praktisi, mewujudkan kepemimimpinan peserta didik, dan menjadi coach bagi rekan guru lainnya. Tantangan atau hambatan yang ditemui berasal dari faktor internal berupa sulitnya berkolaborasi, timbulnya rasa jenuh dan malas, dan perasaan terbebani dengan tugas-tugas. Sedangkan dari aspek eksternal adalah ekspektasi lingkungan yang tinggi, fasilitas yang kurang memadai, dan sulitnya menggerakan partisipasi warga sekolah. Best practice Guru Penggerak diantaranya adalah terciptanya program BULIA (Budaya Literasi Anak), Program LISA (Lihat Sampah Ambil), dan Pakar Moci (Pendidikan Karakter Moslem Community)

    Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model PBL di Kelas V SDIT Al-Fikri Kota Painan

    Get PDF
    Hasil belajar yang baik yang diperoleh peserta didik selama pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan atau kompetensi guru dalam menerapkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada proses pembelajaran efektif. Oleh karena itu, ini menjadi perhatian peneliti untuk menggunakan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar di kelas V SDIT Al-Fikri Kota Painan. Tujuan penelitian adalah untuk menerapkan model pembelajaran problem based learning guna meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas V SDIT Al-Fikri Kota Painan. Pendekatan dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas V SDIT Al-Fikri Kota Painan semester II TA 2022-2023. Dengan jumlah peserta didik 20 orang. Berdasarkan hasil analisis dari data penelitian diperoleh hasil (1) Penilaian  RPP pada setiap siklus meningkat, siklus I 83,19% meningkat di siklus II menjadi 94,53%. (2) Pelaksanaan pembelajaran juga meninggkat, dilihat dari aktivitas guru pada siklus I memperoleh hasil 86,45% dan siklus II 93,75 %. Ditinjau dari aktivitas peserta didik, pada siklus I 88,22% meningkat pada siklus II menjadi 96,25%. (3) Hasil belajar peserta didik menggunakan model problem based learning juga meningkat, siklus I memperoleh rata-rata skor 81,44, siklus II rata-rata skor menjadi 92,83

    Peningkatan Kemampuan Pedagogik Guru MI: Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Video

    Get PDF
    The Covid 19 pandemic has changed the world to adapt to a new normal era. Inevitable changes occur in several dimensions of life. One of them is education. The Blended Learning model is also increasingly being used. The Blended Learning Model requires mixed media as well. One of them is learning videos. This research is an actualization of a mentoring program for MI Teachers in the City of Salatiga in making video learning media using the Canva and Kinemaster applications. The aim of this program is to increase teachers' pedagogic abilities in providing a more attractive and efficient learning environment and Teaching and Learning Activities (KBM). But it does not eliminate the interaction of teachers and students. The result of this program is that at the end of the training, teachers have been able to make videos based on these two applications and use them in learning. Apart from using it in their own learning, the teachers also share the videos with the public via their YouTube channel and with their colleagues. They also provide video-making tutoring to other fellow teachers who don't have the opportunity to take part in the training

    Pengembangan Instrumen Assessment Psıkomotor Pada Keterampılan Berbahasa Indonesıa

    Get PDF
    Asesmen atau penilaian pembelajaran pada abad 21 yaitu penilaian autentik. Kurikulum 2013 diharapkan mampu meningkatkan dan menyeimbangkan penilaian autentik termasuk psikomotor. Penilaian masih fokus pada ranah kognitif peserta didik dan belum mengikutkan ranah afektif dan psikomotor secara bersamaan. Hal ini disebabkan ketersediaan instrumen penilaian/ penilaian psikomotor di sekolah masih terbatas. Tujuan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Untuk mendeskripsikan karakteristik pengembangan instrumen penilaian psikomotor pada keterampilan berbahasa Indonesia; 2) Untuk menganalisis hasil validasi instrumen penilaian psikomotor pada keterampilan berbahasa Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (R&D). Sampel penelitian ini yaitu empat guru bahasa Indonesia SD. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi produk dan lembar wawancara terstrutur. Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan lembar validasi produk melakukan dan wawancara tertruktur ke validator. Penelitian menghasilkan penilaian produk psikomotor pada keterampilan berbahasa Indonesia melalui 5 tes pragmatif yang dinilai. Produk pengembangan tersebut secara umum termasuk dalam kriteria sangat valid dengan proporsi 98,16%. Artinya, penilaian instrumen produk psikomotor tersebut layak digunakan untuk menilai hasil belajar psikomotor pada keterampilan berbahasa Indonesia di jenjang sekolah SD

