Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
RESPON MAHASISWA PGSD TERHADAP PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BERBASIS TRANSFER NILAI PANCASILA DALAM PENULISAN BAHAN AJAR PKN
Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) berbasis transfer nilai Pancasila adalah hal baru dalam pembelajaran PKn bagi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Cirebon. PjBL ini dilatihkan kepada mahasiswa sebagai penguat kemampuan menulis bahan ajar PKn Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis respon mahasiswa calon guru SD dalam pembelajaran menggunakan model PjBL berbasis transfer nilai Pancasila dalam meningkatkan keterampilan menulis bahan ajar PKn Calon Guru SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan instrumen berupa lembar angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuntitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa calon guru yang mengontrak mata kuliah Pembelajaran PKn di Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon. Hasil penelitian menujukan bahwa Respon calon guru SD terhadap pembelajaran PjBL dapat dilihat dari hasil angket mahasiswa calon guru yang menunjukkan nilai rata-rata 3,3 dengan kategori respon yang sangat baik. Sehingga dapat dikatakan pembelajan PjBL berbasis transfer nilai Pancasila ini, dapat meningkatkan kemampuan menulis bahan ajar PKn bagi calon guru SD
KELAYAKAN LKS PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA SD/MI
Bahan ajar yang dikembangkan guru belum dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa, maka perlu adanya pengembangan bahan ajar yang dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan : 1) Untuk  megetahui prosedure pengembangan LKS pembelajaran IPA berbasis STEM untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa, 2) Untuk mengetahui kelayakan LKS pembelajaran IPA berbasis STEM untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development), adapun model pengembangan yang digunakan yaitu model Analyze learner, State Standards and Objective, Select strategies technology media and materials, Utilize strategies technology media and materials, Require and participation, Evaluate and Revise (ASSURE) yang meliputi 6 tahapan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan kuesioner.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDIT Khoiru Ummah sebanyak 41 siswa.  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS pembelajaran IPA berbasis STEM layak digunakan. Hal ini dibuktikan dengan presentase dari aspek kelayakan isi dan penyajian dari aspek materi dengan kategori sangat valid, aspek bahasa dengan kategori valid dan aspek desain dengan kategori sangat valid. Lembar kegiatan siswa ini juga dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa, karena adanya peningkatan keterampilan kolaborasi siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hal ini dapat dilihat dengan adanya perbedaan hasil rata-rata nilai pada kelas posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Maka dapat disimpulkan bahwa LKS pembelajaran IPA berbasis STEM untuk meningkatkan keterampilan siswa, layak digunakan.Â
ANALISIS KETERSEDIAAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENUMBUHKAN ECOLITERACY
Dalam menumbuhkan ecoliteracy siswa perlu peran praktisi pendidikan untuk memberikan edukasi melalui berbagai cara, salah satunya dengan menyediakan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Diyakini bahwa suatu pembelajaran dengan mengusung tema kearifan lokal akan menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan ketersediaan bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan ecoliteracy siswa sekolah dasar. Metode kulitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data penelitian yang diperoleh. Data diperoleh dari guru sekolah dasar dan siswa yang telah belajar tentang materi lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa ketersediaan bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan ecoliteracy belum terpenuhi. Bahan ajar dalam menumbuhkan ecolitercy diketahui masih mengaitkan dengan hal-hal yang sifatnya umum dan jenisnya tidak beragam. Unsur kearifan lokal dalam pembelajaran baru sebatas penyampaian dalam bentuk lisan dari guru kepada siswa. Oleh karena itu, bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan ecoliteracy siswa sekolah dasar perlu diseiakan baik oleh guru ataupun praktisi pendidikan lainnya. Bahan ajar perlu disediakan menarik sehingga membuat siswa aktif dalam kegiatan peduli lingkungan dan tercipta kegiatan belajar yang menyenangkan. Bahan ajar juga diharapkan dapat menciptakan habit positif agar perilaku-perilaku tidak ramah lingkungan yang sering dijumpai guru di sekolah perlahan bisa berubah menjadi perilaku ramah lingkungan. Dengan memiliki perilaku ramah lingkungan siswa siswa bisa dikatakan cerdas secara ekologis
ANALISIS CERPEN "RUMAH TUHAN" KARYA ARIS KURNIAWAN BASUKI DALAM CERPEN PILIHAN KOMPAS 2013 MELALUI PENDEKATAN STRUKTURALISME GENETIK
