Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MIKROBIOLOGI BERBASIS E-LEARNING UNTUK MEMBANGUN KETERAMPILAN ARGUMENTASI CALON GURU IPA
Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan perangkat pembelajaran mata kuliah Mikrobiologi yang layak digunakan, dimana perangkat pembelajaran yang dikembangkan berbasis e-learning untuk membangun keterampilan argumentasi mahasiswa calon guru IPA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Kelayakan perangkat pembelajaran dilakukan dengan menguji kevalidan dan keefektifan produk tersebut. Penelitian dilakukan pada 22 mahasiswa semester V di jurusan Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil analisis penelitian menyatakan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid setelah dilakukan uji kevalidan oleh Expert Judgement, serta sangat efektif setelah dilakukan analisis uji keefektifan dengan menggunakan instrumen penilaian keterampilan argumentasi. Maka disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran mata kuliah Mikrobiologi yang dikembangkan layak untuk digunakan.Kata kunci : Perangkat, Pembelajaran, E-Learning, Keterampilan, Argumentasi
Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia Daring di Masa Pandemi Covid-19 dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Siswa SMP
Kondisi pandemi Covid 19 yang masih belum reda menuntut pembelajaran berlangsung secara daring. Sesuai dengan surat edaran Kemndikbud No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid 19 lebih memfokuskan pada pendidikan kecakapan hidup. Untuk itu penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pembelajaran bahasa Indonesia secara daring yang membangun kecakapan hidup bagi peserta didik berupa keterampilan berbahasa pada ranah kognitif dan psikomotorik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data berupa pernyataan guru dan siswa dalam proses pembelajaran serta dokumen nilai. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan angket serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan interaktif. Hasil penelitian dibedakan dari tiga temuan, yakni proses pembelajaran yang bersifat daring, kendala pembelajaran, dan efektivitas pembelajaran yang didasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang diperoleh peserta didik pada ranah kognitif dan psikomotorik. Pembelajaran selama pandemi covid 19 bersifat daring dan luring (blended learning). Ditemukan kendala dalam pembelajaran, khususnya yang dialami peserta didik. Pembelajaran bahasa Indonesia melalui daring dalam meningkatkan kemampuan berbahasa pada aspek kognitif dan psikomorik berjalan efektif. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai siswa baik di atas KKM.Kata kunci: Efektivitas pembelajaran, pembelajaran daring, keterampilan berbahasa, kompetensi kognitif, kompetensi psikomotorik The condition of the Covid 19 pandemic that has not subsided requires learning to take place online. Following the circular of the Ministry of Education No. 4 of 2020 on the Implementation of Education Policy in the Emergency Period of the Spread of Covid 19 focuses more on life skills education. Therefore, this study aims to describe the effectiveness of online Indonesian language learning that builds life skills for learners in the form of language skills in the cognitive and psychomotor spheres. The research method uses descriptive qualitative. Data in the form of statements of teachers and students in the learning process as well as value documents. Data collection techniques with observations, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis techniques use interactive. The results of the study were distinguished from three findings, namely online learning process, learning constraints, and effectiveness of learning based on minimum completed criteria (KKM) obtained by learners in the cognitive and psychomotor spheres. Learning during the covid 19 pandemics is online and blended learning. There are obstacles in learning, especially those experienced by students. Online learning of the Indonesian language in improving language skills in cognitive and psychomotor aspects is effective. This is demonstrated by the achievement of students' grades well above KKM.Keywords: Effectiveness of learning, online learning, language skills, cognitive competence, psychomotor competenc
Collocation Errors In Indonesian Efl Learners’ Composition
Collocation errors are often made by Indonesian EFL learners in essays. The error, which is part of learning process, stems from inter and intra language. The study aims to identify and quantify the collocation error in students’ composition. The data were 20 argumentative essays collected from students’ final paper work of universitas Bina Sarana Informatika majoring in English study. The study employs collocation identification procedure to identify grammatical and lexical collocation. The result was then compared with the standard collocation to produce standard and non-standard (error) collocations. The result shows that 25 % or 14 out of 55 grammatical collocation contain error while lexical collocations error is dominated by verb + noun lexical collocation which take 10 % of total amount of lexical collocations in use and in total there are 23 errors of 147 collocation in use or 15 % lexical collocation error. From the result, it can be inferred that lexical collocation error appear more frequently than grammatical collocation error
PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL MARKETING SEBAGAI MEDIA PROMOSI PADA AKUN @Hijup.com (STUDI ETNOGRAFI VIRTUAL PADA AKUN INSTARGAM @Hijup.com)
Dengan munculnya internet, perkembangan pemasaran menuju level baru, pemasaran melalui internet ini dinamakan sebagai digital marketing. Penelitian ini membahas mengenai strategi media digital marketing yang dilakukan oleh HijUp.com. HijUp.com merupakan perusahaan fashion ecommerce yang meraih sukses dalam meraup penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana analisis strategi media digital marketing HijUp.com yang berpusat pada media sosial Instagram.Dalam Pendekataan penelitian ini penulis menggunakan studi Etnografi Virtual yang banyak digunakan pada penelitian online. Subjek penelitian difokuskan untuk meneliti pengalaman para pengguna fitur snapgram. Teknik yang akan di gunakan dalam memilih informan atau subjek akan dipilih secara purposif berdasarkan aktivitas mereka yang dapat mengeksplorasi dan mengartikulasikan pengalam mereka secara sadar,yang dijadikan informan utama (key infomant) atau sumber data utama atau Creswell menyebutnya partisipan. Pengumpulan data diperoleh dari informan utama (key informant) atau sumber data utama sebagai partisipan melalui wawancara online. Data yang diperoleh disusun dalam satu-satuan kemudian di kategorikan dan dilakukan pengkodingan.Berdasarkan hasil dari penelitian HijUp.com melibatkan peran digital mulai dari marketing mix dan menggunakan konsep berupa visual, design dan caption. serta digital marketing dalam hampir seluruh kegiatan pemasaran dan penjualan HijUp.com memasarkan produknya secara online dengan melakukan optimalisasi digital marketing tools secara terintegrasi. Dalam penggunaan media digital sangat membantu HijUp.com dalam menjalankan fungsi pemasaran secara efesien dan efektif.Kata Kunci : Strategi Media Digital Marketing, Hijup.com, Marketing Mix
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA PADA PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN DITINJAU DARI RASA INGIN TAHU SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA siswa antara pembelajaran predict-observe-explain dengan ceramah konvensional, perbedaan pemahaman konsep IPA siswa antara rasa ingin tahu tinggi dan rendah, dan pengaruh interaksi antara faktor model pembelajaran dan rasa ingin tahu. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metodologi Quasi Eksperimen tipe Desain Faktorial 2x2. Adapun populasi penelitian adalah siswa kelas IV di SD Negeri Wilayah Kelurahan Nalumsari yaitu siswa kelas IV di SD Negeri Nalumsari 1, 2, dan 3. Selanjutnya sampel diambil dengan Teknik Cluster Random Sampling dengan perolehan sampel yaitu siswa kelas IV di SD Negeri Nalumsari 1 dan 2. Data terkumpul dengan instrumen butir soal pemahaman konsep IPA dan lembar angket rasa ingin tahu siswa, yang dianalisis menggunakan Anova Dua Jalan dengan syarat data harus berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA siswa antara pembelajaran predict-observe-explain dengan konvensional, 2) terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA siswa antara rasa ingin tahu tinggi dan rendah, dan 3) terdapat pengaruh interaksi antara faktor model pembelajaran dan rasa ingin tahu terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas IV di SD Negeri Wilayah Kelurahan Nalumsari, Jepara
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA YANG BERORIENTASI KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF
Pembelajaran matematika di sekolah dasar yang berorrientasi pada pembentukan keterampilan berpikir kreatif belum menjadi skala prioritas guru di sekolah. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis etnomatematika yang berorientasi pada pembentukan keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada aspek kefasihan, fleksibilitias dan originalitas. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Manggarai yang melibatkan 55 orang guru dari 11 kecamatan yang ada. Teknik pengumpulan menggunakan pengangketan yang berkenaan dengan analisis kebutuhan dan juga validasi pakar ditinjau dari ketatabahasaan dan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pada aspek konten materi terdapat 70,91% para guru membutuhkan bahan ajar hasil etnomatematika. Pada aspek orientasi pengembangan berpikir kreatif, sebagian besar guru (90%) menghendaki 1) bahan ajar yang menyertakan contoh-contoh masalah yang menuntun pembentukan keterampilan berpikir kreatif peserta didik; 2) memuat lembar kerja peserta didik (LKPD) yang berbasis masalah etnopedagogi dalam hal ini budaya Manggarai; dan 3) mengandung unsur permainan tradisional; 4) memuat alat dan bahan yang dibutuhkan untuk peningkatan kemampuan representasi matematis sesuai konteks materi yang disajikan. Pada aspek penilaian 89,1% mengungkapkan bahwa dalam mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada materi geometri belum berorientasi pada pengukuran berpikir tingkat tinggi atau HOTS dan berorientasi pada berpikir kreatif. Pada aspek tingkat urgenitas pengembangan terdapat 92,73% memberikan persepsi bahwa pengembangan bahan ajar berbasis etnomatematika sangat penting. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis etnomatematika penting dilakukan sesuai dengan kebutuhan para guru  dan siswa di kabupaten Manggarai serta membentuk keterampilan berpikir kreatif peserta didik sekolah dasar
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR
Penilaian autentik merupakan penilaian yang menghendaki peserta didik agar mampu menggunakan pengetahuan, menampilkan sikap, dan keterampilan diperoleh melalui tugas nyata pada situasi sesungguhnya dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku model penilaian autentik kurikulum 2013 yang memenuhi kelayakan sehingga dapat digunakan guru dalam melakukan penilaian autentik pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Desain penelitian yang digunakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development. Prosedur penelitian mengacu pada langkah-langkah Borg and Gall yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan informasi, 3) desain produk, 4) validasi desain, dan 5) revisi produk. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan angket. Hasil analisis kebutuhan melalui wawancara pada guru Sekolah Dasar bahwa guru masih merasa kesulitan dalam mengembangkan penilaian autentik. Hasil angket analisis kebutuhan diperoleh skor sebesar 75% berarti guru membutuhkan buku penilaian autentik kurikulum 2013. Hasil Uji kelayakan pada ahli materi, isi, dan bahasa yang digunakan pada buku model penilaian autentik kurikulum 2013 di Sekolah Dasar diperoleh skor sebesar 94% dengan kategori “Sangat Validâ€. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa buku panduan model penilaian autentik kurikulum 2013 di Sekolah Dasar memenuhi kelayakan untuk digunakan guru sebagai petunjuk penilaian autentik yang dilengkapi landasan teori, penilaian pengetahuan, penilaian sikap, dan penilaian keterampilan
ANALISIS DESAIN MANAGEMEN SCIENTIFIC LEARNING PROGRAMS DI SEKOLAH DASAR
Manajemen sekolah yang efektif adalah mampu mengoptimalkan kinerja organisasi sekolah dan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, kreatif serta terampil. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi penerapan manajemen berbasis sekolah melalui manajemen scientific learning programs. Metode kualitatif digunakan untuk menalisis data kepustakaan (library research) dengan obyek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku ensiklopedi, jurnal ilmiah, koran, majalah, dan dokumen). Hasil menunjukan penerapan manajemen berbasis sekolah akan efektif dan memberikan keunggulan terhadap prestasi sekolah jika dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat. Selain itu keberhasilan implementasi manajemen berbasis sekolah memerlukan adanya sosialisasi, keterbukaan, motivasi, dan penyatuan visi dari semua unsur mulai dari kepala sekolah, orang tua, masyarakat, sarana prasarana
VALIDITAS BAHAN AJAR KURIKULUM PEMBELAJARAN UNTUK PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan validitas bahan ajar ajar kurikulum pembelajaran untuk pendidikan guru sekolah dasar. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan yang dilakukan dalam pengembangan bahan ajar kurikulum pembelajaran untuk pendidikan guru sekolah dasar mengacu pada langkah-langkah pengembangan Borg and Gall yaitu 1) mengumpulkan informasi dan penelitian pendahuluan, 2) melakukan perencanaan, 3) mengembangkan bentuk produk awal , 4) melakukan uji coba terbatas produk awal untuk menghasilkan produk utama, 5) melakukan revisi terhadap produk utama, 6) melakukan uji coba produk utama, 7) melakukan revisi terhadap produk utama untuk menghasilkan produk akhir, 8) melakukan uji coba lapangan produk final, 9) melakukan revisi terhadap produk final, dan 10) mendiseminasi dan mengimplementasikan produk. Kesepuluh langkah tersebut dikelompokkan kedalam tiga langkah yaitu studi pendahuluan, pengembangan, serta pengujian dan diseminasi. Artikel ini hanya fokus pada validitas isi yang divalidasi oleh ahli. Ahli yang dilibatkan adalah ahli materi dan ahli media. Teknik analisis validitas isi menggunakan indeks Aiken’s V. Berdasarkan hasil analisis Aiken’s V diperoleh skor 0,918, dan diinterpretasikan sebagai koefisien yang cukup tinggi karena skor tersebut ada diantara 0 sampai 1,00. Sehingga bahan ajar kurikulum pembelajaran untuk pendidikan guru sekolah dasar dalam kategori valid
APPLYING THE INTEGRATED CURRICULUM CONCEPT THROUGH CONNECTED MATHEMATICS PROJECT (CMP) LEARNERS TO MATHEMATICAL COMMUNICATION SKILLS
Based on the formulation of the problem above, this study has a goal to be achieved, namely: to determine the application of CMP learning to mathematical communication skills. To find out the concept of an integrated curriculum on mathematical communication skills. To find out whether there is an interaction between CMP learning and the concept of an integrated curriculum on mathematical communication skills. The experimenta type used in this study is Quasy Experimental Design. In this study, the sampling technique used was simple random sampling technique. To collect research data, there are several ways to use the data, including questionnaires anad tests. A good instrument must meet important requirements, namely validity test, difference power test, difficulty level and reliability test. Hypothesis testing uses the same two-way cell analysis. As for the results of this study, there in an influence between the CMP learning model and conventional learning on mathematical communication skills. There is no interaction between CMP learning and the integrated curriculum concept on mathematical communication skills. Keywords : concept curriculum integrated, connected mathematics project (cmp), mathematical communication skill