    PEMANFAATAN KAJIAN INTERTEKS HIPOGRAM DAN TRANSFORMASI DALAM NOVEL DAN FILM AYAT-AYAT CINTA SEBAGAI PENUNJANG BAHAN AJAR DI SMA KELAS XII

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tujuan dalam menemukan perbedaan dan persamaan hipogram dan transformasi pada unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik, yang dalam prosesnya melalui pendeskrpsian. Dalam konsepan hipogram terdiri dari empat aspek, yaitu : ekspansi, konversi, modifikasi, dan keserp. Yang mana suatu perubahan wujud pada teks.  Hasil dari temuan penelitian ini, memiliki hubungan satu sama lainnya antara novel dan film AAC (Ayat-Ayat Cinta). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskritif ini berfungsi sebagai penjabaran yang lebih terinci, dalam memberikan gambaran tentang hipogram dan trasnformasi terhadap unsur-unsur yang terkandung didalam nya. Dengan adanya hal ini, akan lebih memudahkan penelitian yang dilakukan sebab melakukan penelitian terhadap Novel dan Film ini, perlu adanya suatu penafsiran atau penjabaran yang leluasa agar hasil dari penelitian dapat dipahami dan dimengerti oleh pembaca.Karena titik pusat objek pada penelitian ini novel dan film (material), dan pada unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik (formal). Teknik dalam penelitian ini, ialah teknik simak dan dokumentasi (catatan-catatan). Maka, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa dalam perubahan wujud teks hipogram ini berpengaruh juga pada perubahan wujud isi ceritanya, serta dari penelitian ini dapat diketahui, bahwa unsur intrinsik novel dan film ini terdiri dari (1) tema, (2) tokoh, (3) penokohan, (4) alur, (5) latar, (6) gaya bahasa, dan (7) sudut pandang. Pada dasar nya perubahan karya sastra ke dalam bentuk film sudah lama dilakukan, dengan kata lain, seorang penulis film (sutradara) yang memfilmkan sebuah sastra ke dalam bentuk film, yang kemungkinan akan sedikit berbeda dengan asli isi cerita di dalam novelnya. Ataupun memiliki kesamaan dengan keaslian isi cerita di dalamnya.Kata kunci:  Hipogram, Transformasi, Unsur-Unsur (Novel - Film

    DINAMIKA LINGUISTIK PENGGUNAAN EMOTIKON DAN EMOJI DALAM WACANA TERMEDIASI KOMPUTER: STUDI KASUS PADA PENGGUNA SOSIAL MEDIA DI INDONESIA

    No full text
    Popularitas emotikon dan emoji telah mendorong minat pengkajian dalam fenomena mutakhir ini, yakni penggunaan emotikon dan emoji dalam sosial media (di Indonesia). Studi ihwal emotikon dan emoji telah banyak dilakukan dan umumnya mengadopsi beragam perspektif dan paradigma. Studi linguistik berkonsentrasi pada analisis peran emotikon dan emoji dalam dikotomi ujaran verbal-tulis. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani disparitas teoretis dan memberikan tinjauan yang komprehensif tetapi spesifik, yakni ihwal penggunaan emotikon dan emoji oleh pengguna sosial media di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) secara analisis grafis dan morfologis, struktur emotikon dan emoji dipandang sebagai unit seperti piktogram yang dibentuk dengan alfagram dan topogram yang memiliki fungsi khas dan signifikatif serta hubungan yang dikondisikan secara visual; (b) emotikon dan emoji setidaknya memiliki dua fungsi linguistis dan komunikasi yang berbeda, yakni fungsi non-verbal dan fungsi verbal; dan (c) emotikon dan emoji non-verbal mengekspresikan elemen paralinguistik atau non-verbal. Kesemuanya tidak diucapkan, tetapi diekspresikan melalui perangkat non-verbal, seperti pantomim, gerakan, dan intonasi. Terdapat empat fungsi utama dari emotikon dan emoji nonverbal dalam kalimat, yakni penambah elemen para-verbal ke dalam pesan, redundansi, antifrasa, dan penanda sintaksis

    ANALISIS TINDAK TUTUR PADA VIDEO DEBAT INDONESIA LAWYERS CLUB SERTA REKOMENDASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SEKOLAH