Pengarang pada hakikatnya adalah anggota masyarakat. Karya sastra yang dihasilkannya pun merupakan gambaran kehidupan yang lahir dari realitas sosial yang dirasakannya. Melalui sastra pengarang menyampaikan hal-hal yang umum sampai ke hal-hal yang khusus serta menguak hal-hal yang tabu; yang tak sempat diperbincangkan oleh khalayak seolah menjadi makanan lezat bagi pembaca. Sastra dapat menyentuh keadaan yang tak terjamah oleh pandangan fisik yang terkadang mengelabui orang-orang yang memandang. Ia mampu menerobos ke dalam hal-hal sensitif yang tak mampu dipandang oleh mata telanjang. Berangkat dari pijakkan di atas, penulis tertarik untuk menganalisis cerpen yang berjudul Rumah Tuhan karya Aris Kurniawan Basuki sebagai cerpen pilihan Harian Kompas 2013 yang sudah dibukukan. Dalam kajian ini, penulis akan menganalisis cerpen tersebut dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik sebagai alat untuk memahami isi cerpen yang dihubungkan dengan dunia pengarang sebagai latar belakang proses penciptaan karya tersebut. Dalam kajian ini, penulis membahas strukturalisme genetik yaitu fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia, dan dialektika pemahaman-penjelasan. Di bagian penjelasan fakta kemanusiaan, penulis menjelaskan bertandang kepada orang sakit dari pandangan keyakinan dan kemanusiaan/sosial, fakta psikologis remaja dan kepatuhan seorang anak kepada orang tuanya, wanita dan karakternya serta laki-laki dan karakternya, dan gangguan dalam rumah tangga. Dalam pembahasan subjek kolektif, dinyatakan keadaan sosial dari suatu individu dalam anggota masyarakatnya. Dalam cerpen ini, tokoh ibu adalah sosok yang penuh gairah dalam mengamalkan ajaran agamanya, sekaligus memiliki rasa kemanusiaan terhadap sesamanya yakni menengok orang sakit. Sementara itu dalam pembahasan pandangan dunia, kebiasaan menengok orang sakit merupakan keadaan yang biasa orang-orang lakukan. Seperti sudah menjadi tradisi tersendiri ketika mendengar orang yang dikenal jatuh sakit, baik itu keluarga, saudara, tetangga, tokoh masyarakat, teman, dan lainnya maka orang akan menengoknya. Adapun pembahasan terakhir, yakni dialektika pemahaman-penjelasan, cerpen Rumah Tuhan karya Ak Basuki ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa sebagai hamba Tuhan yang beriman kepada-Nya kita diharuskan untuk menjaga hubungan baik dengan Tuhan kita (habluminallah) maupun dengan sesama manusia (habluminannas).Kata Kunci: Cerpen Rumah Tuhan, strukturalisme genetik Authors are essentially members of society. His literary work is a description of life that is born from the social reality. Through literature, the author conveys general matters to specific matters and reveals taboo matters; which the audience does not discuss as if it becomes delicious dish for the reader. Literature can observe conditions that are not touched by physical views which sometimes deceive those who look. It is able to break through into sensitive matters that cannot be seen by the naked eye. Departing from the above steps, I am interested in analyzing the short story entitled Rumah Tuhan by Aris Kurniawan Basuki as the short story chosen by Kompas Daily 2013 which has been recorded. In this study, the author will analyze the short stories using a genetic structuralism approach as a tool of analysis in the short story content which is applied to the world of the author as the background for the development process of the work. In this study, the authors discuss genetic structuralism, namely human facts, collective subjects, world views, and the dialectic of understanding-explanations. In the part of human facts' explanation, the writer explains visiting the sick from the viewpoint of belief and humanity, the psychological and mental facts of a child to his parents, women and their characters, men and their characters, and domestic disturbances. In the discussion of the collective subject, it is stated the social condition of an individual in the story are members of society. In this short story, the mother character is a figure who is passionate about practicing her religious teachings, as well as a sense of humanity towards others, namely visiting the sick. Meanwhile, in discussing the world view, the habit of visiting the sick is in the circumstances that people usually do. As it has become an independent tradition when hearing people who are known to be sick, be it family, relatives, neighbors, community leaders, friends, and others, people will visit them. As for the final discussion, namely the dialectic of understanding, the short story Rumah Tuhan by Ak Basuki gives us an understanding that as servants of God who believe in Him we are required to maintain good relations with our Lord (habluminallah) and with fellow humans (habluminannas).Keywords: short stories of the House of God, genetic structuralis
MITOS DALAM KUMPULAN PROSA KISDAP PILANGGUR KARYA HATMIATI MASY'UD
