Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
STUDENTS' PERCEPTION OF PERFOMANCE-BASED ASSESSMENT APPLICATION IN HIGHER EDUCATION
Learning process needs to be well-planned by the teachers in 21st century. It aims to build the students’ character to be more professional facing social-life problem. To evaluate, Performance-Based Assessment (PBA) has been implemented by many states which emphasizes the performance-skills of demonstrating ideas such as presentations, debate, making papers, shows etc. Its function of engaging students’ interest in subject and as teachers’ way of assessing students’ capability. For college students, doing group presentation has been done in many times and mostly implemented as assignments. However, students’ opinions toward this assessment must be important case for teachers’ evaluation. This paper is made to find out and analyze students’ perception on PBA in university level
The Implementation of Non-Sequential Strategy to Face TOEFL ITP Problems
TOEFL was seen as a prerequisite for non-native English students to study abroad, to get a suitable employment, and to get a university diploma. Students also found it challenging to complete the TOEFL reading exam. This was an experimental research based on applying a non-sequential strategy. This study aimed at investigating whether the use of non-sequential strategy was effective to complete the reading comprehension session in TOEFL ITP or not. 100 English university students engaged entirely in the study as participants. They were studying at Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) located in Bojonegoro, Eastern Java, Indonesia. The researcherss provided the students a pre-test and post-test in order to collect the data. The students were permitted to perform the exam on their own during the pre-test. In this pre-test the researcherss provided no special instructions. In the post-test, the participants got a preferential treatment. The students were advised to follow a non-sequential strategy for the exam. The data were produced through the students’ compilation of TOEFL scores. The data were anlyzed by comparing the students’ scores in pre-test and post-test. The results showed that a non-sequential strategy to complete the reading comprehension session of the TOEFL test is very effective to be implemented. This result is addressed further in this article
The Use of Information and Communication Technology (ICT) In Learning Writing Narrative
This study aims to describes narrative writing skills are one aspect of language skills that are very important. Learning to write until now is still a lesson that is less attractive to students. One of the things that causes it learners are less interested in the teaching of writing is the selection of instructional media, need for learning as something that is fun, comforting, and easy is something that is urgent due to the development of modernization in various fields. One of them is information and communication technology (ICT), through the use of media, it is hoped that it can help facilitate students in expressing ideas to be developed into a narrative essay. The use of media has the possibility to be used as an alternative method in an effort to develop narrative writing learning. It is expected that most students are happy and interested in learning using media. In addition, the media can help the difficulties of students in determining topics in their narrative
Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Siswa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran IPA di SD Kanisius Sengkan. Penelitian ini bertujuan untuk: meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VA SD Kanisius Sengkan. Objek penelitian yaitu peningkatan sikap berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan tes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, ditunjukkan dengan skor rata-rata kemampuan berpikir kritis pada siklus I yaitu 64,18 menjadi 80,38 pada siklus II. (2) model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari nilai kondisi awal rata-rata 69,3 meningkat menjadi 76,21 pada siklus I dan meningkat kembali pada siklus II yaitu 82,19
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematikan Berdasarkan Teori Polya Pada Siswa SD Kelas VI Kabupaten Manokwari
Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan teori Polya pada Siswa SD Kelas VI Kabupaten Manokwari. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Prosedur penelitian ini terdiri dari 5 tahap yaitu 1) Persiapan penelitian, 2) Pengumpulan data, 3) Analisis data, 4) Penyajian data dan penarikan kesimpulan. 5) Pembuatan Laporan dan Publikasi. Luaran pada penelitian ini adalah publikasi jurnal nasional terakreditasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Tehnik pengumpulan data terdiri dari Tes tertulis, Wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif .Hasil penelitian ini adalah 1) Siswa pada kategori tinggi memiliki kemampuan untuk memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana, meninjau kembali dengan sangat baik. 2) Siswa pada kategori sedang memiliki kemampuan untuk memahami masalah dan merencanakan pemecahan masalah yang sangat baik. Selain itu siswa kategori sedang juga memiliki kemampuan melaksanakan rencana yang cukup baik, namun memiliki kemampuan meninjau kembali yang kurang baik. 3) Siswa pada kategori rendah memiliki kemampuan untuk memahami masalah dan merencanakan masalah cukup baik, namun memiliki kemampuan merencanakan pemecahan masalah dan melaksanakan rencana yang kurang baik. Selain itu siswa pada kategori rendah tidak melakukan tahapan meninjau kembali jawaban
Pendekataan Keterampilan Proses Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Cerita Anak Kelas V
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan fokus masalah tentang penerapan pendekatan keterampilan proses dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses pada materi cerita anak pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SD. Pendekatan keterampilan proses menekankan kepada proses belajar siswa untuk menentukan pemahaman dan kesatupaduan tentang materi yang diajarkan kemudian siswa akan langsung mengamati dan kemudian bisa mnegikuti sendiri, jumlah siswa 23 siswa yang terdiri 13 siswa laki-laki, 10 siswa perempuan kelas V SD Negeri 2 Danawinangun, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon. Metode Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus menggunakan model spiral Kemmis dan Taggart. Teknik pengumpulan data tes dan non tes. Instrumen pengumpulan data yaitu tes essai, observasi, dokumentasi. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I setelah menggunakan pendekatan keterampilan proses ada peningkatan hasil belajar siswa yang tuntas yaitu 65,2 % atau naik 43,5% dari sebelumnya. Kondisi yang demikian ini semakin meningkat signifikan pada Siklus II siswa yang mencapai ketuntasan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia meningkat sebanyak 86,9% atau naik dari siklus I. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pendekatan keterampilan proses efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi cerita anak pelajaran bahasa Indonesia
PENGARUH METODE LATIHAN KONTINU DAN INTERVAL TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN AEROBIK PEMAIN FUTSAL
ABSTRACT. Basically, futsal is a game that requires maximum technique and tactics. Therefore, futsal players are required to have optimal endurance so that they always move without experiencing fatigue. However, the problem faced at Club X Soes is the low aerobic endurance of futsal players. The research objective was to determine the effect of continuous and interval training methods on increasing the aerobic endurance of futsal players. The method used is experimental. The research design used One Group Pretest Posttest. The population in this study was 12 futsal players. The sampling technique used total sampling. The research sample consisted of 12 futsal players. This type of research is quantitative research. The data collection technique used the bleep test which was carried out in the initial and final tests. Data processing and analysis techniques use SPSS 24. test result data can be proven which in the initial test results before treatment is given 41.3 and after being given the continuous training method treatment and the interval becomes 45.2 meaning that the test data shows an increase in athlete's endurance 4. Apart from test data, the increased endurance of futsal players is also strengthened from the results of the hypothesis test, the value of t-count = 9,326 is greater than the value of t-table = 1.789 or the hypothesis is accepted. Based on the t value obtained above, it can be concluded that the continuous and interval training method has a significant effect on the endurance of futsal players or in other words the research hypothesis is acceptable.Keywords: Continuous Exercise; Interval Training; Aerobic EnduranceABSTRAK. Pada dasarnya permainan futsal merupakan permainan yang membutuhkan teknik dan taktik yang maksimal. Oleh karena itu, pemain futsal dituntut memiliki daya tahan tubuh yang optimal agar selalu bergerak tanpa mengalami kelelahan namun permasalahan yang dihadapi pada club x soes adalah masih rendahnya daya tahan aerobik pemain futsal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode latihan kontinu dan interval terhadap peningkatan daya tahan aerobik pemain futsal. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Desain penelitian menggunakan One Group Pretest Posttest. Populasi dalam penelitian ini dengan jumlah 12 pemain futsal. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Sampel penelitian dengan jumlah 12 pemain futsal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes bleep test yang dilakukan pada tes awal dan akhir. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan SPSS 24. data hasil tes dapat dibuktikan yang mana pada hasil tes awal sebelum diberikan perlakuan 41.3 dan setelah diberikan perlakuan metode latihan kontinu dan interval menjadi 45.2 artinya dari data tes tersebut menunjukan adanya peningkatan daya tahan atlet 4. Selain dari data tes, peningkatan daya tahan pemain futsal dikuatkan pula dari hasil uji hipotesis nilai t-Hitung = 9.326 lebih besar daripada nilai t-Tabel = 1.789 atau hipotesis diterima. Berdasarkan nilai t hitung yang diperoleh di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode latihan kontinu dan interval berpengaruh signifikan terhadap daya tahan pemain futsal atau dengan kata lain hipotesis penelitian dapat diterima. Kata Kunci: Latihan Kontinu; Latihan Interval; Daya Tahan Aerobi
PERAN TEMAN SEBAYA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK: Studi Di MTs Muhammadiyah Curup
This study sought to investigate a depiction of students’ parallel social engagement pattern in MTS Muhammadiyah of Curup, Bengkulu. In so doing, it dealt with whether their peers played a role in the formation of students’ morality. The foregoing question was answered through field research using a qualitative approach. The subjects as well as informants of this study were the principal, teachers, and students at MTs Muhammadiyah of Curup. Data collection techniques were observation and interviews, and then the data were analyzed using Miles’ et al approach, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study concluded that the role of peers for the formation of students’ morality was seen in students’ tendency to choose their playmates at school. If they preferred good friends, then they would follow those friends’ behavior, and vice versa. Efforts made by the school to overcome students who were not morally good were in a way that teachers consolidate with counseling teachers, class teachers, and parents in order to work together to overcome this problem.Keywords: Students’ morality, Peer
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-10 MELALUI METODE EKSPERIMEN PASIR WARNA PADA ANAK USIA DINI DI KOBER PERMATA IBU DESA JAYI KECAMATAN SUKAHAJI KABUPATEN MAJALENGKA
Penelitian ini dilatar belakangi dengan permasalahan yang menunjukkan bahwa penguasaan angka 1-10 pada anak Kober Permata Ibu Desa Jayi Kecamatan Sukahaji pada umumnya masih rendah. Hal ini ditandai dengan kurang fokusnya anak dalam anak belum mampu mengenal angka 1-10, anak belum bisa membedakan angka 1-10, anak belum bisa menulis angka 1-10 dan anak belum mampu menyebutkan angka 1-10.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindak kelas. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi sampel dalam penelitian ini 30 sampelnya 30. Hasil pada observasi awal, kemampuan peserta didik kober permata ibu dalam mengenal angka 1-10 melalui metode eksperimen pasir warna yaitu 16,67%, dengan kriteria BB 00,00%, MB 83,33%, BSH 16,67%, BSB 00,00 %. Metode eksperimen pasir warna dapat meningkatkan pengenalan angka 1-10 di Kober permata ibu yaitu 83,33%, dengan kriteria BB 00,00%, MB 16,67%, BSH 83,33%, BSB 00,00. peningkatan kemampuan mengenal angka 1-10 melalui metode eksperimen pasirÂ
APLIKASI E-COUNSELING UNTUK MENINGKATKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SISWA MENGGUNAKAN METODE FORECASTING BERBASIS ANDROID PADA SMK NEGERI 1 MAJA
AbstractGuidance and Counseling is the process of providing assistance carried out through counseling interviews by an expert to individuals who are experiencing something problem that aims to overcome and provide solutions to the problems encountered. Along with that, the implementation of counseling is not only done face to face in a closed room, but can be done through a remote format with the help of information technology, or referred to as e-counseling (electronic counseling). Guidance and counseling conducted at SMK Negeri 1 Maja is still done face to face, namely students enter the counseling room, then they tell their problems, so SMK Negeri 1 Maja requires e-counseling applications. It is expected that the e-counseling application to improve student guidance and counseling services using the Android-based forecasting method at SMK Negeri 1 Maja can help students in solving problems and can also help 12th grade students in university selection. By using forecasting or forecasting methods in this application, is expected to help students in determining decision making when choosing a university. Keywords:       Guidance And Counseling, E-Counseling, Android, Forecastin