Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
KUALITAS PELAYANAN DI KANTOR KEPALA DESA TALAGA WETAN KECAMATAN TALAGA KABUPATEN MAJALENGKA BERBASIS TEORI PHILIP KOTLER
AbstrakTata pemerintahan yang baik (Good Governance) dapat diukur dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan di Kantor Kepala Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka berdasarkan konsep kualitas pelayanan Philip Kotler yang mencakup lima dimensi: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis kualitas pelayanan di Kantor Kepala Desa Talaga Wetaan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. Waktu penelitian dilakukan selama tiga bulan, dari September hingga November 2024. Data dikumpulkan melalui survei dengan teknik wawancara mendalam terhadap 50 responden yang terdiri dari masyarakat setempat yang pernah berinteraksi dengan pelayanan desa. Selain itu, wawancara juga dilakukan dengan Kepala Desa untuk memperoleh perspektif dari penyelenggara layanan. Hasil penelitian terhadap lima dimensi kualitas pelayanan di Kantor Kepala Desa Talagawetan, bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa Kepala Desa secara konsisten memberikan arahan dalam setiap dimensi pelayanan. Dimensi Empathy memperoleh persentase tertinggi dalam kategori selalu (66%), menunjukkan bahwa perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi aspek yang paling dominan. Dimensi Assurance (60%) dan Tangible (62%) juga menunjukkan kecenderungan tinggi dalam memberikan rasa aman, kepercayaan, serta menjaga fasilitas fisik dan media komunikasi yang baik. Sementara itu, dimensi Reliability (56%) dan Responsiveness (58%) mengindikasikan bahwa masih terdapat perangkat desa yang belum sepenuhnya menerapkan arahan secara optimal.Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Philip Kotler, Good Governance, Desa Talaga Wetan
KATA BATU DALAM PERIBAHASA MELAYU: ANALISIS SEMANTIK INKUISITIF
Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik inkuistif yang masih jarang digunakan di Indonesia. Semantik inkuistif merupakan kajian yang berusaha menggali peribahasa sebagai objeknya lebih mendalam untuk mengetahui mengapa dan bagaimana suatu objek dapat dijadikan metafora dalam peribahasa tersebut. Data dalam penelitian ini merupakan peribahasa Melayu berobjek batu yang diperoleh dari Pusat Rujukan Persuratan Melayu (PRPM). Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik catat. Proses analisis data melewati tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil yang diperoleh yakni batu digunakan sebagai perumpamaan dalam peribahasa Melayu karena karena karakteristiknya yang sederhana, tidak berharga, dan berat
ANALISIS IKON, INDEKS, DAN SIMBOL DALAM NOVEL “KEMARAU†KARYA A.A. NAVIS SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan perserta didik dalam membedakan tanda ikon: indeks: dan simbol serta peserta didik mengalami kesulitan untuk mengungkapkan makna pada novel melalui analisis isi dan kebahasaan novel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna ikon, indeks dan simbol menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Peirce sekaligus mengetahui novel Kemarau karya Ali Akbar Navis dapat dijadikan bahan ajar bahasa Indonesia kelas XII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang dipaparkan tidak berupa angka-angka, melainkan berupa deskripsi atau kata-kata. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, studi pustaka dan wawancara. Sumber data pada penelitian ini adalah buku novel Kemarau karya Ali Akbar Navis. Hasil dari penelitian ini berupa deskripsi makna Ikon, Indeks dan Simbol. Total keseluruhan data yaitu 65 data yang terbagi menjadi 10 temuan data ikon, 26 temuan data indeks, dan 29 temuan data simbol. Hal ini menunjukan bahwa pada novel Kemarau karya Ali Akbar Navis ini memiliki lebih banyak tanda simbol. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa buku novel Kemarau karya Ali Akbar Navis dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk materi isi dan kebahasaan novel dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas XII, dengan dilandaskan pada hasil  penelitian dan persetujuan dari judgment expert
Model Bimbingan dan Konseling Berbasis Karakter untuk Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Majalengka
Penelitian bertujuan untuk mengembangkan model bimbingan dan konseling berbasis karakter untuk siswa sekolah dasar di Kabupaten Majalengka. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan kerangka kerja model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian melibatkan sejumlah guru dan siswa sebagai responden untuk menguji kelayakan dan efektivitas model yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model efektif dalam meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Melalui model ini, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap nilai moral, empati, dan keterampilan sosial yang lebih baik. Pendekatan ini juga mendukung penguatan karakter siswa yang sesuai dengan budaya lokal Majalengka, yang menekankan nilai gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Model ini tidak hanya mengintegrasikan kearifan lokal, tetapi juga mengadopsi praktik bimbingan modern yang relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter di sekolah dasar. Temuan ini mengungkapkan pentingnya menggabungkan nilai budaya lokal dan pendekatan modern untuk menciptakan kerangka kerja pengembangan karakter yang holistik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan karakter yang lebih holistik di tingkat dasar dan dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik budaya yang serupa. Dengan demikian, model ini berpotensi memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter di Indonesia
