Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
    2089 research outputs found

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN GENERIK SAINS TERINTEGRASI KARAKTER TEMA 6 KELAS III SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Pembelajaran Kurikulum 2013 adalah tematik, dimana suatu tema memuat beberapa mata pelajaran, salah satunya mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). IPA berkaitan dengan lingkungan seperti observasi langsung dan tidak langsung, kesadaran skala, bahasa simbolik, kerangka logika, penarikan kesimpulan logika, hukum sebab akibat, pemodelan, membagun konsep. Namun dalam praktiknya terutama di SD (Sekolah Dasar), belum melakukan kegiatan tersebut. Aspek tersebut termasuk dalam keterampilan generik sains. Perangkat pembelajaran merupakan faktor pelaksanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan anak dengan memberikan penguatan karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengembangkan produk tentang modul berupa majalah, LKS (Lembar Kerja Siswa), media yang interaktif, dan penilaian autentik; (2) melihat kelayakan dari produk tersebut; (3) mengetahui respon siswa terhadap produk yang dikembangkan. Metode penelitian ini adalah pengembangan dengan model 4D (Design, Define, Development, dan Dessimination). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan: (1) perangkat pembelajaran yang dihasilkan berbasis keterampilan generik sains terintegrasi karakter; (2) hasil validasi perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid (3) keterlaksanaan pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran tersebut memperoleh kategori sangat efektif; (4) respon siswa terhadap majalah dalam kategori sangat praktis, LKS dalam kategori sangat praktis, media interaktif memperoleh kategori sangat praktis, dan penilaian autentik diperoleh kategori praktis. Demikian perangkat pembelajaran berbasis keterampilan sains generik terintegrasi karakter tema 6 energi dan perubahan di kelas III SD yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan valid dan praktis serta layak untuk pembelajaran

    PELAKSANAAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN SUMBER DAYA AIR (PPSDA) KABUPATEN MAJALENGKA

    Get PDF
    ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan administrasi kepegawaian, faktor-faktor yang menghambat dan upaya yang dilakukan pegawai Dinas Perumahan Permukiman dan Sumber Daya Air (PPSDA) Kabupaten Majalengka. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitis yaitu penelitian yang memaparkan  bagaimana  Pelaksanaan  Administrasi  Kepegawaian  Dinas Perumahan Permukiman dan Sumber Daya Air (PPSDA) Kabupaten Majalengka dengan pemecahan masalah berdasarkan data yang diperoleh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian observasi (pengamatan) yaituwawancara dengan para informan baik pimpinan maupun pegawai lain yang memiliki kompetensi dengan permasalahan yang terjadisepertipara kepala bidang, kassubid, dan para pegawai atau staff yang ada di Dinas Perumahan Permukiman dan Sumber Daya Air (PPSDA) Kabupaten Majalengka.Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa secara keseluruhan Dinas Perumahan Permukiman dan Sumber Daya Air (PPSDA) Kabupaten Majalengka sudah berupaya dalam proses Pelaksanaan Administrasi Kepegawaian sesuaiprosedur. Namun, masih ditemukan beberapa masalah yang dihadapi yakni ditandai dengan adanya proses rekruitmen pegawai yang belum berjalan secara efektif dan proses penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan bidang dan keahliannya.Hal tersebut dapat menyebabkan proses penyelesaian pekerjaan yang dilakukan kurang optimal dan hasil dari pekerjaan menjadi kurang baik.   Kata Kunci :Pelaksanaan Administrasi KepegawaianÂ

    EFEKTIVITAS PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENUGASAN VIDEO PENGAMATAN PADA PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) DI MASA PADEMI CORONA VIRUS DISEASE-19 (COVID-19)

    Get PDF
    Penelitian ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui pemebelajaran pendekatan saintifik dengan penugasan video  pengamatan. Metode eksperimen semu dipilih peneliti untuk melakukan penelitian ini. Terdapat satu variabel bebas yaitu pendekatan saintifik dengan penugasan video pengamatan dan satu varibel bebas yaitu hasil belajar peserta didik. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t untuk menguji hipotesis penelitian. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis menunjukan nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel. Keadaan tersebut berarti ada perbedaan hasil belajar antara kelas sebelum dikenai tindakan pembelajaran saintifik dengan penugasan video pengamatan dengan sesudah dikenai tindakan. Nilai dari rata-rata masing-masing tindakan pembelajaran  yaitu  75,41 untuk kelas sesudah dikenai tindakan pemebelajaran pendekatan saintifik dengan penugasan video  pengamatan. Nilai rata-rata 66,67 untuk kelas sebelum dikenai tindakan pemebelajaran pendekatan saintifik dengan penugasan video  pengamatan. Hasil belajar peserta didik pada kelas sesudah dikenai pembelajaran saintifik dengan penugasan video pengamatan lebih baik daripada kelas sebelum dikenai tindakan pembelajaran saintifik dengan penugasan video pengamata