    Get PDF
    Penelitian ini mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada video debat Indonesia Lawyers Club episode “Ironi!!! Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar di Duniaâ€, karena sebelumnya pada penelitian tersebut belum pernah dilakukan. Adapun tujuan pada penelitian ini (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur lokusi pada video debat Indonesia Lawyers Club episode “Ironi!!! Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar di Duniaâ€, (2) mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi pada video debat Indonesia Lawyers Club episode “Ironi!!! Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar di Duniaâ€, (3) mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur perlokusi pada video debat Indonesia Lawyers Club episode “Ironi!!! Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar di Duniaâ€, dan (4) rekomendasi hasil analisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada video debat Indonesia Lawyers Club episode “Ironi!!! Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar di Dunia†sebagai bahan ajar pembelajaran debat di sekolah. Analisis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 185 data. Dari 185 data yang teridentifikasi tindak tutur lokusi terdapat 65 data, tindak tutur ilokusi terdapat 66 data, dan tindak tutur perlokusi terdapat 54 data

    Analisis Kebiasaan Membaca Mahasiswa: Bagaimana Kaitannya dengan Keterampilan Menulis Proposal Skripsi?

    Get PDF
    Kebiasaan membaca merupakan suatu perilaku dan pola aktivitas membaca yang dilakukan secara rutin dan konsisten. Kebiasaan mencakup berbagai aspek yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan kemampuan akademik mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara kebiasaan membaca dan keterampilan mahasiswa dalam menyusun proposal skripsi. Pertanyaan utama yang diangkat adalah apakah terdapat korelasi signifikan antara frekuensi dan kualitas kebiasaan membaca dengan kemahiran dalam menulis proposal skripsi. Penelitian melibatkan 30 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang mengikuti Mata Kuliah Metodologi Penelitian pada Semester Genap 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan Mix method di mana data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner dan tes. Sementara itu, data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kebiasaan membaca kemampuan mahasiswa dalam menulis proposal skripsi. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa mendorong kebiasaan membaca yang konsisten dan berkualitas dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis akademik mahasiswa. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pendidik dan pengembang kurikulum untuk lebih menekankan pentingnya membaca dalam program akademik. Mengarahkan mahasiswa untuk banyak membaca dari berbagai sumber, seperti buku, skripsi, tesis, disertasi, artikel, atau berita ilmiah dari sumber terpercaya

    BAHASA SATIRE DALAM REELS INSTAGRAM @HAMBAASAHAYA666 DAN KONOTASINYA DALAM PEMBELAJARAN GAYA BAHASA DI SMA

    Get PDF
    Penelitian ini mengambil data dari video pada reels instagram @hambaasahaya666 sebagai dasar penelitian bahasa satire dan konotasinya dalam pembelajaran gaya bahasa di jenjang SMA. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini meliputi analisis gaya bahasa satire yang terdapat dalam video Beginilah kalo punya circle yang negatif serta kaitannya sebagai contoh sindiran dalam proses pembelajaran gaya bahasa di SMA. Tujuan dari penelitian ini yakni (1) Menganalisis bahasa satire pada video reels instagram Beginilah kalo punya circle yang negatif, (2) Mendeskripsikan hubungan bahasa satire yang telah dianalisis dalam pembelajaran gaya bahasa di SMA. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yakni metode kualitatif yang penetapannya bersifat deskriptif. Data yang didapatkan berupa kutipan berdasarkan video yang telah dicatat bentuk transkripnya untuk memudahkan proses penelitian. Hasil dari penelitian yang dilakukan meliputi (1) hasil analisis bahasa satire dalam video reels instagram Beginilah kalo punya circle yang negatif, (2) konotasi dari bahasa satire dalam video reels instagram dengan pembelajaran gaya bahasa di SMA

    Desain Pembelajaran Bangun Ruang untuk Siswa Kelas V Menggunakan Pendekatan Inkuiri

    Get PDF
    Education that is carried out as well as possible will get optimal results. Education plays an important role in preparing a quality and competitive society in facing developments in science, technology and the influence of globalization. Success in education cannot be separated from the role of teachers who can manage learning well. In mathematics learning, it focuses on the topic of properties and nets of spatial shapes for grade V elementary school students. The learning approach and design applied is an inquiry approach starting with the Learning Obstacles method and the presence of prerequisite material. This research uses a qualitative approach. The data collection process was carried out through tests, literary studies, interviews, observations and documentation studies. The research results show that there are ontogenic barriers and didactic barriers. These two obstacles are caused by the unpreparedness of prerequisite materials and inappropriate implementation of learning designs by teachers. Therefore, in this learning a learning design is applied that focuses on students with an inquiry approach. Based on the research results, it can be concluded that the inquiry approach applied to mathematics learning design can create student enthusiasm. However, as an effort to create better understanding, it is necessary to revise the learning design by distributing questionnaires to students and teachers

    1,892

    full texts

    2,089

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Majalengka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