Peningkatan Kemampuan Pedagogik Guru MI: Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Video
The Covid 19 pandemic has changed the world to adapt to a new normal era. Inevitable changes occur in several dimensions of life. One of them is education. The Blended Learning model is also increasingly being used. The Blended Learning Model requires mixed media as well. One of them is learning videos. This research is an actualization of a mentoring program for MI Teachers in the City of Salatiga in making video learning media using the Canva and Kinemaster applications. The aim of this program is to increase teachers' pedagogic abilities in providing a more attractive and efficient learning environment and Teaching and Learning Activities (KBM). But it does not eliminate the interaction of teachers and students. The result of this program is that at the end of the training, teachers have been able to make videos based on these two applications and use them in learning. Apart from using it in their own learning, the teachers also share the videos with the public via their YouTube channel and with their colleagues. They also provide video-making tutoring to other fellow teachers who don't have the opportunity to take part in the training
Pengembangan Instrumen Assessment Psıkomotor Pada Keterampılan Berbahasa Indonesıa
Asesmen atau penilaian pembelajaran pada abad 21 yaitu penilaian autentik. Kurikulum 2013 diharapkan mampu meningkatkan dan menyeimbangkan penilaian autentik termasuk psikomotor. Penilaian masih fokus pada ranah kognitif peserta didik dan belum mengikutkan ranah afektif dan psikomotor secara bersamaan. Hal ini disebabkan ketersediaan instrumen penilaian/ penilaian psikomotor di sekolah masih terbatas. Tujuan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Untuk mendeskripsikan karakteristik pengembangan instrumen penilaian psikomotor pada keterampilan berbahasa Indonesia; 2) Untuk menganalisis hasil validasi instrumen penilaian psikomotor pada keterampilan berbahasa Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (R&D). Sampel penelitian ini yaitu empat guru bahasa Indonesia SD. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi produk dan lembar wawancara terstrutur. Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan lembar validasi produk melakukan dan wawancara tertruktur ke validator. Penelitian menghasilkan penilaian produk psikomotor pada keterampilan berbahasa Indonesia melalui 5 tes pragmatif yang dinilai. Produk pengembangan tersebut secara umum termasuk dalam kriteria sangat valid dengan proporsi 98,16%. Artinya, penilaian instrumen produk psikomotor tersebut layak digunakan untuk menilai hasil belajar psikomotor pada keterampilan berbahasa Indonesia di jenjang sekolah SD
PEMANFAATAN KAJIAN INTERTEKS HIPOGRAM DAN TRANSFORMASI DALAM NOVEL DAN FILM AYAT-AYAT CINTA SEBAGAI PENUNJANG BAHAN AJAR DI SMA KELAS XII
Penelitian ini memiliki tujuan dalam menemukan perbedaan dan persamaan hipogram dan transformasi pada unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik, yang dalam prosesnya melalui pendeskrpsian. Dalam konsepan hipogram terdiri dari empat aspek, yaitu : ekspansi, konversi, modifikasi, dan keserp. Yang mana suatu perubahan wujud pada teks. Hasil dari temuan penelitian ini, memiliki hubungan satu sama lainnya antara novel dan film AAC (Ayat-Ayat Cinta). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskritif ini berfungsi sebagai penjabaran yang lebih terinci, dalam memberikan gambaran tentang hipogram dan trasnformasi terhadap unsur-unsur yang terkandung didalam nya. Dengan adanya hal ini, akan lebih memudahkan penelitian yang dilakukan sebab melakukan penelitian terhadap Novel dan Film ini, perlu adanya suatu penafsiran atau penjabaran yang leluasa agar hasil dari penelitian dapat dipahami dan dimengerti oleh pembaca.Karena titik pusat objek pada penelitian ini novel dan film (material), dan pada unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik (formal). Teknik dalam penelitian ini, ialah teknik simak dan dokumentasi (catatan-catatan). Maka, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa dalam perubahan wujud teks hipogram ini berpengaruh juga pada perubahan wujud isi ceritanya, serta dari penelitian ini dapat diketahui, bahwa unsur intrinsik novel dan film ini terdiri dari (1) tema, (2) tokoh, (3) penokohan, (4) alur, (5) latar, (6) gaya bahasa, dan (7) sudut pandang. Pada dasar nya perubahan karya sastra ke dalam bentuk film sudah lama dilakukan, dengan kata lain, seorang penulis film (sutradara) yang memfilmkan sebuah sastra ke dalam bentuk film, yang kemungkinan akan sedikit berbeda dengan asli isi cerita di dalam novelnya. Ataupun memiliki kesamaan dengan keaslian isi cerita di dalamnya.Kata kunci: Hipogram, Transformasi, Unsur-Unsur (Novel - Film