    IDENTIFIKASI KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) BERBASIS MOODLE DI UNIVERSITAS PAPUA

    Get PDF
    Melalui pembelajaran berbasis LMS, peserta didik dapat belajar kapan dan di mana saja tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Berbagai aktivitas dapat dilakukan dalam pembelajaran ini, misalnya diskusi online, pemberian tugas, download materi, upload materi, video pembelajaran, send massage dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan mahasiswa jurusan pendidikan matematika dalam penggunaan elearning fkip. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Prosedur penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu 1) Persiapan penelitian, 2) Pengumpulan data, 3) Analisis data, 4) Penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Tehnik pengumpulan data terdiri dari Angket penelitian dan Wawancara. Data dianalisis secara kualitatif .Hasil penelitian ini adalah lebih dari 75% mahasiswa telah memiliki kemampuan dasar untuk menggunakan e-learning dalam proses pembelajaran. Kemampuan dasar yang dimaksud adalah mahasiswa telah mengetahui cara mengakses elearningfkipunipa.org seperti bisa login/logout, bisa bergabung kedalam kelas mata kuliah, bisa mengikuti pertemuan online, bisa mendownload materi/tugas, bisa mengirim tugas, dan bisa mengirim chat melalui forum diskusi. Namun untuk kemampuan mengerjakan kuis/tes secara langsung di elearningfkipunipa.org masih perlu ditingkatkan

    ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SELF REGULATION PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL MULTIPEL REPRESENTASI

    Get PDF
    ABSTRAKPermasalahan yang ditemukan di SMAN 15 Bandar Lampung yakni kegiatan pembelajaran berlangsung tidak sistematis dan hanya diberikan tugas. Selain itu, pendidik dalam kegiatan pembelajaran banyak menjelasan materi sehingga tidak ada kesempatan untuk peserta didik mengembangkan self regulation dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat pengaruh model multipel representasi pada kemampuan berpikir kritis dan self regulation peserta didik. Metode yang dipakai yakni quasi exsperiment design dengan pengambilan teknik sampel penelitian yakni teknik cluster random sampling. Adapun desain eksperimennya berupa Pretest-Posttest Control Grup Design. Keterbaruan berupa variabel terikat yang digunakan yakni kemampuan berpikir kritis dan self regulation. Hasil penelitian berupa (1) Model multipel representasi berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis dan self regulation berdasarkan uji manova nilai signifikansi . (2) Model multipel representasi dapat menaikkan kemampuan berpikir kritis dan self regulation dalam kegiatan pembelajaran biologi berdasarkan hasil uji between Subject Effects yakni 0,000 dan 0,000 yang artinya hipotesis diterima.Kata Kunci: Kemampuan Bepikir Kritis, Model Multipel Representasi, Self Regulation ABSTRACKThe problem found at SMAN 15 Bandar Lampung is that learning activities take place not systematically and are only given assignments. In addition, educators in learning activities explain a lot of material so that there is no opportunity for students to develop self-regulation in the learning process. This study was conducted to see the effect of multiple representation models on students' critical thinking skills and self-regulation. The method used is a quasi-experimental design by taking the research sample technique, namely the cluster random sampling technique. The experimental design is in the form of Pretest-Posttest Control Group Design. The novelty of the dependent variable used is critical thingking skills and self-regulation. The results of the research are (1) multiple representation model has an effect on critical thinking skills and self-regulation based on the manova test of significance value. (2) The multiple representation model can increase critical thinking skills and self-regulation in biology learning activities based on the between Subject Effects test results, namely 0.000 and 0.000, which means that the hypothesis is accepted.Key words: Critical Thinking Skils, Multiple Representation Model, Self RegulationÂ