Kumpulan kisah berbahasa Banjar tidak bisa dipisahkan dengan mitos-mitos yang hadir di dalamnya. Mitos yang mengiringi kehidupan masyarakan Banjar diyakini kebenarannya dan mempengaruhi tingkah laku masyarakat seperti yang terdapat dalam kisah-kisah pendek yang Pilanggur karya Hatmiati Masy’ud. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan mitos-mitos yang ada pada masyarakat Banjar dalam kumpulan cerita Pilanggur Karya Hatmiati Masy’ud. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, frasa, kalimat, dialog para tokoh dan paragraf yang berhubungan dengan mitos masyarakat Banjar. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis. Hasil penelitian mendeskripsikan mitos masyarakat Banjar diantaranya tentang kapuhunan, tambun (hantu air), hantu api, sanja kuning, dan pilanggur. Kapuhunan adalah gangguan makhluk halus bagi anak kecil/bayi yang salah satunya diakibatkan karena melewati tempat pekuburan. Kemunculan tambun (hantu air) dijadikan pertanda bahwa sungai sedang meminta tumbal. Hantu api juga menjadi pertanda bahwa akan ada bencana kebakaran. Sanja kuning juga berarti larangan bagi anak-anak untuk bermain di luar rumah. Pada saat sanja kuning, dihubungkan dengan hal-hal yang tidak baik seperti penyakit, hantu, dan santet. Pilanggur dianggap sebagai salah satu penyebab perempuan tidak kunjung menikah karena pada sore hari duduk di depan pintu.Kata kunci : mitos, masyarakat banjar, pilanggur, hatmiati masy’ud The collection of stories in Banjarese cannot be separated from the myths that are present in it. The myths that accompany the life of the Banjar people are believed to be true and affect people's behavior as contained in the short stories Pilanggur by Hatmiati Masy'ud. This study aims to reveal the myths that exist in the Banjar community in the collection of Pilanggur stories by Hatmiati Masy'ud. This research is included in qualitative research with descriptive method. The data collected were in the form of words, phrases, sentences, dialogues of the characters and paragraphs related to the myths of the Banjar people. After the data was collected, the data will be analyzed. The results of the study describe the myths of the Banjar people including the kapuhunan, tambun (water ghost), fire ghost, yellow sanja, and pilanggur. Kapuhunan is a disturbance of spirits for small children/babies, one of which is caused by passing through a cemetery. The appearance of tambun (water ghost) is used as a sign that the river is asking for sacrifice. The fire ghost is also a sign that there will be a fire disaster. Yellow sanja also means a prohibition for children to play outside the house. At the time of yellow sanja, associated with things that are not good such as disease, ghosts, and witchcraft. Pilanggur is considered as one of the causes of women not getting married because in the afternoon they sit in front of the doorKeywords: Myth, Banjar people, Pilanggur, Hatmiati Masy'u
BERPIKIR KREATIF DALAM MENULIS TEKS EKSPOSISI
Pembelajaran menulis teks eksposisi merupakan salah satu kegiatan yang dapat membantu mahasiswa dalam berlatih menulis secara ilmiah. Namun kenyataan yang terjadi sebagian besar mahasiswa masih terkendala dalam memilih topik dan mengembangkan tulisan secara utuh. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah melatih kemampuan berpikir secara kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam menulis teks eksposisi. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini ialah berupa hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menerapkan tiga indikator kemampuan berpikir kreatif yang mencakup kelancaran, keluwesan, dan keaslian ide. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan tulisan teks eksposisi melalui tahapan berpikir kreatif. Hal tersebut terlihat dari tulisan yang dihasilkan oleh setiap kelompok melalui ide-ide baru mulai dari pemilihan tema, judul, hingga pengembangan tulisan teks eksposisi. Tema yang dipilih difokuskan pada kearifan lokal Sulawesi Selatan dengan tema makanan khas daerah, kearifan budaya, hingga pemaparan rumah adat Luwu.Kata kunci: pembelajaran menulis, berpikir kreatif, teks eksposisi Learning to write expository texts is one of the activities that can help students practice writing scientifically. However, the reality is that most students are still constrained in choosing a topic and developing their writing as a whole. One of the steps that can be taken is to train creative thinking skills. This study aims to describe students' creative thinking skills in writing exposition texts. The method used is descriptive qualitative. The data in this study is in the form of observations on the learning process of writing expository texts by applying three indicators of creative thinking skills which include fluency, flexibility, and originality of ideas. The results of the study revealed that students were able to develop expository text writing through the stages of creative thinking. This can be seen from the writings produced by each group through new ideas ranging from choosing themes, titles, to developing exposition texts. The theme chosen was focused on local wisdom of South Sulawesi with the theme of regional specialties, cultural wisdom, to the presentation of the Luwu traditional house.Keywords: learning writing, creative thinking, exposition tex