DINAMIKA LINGUISTIK PENGGUNAAN EMOTIKON DAN EMOJI DALAM WACANA TERMEDIASI KOMPUTER: STUDI KASUS PADA PENGGUNA SOSIAL MEDIA DI INDONESIA
Popularitas emotikon dan emoji telah mendorong minat pengkajian dalam fenomena mutakhir ini, yakni penggunaan emotikon dan emoji dalam sosial media (di Indonesia). Studi ihwal emotikon dan emoji telah banyak dilakukan dan umumnya mengadopsi beragam perspektif dan paradigma. Studi linguistik berkonsentrasi pada analisis peran emotikon dan emoji dalam dikotomi ujaran verbal-tulis. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani disparitas teoretis dan memberikan tinjauan yang komprehensif tetapi spesifik, yakni ihwal penggunaan emotikon dan emoji oleh pengguna sosial media di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) secara analisis grafis dan morfologis, struktur emotikon dan emoji dipandang sebagai unit seperti piktogram yang dibentuk dengan alfagram dan topogram yang memiliki fungsi khas dan signifikatif serta hubungan yang dikondisikan secara visual; (b) emotikon dan emoji setidaknya memiliki dua fungsi linguistis dan komunikasi yang berbeda, yakni fungsi non-verbal dan fungsi verbal; dan (c) emotikon dan emoji non-verbal mengekspresikan elemen paralinguistik atau non-verbal. Kesemuanya tidak diucapkan, tetapi diekspresikan melalui perangkat non-verbal, seperti pantomim, gerakan, dan intonasi. Terdapat empat fungsi utama dari emotikon dan emoji nonverbal dalam kalimat, yakni penambah elemen para-verbal ke dalam pesan, redundansi, antifrasa, dan penanda sintaksis
ANALISIS TINDAK TUTUR PADA VIDEO DEBAT INDONESIA LAWYERS CLUB SERTA REKOMENDASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SEKOLAH
Penelitian ini mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada video debat Indonesia Lawyers Club episode “Ironi!!! Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar di Duniaâ€, karena sebelumnya pada penelitian tersebut belum pernah dilakukan. Adapun tujuan pada penelitian ini (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur lokusi pada video debat Indonesia Lawyers Club episode “Ironi!!! Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar di Duniaâ€, (2) mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi pada video debat Indonesia Lawyers Club episode “Ironi!!! Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar di Duniaâ€, (3) mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur perlokusi pada video debat Indonesia Lawyers Club episode “Ironi!!! Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar di Duniaâ€, dan (4) rekomendasi hasil analisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada video debat Indonesia Lawyers Club episode “Ironi!!! Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar di Dunia†sebagai bahan ajar pembelajaran debat di sekolah. Analisis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 185 data. Dari 185 data yang teridentifikasi tindak tutur lokusi terdapat 65 data, tindak tutur ilokusi terdapat 66 data, dan tindak tutur perlokusi terdapat 54 data
Analisis Kebiasaan Membaca Mahasiswa: Bagaimana Kaitannya dengan Keterampilan Menulis Proposal Skripsi?
Kebiasaan membaca merupakan suatu perilaku dan pola aktivitas membaca yang dilakukan secara rutin dan konsisten. Kebiasaan mencakup berbagai aspek yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan kemampuan akademik mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara kebiasaan membaca dan keterampilan mahasiswa dalam menyusun proposal skripsi. Pertanyaan utama yang diangkat adalah apakah terdapat korelasi signifikan antara frekuensi dan kualitas kebiasaan membaca dengan kemahiran dalam menulis proposal skripsi. Penelitian melibatkan 30 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang mengikuti Mata Kuliah Metodologi Penelitian pada Semester Genap 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan Mix method di mana data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner dan tes. Sementara itu, data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kebiasaan membaca kemampuan mahasiswa dalam menulis proposal skripsi. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa mendorong kebiasaan membaca yang konsisten dan berkualitas dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis akademik mahasiswa. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pendidik dan pengembang kurikulum untuk lebih menekankan pentingnya membaca dalam program akademik. Mengarahkan mahasiswa untuk banyak membaca dari berbagai sumber, seperti buku, skripsi, tesis, disertasi, artikel, atau berita ilmiah dari sumber terpercaya