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KAHOOT PADA MATERI RUANG LINGKUP BIOLOGI SMA/MA X

    Get PDF
    Globalization and technology have developed rapidly. The world of education also feels the developments that are happening. One of them makes it easier for educators to develop kahoot-based learning media, especially in the scope of biology. Kahoot is an alternative interactive learning media by emphasizing learning styles that involve the active participation of students. This study aims to develop kahoot-based learning media in the biology scope of SMA / MA X. This study uses the research and development (R&D) method with the ADDIE model and uses a sample of 3 students as validators and 10 students as respondents. The results showed that the validation value of kahoot learning media was feasible to use. The kahoot learning media was able to attract the attention of students and the average score of the media trial for 10 students was 82. Kahoot learning media based on digital game-based learning were able to attract students in a learning process that was not boring. This can be seen from the results of media trials in table 2 and in graph 1 students' perceptions of kahoot learning media with digital game based learning

    Tindak Tutur Direktif Guru dan Murid pada Kelompok Bermain Insan Kamil

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fungsi dan modus tindak tutur direktif guru dan murid di Sekolah Kelompok Bermain Insan kamil. Adapun tempat penelitian dilakukkan di Sekolah Kelompok Bermain Insan Kamil BSD. Data yang digunakan sebanyak dua puluh lima tuturan data yang kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat lapangan. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan murid di Sekolah Kelompok Bermain Insan Kamil. Hasilnya, fungsi tindak tutur direktif guru dan murid di Kelompok Bermain Insan Kamil cukup bervariasi. Antara lain yaitu memiliki fungsi permintaan (requestives), pertanyaan (questision), perintah (requirements), larangan (prohibitive) dan pemberian izin (permissives) dan nasihat (advisories). Modus tindak tutur direktif guru dan murid di kelompok bermain insan kamil ditemukan tiga modus kalimat tuturan yang digunakan. Tiga modus tersebut antara lain modus kalimat berita (deklaratif), modus kalimat tanya (introgatif) dan kalimat perintah (imperatif). Kata kunci: tindak tutur direktif, interaksi, guru, murid This research was conducted to determine the function and mode of speech act of the teachers and students directive in the Insan Kamil Playgroup School. The research site was carried out at the Insan Kamil BSD Playgroup School. The data used were twenty-five speech data which were then analyzed using descriptive qualitative methods with data collection techniques using field note techniques. The data source used in this study were the speeches of teachers and students at Insan Kamil's Playgroup School. As a result, the function of the directive speech acts of teachers and students in Insan Kamil's Play Group varies considerably. Among other things, it has functions of requests (requestives), questions (questision), orders (requirements), prohibitions (prohibitive) and granting permits (permissives) and advice (advisories). The teacher and student directive speech act modes in the Insan Kamil play group found three modes of spoken sentences used. The three modes are news sentence mode (declarative), interrogative sentence mode (introgative) and command sentence (imperative).Keywords: directive speech act, interaction, teacher, studen

    Penggambaran Penyair terhadap Doa pada Puisi-puisi Berjudul "Doa" dalam Kesusastraan Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan penggambaranpenyair terhadap doa pada puisi-puisi berjudul Doa dalam kesusastraanIndonesia karya Sanusi Pane, Amir Hamzah, Chairil Anwar, dan Taufik ismail.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui pendekatansastra bandingan dengan metode penelitian yang digunakan adalah metoderesepsi diakronis. Sumber data dalam penelitian ini yakni teks puisi Doa karyaSanusi Pane (1931), puisi Doa karya Amir Hamzah (1941), puisi Doa karyaChairil Anwar (1943), dan puisi Doa karya Taufik Ismail (1966). Teknik analisisdata yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Dari hasilpenelitian ini ditemukan mengenai penggambaran Sanusi Pane, Amir Hamzah,Chairil Anwar dan Taufik Ismail terhadap doa pada puisi-puisinya yang berjudulDoa yang mengalami perkembangan dari masa ke masa.Kata Kunci: Puisi Doa, Sanusi Pane, Amir Hamzah, Chairil Anwar, TaufikIsmailThis study aims to determine and compare the poet's description of prayer inpoems titled Prayer in Indonesian literature by Sanusi Pane, Amir Hamzah,Chairil Anwar, and Taufik ismail. This type of research is qualitative researchthrough a comparative literary approach with the research method used is thediachronic reception method. The data sources in this study are the text of Prayer poems by Sanusi Pane (1931), Prayer poems by Amir Hamzah (1941), Prayer poems by Chairil Anwar (1943), and Prayer poems by Taufik Ismail (1966). The data analysis technique used in this study is the content analysis technique. From the results of this study it was found about the portrayals of Sanusi Pane, Amir Hamzah, Chairil Anwar and Taufik Ismail of prayers in his poems, entitled Prayers which experienced development from time to time.Keywords: Prayer Poetry, Sanusi Pane, Amir Hamzah, Chairil Anwar, TaufikIsma