Upaya Meningkatkan Self Efficacy dan Prestasi Siswa Menggunakan Metode Saintifik Di Kelas IV SD Kota Tangerang
Rendahnya self efficacy siswa dalam menyelesaikan permsalahan-permasalahan matematika membuat prestasi siswa tidak maksimal. Sebagian besar siswa belum memiliki keyakinan dalam menjawab berbagai soal matematika yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan self-efficacy siswa dengan menggunakan metode saintifik pada siswa kelas IV SD Kota Tangerang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Objek penelitian adalah siswa kelas IV SD Kota Tangerang. Instrumen penelitian menggunakan angket efikasi diri pada tes matematika, observasi, guru, hasil belajar siswa dan catatan lapangan saat tindakan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan setiap siklus, yaitu: a) tahap perencanaan, b) tahap tindakan, c) tahap observasi, d) tahap refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa 1) efikasi diri siswa meningkat dari 73 pada siklus I menjadi 87 pada siklus II. 2) Peningkatan prestasi belajar pada siklus I meningkat sebesar 20,23, dari rata-rata 68,88 pada siklus I menjadi 89,11 pada siklus II. 3) Hasil observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan 1 dan 2 siklus I berturut-turut adalah 60% dan 96% dan 100% dengan rata-rata 85,30%. Pada siklus II prosentasenya sudah mencapai diatas 90%, dengan prosentase hasil pada pertemuan 3 dan 4 berturut-turut adalah 97% dan 100% dengan rata-rata 98,5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode saintifik dapat meningkatkan self-efficacy dan prestasi sisw
Keefektifan Pembelajaran Daring dan Luring Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar
Pandemi Pandemi Covid-19 mengubah dunia Pendidikan. Salah satu solusi belajar mengajar tetap berlanjut yaitu dengan melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui keefektifan pembelajaran daring dan luring dalam meningkatkan hasil belajar pada muatan pelajaran IPS siswa kelas 4 SD. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas 4 Â SDN 01 Kesongo. Sementara itu, sampel penelitian adalah siswa kelas 4A yang berjumlah 24 peserta didik sebagai kelompok kontrol, dan 4C berjumlah 22 peserta didik. Analisis data dengan tekhnik statistika deskriptif meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Independent Sampel T-Test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, hasil belajar metode pembelajaran luring lebih tinggi dibandingkan dengan metode pembelajaran daring
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Pada Materi Fungsi
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam proses pemecahan masalah matematis siswa pada materi fungsi berdasarkan tahapan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah, dan memeriksa kembali. Dalam artikel ini akan dikaji secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 6 siswa dengan berdasarkan tinggi, sedang, rendah, pada kelas X SMA di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan berupa soal tes uraian pemecahan masalah pada materi fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMA di Kabupaten Karawang berkategori sedang, berdasarkan tahapan memahami masalah siswa tidak menuliskan unsur diketahui dan ditanyakan pada soal, pada tahapan merencanakan masalah siswa belum bisa membuat model matematika ke dalam bentuk lain, tahapan melaksanakan rencana siswa kurang teliti dalam perhitungan, siswa lebih menyelesaikan secara langsung, tahapan memeriksa kembali siswa tidak memberikan kesimpulan pada hasil akhir
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK MATEMATIKA MATERI GARIS DAN SUDUT KELAS VII SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran komik matematika materi garis dan sudut pada kelas VII SMP yang layak dan praktis digunakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Avaluation). Data yang dikumpulkan berupa validasi media dan ahli materi serta tanggapan untuk meninjau kepraktisan media. Validasi media oleh ahli media memperoleh skor rata-rata 86 yang tergolong dalam kategori sangat valid. Validasi media oleh ahli materi memperoleh skor rata-rata 77 yang tergolong dalam kategori sangat valid.Kepraktisan media oleh siswa dalam uji coba skala besar dan skala kecil memperoleh skor rata-rata pada uji coba skala kecil yaitu 57 dengan kategori praktis, sedangkan skor rata-rata pada uji coba skala besar yaitu 68 dengan kategori sangat praktis. Sehingga media pembelajaran matematika seperti yang dinyatakan dan praktis digunakan dalam pembelajaran materi matematika garis dan sudut pada siswa kelas VII SMP