    TINDAK TUTUR ILOKUSI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PENCEGAHAN COVID-19: FILSAFAT BAHASA J.L. AUSTIN

    No full text
    Bahasa berperan penting dalam proses komunikasi, salah satunya adalah dalam komunikasi iklan layanan masyarakat. Dalam masa pandemi Covid-19, iklan layanan masyarakat yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19 banyak digalakan berbagai pihak, termasuk oleh Kemdikbud. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi dan tujuan tindak tutur ilokusi dalam iklan layanan masyarakat pencegahan Covid-19. Teori yang digunakan adalah teori tindak tutur J.L. Austin. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah iklan layanan masyarakat pencegahan Covid-19 yang ditayangkan oleh Kemdikbud melalui kanal youtube resmi dengan objek penelitiannya berupa tuturan ilokusi yang terdapat dalam iklan tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah pemilihan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dari lima iklan layanan masyarakat pencegahan Covid-19 yang diteliti terdapat empat jenis tindak tutur ilokusi yang muncul, yaitu exercitives, commissives, behabitives, dan expositives. Terdapat tujuan dari setiap tindak tutur yang digunakan, antara lain exercitives untuk menasihati dan mengajak, commissives untuk berjanji atas tindakan yang akan dilakukan, behabitives untuk mengungkapkan terima kasih dan permintaan maaf, serta expositives untuk menjelaskan. Berdasarkan data, iklan layanan masyarakat pencegahan Covid-19 yang ditayangkan oleh Kemdikbud didominasi oleh tindak tutur ilokusi exercitives

    Model Experiential Learning sebagai Alternatif Pembelajaran Menulis Karangan Eksposisi Berdasarkan Faktor Kebahasaan pada Siswa Kelas X di SMA

    No full text
    Penggunaan suatu model, pendekatan atau metode dalam suatu pembelajaran dapat menentukan keberhasilan belajar siswa. Salah satu model pembelajaran berupa model pengalaman atau experiential learning dapat dijadikan alternatif pembelajaran dalam menulis atau mengkontruksi teks eksposisi pada siswa Sekolah menengah Atas di Kelas X sesuai denga silabus dan kompetensi dasar yang ada dalam Kurikulum 2013. Keterampilan menulis dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, salah satunya dalam bentuk teks. Pembelajaran menulis dalam bentuk teks pada kurikulum 2013 kelas X salah satunya adalah memproduksi teks eksposisi. Memproduksi teks eksposisi merupakan keterampilan dalam bentuk teks yang harus dikuasai oleh siswa. Siswa diharapkan dapat memahami kelengkapan isi, kelengkapan struktur dan penggunaan bahasa. Siswa Sekolah Menengah Atas merupakan anak yang sudah mempunyai daya wawasan pengetahuan yang lebih dibandingkan dengan siswa Sekolah Tingkat Pertama sehingga dalam membuat keterampilan menulis teks eksposisi lebih terstruktur karena salah satunya lebih luas wawasan dalam hal kebahasaan.Kata Kunci: experiential learning, teks eksposisi, kebahasaan  The use of models, approach or method in learning can the determine student learning success. One learning model in the form of an experiential learning model can be used as an alternative learning in writing or constructing exposition text in high school student in class X according to syllabus and basic competencies in the 2013 curriculum. Writing skills can be done in various forms, one of which is in the form of text. One of the learning to write in text in the 2013 curriculum for class X is producing exposition text is a textual skill that students must master. Student are expected to understand the completeness of the structure and the use of language.  Middle school students are children who are already have more insight into knowledge compared to junior high school student so that in making exposition text writing skills more structured because one of them has broader insight in term of language.Keywords: experiential learning, exposition text, languageÂ

    1,892

    full texts

    2,089

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Majalengka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